
Keysha merasa geram mendengar obrolan dua manusia yang sedang di mabuk asmara itu. Keysha meremas tisu hingga tisu itu menjadi sebuah bentuk bola.
Shella melewati saung Keysha, sepertinya wanita itu tidak menyadari kehadiran Keysha dan Andra. Keysha bangkit dari duduknya, Andra menggenggam lengan Keysha untuk mencegah Keysha berbuat kasar. Andra takut ada orang yang merekam perseteruan mereka dan nama baik Keysha menjadi tercoreng.
"Saya janji tidak akan melakukan hal bodoh, Dok," Keysha menatap Andra yang masih mencegahnya pergi.
Andra percaya dengan Keysha. Dokter tampan itu langsung melepaskan pegangan tangannya. Keysha bergegas menyusul langkah Shella. Dengan gerakan cepat, Keysha memegang tangan Shella hingga pelakor itu terperanjat dan meringis.
"Bu Keysha?" Serunya dengan raut wajah yang panik.
"Ikut aku!" Keysha menyeret Shella menuju toilet.
"Aku tidak mau. Lepaskan aku!" Shella berontak dengan wajah yang tak kalah masam dari Keysha.
"Oh begitu. Baiklah aku akan berbicara di sini dan mempermalukanmu wahai pelakor tidak tahu diri! Biarkan orang-orang merekam pertengkaran kita dan memviralkannya. Kita lihat bagaimana satu Indonesia tahu seberapa rendahannya Shella Arnesta," gertak Keysha yang membuat wajah Shella pias seketika.
Keysha memanggil Shella dengan sebutan pelakor. Sejak kapan Keysha tahu hubungan Shella dan Zayyan? Shella merasa penasaran dan bertanya-tanya.
"Baiklah. Kita bicara di toilet. Tapi lepaskan tanganku!"
Keysha tak mengindahkan perintah Shella. Ia menyeret Shella dengan kasar hingga membuat beberapa orang memperhatikan mereka. Andra segera bangkit dari duduknya, ia mengikuti ke dua wanita yang tengah berkonflik itu. Andra khawatir jika Shella berbuat nekat pada Keysha. Andra takut Keysha disakiti oleh wanita itu. Namun, langkah Andra terhenti saat mereka memasuki toilet wanita. Andra memutuskan menunggu di depan toilet.
Saat sudah sampai di toilet, Keysha mengunci toilet khusus wanita itu. Ia melepaskan tangan Shella dan menghempaskan nya dengan kasar. Shella hanya tersenyum menyeringai. Ia berbalik ke arah wastafel dan mencuci tangannya, tepat di mana Keysha memegangnya.
"Apa yang kamu mau Ibu dokter yang terhormat?" Tanya Shella sangat berani. Ia memutuskan akan melawan Keysha. Lagi pula Shella sangat yakin, Zayyan akan memihaknya.
"Oh sudah berani kau rupanya?" Keysha menautkan alisnya dengan geram.
"Jangan mentang-mentang kamu istri sah Zayyan, kau arogan seperti ini!! Lihatlah nanti Zayyan akan memilihku dari pada kamu! Dan kamu Keysha, kamu akan menjadi wanita yang terbuang!!" Shella menunjuk wajah Keysha dengan lancang.
"Oh rupanya ada yang sedang mengincar suamiku ya?" Keysha tertawa meledek hingga membuat wajah Shella memerah bak kepiting rebus.
__ADS_1
"Aku tidak mengincarnya, tapi Zayyan sendiri yang mengejar ku!" Hardik Shella berang.
"Kasihan sekali kamu Shella! Ingin hidup enak bukannya kerja tapi malah jualan lend*ir!" Ejek Keysha dengan tatapan merendahkan dan senyuman sinisnya yang mematikan.
"Wanita terhormat itu ya kerja dong kalau mau duit, bukannya ng*angkang sama suami orang! Lagi pula di dunia ini ada 7 milyar manusia, kok kamu malah ngegoda pria beristri? Segitu gak lakunya?" Keysha semakin menginjak harga diri Shella.
Tangan Shella mengayun akan menampar pipi mulus Keysha. Namun, dengan cepat Keysha menangkisnya dan memutarkan tangan sekretaris suaminya itu hingga membuat Shella mengaduh kesakitan.
"Jangan coba menyentuh wajahku dengan tangan kotormu itu! Dengarkan aku! Kamu bukan lawan yang sepadan denganku! Kamu hanya remahan sampah yang tidak berguna. Dengan mudah aku bisa melenyapkan lalat sepertimu," bisik Keysha di telinga Shella.
Shella merinding mendengar ancaman Keysha. Ia tidak menyangka Keysha akan menyeramkan seperti ini.
"Jangan sok kuat! Di sini kamu berbicara begitu berani. Namun di rumah? Kamu hanya bisa menangis di pojokan dapur. Kasian sekali dengan nasibmu yang malang. Pada akhirnya akulah yang akan Zayyan pilih, dan aku tak akan mundur sejengkal pun. Aku akan menjadikan Zayyan milikku seutuhnya," Shella menyembunyikan ketakutannya dengan sebuah ejekan.
