
Seakan tidak ingin menyia nyiakan keberadaannya di Amsterdam, Hana mengajak Dewa untuk mengunjungi hampir semua tempat wisata di kota itu. Berjalan kaki, bersepeda dan berperahu semua telah mereka lakukan. Sayangnya mereka tidak bisa menyaksikan keindahan taman Keukenhof yang merupakan taman bunga tulip terindah di Belanda karena saat ini bukanlah musim untuk bunga tulip. Taman itu akan menampakkan keindahan maksimalnya pada bulan Maret - Mei. Pada bulan itu, taman Keukenhof akan dipenuhi dengan bunga tulip yang berwarna warni.
Namun itu semua tidak mengurangi keseruan bulan madu Hana dan Dewa karena mereka sudah cukup puas menjelajahi tempat wisata andalan yang lain, seperti, Canal of Amsterdam, Rijksmuseum, Van Gogh Museum, Sam Square, Vondelpark, Begijnnof, Anne Frank House, Bloemenmarkt, dan Kalverstraat.
Mereka begitu menikmati perjalanan yang penuh akan keromantisan di tiap momentnya. Tanpa terasa bulan madu mereka selama satu minggu di negeri kincir angin itu akan segera berakhir.
" Sayang hari ini kita akan kemana? Sepertinya semua tempat telah kita kunjungi?" tanya Dewa di sela sela sarapannya.
" Aku ingin ke negeri dongeng yang ada di dunia nyata." jawab Hana tampak bersemangat.
" Austria? Kita akan terbang ke sana?" tebak Dewa karena memang Austria terkenal sebagai negeri dongeng.
" No..! Siapa bilang negeri dongeng hanya ada di Austria? Di Belanda juga ada." jawab Hana cepat.
" Benarkah? Ternyata kamu tahu banyak ya tentang Belanda. Aku jadi ragu jika ini adalah perjalanan pertamamu ke negara ini."
He he tentu saja aku tahu banyak, ini semua kan berkat ibu mertua. Dia sudah menjelaskan banyak hal mengenai tempat wisata di Amsterdam.
" Tentu saja, aku kan pintar dan rajin membaca." tutur Hana dengan sombong.
" Iya, istriku memang pintar. Kemampuan di ranjang juga kian meningkat." goda Dewa.
" Uhuk uhuk.... Apaan sich sayang? Iseng banget ngomong seperti itu di meja makan."
" Hati hati dong kalau makan. Nih minum dulu air putih biar enggak kesedak." Dewa dengan sigap menyodorkan gelas berisi air putih ke depan mulut wanita yang kini pipinya tengah merona karena malu. Entah kenapa Hana masih canggung dan malu jika suaminya berbicara mengenai urusan ranjang padahal mereka sudah berkali kali melakukannya.
" Wajah kamu menggemaskan banget kalau lagi malu seperti ini."
Selesai dengan sarapan mereka bergegas untuk melakukan perjalanan ke tempat wisata mereka selanjutnya. Ada sebuah mobil yang telah menunggu mereka di dekat hotel.
Ayah dan ibu mertua memang sangat hebat. Mereka telah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik.
" Ayo sayang." Hana tanpa ragu menarik lengan suaminya untuk memasuki sebuah mobil yang sepertinya memang sudah disiapkan untuk mereka.
Sopir mobil itu membukakan pintu mobil dan mempersilahkan mereka masuk dengan sopan. Tanpa banyak bertanya dia melajukan mobilnya meninggalkan kota Amsterdam.
" Sebenarnya kita mau kemana sih sayang?" tanya Dewa penasaran.
" Aku tadi kan sudah bilang kita akan ke negeri dongeng yang sangat indah."
" Mobil ini?"
__ADS_1
" Tentu saja Ayah dan Ibu mertua yang telah mempersiapkannya. He he." ucap Hana dengan enteng.
" Ini adalah hadiah mereka untuk bulan madu kita, terutama untuk kamu sayang. Jadi bersiaplah untuk menikmati keindahan negeri dongeng. Dan nanti akan ada kejutan untukmu di sana."
" Kejutan? Apa itu?"
" Eit namanya juga kejutan. Tidak seru jika aku mengatakannya sekarang. Tunggu saja nanti kamu akan melihatnya sendiri."
Sebenarnya kejutan apa sih? Aku jadi penasaran. Tapi mengapa jantungku jadi deg degan seperti ini ya? Sebenarnya ada apa ini, mengapa firasatku mengatakan akan ada hal besar yang terjadi. Semoga semua baik baik saja dan ini akan menjadi kejutan yang menyenangkan.
" Hai, jangan bengong. Lihatlah pemandangan sekitar. Perjalanan kita akan lumayan lama." ucapan Hana membuyarkan lamunan Dewa.
" Iya baiklah. Paling kejutannya juga tidak seseru malam pertama kita."
" Iya benar, malam pertama kita memang sangat seru." Hana tampak berbinar mengingat semuanya.
Tumben Hana tidak tersipu malu saat membicarakannya, biasanya pipinya langsung memerah saat membahas hal hal seperti ini. Mungkin karena itu semua menjadi pengalaman yang paling berkesan karena menyerahkan mahkota berharganya kepada aku, suaminya. Sampai sekarang aku masih bisa mengingat tiap momen berharga itu.
" Sampai sekarang aku masih tidak menyangka jika ayah mertua bisa sejahil itu. Bahkan itu adalah prank terniat yang pernah ada karena melibatkan banyak orang, bahkan sampai menghubungi kapolres. Dua jempol untuk ayah mertua." Hana mengingat kenangan malam pertama yang mereka habiskan di balik jeruji besi.
