Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
Jangkrik dan Anaconda


__ADS_3

Setelah sebelumnya bibir Hana sempat menolak permintaan sang suami untuk bercinta di dalam mobil, tak urung nyatanya Hana terbuai dan larut oleh sentuhan lelaki bermanik hijau itu. Seperti yang sudah sudah rangsangan yang diberikan oleh Dewa selalu membuat Hana dimabuk kepayang. Apalagi semenjak hamil gairah se*sualnya kian meningkat. Hanya dengan sedikit sentuhan atau pun rangsangan dari sang suami mampu membangkitkan libido dalam dirinya.


Seakan sudah sangat terlatih dan berpengalaman, Dewa segera membawa mobilnya ke tempat yang dirasa sepi dan jarang dilewati oleh mobil maupun kendaraan lain. Mereka asyik melakukan ritual panas yang mampu mengucurkan keringat meskipun AC di dalam mobil itu berfungsi dengan teramat sangat baik.


Bibir dan lidah mereka dengan lihai saling menyesap dan ******* satu sama lain. Mereka berusaha untuk mencari dan memberi rasa nikmat yang mampu membawa mereka melayang ke atas awan.


Ruang gerak yang terbatas nyatanya tidak menghalangi keduanya untuk manyalurkan hasrat dan mencapai puncak kenikmatan. Mobil sport limited edition berwarna abu abu yang mendapat julukan godzila itu menjadi saksi penyatuan cinta sepasang suami istri yang hasratnya kian memanas.


Tubuh godzilla ikut bergoyang seirama dengan gerakan dua anak Adam di dalamnya. Beruntungnya kendaraan roda empat seharga 17 milyar itu terparkir di tempat yang sepi, tepatnya di pinggir sebuah kebun entah milik siapa sehingga tidak menarik perhatian orang.


Namun sepandai pandainya Dewa memilih lokasi yang dianggap sepi, nyatanya masih saja ada sebuah motor yang melintas di dekat tempat itu. Dan tentu saja keberadaan godzilla yang terparkir di dekat kebun yang sepi sangat menarik perhatian sepasang anak muda yang mengendarai motor. Ditambah tubuh godzilla yang bergoyang membuat siapa pun yang melihat pasti menjadi kian penasaran.


" Ah Sayang......umh ah....ah ah ah......" lenguhan panjang Hana mengiringi pelepasan dalam dirinya.


" Uh ah ah ah uh ah......." sesaat kemudian disusul suara Dewa penuh dengan kepuasan pertanda bahwa dirinya juga tengah mencapai puncak kenikma*an. Dia mengecup kening sang istri yang dipenuhi dengan peluh, sebuah ritual yang selalu ia lakukan sesaat setelah selesai berci*ta dengan pasangan hidupnya sebagai wujud cinta dan kasih sayang.


" Huh..... huh...." mereka berdua mencoba mengatur napas yang masih menderu agar kembali normal.


" I love you Sayang, thank you." ucap Dewa sembari mengecup kening Hana dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.


" Brak brak brak......" suara gedoran di jendela mobil membuat Hana dan Dewa terperanjat. Keduanya dengan cepat memakai baju yang tadi sempat mereka tanggalkan saat mereka hendak bercinta.


Ah mampus, siapa sih yang gedor gedor? Jangan bilang kalau aku dan Dewa bakal kena gerebek karena melakukan tindak asusila di tempat umum. Ini semua gara gara Dewa, dan kenapa juga aku gampang banget mengiyakan ajakan suami mesum di tempat umum seperti ini.


Suara gedoran di kaca kian keras karena Hana dan Dewa belum juga memberi respon dari dalam.


" Brak brak brak..... Oi keluar....! Mesum ya kalian...?!"


" Sayang kamu sudah selesai?" Dewa menelisik penampilan Hana takut jikalau sang istri belum selesai mengenakan pakaian.


Hana mengangguk sambil menarik narik pakaiannya agar terlihat rapi.


" Kamu tunggu di dalam saja ya, biar aku yang keluar." ucap Dewa lembut sambil mengelus pucuk kepala istrinya.


" Oi cepat keluar....!" suara teriakan kembali terdengar.


"Ceklek." Dewa membuka pintu mobil.


