Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
Keluarga Bahagia


__ADS_3

Beberapa foto kebersamaan Hana dan Dewa bersama Aleena dan Russell telah berhasil diabadikan oleh kamera Aleena maupun ponsel Hana. Kedua wanita cantik itu terlihat bersemangat dan sumringah melihat gambar gambar hasil bidikan mereka. Ada banyak pose dan variasi. Mulai dari foto bersama sebagai satu keluarga, foto bertiga Dewa maupun Hana yang diapit oleh Russell dan Aleena. Foto Aleena dan Russell sebagai pasangan yang abadi, serta foto romantis antara Hana dan Dewa. Bahkan ada foto berdua antara Dewa dan Russell sebagai ayah dan anak.


" Oh lihatlah ini Honey, mereka berdua sangat mirip bukan? Mereka seperti ayah dan anak kandung. Ini sungguh menakjubkan. Seakan kalian memang dikirim Tuhan sebagai jawaban doaku selama ini." tutur Aleena sambil terus menatap foto Dewa dan suaminya.


" Anda benar mereka memang sangat mirip. Lihatlah ini, di sini kita terlihat seperti keluarga yang sempurna. Bukankah kita terlihat sangat cantik di foto ini? Tapi sayang mengapa wajah Tuan Russel terlihat datar tanpa senyum? Padahal aku yakin dia akan terlihat tampan jika tersenyum." keluh Hana tanpa segan mengomentari ekspresi wajah ayah kandung suaminya itu.


" Ha ha ha, kamu benar. Wajahnya terlihat kaku. Dia sangat jarang tersenyum akhir akhir ini. Mungkin karena dia terlalu mengkhawatirkan keadaanku." Aleena terlihat sendu.


" Maaf jika aku membuat Anda bersedih." Hana mengelus punggung tangan wanita yang telah ia anggap sebagai mama.


" Hei, kenapa harus minta maaf. Asal kamu tahu Honey, hari ini adalah hari yang sangat berharga dan membahagiakan untukku. Aku harap kalian bisa menginap di sini untuk beberapa hari agar kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama. Aku yakin itu akan menjadi hari hari yang sangat seru. Entah mengapa aku langsung menyayangi kalian. Seakan memang ada hubungan di antara kita." ucap Aleena setengah memohon.


Sebenarnya ini adalah hari terakhir Hana dan Dewa menginjakkan kakinya di Belanda, namun Hana tak kuasa jika haris menolak keinginan Aleena yang begitu tulus. Apalagi ia tahu bahwa wanita di dekatnya itu tengah menderita penyakit yang sangat parah.


" Baiklah, kami akan menginap di sini untuk beberapa hari."


" Oh terima kasih banyak Honey. Ini akan menjadi kenangan yang sangat berharga." wajah Aleena tampak berbinar.


" Sayangku, ayo cepat kita makan. Makanan sudah siap di meja." seru Russell dari ruang makan yang sedari tadi sibuk menyiapkan makanan dan meja makan dibantu oleh Dewa seusai melakukan foto bersama tadi.


" Ya, kami akan segera datang." teriak Aleena.


" Ayo Honey kita segera menuju meja makan, kalau tidak lelaki kaku itu pasti akan mengomeli kita"


" Baiklah, tapi dia adalah lelaki kaku yang sangat mencintai Anda, bahkan cintanya terlalu besar. Anda pasti sangat bahagia mempunyai suami seperti dia. Bukankah begitu?" Hana bangkit dari duduknya.


" Kamu benar sekali Honey. Ayo cepat kita bergabung dengan dua lelaki tampan beda usia itu."


" Ha ha ha. Ayo." Hana segera beranjak.


Mereka berempat duduk di kursi kayu sederhana yang ditata melingkar mengelilingi meja bundar di tengahnya. Di meja itu sudah tersaji makanan berbentuk sup kental di masing masing mangkok di depan mereka. Dan sebuah panci berisi sisa sup di taruh di tengah meja, sengaja disiapkan jika ada yang ingin menambah porsi makanannya.


Meskipun disajikan dengan cara yang sederhana, hanya menggunakan sosis sebagai garnis di atasnya tanpa ada tambahan toping lainnya tapi entah mengapa sup itu terlihat sangat menggugah selera.



" Silahkan dimakan selagi panas. Ini adalah erwtensoep. Sangat cocok dimakan saat musim dingin seperti sekarang ini. Semoga kalian suka, ini masakan suamiku. Dia sangat jago membuat masakan ini." tutur Aleena mulai memasukan sendoknya ke dalam mangkok.

__ADS_1


" Anda benar Nyonya Aleena, ini sangat lezat. Tuan Russell memang sangat jago membuat masakan ini." ucap Hana membenarkan setelah menelan satu sendokan pertamanya.


" Ngomong ngomong ini terbuat dari apa saja Tuan Russell? Rasanya sangat gurih dan lezat."


" Benarkah? Syukurlah jika kamu suka. Sup itu terbuat dari kacang polong, seledri, kentang, daun bawang, wortel dan...... daging babi." jawab Russell dengan nada datar.


" Babi...?!!! Uhuk uhuk....!" Hana tersedak dan segera menghentikan aktivitas makannya. Dewa dengan sigap memberikan segelas air putih ke istrinya itu.


" Hati hati minumlah air ini sayang." Dewa dengan sigap memberikan segelas air putih ke istrinya.


" Ha ha ha..... Aku hanya bercanda, tenang saja tidak ada daging babi di dalam sup itu. Ha ha ha." Russell tertawa lepas bahkan sampai terbahak bahak.


