Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
My Cute Husband


__ADS_3

" Are you happy?" tanya Dewa dengan cemberut ke arah istrinya.


" Yes, i am very happy. Ha ha ha...." tawa Hana pecah bahkan sudut matanya sampai mengeluarkan air mata.


" Sekarang silahkan kamu berjalan layaknya model di fashion show."


" Haruskah?" Dewa memutar bola matanya karena kesal dengan permintaan istrinya yang kian menjadi.


" Tentu saja. Bukankah tadi kamu sudah setuju untuk menuruti semua perkataanku sebagai hukuman karena kamu gagal menyelesaikan tantangan. Ayo cepat suamiku tercinta, buatlah istrimu ini puas. Ha ha ha....."


" Ya, ya, baiklah. Tertawalah sampai puas." ketus Dewa.


Dewa mulai berjalan bak seorang model di cathwalk. Tubuh atletisnya kini telah dibalut oleh kostum ala ala cosplayer bertema kucing. Bahkan tidak tanggung tanggung, rambut cepak Dewa juga telah ditutup dengan rambut palsu berwarna merah muda menyala lengkap dengan bando telinga kucing. Wajah tampannya harus ia relakan menjadi kanvas untuk make up super tebal kreasi istrinya.



Kali ini Hana telah mengerjai suaminya habis habisan. Kejailannya tidak berhenti sampai di sana saja. Setelah puas melihat sang suami berjalan ala ala model, kini ia meminta suaminya berpose layaknya seorang cosplayer sungguhan.


" Ayo cepatlah sayang, tunjukkan bakatmu. Jangan malu malu, tunjukkan gaya terbaikmu." pinta Hana di sela sela tawanya.


" Ck, haruskah? Apakah belum cukup kamu mengerjaiku?" protes Dewa yang sedari tadi jijik dengan penampilannya sendiri. Seorang Dewa yang biasa tampil macho dan berkarisma kini harus mengenakan pakaian sexy yang sama sekali tidak pantas di tubuh atletisnya. Dia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa akan ada hari dimana ia harus melakukan semua ini.


Istriku memang luar biasa. Hanya dia yang bisa memaksa aku untuk melakukan semua ini. Aku tisak bisa membayangkan bagaimana reaksi Yusuf atau kolega bisnisku jika melihat aku memakai pakaian seperti ini. Lagian aku heran, bagaimana Hana bisa menyimpan kostum dan aksesories seperti ini. Setahuku dia bukanlah penggemar cosplay. Ah sudahlah, dia memang tidak bisa ditebak. Untung aku mencintainya...... Aku bisa menghapus semua rasa malu dan gengsi demi tawa di wajah cantiknya. Melihatnya tertawa lepas seperti itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Dan sepertinya aku juga harus membeli kostum semacam ini untuk Hana. Aku yakin dia akan terlihat sangat imut dan menggemaskan.


" Hay, ayo cepatlah lakukan. Jangan diam seperti itu. Ayo cepat bergaya kucing manisku......" suara Hana membuyarkan fantasi liar Dewa.


" Iya, baiklah. Tapi ini yang terakhir ya? Setelah itu aku akan melepas ini semua." Dewa dengan terpaksa bergaya sesuai dengan keinginan sang istri.


" Klik.." tanpa meminta ijin, Hana mengambil gambar suaminya melalui bidikan lensa ponselnya.


" Heh apa yang kamu lakukan? Kamu barusan memfotoku ya?"


" Tentu saja. Akan sangat disayangkan jika penampilan manismu ini tidak aku abadikan. Owh, ini sungguh menggemaskan. Kamu terlihat sangat manis di gambar ini." Hana sangat puas dengan hasil jepretannya.


" Ibu mertua dan Yusuf pasti akan sangat memuji gambar ini. Mereka akan sangat puas melihat ini semua." Hana menyeringai.

__ADS_1


" Apa maksudmu? Jangan coba coba melakukan itu." ancam Dewa.


" Bagaimana ya? Tapi akan sangat disayangkan jika gambar semenakjubkan ini aku pandangi sendirian. Jangan khawatir sayang aku sangat yakin jika mereka akan sangat menyukai dan memuji penampilanmu." ucapan Hana benar benar memprovokasi Dewa.


" Cepat hapus gambar itu...!" Dewa mencoba merebut ponsel istrinya, namun gagal karena Hana menghindar dengan secepat kilat.


Hana terus menghindari kejaran suaminya dengan gesit, seakan rasa perih di bagian vitalnya telah hilang begitu saja.


" Eit, tidak kena...... Wek...!" Hana menjulurkan lidah ke arah Dewa.


" Awas kamu ya..!" Dewa melepas sepatu yang sedari tadi telah menghambat pergerakkannya.



