Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
About Evi


__ADS_3

Aku tidak salah dengar kan? Hana memintaku mencarikan Yusuf seorang istri yang matre? Hufft, ternyata benar kata Dewa dan Yusuf, Hana memang impredictable.


Ayah Yusuf hanya bisa menggeleng gelengkan kepala sembari melangkahkan kaki ke ruang makan. Dia tidak habis pikir dengan perkataan menantu pertamanya yang terdengar konyol dan tidak masuk akal.


Di atas meja sudah tersaji berbagai macam lauk pauk dan buah buahan. Mereka menikmati makan malam mereka dengan lahap.


Usai membereskan meja makan, Hana dan Dewa menyusul anggota keluarga yang lain di ruang tengah. Mereka menonton bersama rekaman video prosesi pernikahan.


" Sayang kamu terlihat sangat cantik dalam balutan kebaya." puji Rani sembari terus menonton tiap adegan dalam video itu.


" Berarti maksud Ibu jika aku tidak memakai kebaya tidak terlihat cantik?" rajuk Hana.


" Tentu saja tetap cantik. Maksud Ibu, kamu selalu terlihat cantik setiap hari dan tambah sangaaaaaat cantik saat memakai kebaya."


" Itu aku tahu." jawab Hana penuh dengan rasa percaya diri.


" Dasar narsis." dengus Dewa.


" Bukannya narsis, tapi memang kenyataan. Dan aku rasa kamu juga mengakuinya. Buktinya dari semua wanita yang ada kamu memilihku."


" Iya, baiklah. Kamu memang benar sayangku. Kamu adalah wanita tercantik dan terbaik untuk diriku." Dewa mengacak acak rambut istrinya.


" Ih, apa apaan sih. Rambutku jadi berantakan." Hana mencoba merapikan rambutnya kembali.


" Sayang dalam keadaan apapun kamu selalu cantik di mataku. Bahkan dalam rambut acak acakan seperti ini tidak mengurangi kecantikanmu sedikit pun. He he."


" Ehm ehem...." deheman Yusuf menghentikan gombalan saudaranya.


" Opsss aku lupa jika ada seorang jomblo di sini. Dia pasti ngiri dengan kemesraan kita." sindir Dewa.


" Siapa yang iri?!" Yusuf melemparkan sebuah bantal berbentuk hati ke arah saudara tirinya itu.


" Apa kamu begitu putus asa saudaraku sampai kamu melemparkan sebuah hati ke padaku? Tapi maaf aku tidak bisa menerima hatimu ini." Dewa melemparkan kembali bantal hati itu ke arah Yusuf.


" Karena di dalam hatiku hanya ada istriku seorang." Dewa mengecup dahi Hana dengan lembut.

__ADS_1


" Uweekk,,, Kamu membuat perutku mual." ketus Yusuf.


" Makanya cepat cari pasangan. Sampai kapan kamu mau jomblo seperti ini? Jangan terus mengharap cinta Laura. Cepat move on......!!" ucap Hana.


" Siapa yang mengharapkan Laura?" denus Yusuf.


" Laura? Maksudmu gadis cantik sahabat Hana itu?" ibu Dewa menunjuk gambar seorang gadis yang mendampingi Hana saat acara lamaran maupun pernikahan.


" Iya Laura itu Bu." tutur Hana.


" Not bad. Dia terlihat cantik dan dewasa. Tapi kalau Ibu tidak salah ingat, dia sudah punya calon suami kan Sayang?"


" Iya, sekali lagi Ibu benar. Makanya aku menyuruh Yusuf untuk segera move on dan mencari gadis lain."


" Bagaimana dengan Evi? Ayah lihat dia juga tidak kalah cantik. Sepertinya dia lumayan terlihat cocok denganmu Sayang."


" E-Evi?" Yusuf tergagap.


" Iya. Evi adik Hana. Bukankah selama pernikahan Hana dan Dewa kamu sudah beberapa kali bertemu dengan dia?" imbuh ayah Hana.


" Bagaimana menurut Ibu?" Anton menatap istrinya.


Evi? Memang benar dia adalah adik kandung Hana dan tidak kalah cantik dengannya. Tapi entah mengapa aku merasa dia tidak sebaik Hana. Tapi entahlah, mungkin hanya perasaanku saja.


" Kalau Ibu sih terserah Yusuf. Bagaimana Sayang apa kamu menyukai Evi?"


Kenapa sekarang mereka jadi menjodohkan aku dengan Evi sih?


" E..... Evi ya? Evi sudah aku anggap seperti adik aku sendiri. Jadi sepertinya itu tidak mungkin. He he."


" Apa maksudmu? Kemarin pas aku memergoki kalian tidak seperti adik kakak?" sanggah Hana.


" Ok, baiklah. Sebenarnya waktu kamu memergoki kami berdua, saat itu aku memintanya untuk menjadi kekasihku tapi sepertinya Evi tidak tertarik denganku karena dia menolak permintaanku mentah mentah tanpa harus menunggu waktu untuk berpikir." tutur Yusuf yang membuat semua mata memandang ke arahnya.