" Hah? Apa maksudmu?"
" Apa lagi? Tentu saja pengalaman malam pertama kita yang kita habiskan di penjara. Itu sangat seru sayang, aku belum pernah mengalami hal seseru itu." Dewa hanya bisa menepuk jidadnya karena ternyata definisi malam pertama yang ia maksud berbeda dengan pemikiran istrinya.
Aku hampir lupa kalau istriku adalah Mikayla Hanania. Tentu saja yang ia maksud seru adalah pengalaman kami di jeruji besi.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu setengah jam, mobil itu berhenti di sebuah pintu masuk sebuah desa.
" Veel plezier dames en heren." ucap sopir mobil itu sembari membukakan pintu mobil untuk Hana dan Dewa.
" Met dank." Dewa memberi beberapa lembar uang tip sebagai ucapan terima kasih meski ia yakin bahwa sopir itu sudah mendapat bayaran yang cukup besar dari orang tuanya karena setelah ia amati sopir itu adalah orang yang sama dengan orang yang menjemput mereka saat di bandara Schipol.
" Apa arti ucapannya?" bisik Hana di telinga suaminya.
" Kata sopir itu aku harus selalu memuaskan istriku ini."
" Kamu jangan membodohiku mana ada sopir yang berbicara seperti itu." Hana mencubit lengan suaminya.
" Aouw sakit yank, enggak sabaran banget sih minta dipuasin." goda Dewa sembari tersenyum manis.
" Nih minta dipuasin." Hana mengacungkan bogemnya di depan Dewa.
" Nyesel aku tanya sama orang mesum kayak kamu."
__ADS_1
" Tapi kalau bercinta denganku enggak nyeselkan...?" Dewa tambah menggoda istrinya yang sudah tampak merona.
" Tau ah, capek ngomong sama kamu." kerus Hana.
" Kalau di ranjang juga capek enggak?"
" SAYAAAAAAANG....! Berhenti deh ngomongin itu. Awas saja ya, enggak ada ritual untuk malam ini." ancam Hana.
" Ih enggak bisa gitu dong, masak main ancam kayak gitu." protes Dewa.
" Bodho.....!" ketus Hana sembari berjalan meninggalkan lelaki tampan di sampingnya. Namun Dewa dengan cepat menyusul dan merangkul pinggang istrinya itu
" Jangan marah dong, aku kan cuma bercanda. Habis kamu imut banget sih." Dewa menghadiahi kecupan mesra di pipi Hana.
" Desa Giethoorn?" tanya Dewa saat menyadari keberadaan papan nama desa itu.
" Yuuuppp.... Ayo buruan kita harus menyewa perahu untuk memasuki desa ini." Hana melenggang menuju ke tempat whisper boat yang telah berbaris dan tertata rapi.
Perahu perahu itu memang sengaja untuk disewakan bagi wisatawan yang akan memasuki desa Giethoorn. Adapun whisper boat sendiri adalah sebuah perahu yang suara mesinnya super halus sehingga tidak menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketenangan desa.
Giethoorn adalah sebuah desa kecil di provinsi Overijsell, sisi utara negara Belanda. Desa berpenduduk kurang dari 3.000 orang ini digadang gadang sebagai wujud negeri dongeng di dunia nyata selain dari Austria. Dibangun pada tahun 1230 dengan model kanal yang hanya bisa dijelajahi dengan perahu kecil atau berjalan kaki di jalan setapak sisi kanal. Ada 176 jembatan yang saling menghubungkan datarannya.
Saat memasuki desa ini wisatawan akan merasakan kedamaian dan ketenangan. Tidak ada suara bising knalpot maupun klakson mobil dan motor, yang ada hanya ******* angin, kicauan burung dan celotehan bebek yang berlalu lalang di kanal. Sungguh udara di desa ini teramat sangat bersih, sehingga wajar jika Giethoorn dinobatkan sebagai desa yang bebas dari polusi. Pemerintah setempat bahkan melarang pembangunan hotel dan restoran mewah untuk mempertahankan suasana di desa ini.
Saat memasuki desa, mata wisatawan akan dibuat takjub dengan keindahan Idyllic, yaitu rumah tradisional Giethoorn yang dihiasi taman bunga disekitarnya. Rumah ini beratapkan jerami dan berdiri megah di antara puluhan kanal. Di semua sisi kanal ada jalan setapak dan dipenuhi dengan taman bunga sehingga membuat pemandangan desa ini terlihat sangat indah bak dalam negeri dongeng.
Hana dan Dewa dibuat takjub dengan pemandangan di sekitarnya. Seakan tubuh mereka telah memasuki dimensi alam yang berbeda. Dewa mengemudikan perahunya dengan pelan, menyusuri dan menikmati tiap sudut keindahan desa.
" Berhenti, tepikan perahunya." seru Hana sambil membandingkan sebuah rumah dengan gambar di ponselnya.
" Ada apa Yank? Kenapa tiba tiba minta berhenti?" Dewa menuruti keinginan istrinya.
" Kita akan berkunjung ke rumah ini." ucap Hana dengan bahagia saat perahunya tengah menepi di dekat sebuah rumah yang tidak kalah indah dengan rumah rumah yang lainnya.
__ADS_1
" Hati hati." Dewa mengulurkan tangannya untuk membantu sang istri turun dari perahu.
" Ayo kita lihat kejutannya." ucap Hana riang. Namun entah mengapa justru membuat jantung Dewa kembali berdetak tidak karuan. Ada perasaan aneh yang seakan bergelayut di dalam dirinya.