Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
Hadiah Tidak Terduga


__ADS_3

Pergi diantar tapi pulang tidak dijemput, itulah yang terjadi dengan Hana dan Dewa. Jet pribadi milik Dewa mendarat di bandara Edi Sutjipto hampir sama dengan jam keberangkatan mereka dari bandara Schipol namun dengan hari yang berbeda. Sama seperti saat penerbangan menuju Amsterdam, kini penerbangan mereka dari negeri kincir angin itu juga memakan waktu 18 jam dengan selisih waktu 6 jam.


Hana dan Dewa celingukan mencari orang maupun keluarga yang menjemput mereka, namun hasilnya nihil.


" Sayang apakah ayah maupun ibu tidak menyuruh orang untuk menjemput kita?" keluh Hana saat tubuhnya sudah mulai lelah menunggu.


" Entahlah, mungkin tidak. Apa kamu tidak memberitahu tentang kepulangan kita?" Dewa balik bertanya.


" Ya Allah, maaf Sayang aku lupa, he he. Pantas saja tidak ada satu orang pun yang datang untuk menjemput. Kemarin aku memang sempat menghubungi ayah dan ibu mertua saat kita memutuskan untuk memperpanjang liburan kita. Tapi aku tidak memberi tahu kapan kita akan pulang, he he. Kamu sendiri kenapa tidak pernah menghubungi mereka selama kita berbulan madu?"


" Aku kan terlalu sibuk dengan ritual harian kita." ucap Dewa penuh dengan maksud.


" Ah sudahlah jangan memulai lagi. Ayo cepat kita cari taksi. Atau kamu ingin menghubungi seseorang agar menjemput kita?"


" Seseorang?" tanya Dewa tidak tahu arah pembicaraan istrinya.


" Iya, seorang asisten atau bawahan yang bisa melayani maupun mengurus semua keperluanmu mulai dari urusan pekerjaan sampai kehidupan pribadi."


" Kamu terlalu banyak membaca novel CEO Sayang. Mana ada asisten yang bertugas mengurus semua hal mulai dari pekerjaan sampai urusan pribadi. Kamu pikir asisten itu tidak mempunyai kehidupan sendiri, sehingga ia bisa melayani selama 24 jam penuh. Seandainya ada asisten seperti itu pun pasti gajinya teramat sangat mahal. Dan suamimu ini belum menjadi bos sebesar dan sekaya itu. Sudahlah ayo cepat kita cari taksi saja." Dewa menoel ujung hidung wanita manis di depannya itu.


" He he kamu benar juga. Atau kamu ingin menggunakan kekuatanmu untuk menyulap sebuah mobil, sehingga kita tidak perlu mencari taksi? Bukankah kamu adalah anak jin? Ha ha ha." goda Hana.


" Heh tertawalah sepuasmu Sayang. Kamu adalah istri pertama yang mengatai mertua dan suaminya sebagai jin." ketus Dewa.


" He kamu marah? Ayolah siapa tahu kamu memang mempunyai kekuatan."


" Wahai anak jin, berikanlah sebuah mobil." kekeh Hana sambil menggosok lengan suaminya.


" Kamu_?! Awas saja ya. Anak jin ini akan memakanmu." Dewa mencekal tangan Hana dan menggelitik tubuhnya.


" Ha ha ha, maaf Sayang. Hentikan....."


" Maaf, Tuan Dewa dan Nyonya Hana?" seorang lelaki berpakaian formal menghampiri mereka. Sontak membuat Hana dan Dewa menghentikan gurauan mereka.

__ADS_1


" Iya, Anda siapa ya?" tanya Dewa.


" Maaf saya sedikit terlambat. Perkenalkan saya Andre utusan Tuan Russell. Saya membawakan mobil pesanan untuk Anda berdua. Anda ingin mengendarai sendiri atau butuh seorang sopir?" ucap lelaki itu ramah.


" Sebuah mobil?" Hana dan Dewa saling berpandangan.


" Sayang, jangan jangan kamu memang beneran anak jin. Buktinya permintaanku barusan langsung terkabul." bisik Hana yang membuat Dewa memutar bola matanya.


" Bagaimana Tuan dan Nyonya? Apakah Anda membutuhkan jasa seorang sopir untuk membawa mobil Anda?" tanya lelaki itu sekali lagi.


" Oh tidak perlu. Kami bisa membawa mobil sendiri. Jarak rumah kami tidak terlalu jauh." jawab Dewa yang memang merasa tidak membutuhkan jasa sopir untuk mengantar mereka.


" Kalau begitu mari saya antar ke mobil Anda. Barang bawaan Anda biar dibawakan oleh anak buah saya." dalam sekejap beberapa orang lelaki yang dengan sigap membawakan koper koper milik Hana dan Dewa.