Apa yang dikatakan Yusuf memang benar adanya. Tepat malam pernikahan saat Hana sempat memergoki Yusuf dan Evi berduaan di belakang rumah sejenak sebelum adegan rekayasa penculikan berlangsung, Yusuf memang meminta Evi untuk menjadi kekasihnya. Meskipun tidak ada rasa cinta di hati Yusuf untuk Evi, namun dia meminta Evi untuk menjadi kekasihnya sebagai bentuk pertanggung jawaban dirinya atas sebuah malam panas yang telah mereka lakukan bersama. Namun di luar perkiraan Yusuf adik dari kakak ipar sekaligus sahabatnya itu justru menolaknya mentah mentah dan meminta untuk melupakan semuanya. Karena menurut Evi itu semua bukanlah sesuatu yang harus dijadikan penyesalan. Dua orang dewasa melakukan hubungan s*x itu bukanlah hal yang harus dianggap sebuah kesalahan.

__ADS_1


Terlebih, Evi tidak ingin menerima hubungan itu hanya karena didasari perasaan bersalah. Apalagi saat mendengar salah satu alasan Yusuf memintanya untuk menjadi kelasihnya adalah karena takut membuat hati Hana terluka saat mengetahui kebenaran tentang kehidupan adik kandungnya.


" Oh, jadi ini semua hanya demi Kakak? Agar dia tidak kecewa dan terluka? Lupakan itu semua, dan jangan mengait ngaitkan kehidupanku dengan dirinya....!!!Sudah cukup aku hidup dalam bayang bayangnya selama ini. Dan ingat satu hal, aku tidak pernah menganggap hubungan semalam kita sebagai sesuatu yang nyata. Itu semua hanya dorongan nafsu di bawah pengaruh alkohol. Dan jangan kuatir aku akan merahasiakan ini semua dari orang orang sok suci itu, terutama kakakku. Jadi kamu bisa tenang.


" Hai benarkah itu? Evi menolakmu?" pertanyaan Hana membuyarkan lamunan Yusuf tentang percakapan singkat bersama Evi.


" Iya, Evi menolakku. Jadi segera hentikan ide kalian untuk menyatukan kami."


" Dan kamu menyerah begitu saja?" seru ayah Yusuf.


Kenapa jadi seperti ini sih? Aku kan memang tidak mencintai Evi, jadi apa yang harus aku perjuangkan. Niat baikku sudah ditolak, masak aku harus memohon dan mengemis padanya untuk menerimaku? Kenapa aku merasa seperti pecundang yang tidak bisa memperjuankan cintanya. Tapi aku tidak mungkin mengatakan alasan sebenarnya kan?


" Bukan seperti itu Yah. Evi sudah mempunyai lelaki yang dicintai. Jadi pantang bagiku untuk mengejar seorang wanita yang telah mempunyai lelaki lain di hatinya."


" Tapi setahuku mereka sudah putus deh Suf." ucap Hana.


" Meskipun sudah putus tapi dia masih sangat mencintai lelaki itu." bela Yusuf.


" Lagi pula setelah aku pikir pikir aku juga tidak terlalu mencintainya, ditambah aku tidak ingin menjadi adik iparmu lagi. Saat kamu menikahi Dewa, otomatis aku sudah menjadi adik iparmu. Dan nanti jika harus menikah dengan Evi, maka aku akan menyandang status doble adik ipar." dengus Yusuf.


" Apa maksudmu? Jadi kamu meminta Evi menjadi kekasihmu hanya untuk main main saja?" Hana memicingkan matanya. Aura wajahnya terlihat tidak bersahabat.


" Bu- bukan seperti itu juga. Saat itu aku memang bersungguh sungguh untuk menjadikannya kekasihku, tapi karena ditolak apa boleh buat?"


Busyet tatapan mata Hana sadis banget. Baru dengar hal seperti ini saja, reaksinya sudah semenakutkan ini. Apalagi kalau sampai tahu aku telah meniduri adiknya, bisa dikuliti hidup hidup aku.


" Sudahlah Sayang, mungkin maksud Yusuf agar kita tidak lagi menyinggung mengenai Evi dan dirinya karena Yusuf masih terluka dengan penolakan yang ia terima jadi bicaranya masih tidak jelas seperti itu." ibu Dewa seakan mengerti kesulitan yang tengah Yusuf rasakan. Meski ia tidak mengetahui alasan sebenarnya penyebab dari itu semua.


" Bukankah begitu Sayang?"


" Iya, ya, Ibu benar. Aku merasa masih sedikit terluka dengan penolakan itu. Jadi bisakah kita untuk tidak lagi membahas itu semua?" Yusuf tersenyum kaku.


" Baiklah. Kalau begitu aku meminta maaf larena membuatmu merasa tidak nyaman dari tadi. Tapi aku heran denganmu Suf, kita sudah lama saling mengenal dan bersahabat. Tapi kenapa kamu hanya mencintai Laura bukan aku? Dan setelah mencoba move on dari Laura kamu begitu mudahnya jatuh cinta dengan adikku, kenapa tidak jatuh cinta kepadaku?!" cecar Hana yang membuat mata Dewa dan Yusuf membelalak bersama.


" Hei kenapa kamu memberi pertanyaan bodoh seperti itu? Jawabannya sudah sangat jelas karena dia tahu bahwa kamu hanya mencintaiku seorang." ketus Dewa.

__ADS_1


__ADS_2