Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
Shoping


__ADS_3

Bermacam macam busana dipajang berjejer dengan rapi, entah itu di sebuah manekin, etalase atau di tempat gantungan baju. Suara kekehan dan tawa serta beberapa cibiran anak manusia terdengar lamat lamat tatkala Hana dan kedua sahabatnya yakni Laura dan Yusuf melintas di dekat mereka.


Kehadiran Hana cs telah berhasil menjadi pusat perhatian untuk tiap pasang mata yang berada di sekitar mereka. Bukan karena terpaku dengan kecantikan Hana dan Laura tapi karena penampilan Yusuf yang tidak biasa.


Ya, sebagai hukuman Yusuf yang telah menyebut babies di perut Hana seperti alien, kini ia harus rela dan pasrah menemani Hana berkeliling Mall dengan memakai daster. Dan daster milik Mbok Mira lah yang menjadi out fit Yusuf saat ini. Ia masih harus membawa bola basket di perutnya yang rata agar perutnya terlihat buncit seperti wanita hamil tua. Tidak tanggung tanggung, Hana juga menambahkan sebuah bando telinga kucing di kepala sahabat yang notabenya telah mengatai kedua calon anaknya.


Penderitaan Yusuf kian lengkap tatkala Laura datang ke rumah untuk memberi selamat atas kehamilan Hana, justru ikut melengkapi penampilan lelaki berambut cepak itu dengan memberi riasan mata dan meminta Yusuf untuk memakai sepatu high hells 25 cm. Bahkan ia sampai mengeluarkan koleksi sepatu berhak tinggi yang selalu ia siagakan di bagasi mobilnya untuk dipakai di kaki Yusuf yang ukuran kakinya hampir sama dengan dirinya.


" Perfecto...." seru Hana girang tatkala Yusuf berjalan dengan kaku mondar mandir di depannya.


" Ah sayang sekali bibirmu sedang terluka seperti itu. Jika tidak seharusnya aku bisa mengaplikasikan full make up di seluruh wajahmu. Pasti kamu akan berubah menjadi ibu hamil yang cantik jelita." ucap Laura yang merasa kurang puas dengan hasil akhir make over wajah Yusuf.


" Kamu benar Ra, kalau wajah Yusuf full make up pasti terlihat cantik. Ha ha ha." kedua wanita berparas cantik itu tertawa bersama tanpa ada rasa dosa.


" Kalian benar benar keterlaluan. Huft habis sudah harga diriku di tangan kalian." dengus Yusuf yang melihat pantulan wajahnya di cermin. Seumur hidup ia tidak pernah mengira akan menjalani sebuah moment di mana dia harus berpenampilan menjadi wanita jadi jadian seperti ini.


" Tenang saja Suf, stock harga dirimu masih banyak kok, enggak bakalan habis cuma dengan berpenampilan seperti itu." cibir Hana yang disambut dengan acungan dua jempol Laura.


" Lagi pula menyenangkan ibu hamil pahalanya besar lho Suf. Anggap saja ini sebagai amal. Siapa tahu nanti jodoh kamu dimudahkan."


" Jodohnya sudah ada kok Ra. Bahkan tadi pagi bibir mereka sudah saling nyosor. Kamu kira lambe nyonor Yusuf itu dari mana kalau bukan karena keganasan ciuman panas mereka."


" Wah, ternyata aku melewatkan sebuah moment dan berita penting. Ceritakan padaku siapa wanita yang telah berhasil menghapus status jomblo abadimu." desak Laura tampak sangat antusias.

__ADS_1


"Apaan sih kalian. Jangan bicara yang aneh aneh. Sudahlah aku mau ganti baju dan menyusul Dewa bertemu klient." Yusuf mencoba untuk menghindari kedua sahabatnya sebelum mendapat serangan pertanyaan dan permintaan yang kian aneh.


Setelah mengantar Hana melakukan pemeriksaan kehamilan, Dewa bergegas pergi karena ada klient penting yang mendadak mengajak bertemu. Dan karena alasan bibir yang sakit, Dewa tidak membiarkan saudara tirinya itu ikut serta dalam pertemuan.


Sial, kalau tahu akan seperti ini tadi lebih baik aku menerima usul Dewa untuk menghapus liburan selama satu bulan. Mending tadi aku maksa ikut pergi bersama Dewa. Huft...... Ternyata memang benar bahwa wanita sangat berbahaya. Terlebih jika sedang hamil. Apalagi yang sedang hamil adalah seorang Hana, double bahayanya.


