Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Penderitaan Shella


__ADS_3

"Nikmatilah permainanku!" Darwin tersenyum mendamba, namun senyuman itu tampak menakutkan di penglihatn Shella.


Darwin memperlakukan Shella dengan tidak manusiawi. Pria itu menjamah Shella sembari melakukan beberapa kekerasan padanya. Shella terus berteriak kesakitan mendapatkan penyiksaan seperti itu dari pria yang baru saja menjadi pacarnya itu.


Setelah selesai menuntaskan hasratnya, Darwin memakai kembali pakaiannya. Ia meninggalkan Shella yang sudah babak belur akibat perbuatannya. Darwin menyeringai. Ia amat puas sudah menuntaskan hasratnya pada wanita yang sudah terkapar tak berdaya itu. Darwin membawa cambuk, ikat pinggang dan alat lainnya keluar dari kamar.


Di dalam kamar, Shella menangis histeris. Ia mengingat Fuji dan juga putrinya. Darah keluar dari sudut bibir Shella akibat kekerasan yang Darwin lakukan padanya.


"Ayuna, tolong Mama!" Shella merintih. Untuk pertama kalinya ia menyebut nama anaknya dengan bibirnya.

__ADS_1


Ingin Shella putar waktu. Wanita itu pasti akan diam di rumah bersama Fuji dan juga Ayuna. Akan tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Shella tidak akan pernah bisa keluar dari rumah Darwin dengan mudah, karena saat ini dirinya sudah berada di dalam cengkraman pria itu.


Shella menutupi tubuh polosnya, ia tak menyangka bisa menerima kekerasan fisik dari pria yang baru saja ia kenal. Air matanya masih membasahi wajahnya. Shella benar-benar ketakutan, ia harus menemukan cara untuk pergi dari rumah terkutuk ini.


Shella keluar dari kamar. Ia melihat Darwin yang sedang tertidur pulas di atas sofa ruang tengah. Shella kemudian pergi meninggalkan kamar Darwin. Shella berjalan menuju kamarnya, ia menatap dirinya di cermin. Seluruh tubuhnya terluka, Shella tak menyangka ia akan mendapatkan sesuatu yang mengerikan di hidupnya.


Shella mengusap air matanya, ia tak boleh berdiam diri. Dengan cepat Shella membuka lemari, ia mengambil koper miliknya. Ia harus kabur secepatnya dari rumah terkutuk ini. Shella berjalan mengendap. Namun saat membuka pintu kamarnya, Shella terperanjat melihat dua pria berbadan kekar dan berkepala plontos sedang berjaga di pintu kamarnya.


"Aku ingin pergi, aku takut dengan majikanmu!" Suara Shella terdengar bergetar.

__ADS_1


"Tidak. Nona tidak bisa meninggalkan rumah ini. Nona harus bersama tuan kami selamanya!" Jawab pria itu, masih dengan wajah ketusnya.


"Kalian tidak melihat tubuhku babak belur seperti ini? Kalian ingin aku mati?" Teriak Shella, sedetik kemudian ia menangis histeris. Ia sangat ketakutan dengan pria yang baru dikenalnya itu. Apalagi Darwin memiliki kelainan yang menyimpang.


Semua pelayan yang menatap Shella menunduk, mereka sangat prihatin dengan wanita malang itu. Mereka ingin sekali menolong, namun mereka tak berani. Mereka takut berurusan dengan Darwin, menurutnya Darwin adalah pria yang sangat kejam. Pria itu tak segan untuk melenyapkan orang yang mencari masalah dengannya.


Kedua bodyguard itu saling pandang, akhirnya mereka menarik tangan Shella dan memasukannya ke dalam kamar miliknya.


"Lepaskan aku harus pergi! Kalian semua jahat. Kalian tega!" Shella menangis histeris, namun tak membuat hati bodyguard itu tersentuh. Mereka masih menarik tangannya, setelah Shella masuk ke dalam kamarnya ke dua bodyguard itu langsung mengunci kamarnya.

__ADS_1


Hallo para readers, terimakasih kritiknya ya. Otor sudah mengedit adegan kekerasan itu ya, otor mohon maaf dengan naskah yang tadi. Semoga hari ini dan ke depannya otor lebih bijak dalam menulis adegan per adegan. Terima kasih untuk kritiknya ya. Otor sangat terbuka sekali dengan kritik dan saran. 😊


__ADS_2