Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Keputusan Hakim


__ADS_3

Zayyan membuka ponselnya saat Shella menelfon dirinya dan merengek padanya mengenai video mereka yang viral. Zayyan sangat terkejut melihat beberapa berita online. Di akun-akun gosip memuat kabar perselingkuhan dirinya bersama Shella. Zayyan mengepalkan tangannya, ia segera menelepon Keysha.


"Key, apa-apaan kamu? Teganya ya kamu memviralkan aku dan Shella?" Teriak Zayyan begitu Keysha mengangkat teleponnya.


"Maksud kamu apa sih? Aku gak ngerti!" Keysha meninggikan nada suaranya. Masih merasa bingung apa yang terjadi karena hari ini ia begitu sibuk melakukan tindakan operasi. Sehingga Keysha belum ada waktu untuk mengecek semua media sosial miliknya.


"Jangan berlagak bodoh kamu, Key! Kamu kan yang memviralkan aku dan Shella? Meskipun aku salah di sini, tapi kali ini kamu benar-benar keterlaluan!!" Zayyan menahan letupan amarah yang bergejolak di dadanya.


"Siapa memviralkan siapa? Dari pagi aku sibuk dengan jadwal pasien yang akan melakukan tindakan operasi Caesar. Aku tidak ada waktu buat mempermalukan kalian. Tanpa aku permalukan, kalian sudah mempermalukan diri kalian sendiri," jawab Keysha dengan nada sinis.


"Sudah ya? Pekerjaan aku masih banyak," Keysha menutup sambungan teleponnya secara sepihak.


"S*ial!" umpat Zayyan. Pria itu menggebrak meja kerjanya. Zayyan yakin viral dirinya di medsos akan menurunkan kepercayaan rekan-rekan bisnisnya dan pasti akan berimbas dengan turunnya harga saham perusahaannya.


Zayyan memijit pelipisnya yang tiba-tiba saja berdenyut. Ia percaya bahwa bukan Keysha pelakunya. Sebab Keysha memang sangat sibuk, tapi siapa tahu orang dendam tidak akan memikirkan apapun selain menuntaskan rasa sakitnya? Namun lagi-lagi hati Zayyan membantah. Menbantah bahwa bukan Keysha pelakunya. Selama hidup lima tahun bersamanya, Zayyan hafal betul sikap wanita cantik itu. Sementara di ruang lain, tiga orang tampak tertawa cekikikan seraya menatap ponselnya masing-masing.


"Viral gak tuh?" Ayu terkekeh dengan raut wajah penuh kemenangan.


"Pinter banget sih loe, Yu?" Felly menatap kagum. Sementara di belakangnya ada Arsha yang tersenyum senang. Mereka sangat bangga setelah apa yang mereka lakukan hari itu.


"Gue gitu. Si Shella harus dikasih pelajaran. Biar gak terlalu angkuh jadi manusia," sewot Felly yang tersenyum penuh arti.


"Sudah cepat buang kartu perdananya! Ponselnya juga jangan dihidupkan lagi kecuali kalian menjualnya!" Pesan Arsha yang dibalas dengan acungan jempol oleh Ayu dan Felly.

__ADS_1


Ya, ternyata pelaku yang memviralkan video rumor perselingkuhan Zayyan dan Shella adalah karyawannya sendiri yaitu Ayu, Arsha, dan Felly. Mereka awalnya membuat tweet berisi cerita rumah tangga dramatis yang akhir-akhir ini menjadi favorit warga +62.


Ayu, Felly dan Arsha menjadikan beberapa moment kedekatan bos dan sekretarisnya itu menjadi satu. Bahkan mereka pernah merekam saat Shella dan Zayyan berc*iuman di dalam mobil. Mereka bisa melihat karena mobil itu ada di area basement kantor. Dan tentunya mereka mengirim video itu ke akun gosip agar suasana semakin panas. Tak henti sampai di situ, mereka juga membuat video perbandingan Shella dan Keysha hingga membuat warganet semakin heboh.


Setelah membuang kartu perdana dan mematikan ponsel agar sulit dilacak, mereka segera bekerja kembali seperti biasa, seperti tidak ada apapun yang terjadi.


****


Keysha dan Zayyan memasuki ruang sidang. Hari ini adalah sidang ketiga atau sidang terakhir untuk mendengarkan keputusan hakim. Semua anggota keluarga Zayyan dan Keysha menghadiri sidang. Suasana semakin menegangkan kala pengacara Zayyan masih mengotot tak mau jika kliennya bercerai.


Berikutnya adalah beberapa tuntutan Keysha yang dibacakan oleh pengacaranya, seperti tuntutannya untuk bercerai, harta gono-gini, serta pengalihan aset milik Zayyan sesuai surat perjanjian pernikahan lima tahun yang lalu. Pengacara Keysha dan Zayyan berdebat dengan panas hingga hakim menghentikan sidang dan diteruskan beberapa menit kemudian. Keputusan akhir, dengan menimbang saksi dan bukti yang ada, akhirnya hakim mengabulkan permohonan Keysha untuk bercerai dengan Zayyan.