" Eit..... Siapa yang bilang kamu boleh ganti baju sekarang?! Kamu lupa ya kalau ini semua adalah hukuman karena telah mengatai baby di perutku seperti alien." seru Hana.


" Ya ampun Han, aku kan sudah minta maaf dari tadi. Lagi pula aku tidak pernah bermaksud membandingkan mereka dengan alien. Mana mungkin aku mengatai calon keponakan aku sendiri."


" Baiklah, permintaan maaf sudah aku terima. Dan sekarang kamu harus menerima permintaan calon keponakanmu untuk menemani mereka jalan jalan dengan penampilan seperti itu." pinta Hana.


" What....?! Mana mungkin ini permintaan mereka. Bicara saja belum bisa. Ini semua pasti hanya ide jahilmu saja."


" Aku tidak bohong, ini semua adalah permintaan mereka. Dengarlah sendiri kalau kamu tidak percaya. Mereka terus merengek agar kamu menemani mereka jalan jalan dengan penampilan seperti itu. Mereka happy banget loh lihatnya."


Dengan dipaksa dan terpaksa akhirnya Yusuf menyetujui permintaan Hana yang aneh dan sekaligus menjatuhkan wibawanya sebagai lelaki sejati. Dan di sinilah mereka berada, di sebuah pusat perbelanjaan yang rame pengunjung karena memang hari ini adalah hari libur untuk sebagian besar orang pada umumnya


" Kita pulang saja yuk Han. Lama lama aku risih menjadi pusat perhatian orang orang." bisik Yusuf sembari menundukkan kepalanya.


" Nanti saja aku kan belum menemukan baju yang cocok. Kamu lupa ya kalau Raisa menyarankan agar aku segera memakai baju untuk orang hamil?"


" Kamu kan bisa menyuruh orang lain untuk membelinya. Atau kalau kamu mau aku bisa mendatangkan pemilik toko ke rumah. Agar kamu bisa memilih tanpa harus capek berjalan seperti ini." bujuk Yusuf.

__ADS_1


" Mana bisa seperti itu?"


" Bisa saja. Kalau perlu kamu bisa kok membeli toko baju seisinya sekalian. Aku yakin Dewa tidak akan keberatan dengan itu semua."


" Aku tidak mau. Aku ingin membeli baju dengan cara seperti ini saja. Dan kamu, tegakkan pandanganmu ke depan. Lagi pula tidak akan ada orang yang mengenalimu dengan tampilan seperti ini."


" Han coba lihat, ini lucu lucu banget." Laura melangkah tergesa dengan membawa seabrek baju hamil di tangannya.


" What?? Sebanyak ini? Kamu mau membeli baju atau memborong isi toko?!" seru Hana.


" Ini belum seberapa, itu yang lain masih banyak. Itu semua pilihanku, kamu pasti suka." Laura menunjuk tumpukan baju hamil yang menggunung di tangan dua orang penjaga toko yang membantu membawakan hasil belanjaannya.


" Hah... Sebanyak itu?" Hana mendengus.


" Ra, kamu belanja baju hamil buat Hana atau buat ibu hamil satu RT?" Yusuf ikut melotot tak percaya.


" Ish kalian....!!! Tentu saja harus banyak. Kalian lupa kalau ada dua baby di perut Hana? Jadi aku sengaja memilih dua warna untuk tiap model yang sama."


" Tapi baju hamilnya kan aku yang pakai Ra, bukan baby. Jadi kamu enggak perlu ambil dua warna untuk tiap model yang kamu anggap lucu."


" Ha ha ha, aku lupa kalau baju hamil ini untukmu bukan mereka. Maklumlah aku suka khilaf kalau melihat banyak baju bagus seperti ini."


" Huftt,, kamu benar benar aneh. Lagi pula kamu kan punya butik sendiri kenapa masih suka banget belanja di tempat lain?!" ketus Yusuf.

__ADS_1


" Tentu saja karena belanja di tempat lain akan memberikan kepuasan tersendiri. Lalu bagaimana dengan baju baju ini? Haruskah kita memilih lagi dan mengembalikan sisanya?"


" Tidak perlu, bungkus saja semua." ucap seorang wanita cantik yang entah sejak kapan telah berdiri di dekat mereka.


__ADS_2