" Sayang apakah mereka juga berasal dari kekuatanmu sebagai anak jin?" bisik Hana sambil berjalan beriringan dengan Dewa mengekor langkah Andre.


" Ck..." Dewa tidak menjawab pertanyaan istrinya.



" Silahkan ini mobil Anda." Andre menyerahkan kunci mobil itu ke tangan Dewa.


" Terima kasih."


" Dan ini kunci untuk mobil satunya lagi."


" Masih ada mobil lain?" tanya Hana terkejut.


Wow... Papa mertua sangat royal. Dia memanjakan kami dengan hadiah yang begitu mahal. Kalung berlian dan jet pribadi ratusan milyar, dan kini dua mobil mewah sekaligus. Kelak apalagi? Kereta api berikut dengan rel lintasannya?


" Ini mobil Anda yang lain." Andre menunjuk sebuah mobil sport warna abu abu beraksen emas. Mobil itu sungguh sangat memukau. Dalam sekali pandang saja sudah terlihat bahwa mobil itu mempunyai tenaga dan kecepatan di atas rata rata.


__ADS_1


" Ini.....Godzilla?" Hana tidak mampu berkata kata lagi. Mobil itu terlihat sangat mempesona.


Selama ini Hana hanya mampu mengagumi mobil super cepat itu lewat layar ponsel maupun laptop saja karena selain harganya yang fantastis mencapai 17 milyar rupiah, akses untuk mendapatkannya juga tidaklah mudah karena mobil itu termasuk limited edition. Dan kini mobil mewah itu berdiri dengan gagah di depannya sebagai hadiah pernikahan dari papa mertuanya. Sungguh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"Iya, Nyonya sangat benar. Mobil ini memang sering disebut dengan Godzilla karena performanya yang mantap dan luar biasa. Ini adalah Nissan GT-R50 Italdesign. Mobil ini termasuk limited edition karena memang hanya diproduksi sebanyak 50 unit saja di dunia melambangkan 50 tahun seri GTR dan Italdesign. Jadi mobil ini memang sangat istimewa." ucap Andre yang membuat Hana kian berdecak kagum.


" Sayang bolehkah aku me_"


" NO....!" jawab Dewa dengan cepat seakan sudah paham dengan jalan pikiran istrinya yang sangat mengidolakan aksi Dominic Toretto itu.


" Kita akan mengendarai Toyota Alphard saja. Itu lebih cocok untuk kita berdua saat ini."


" Dasar pelit." dengus Hana yang masih bisa didengar oleh suaminya.


" Hei, jangan dikira aku tidak mengerti jalan pikiranmu. Aku sudah sangat yakin kalau kamu pasti akan membawa mobil sport itu kebut kebutan. Niatmu sudah sangat terbaca Nyonya manis." Hana hanya bisa memanyunkan bibirnya karena niatnya sudah ketebak oleh sang suami.


" Baiklah Tuan Andre, kami akan membawa mobil Alphard saja."


" Kalau begitu saya akan mengangkut mobil sport ini dan mengantarkan ke kediaman Anda. Silahkan Anda mengendarai mobil Anda, kami akan mengawal perjalanan Anda untuk memastikan keselamatan Anda sampai tujuan." ucap Andre dengan sopan.


What??!! Maksudnya dikawal seperti rombongan presiden atau pejabat penting lainnya?? Ini sudah kelewatan.


" Sayang, sepertinya ini sudah terlalu berlebihan." bisik Hana.


" Maaf Tuan Andre, sepertinya kami tidak memerlukan pengawalan dari Anda. Kami merasa itu terlalu berlebihan. Kami sudah terbiasa mengendarai mobil sendiri." tutur Dewa menolak pelayanan dari Andre.


" Maaf Tuan Dewa, ini adalah perintah dari Tuan Russell. Kami hanya menjalankan saja. Dan Anda pasti sudah tahu bahwa beliau tidak menerima penolakan. Harap Anda mau bekerja sama agar kami dapat mengerjakan tugas kami dengan baik."


" Oh begitu ya, baiklah." Dewa terpaksa mengiyakan permintaan Andre karena tidak mau membuatnya kena masalah gara gara penolakan darinya.


Papa sudah sangat berlebihan. Aku harus bicara dengannya agar lain kali tidak memperlakukan aku dan Hana seperti ini lagi. Aku yakin Hana tidak nyaman dengan ini semua.


Mobil rombongan Hana dan Dewa beranjak meninggalkan bandara menuju ke kediaman mereka. Sungguh terlihat seperti rombongan iring iringan pejabat tinggi.

__ADS_1


__ADS_2