Tokkk...


Hakim mengetuk palu sebagai tanda berakhirnya rumah tangga antara Keysha dan Zayyan yang sudah mereka bangun selama lima tahun. Tak hanya itu, hakim pun mengabulkan tuntutan-tuntutan Keysha. Zayyan hanya menghela nafas pasrah meratapi kekalahannya. Akhirnya di depan hakim, Zayyan mengucapkan talaknya untuk Keysha.


Keysha menitikan air matanya kala menyadari kini ia bukan lagi istri dari Zayyan. Air mata itu bukanlah air mata kesedihan. Akan tetapi air mata kebahagiaan. Kebahagiaan karena bisa terlepas dari suaminya yang kini sudah memiliki istri baru. Keysha menghapus air matanya. Kemudian ia tersenyum senang karena hari ini dan selamanya Keysha terlepas dari lelaki pengkhianat itu. Kehidupan baru akan Keysha ukir dengan status baru. Keluarga Keysha dan keluarga Zayyan memeluk Keysha dengan sedih dan berurai air mata. Mereka tak memperdulikan kehadiran Zayyan hingga pria itu memilih untuk pergi.


Keysha berjalan berbarengan dengan Kania, Sagara, dan keluarga Zayyan meninggalkan gedung pengadilan agama yang menjulang. Mereka berjalan menuju tempat parkir. Di sana mereka melihat Shella sedang memeluk Zayyan erat. Hari ini Shella berdandan dengan sangat cantik seolah sedang merayakan hari paling spesial. Sayangnya, ia tak tahu apa yang akan menimpanya esok hari nanti.


"Kau!!!" Desis Shella saat melihat Keysha keluar dari gedung pengadilan agama. Ia berjalan hendak menampar Keysha, namun Sagara segera menangkisnya.


"Jangan sentuh putriku jika kau tak mau hidupmu menderita!" Sagara menghempaskan tangan Shella seolah tangan itu adalah sesuatu yang menjijikan.

__ADS_1


"Ajari putri om ini etika! Dia tak seharusnya memviralkan kami!!" Dengan lancangnya Shella berteriak di hadapan pria paruh baya itu.


"Sayang, sudahlah! Ayo kita pulang. Aku lelah ingin berisitirahat," Zayyan menggandeng lengan Shella. Namun model cantik itu segera menepisnya pelan.


"Aku sudah bilang bahwa aku bukan pelakunya," Keysha menjawab dengan santai. Ia seolah tak memperdulikan Zayyan yang berdiri di hadapannya.


Sementara Rena, ia segera maju ke depan dan mengapit pipi Shella dengan kasar. "Jangan terus mempermalukan dirimu dan pria yang ada di sampingmu! Sebaiknya kau pergi wanita jahanam!"


"Cih! Tidak kau suruh pun aku akan pergi. Dasar wanita tua menjengkelkan!" Shella menghempaskan tangan Rena dengan kasar.


"Shella, kamu jangan keterlaluan! Wanita itu adalah ibu yang telah melahirkanku!!" Hardik Zayyan merasa tak terima mendengar Rena di hina sedemikian rupa.


"Aku tak peduli. Memang ibumu ini sangat menyebalkan. Tunggu, ibu yang melahirkanmu?Lagi pula seorang hewan pun bisa melahirkan anaknya," Shella tersenyum sinis.


"Kurang ajar!!" Hanan menampar wanita selingkuhan putranya itu.


Shella langsung menyentuh pipinya yang sakit dan panas akibat tamparan dari Hanan. Zayyan diam tak bergeming. Ia tidak membela istri sirinya itu, karena hatinya pun ikut sakit saat Shella menghina ibunya. Tatapannya beralih kepada Keysha. Selama menjadi istrinya, Keysha tidak pernah bertindak tidak sopan terhadap kedua orang tua Zayyan. Perasaan menyesal kini perlahan hinggap di hatinya karena sudah menduakan Keysha.


"Bagus, Pa," Rena tersenyum senang kala suaminya menampar wanita yang ia benci itu. Sementara Sagara dan Kania terlihat menenangkan Hanan.


"Hebat sekali istri barumu ini ya? Menyamakan mama dengan hewan," Keysha tersenyum sinis kepada mantan suaminya.


"Dasar p*l*cur tidak tahu diri! Jika aku bisa, aku ingin mengutukmu jadi kotoran hewan!!" Rena terus memaki Shella yang masih memegang pipinya.

__ADS_1


"Biar aku jambak wanita gak tahu malu ini, Ma!' Raika maju ingin menghajar wanita yang sudah membuat rumah tangga kakaknya porak poranda.


"Sudah! Lebih baik kita pergi! Tidak ada gunanya melayani mereka," Fikri menarik tangan Raika. Sementara yang lain pun ikut berjalan meninggalkan Zayyan dan juga Shella. Zayyan terpaku. Matanya melihat ke arah Keysha dan keluarganya pergi. Mengapa hatinya kini sangat hampa?


__ADS_2