" Sayang kamu jahil banget, kasihan Hana kan sampai kesedak seperti itu karena kaget." Aleena menatap heran ke arah suaminya. Ia sangat terkejut karena ternyata lelaki yang telah mendampinginya selama berpuluh puluh tahun itu juga bisa berbuat jahil. Bahkan kini ia melihat tawa lepas di wajah suami yang sangat jarang tertawa apalagi sampai terbaka bahak seperti ini.


Russell tertawa lepas? Ini sungguh pemandangan yang langka. Hana memang membawa kebahagiaan di rumah ini.


" Huh, ternyata Tuan Russell juga suka bercanda seperti ini." dengus Hana.


" Ha ha ha, maaf, maaf, silahkan lanjutkan lagi makanmu, itu bukan daging babi tapi sapi." Russell berusaha menghentikan tawanya.


" Ternyata Anda sangat memahami hal seperti itu. Aku tidak menyangka sama sekali." samhung Dewa.


" Oh ya Honey, bisa kalian ceritakan mengapa kalian bisa kawin lari? Aku melihat kalian berdua sangat serasi dan.... sikap kalian juga sangat baik. Jadi apa alasan orang tua kalian tidak menyetujui hubungan kalian?" tanya Aleena yang membuat Hana dan Dewa merasa canggung seketika.


" Emmmm, itu...... E....???" Hana menggaruk garuk pelipisnya tampak memcari alasan yang masuk akal.


Ini semua karena suami bodohku. Kenapa tadi dia harus berkata bahwa kami melakukan kawin lari segala. Sekarang apa yang harus aku katakan. Oh, otakku yang jenius cepatlah berpikir. Ayo cepatlah.


" Itu karena dulu aku punya sikap yang sangat buruk. Aku senang mempermainkan hati wanita. Jadi orang tua Hana tidak merestui hubungan kami." tutur Dewa yang tidak sepenuhnya berbohong.


" Ahhh,, iya, seperti itu." jawab Hana sedikit gagap.


" Oh benarkah? Kalau begitu hatimu pasti sangat baik Honey karena bisa menerima suamimu dengan segala sikap buruknya. Dan kamu Dewa, jangan pernah mengecewakan ataupun menyia nyiakan istrimu ini. Dia pasti sudah berkorban sangat banyak karena harus meninggalkan orang tuanya dan mengikutimu." Aleena kembali menasehati lelaki tampan di depannya itu.


" He he, tentu saja Nyonya. Aku tidak akan pernah mengecewakan dirinya. Dia adalah hidup dan matiku. Berkat cintanya yang luar biasa aku bisa keluar dari jurang kesedihan dan kegelapan yang teramat sangat menyakitkan. Dia adalah segalanya bagiku." ucap Dewa tanpa ada kebohongan.


" Terima kasih ya sayang untuk semua cinta yang telah engkau berikan. I love you...." Dewa mengelus pipi istrinya dengan lembut.

__ADS_1


" Sayang...... I love you too." Hana membalas pernyataan cinta suaminya.


" Ah, kalian sangat manis. Aku doakan agar kalian bisa selalu saling mencintai seperti ini sampai alhir hayat kalian. Selama ini pasti ada banyak kesulitan yang kalian hadapi." Aleena terlihat iba dengan pasangan pengantin di depannya itu.


" Anda benar Nyonya, bahkan kami harus menghabiskan malam pertama di balik jeruji besi karena ulah orang tua kami." ucap Dewa dengan nada yang dibuat sedih. Meskipun kejadian itu benar adanya namun entah kenapa Hana merasa sangat berbeda antara cerita dan kejadian yang ia alami.


" Oh Tuhan, orang tua kalian kejam sekali. Kalian pasti sangat menderita. Honey kamu yang kuat dan sabar ya." tutur Aleena dengan sendu.


" Bukan itu saja Nyonya, mereka bahkan terus mengutuk dan menjewer kami saat kami telah keluar dari penjara." imbuh Dewa menceritakan pengalamannya dengan sedikit modifikasi.


" Cukup Dewa, kalian telah mengalami banyak kesulitan. Jika kelak terjadi hal yang tidak mengenakkan kalian bisa menghubungi kami. Sedikit banyak kami akam membantu kalian. Benarkan suamiku?"


" Tentu saja." jawab Russell singkat, ternyata diam diam juga ikut terharu dengan kisah cinta Hana dan Dewa.


Wow, ternyata menantu kesayangan ibuku sangat pandai mendramatiskan sesuatu. Sungguh tiada aku sangka. Aktingnya sangat meyakinkan. Ibu pasti akan menjewer dan menceramahinya habis habisan jika tahu ternyata menantunya kini tengah menjelek jelekkannya.


Di belahan negara lain.


" Haciuw.... haciuw.....haciuuw....."


Aneh kenapa dari tadi aku bersin terus ya? Kedua telingaku juga tak berhenti berdengung. Apakah ada orang yang membicarakanku?


" Minum obat Bu, biar enggak bersin bersin terus. Ibu pasti mau pilek." ucap ayah Hana lembut di sela sela aktivitas makan malamnya.


" Ibu baik baik saja, enggak merasa pilek atau pun tidak enak badan." sanggah ibu Hana.


" Sekarang Hana dan Dewa sedang apa ya? Haciuuuuw........!"


" Mereka pasti sedang jalan jalan, selisih waktunya kan enam jam jadi di sana masih siang Bu. Sebaiknya Ibu istirahat, nanti piring kotornya biar ayah yang membersihkan."


" Baiklah kalau begitu, terima kasih ya ayah."


" Sekalian dipijit biar enakan ibu juga mau."


" Huuuuhhhh, baiklah. Ibu tunggu di kamar nanti selesai beresin piring ayah pijitin ibu.


Mulai......Tadi katanya baik baik saja, sekarang malah minta dipijitin? Nanti kalau enggak diturutin ngambek.

__ADS_1


__ADS_2