" Cepat hapus gambar itu." Dewa kembali berusaha mengambil alih ponsel di tangan Hana, namun Hana masih mampu untuk berkelit.


" Eit, tidak kena..... Ha..ha...ha..."


" Heh, kamu mau kemana? Cepat serahkan ponsel itu...!" Dewa mengejar sang istri yang telah berlari keluar kamar. Hana tidak menggubris ucapan suaminya malah terus berlari sambil terkekeh.


" Sayang cepat_"


" Astaghfirullahal 'adhim..." pekik ayah Hana karena terkejut.


" A_ayah?! Maaf ayah aku tidak sengaja." ucap Dewa merasa bersalah. Dia mengulurkan tangan untuk membantu ayah mertuanya berdiri.


" ALLAHU AKBAR...!" teriak ayah Hana saat matanya menangkap penampilan Dewa yang sangat tidak biasa.


" Ayah ada apa?!" ibu Hana tergopoh gopoh berlari ke arah kamar Hana saat mendengar teriakan suaminya.


" GUSTIIIIII......!!!" ibu Hana tidak kalah histeris saat melihat penampilan mantu kesayangannya dalam pakaian dan riasan seorang wanita ala ala kucing centil.


"Apa yang kamu lakukan Dewa? Mengapa kamu berpakaian seperti itu? Kamu masih normal kan? Kamu bukan banci kan?" tanya ibu Hana memastikan.


" Tentu saja." jawab Dewa dengan cepat.

__ADS_1


" Ini semua ulah Hana. Dia yang mendandaniku seperti ini." Dewa menunjuk ke arah wanita yang sedari tadi terkekeh tanpa rasa bersalah.


" Oh..... syukurlah......" ibu Hana bernapas lega. Tadi sempat terlintas sekelebat pikiran negatif tentang kemungkinan Dewa mempunyai gangguan orientasi seksual.


Ibu Hana menajamkan pandangannya. Ia memperhatikan wajah dan penampilan menantunya dengan seksama.


" Tapi kamu memang terlihat cantik dan imut dengan dandanan seperti ini. Hanya saja bajunya kurang pas karena tubuh kamu terlalu tegap dan atletis." ibu Hana menjadi komentator dadakan tanpa menunggu aba aba.


" Huffff..." Dewa memutar bola matanya.


" Mana ponsel ibu? Ibu harus segera mengambil gambarnya. Ini benar benar moment langka." ibu Hana mencoba mengambil ponsel dari dalam saku dasternya.


Seriously????


Dewa beranjak dari posisinya semula dengan wajah yang terlihat bete.


Aku hampir lupa kalau ibu mertua adalah pencetak istri tercintaku. Tentu saja mereka mempunyai sifat 11_12. Seharusnya aku tidak perlu terkejut dengan ini semua. Sungguh keluarga yang penuh dengan warna.


" Sayang kamu mau kemana?" tanya Hana sedikit cemas.


" Aku mau pergi." ketus Dewa.


" APAAA..?!!! Kamu mau meninggalkan anakku tepat setelah sehari menikah?!" cerocos ibu Hana tanpa berpikir panjang.


" Kamu anggap apa anakku? Mana janjimu untuk selalu mencintai dan mendampinginya?"


" Heh??? Ibu bicara apa sih? Aku kan cuma mau pergi untuk ganti baju dan menghapus riasan ini." ucap Dewa memperjelas maksud ucapannya.


" Owhhhhh...... Ya sudah kalau begitu cepatlah ganti baju dan segera ke meja makan. Ayah dan ibu akan menunggumu di sana."


Beberapa menit kemudian mereka berempat menikmati makan malam dengan lahap. Semua makanan yang tersaji di meja makan adalah hasil masakan dari ibu Dina Pertiwi, yang soal keahlian memasaknya tidak perlu diragukan lagi. Makanan rumahan apa pun yang terlihat biasa akan menjadi sangat nikmat bila tercipta dari tangan dinginnya.


" Evi belum pulang Yah?" mata Hana tampak mencari keberadaaan adik semata wayangnya.


" Belum, tadi dia sempat telpon katanya mau main ke tempat teman temannya sekalian keliling kota. Maklumlah dia kan jarang pulang jadi pasti kangen dengan suasana di sini." jelas ayah Hana mengulang ucapan anak keduanya.

__ADS_1


" Owh, tapi entah kenapa aku merasa kalau akhir akhir ini dia terlihat sedikit aneh. Seperti ada yang disembunyikan."


" Ibu juga merasa seperti itu sayang. Tapi entahlah, saat ibu tanya katanya karena banyak tugas kuliah dan kerjaan." sambung ibu Hana di sela sela aktifitas makannya.


__ADS_2