" Kalian_" mata Dewa sedikit terperanjat karena mengenali kedua sosok yang sedari tadi mengusik menggedor jendela mobilnya.


" Suaminya Bu Hana....?!" pekik kedua orang itu yang ternyata adalah Dimas dan Bagas.


" Kalian murid_"


" Iya Pak, kami murid Bu Hana. Kenapa Bapak ada di sini, apa yang Bapak lakukan? Bapak selingkuh ya, mesum di pinggir jalan dengan ceweknya? Wah.... Parah ni, parah...parah...." cecar Bagas memotong ucapan Dewa.

__ADS_1


" Bapak tega sekali melakukan itu. Bu Hana kurang apa Pak? Beliau cantik dan baik. Kalau tahu seperti ini kelakuan Bapak, saya tidak akan pernah merestui dan mengikhlaskan Bu Hana untuk menikah dengan Bapak. Kalau memang Bapak tidak bisa setia, lebih baik Bapak tinggalkan Bu Hana saja. Saya siap mendampingi Bu Hana." cerocos Dimas menggebu gebu.


" Heh bocah, kalian bicara apa sih?! Siapa yang selingkuh?! Pikiran kalian terlalu jauh." sanggah Dewa.


" Bapak tidak perlu berkelit, dari tadi kami memantau mobil Bapak yang bergoyang goyang. Kalau bukan karena sedang en@ en@ memangnya apa lagi?! Dasar suami tidak setia." tuding Bagas.


"Ada apa Sayang?" Hana keluar dari mobil karena mendengar perdebatan.


" Bu Hana...?!" mata Dimas dan Bagas melotot melihat sosok wanita yang keluar adalah guru pujaan mereka.


" Bagas, Dimas, kalian sedang apa di sini?" tanya Hana dengan nada yang dibuat sewajar mungkin untuk menutupi rasa malu karena kepergok oleh murid muridnya saat sedang melakukan adegan mantap mantap.


" Kami_" Bagas dan Dimas saling menatap seakan sedang melakukan diskusi tanpa kata.


" Mereka sedang mengawasi kita Sayang. Mereka menuduhku telah berselingkuh dan melakukan en@ en@ dengan wanita lain di dalam mobil."


" Benarkah?" tanya Hana sambil tersenyum palsu.


" Bukan begitu Bu. Kami tadi tidak sengaja melintas di dekat sini, terus melihat ada mobil mewah terparkir di dekat kebun seperti ini. Itu kan sangat tidak wajar Bu, apalagi setelah kami amati mobil itu bergoyang goyang. Tentu saja pikiran kami kemana mana. Pasti pengendara di dalamnya sedang melakukan adegan tidak senonoh kan Bu. Saya pernah melihat video seperti itu." Bagas segera menutup mulutnya karena keceplosan berbicara.


" Video apa Bagas?" Hana mendelikkan matanya.


" Video....? E....? Maaf saya salah bicara Bu, bukan video ta_ tapi adegan film maksud saya."


" Adegan film apa...?" selidik Hana dengan tatapan yang kian tajam.


" Benarkah begitu?"


" Tentu saja benar Bu. Lagi pula mana mungkin saya menonton video atau film yang tidak senonoh."


" Saya tidak pernah menuduh kamu menonton film dan video yang tidak senonoh lho Bagas. Atau memang kamu suka me_"


" Oh saya lupa, saya dan Dimas harus secepatnya ke tempat Arin. Kami mau membuat tugas kelompok bersama. Kami permisi dulu ya Bu. Maaf terburu buru." Bagas menarik lengan Dimas dengan tergesa, dan secepatnya duduk di atas motornya.


Gawat, aku harus segera kabur dari sini sebelum Bu Hana tanya yang macam macam. Bisa bisa nanti aku ketahuan kalau pernah nonton film bo*ep.


" Kenapa terburu buru sih Gas? Kita kan enggak ada janji dengan Arin untuk membuat tugas kelompok. Bukannya kita cuma mau main PS bareng?" tanya Dimas yang tidak paham dengan alasan Bagas.


" He he kamu lupa ya Mas, kalau kita memang ada janji bareng buat tugas kelompok bareng Arin. Kamu sih kebanyakan main PS mulu. Kami permisi dulu ya Bu Hana." tanpa menunggu jawaban dari guru pujaannya, Bagas segera melajukan motornya dengan kencang.