"Ambillah suamiku yang tidak berguna itu! Rupanya seleramu sangat rendahan ya? Kamu sangat menyukai barang bekas. Apalagi barang itu barang bekasku. Ya sampah memang akan bertemu sampah lagi, gak mungkin sampah ketemu berlian," Keysha terkekeh namun kekehannya itu sangat menyeramkan di telinga Shella.
"Diam kau wanita mandul!" Hardik Shella yang tak terima Keysha begitu dalam menghinanya.
Keysha merasa sakit hati dengan penghinaan Shella. Namun, dengan cepat ia menepis rasa itu. Keysha tak boleh lemah di hadapan selingkuhan suaminya ini. Ia harus menunjukan kalau ia wanita kuat.
"Masih lebih baik aku wanita mandul, dari pada kau wanita murahan dan rendahan! Dasar wanita pemalas!" Desis Keysha murka.
"Lepaskan aku, sakit! Aku akan melaporkanmu dengan pasal penganiyaan!!"
Keysha berdecih, ia tersenyum miring.
"Silahkan! Akan aku laporkan balik kalian dengan kasus perselingkuhan dan perz*nahan."
Keberanian Shella seketika padam ketika mendengar gertakan Keysha. Keysha melepaskan cengkramannya pada Shella. Ia merapihkan rambut Shella yang terlihat kusut.
"Jaga dirimu, sayang! Mungkin nanti kamu yang akan dibuang Zayyan! Kamu pasti hafal betul kan, kalau sekali pria berselingkuh, maka ia akan melakukannya lagi. Tunggulah giliranmu tiba sweety!" Keysha memainkan rambut Shella dengan jarinya. Shella hanya terdiam. Keberaniannya seolah sirna melihat Keysha yang berbeda. Shella membayangkan Keysha akan menangis histeris saat mengetahui suaminya berselingkuh.
__ADS_1
Keysha melepaskan rambut Shella. Dengan anggun, Keysha memutarkan kran westafel, ia mencuci kedua tangannya dengan sabun tangan lalu mengeringkannya.
"Ah, kasian tanganku harus bersentuhan denganmu. Aku takut tertular virusmu. Virus tidak mau kerja dan menjajakan tubuhnya pada pria beristri. Hih, aku takut! Ya wajar dong aku takut, aku ini kan wanita produktif dan pekerja keras. Sudah ya, aku pergi, Bye!!" Keysha melenggang meninggalkan Shella dengan wajah ceria.
Shella berteriak seperti kesetanan, ia menendang pintu. Ia melihat dirinya di cermin westafel. "Lihatlah Keysha, siapa yang akan menang di antara kita!"
Keysha keluar dari toilet, ia menatap Andra dengan keheranan. "Lho, kok dokter di sini?"
"Saya khawatir dengan kamu, saya takut wanita tadi berbuat macam-macam padamu," tukas Andra jujur
Entah rasa apa ini, namun hati Keysha menghangat saat mendengar penjelasan Andra. Keysha tersenyum dan menatap dokter muda itu. "Terima kasih, Dok."
"Kalau begitu kita pulang saja. Saya tahu mood kamu berantakan. Saya akan mengabari dokter Hery," Ajak dokter Andra yang langsung diiyakan oleh Keysha.
Mereka berjalan bersama menuju mobil masing-masing. Namun saat akan menaiki mobil, ponsel Keysha berbunyi. Ia melihat Zayyan yang meneleponnya.
"Apa yang kamu lakukan pada Shella? Kamu di mana? Aku ingin bertemu denganmu!!" Suara Zayyan terdengar sangat marah.
"Oh rupanya wanita murahan itu mengadu padamu ya, sayang?" Keysha menjawabnya dengan santai.
"Dia bukan wanita murahan, Key. Aku dan Shella kemari karna akan menemui klien. Kamu jangan salah paham!"
"Baiklah, ayo kita pulang! Jika kamu masih menganggapku sebagai istri, ayo pulang denganku!" Keysha memancing Zayyan. Diam-diam, hatinya penasaran jawaban apakah yang akan dipilih Zayyan. Dirinya atau Shella?
"Aku tidak bisa, Key. Aku harus menemui klien. Kamu harus paham itu!"
Keysha merasa sakit hati untuk ke sekian kalinya, ia cukup tahu jika Zayyan saat ini memilih Shella.
Klik..
Telepon langsung dimatikan. Andra yang berada di samping Keysha mendengar obrolan suami istri yang tengah terlibat masalah berat itu. Ia menepuk pelan bahu Keysha untuk menguatkannya.
__ADS_1
"Biar aku antar, Key. Mobil kamu biar supirku yang ambil," Andra menggenggam tangan Keysha menuju mobilnya. Sementara Keysha tidak menjawab, ia hanya mengikuti langkah Andra dengan gontai.