Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
Senja di Pantai Selalu Indah


__ADS_3

Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya Hana dan Rayhan sampai di pantai. Suara deru ombak dan hembusan angin laut menyambut kehadiran mereka. Pantai terlihat sepi, hanya ada segelintir orang saja karena memang bukan hari libur.


"Aaaa... Gue datang...." Hana berlari menuju bibir pantai.


Dilepasnya sepatu di kaki. Dengan segera ia menyatu dengan hamparan air di depannya.


"Kak sini.... !" teriak Hana melambaikan tangan ke arah Rayhan.


Rayhan tersenyum ke arahnya. Ia menatap Hana yang sedari tadi bermain air sembari tertawa bahagia.


Gue tau kalau pemandangan sore di pantai selalu indah. Tapi bersamamu terlihat jauh lebih menakjubkan. Loe memang istimewa Han. Kehadiran loe mampu menambah keindahan di sekitar loe.


Setelah melepas sepatu dan meletakan tas, ia bergegas menghampiri Hana. Senyum di wajahnya tak jua padam. Entah mengapa melihat Hana tertawa bahagia juga membawa kebahagiaan yang teramat di hatinya.


"Byurrr....!" Lamunannya tersadar karena mendapat siraman air tiba tiba dari Hana.


"Ha ha ha ha." tawa Hana meledak melihat Rayhan yang tersentak kaget.


"Awas loe ya...." Rayhan mengejar Hana.


Mereka kejar kejaran di laut dan saling menciprati air.


Dari kejauhan seorang gadis cantik tengah melambai ke arah mereka.


"Hanaaaa....!"


Hana dan Rayhan melihat ke arah sumber suara.


Ya, itu Laura. Gadis itu terlihat cantik dengan pakaian kasual, sebuah celana jeans biru muda selutut dipadukan dengan kaos pink. Rambut panjangnya dikuncir kuda..


"Wow. Laura cantik ya Kak." bisik Hana di dekat Rayhan. Ia sengaja menggoda Rayhan berharap agar Rayhan bisa tertarik dengan Laura.


Rayhan hanya sekilas memandang Laura kemudian memandang Hana sambil mengulas senyum.


Loe juga cantik Han.


Hana menghampiri Laura.


"Sama siapa loe?"


"Tu... si Yusuf." Laura menengok ke arah Yusuf. Yusuf tersenyum sambil melambaikan tangan.


"Gimana Han, penampilan gue sudah ok belum?" Laura meletakan tanganya di pinggang, bergaya bak seorang model.


Hana memandang Laura dari atas ke bawah, mencoba untuk menilai sahabatnya itu.


" Boleh juga, cantik, tapi lebih cantik lagi kalau_" Hana sengaja menggantung ucapanya dan tiba tiba ia menarik tubuh Laura ke air hingga Laura basah kuyup karena sapuan ombak.

__ADS_1


"Haaaanaaaaaa......! Gue basah semua..!" teriak Laura.


Hana tertawa dan berlari ke arah Yusuf.


"Sufff tolongin gue." Hana sengaja memeluk Yusuf hingga baju Yusuf ikut basah. Yusuf hanya terdiam mematung.


"Han sialan loe, gue basah ni." gerutu Laura. Hana hanya tertawa geli.


Rayhan menghampiri mereka bertiga.


"Hai Ra, disini juga? Ini Yusuf kan, yang waktu itu bareng bareng bersihin toilet?" memandang Yusuf mencoba mengingat ingat. Yusuf tersenyum mengangguk.


"Cie.... memori bersih bersih toilet..." celetuk Hana.


Mereka pun tertawa bersama mengingat kejadian itu.


"Kita kok bisa ya, dihukum bareng bareng gara gara upacara enggak pakai topi?" Rayhan terlihat bingung.


"Kalau kita sih memang kompakan enggak makai topi semua, gara gara Hana lupa bawa topi. Solidaritas gitu lho Kak." celetuk Laura.


"Lah Kakak kok bisa ikut kompakan, mungkin jodoh kali ya Kak." Laura menyunggingkan senyum.


" Sebenarnya hari itu gue ulang tahun. Gue dikerjain sama teman teman, topi gue sengaja disembunyiin gitu."


" Wah nyesel gue, seharusnya waktu itu gue siram Kakak pakai air bekas pel." wajah Hana tampak kecewa.


Setelah puas mereka bertiga berlari menjauhi Rayhan.


"Ha ha ha" mereka tertawa bersama merasa sangat puas dengan aksi mereka.


"Selamat ulang tahuuuuunnnn..!" teriak mereka kompak.