" Hati hati_" ucapan Hana menggantung karena jika dilanjutkan pun percuma tidak akan terdengar oleh kedua muridnya.


" Dasar anak remaja jaman sekarang, tidak ada akhlak. Bisa bisanya menggedor gedor jendela mobil gurunya." gerutu Dewa.


" Ck, ini semua karena kamu. Gara gara otak mesummu yang tidak kenal tempat hampir saja tadi kita kepergok sedang en@ en@."

__ADS_1


" Tapi enak kan? Lain kali perlu kita coba lagi. Atau biar lebih menantang kita coba di tempat parkir yang rame. Bagaimana Sayang?" goda Dewa.


Hana hanya memutar bola matanya tidak habis pikir dengan pemikiran sang suami yang sama sekali tidak merasa bersalah.


" Kenapa diam Sayang? Apa itu berarti kamu setuju dengan ideku untuk bercinta di tempat parkir?" tanya Dewa dengan sumringah.


" Setuju, sangat setuju sekali. Saking setujunya aku sampai sudah tidak sabar untuk melakukannya." Hana menjewer telinga suaminya dengan keras.


" A.....h..... Sakit Sayang, bagaimana kalau telingaku putus." rengek Dewa.


" Biarin putus sekalian." jawab Hana dengan geram.


" Tadi sudah hampir kepergok mesum di pinggir jalan, bukannya kapok malah mau yang lebih bahaya lagi. Kamu enggak tahu bagaimana tadi perasaanku menahan malu dan khawatir di depan murid muridku. Bagaimana kalau besok mereka bercerita macam macam di kelas? Ah...... Apa yang harus aku lakukan...?!" Hana merasa gusar.


" Bilang saja kalau kita sedang mencari jangkrik di dalam mobil." ucap Dewa datar dan santai.


" Iya, jangkrik yang masuk lubang...!" ketus Hana.


" Owh kalau punyaku bukan jangkrik Sayang tapi anaconda. Mana ada jangkrik sebesar dan sepanjang milikku. Masak kamu enggak bisa bedain jangkrik dan anaconda." sanggah Dewa.


" DEWA ARYA RAHADIAN...... KITA PULANG SEKARANG....!" ucap Hana penuh penekanan karena ia enggan untuk berdebat lagi dengan sang suami. Namun di lubuk hatinya ia membenarkan ucapan sang suami bahwa ukuran a*u suaminya memang lebih cocok dikatakan sebagai anaconda dari pada seekor jangkrik.


Tanpa banyak bicara lagi Dewa akhirnya memacu godzilla untuk segera pulang ke rumah, sebelum sang istri berubah ke mode marah.


Kendaraan beroda empat itu sampai di tempat tujuan dalam waktu yang singkat.


" Halo semua, Assalamualaikum..." sapa Hana keluar dari mobil menghampiri ayah dan ibu mertuanya yang tengah berkumpul bersama Yusuf di teras rumah.


"HANA?! KAMU KENAPA...??!" mata mereka melotot melihat penampilan ibu hamil berjanin dua itu yang terlihat lusuh dengan rambut yang lebih berantakkan dari Rani. Bahkan beberapa kancing baju yang dipakai pun tidak sesuai dengan tempatnya.


" Jangan bilang kalau kamu habis berkelahi." selidik Yusuf memicingkan mata.


" Kamu tidak berantem dengan preman kan Sayang?" Rani memindai penampilan menantu kesayangannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


" Tentu saja tidak Bu, mana mungkin aku berantem dengan membawa dua babies di perutku."


" Lalu kamu kenapa?" tanya Yusuf lagi.


" Cari jangkrik." jawab Hana enteng.


" Aku masuk dulu ya, mau langsung mandi soalnya gerah banget." Hana melenggang masuk ke dalam rumah bernuansa putih itu tanpa mempedulikan ekspresi bingung di wajah mertua dan sahabatnya.


" Jangkrik??" Anton, Rani dan Yusuf saling pandang dengan tanda tanya di benak mereka.


" Bukan jangkrik, tapi anaconda." ucap Dewa sambil berlalu ikut masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" Anaconda....??" kadar kebingungan mereka kian meningkat.


__ADS_2