Rayhan menatap kesal mereka. Namun wajah kesalnya hilang saat melihat wajah Hana yang tertawa bahagia. Ia membuang nafasnya, menatap bajunya yang penuh dengan pasir.


"Kalian bertiga benar benar enggak ada akhlak ya, beraninya main keroyok." teriaknya.


Ia bergegas menyelam ke air, membersihkan pasir yang menempel di wajah dan rambutnya. Saat ia muncul kembali, ia sudah terlihat bersih. Wajahnya terlihat lebih ganteng saat rambut dan pakaianya basah.


" Cowok impian gue Han, ganteng banget." Laura tak bosan memuji Kakak kelasnya itu. Matanya tak mampu untuk berpaling.


" Hei kalian ayo kesini, kita berenang bareng." ajak Rayhan.


Mereka pun mendatangi Rayhan berenang dan tertawa bersama.


Setelah merasa lelah mereka menepi dan duduk di tepi pantai.


"Main di pantai kurang lengkap kalau enggak buat istana pasir. Ayo buat guys...." ajak Hana.

__ADS_1


Yusuf dan Hana sibuk membuat istana pasir, sedangkan Laura dan Rayhan hanya duduk menatap mereka berdua.


"Yusuf pacarnya Hana ya Ra?" tanya Rayhan memecah kesunyian.


"Yusuf ma Hana? Enggaklah Kak, kita semua sahabatan kok. Lagian Hana kayaknya enggak mau pacaran dulu dech."


"Maksudnya, Hana enggak mau pacaran dulu selama sekolah takut ganggu waktu belajar?" Rayhan penasaran.


"Enggak, prinsip dia tu aneh, kebawa sama omongan Rahul di Kuch Kuch Ho ta Hai gitu.. Hidup sekali, mati sekali, jatuh cinta sekali, dan menikah juga sekali. Jadi dia pengennya jatuh cinta sekali terus nikah. "


"Owh." wajah Rayhan nampak kecewa.


"Korban bollywood banget kan Kak? He he he. Kalau Kakak gimana?"


"Aku? Jalani saja kayak air."


Biarlah perasaan ini mengalir seperti air. Cinta gue ke Hana biar mencari jalan sendiri. Untuk saat ini bisa melihat ia tersenyum bahagia sudah cukup buat gue. Suatu saat akan gue ungkap di saat Hana sudah siap.


"Kak?" Laura menyadarkan Rayhan dari lamunan.


"Kakak sudah punya pacar?"


Rayhan hanya menggelengkan kepala.


"Yes, berarti gue masih punya kesempatan buat jadi pacar Kakak kan?" Rayhan melongo, terkejut mendengar pernyataan Laura.


"Ha ha ha, gue bercanda kali Kak. Serius amat." Laura meninggalkan Rayhan berjalan ke arah Hana dan Yusuf.


Gue serius Kak, tapi dari pertanyaan loe tadi gue sadar kalau loe suka sama Hana. Huft... tapi biarlah, bisa melihat wajah Kakak saja gue sudah seneng. Biar cinta gue tetep dalam hati, entah dia akan menghilang atau tetap bersemi, biar waktu yang memutuskan. Gue enggak akan memaksa loe harus suka ma gue, karena cinta tidak bisa dipaksa dan cinta juga enggak harus memiliki,,, cie..... dalem banget gue, he he


Laura berusaha tetap tersenyum dan membendung air mata, yang terasa sesak di matanya.


"Siap siap, mesin penghancur datang...!" Laura menghancurkan istana pasir yang dibuat Hana dan Yusuf.


"Lauraaaaaa.....!" Hana dan Yusuf mengejarnya.


Ia terkekeh sambil berlari. Dengan segera ia masuk ke dalam air, ia menumpahkan air matanya di sana tanpa ada seorang pun yang menyadari.


Gue sudah lega, meskipun harus kecewa. Gue udah ungkapin meski Kak Rayhan enggak menyadari. Hana bodoh. Kenapa loe enggak nyadar kalau Kak Rayhan suka sama loe.


Mereka berempat membangun sebuah istana pasir yang besar. Saling bahu membahu menyelesaikannya.


"Yuupppp, akhirnya jadi juga." seru Hana dan Laura.


"Ayo kita foto." Rayhan mengambil ponsel di tasnya.


"Chessssss,,," seru mereka.

__ADS_1


Mereka foto berkali kali, dengan latar istana pasir yang mereka bangun dan mentari yang meredup berwarna jingga yang menyatu dengan laut. Ya pemandangan senja di pantai memang selalu indah.


__ADS_2