
Suara de*ahan dan lenguhan santer terdengar dari headset yang terpasang di telinga Hana dan Laura. Muka Hana memerah dan sekaligus meringis melihat adegan demi adegan yang terpampang di benda berbentuk kotak pipih didepannya.
Ya, keduanya kini telah menonton video plus plus di ponsel milik Laura, yang ternyata menyimpan banyak file semacam itu. Sungguh itu semua di luar dugaan Hana.
Sebenarnya semula Laura sudah berniat tidur, tapi Hana terus memberondong nya dengan pertanyaan seputar sistem perkembangbiakkan manusia. Karena bosan terus mendengar celotehan dan kekonyolan pikiran sahabat yang notabennya adalah mantan juara jurusan IPA sewaktu SMA dulu tapi ternyata nol besar dalam hal praktek.
Mata Hana terkesiap saat melihat penampakan bonggol jagung untuk pertama kalinya.
Ini sungguh mengerikan. Apakah milik Dewa juga berbentuk seperti itu?
"Jangan berpikir aneh-aneh kalau ada pertanyaan sampaikan saja dari pada otak kamu yang jenius membuat kesimpulan yang absurd." Laura seakan mengerti pikiran gadis di depannya yang sedari tadi mengerutkan dahinya.
" He he he itu..... Apakah semua milik laki-laki memang berbentuk seperti itu?" Hana menunjuk penampakan di layar ponsel Laura.
" Ckkkk, kamu benar-benar......Ah... Sudahlah, seharusnya dari awal aku tidak memperlihatkan ini padamu. Tapi aku heran bagaimana mungkin kamu benar-benar belum pernah melihat ini semua. Bukankah dulu sewaktu SMA kita sudah diajarkan tentang sistem reproduksi manusia berikut organ-organnya? Dan dulu nilai IPA kamu juga sering sempurna kan?"
" Tapi kan itu sangat berbeda Ra. Dulu sewaktu SMA kan cuma lihat gambar sketsanya saja. Beda banget dengan penampakan aslinya." bela Hana.
Keduanya kembali melihat ponsel di depannya dengan seksama, tapi bukannya merasa horny justru yang ada malah keduanya terlihat berdebat dan kadang berkomentar layaknya menonton sebuah film action.
" Apakah aku juga harus mengeluarkan suara de*ahan seperti itu saat melakukannya dengan Dewa?" sebuah pertanyaan konyol terlontar begitu saja dari mulut Hana.
"Hana sayang....... nanti suara itu akan muncul dengan sendirinya. Enggak perlu direncanakan maupun dibuat-buat seperti di video." ucap Laura mencoba untuk tetap sabar.
Si*al, kenapa sekarang aku justru merasa seperti seorang ahli mesum yang sedang meracuni pikiran polos sahabatnya? Aku enggak nyangka Hana yang selalu encer pikirannya benar-benar belum paham tentang hal semacam ini. Aku angkat topi buat Dewa, dia benar-benar telah berubah. Nyatanya Hana yang berstatus sebagai pacar selama ini belum diapa-apain. Justru sekarang aku berpikir, akulah yang jadi penjahat nya karena telah menodai pikiran dan mata Hana.
"Apakah nanti aku harus melakukan semua gerakan seperti di video itu?" tanya Hana lagi yang membuat Laura memutar bola mata dan menepuk jidatnya.
" Sudah malam ayo tidur....Tutorial hari ini cukup sampai disini. Kelak Dewa akan mengajari kamu pelajaran selanjutnya." Laura mematikan ponselnya dan memejamkan matanya dengan segera.
" Tapi Ra......."
"Ssstttt....Ti_dur. Sekarang..!" ucap Laura dengan penuh penekanan.
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda.
Di dalam sebuah kamar hotel terdengar suara des*ahan seorang laki-laki dan perempuan bersahut-sahutan. Keduanya melenguh panjang saat mencapai pelepasan bersama untuk yang kesekian kalinya. Perempuan itu berguling ke samping tubuh lelaki yang sedari tadi ia tunggangi layaknya seekor kuda. Tubuh mereka basah karena keringat yang bercucuran di tengah kegiatan panas mereka tadi.
__ADS_1
Dan tanpa sadar kini mata mereka terpejam dengan sendirinya setelah melakukan aktivitas yang sangat melelahkan.
Sinar matahari menembus masuk ke dalam kamar melalui kisi-kisi jendela kaca. Membuat sepasang mata mulai bergerak-gerak karena terganggu dengan kesilauan nya
" Hoaaammmm......!" lelaki itu mulai terbangun dari tidur lelapnya dan kepalanya masih sedikit terasa pusing.
" DEG..!" jantungnya berdetak kencang saat menyadari ada sebuah tangan yang menindih perut sixpack nya.
Matanya melebar seketika saat melihat seorang perempuan cantik tanpa busana tengah terlelap di sampingnya. Aroma bekas percintaan dan alkohol masih terasa menyengat dari tubuhnya.
" AAA......!Apa yang kamu lakukan?!!" teriak lelaki itu membuat perempuan cantik berkulit putih di sampingnya membuka mata dengan segera.
" AAAAAAA.......!!!!!" teriak perempuan itu tak kalah kencang. Dirinya juga kaget bagaimana bisa terbangun dengan keadaan tanpa busana di samping lelaki yang tidak ia kenal.
" Shiittttt......!" perempuan itu tergopoh berlari ke kamar mandi dengan menarik selimut yang sedari tadi teronggok di lantai.
" Apa yang terjadi? Mengapa aku bisa seperti ini?" Yusuf memijat kepalanya, berpikir keras mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi sampai ia bisa terbangun dalam keadaan seperti itu.
Ya, lelaki yang tengah merutuki dirinya adalah Yusuf, sahabat sekaligus adik ipar Hana.
Semalam dirinya merasa sangat tertekan karena sedikit pun ia belum berhasil menghapus rasa cintanya terhadap Hana, sedangkan ia harus segera balik ke Jogja untuk menghadiri acara pernikahan Hana dan Dewa yang hanya kurang 2 hari lagi. Untuk meredam perasaannya yang bergejolak, ia memutuskan untuk minum di sebuah klub malam karena konon katanya alkohol dapat membantu mengurangi beban di hati.
"Sayang....jangan pergi....." rengek Gadis itu sembari tiba-tiba memeluk tubuh Yusuf. Tanpa rasa malu dan canggung gadis itu mencium dan mencumbu Yusuf dengan liarnya.
Entah karena pengaruh alkohol atau apa, di mata Yusuf gadis itu sangat mirip dengan Hana, sahabat yang ia cintai dalam diam. Tanpa ragu Yusuf membalas ciuman dan cumbuan itu dengan tidak kalah panas.
Pikiran keduanya entah melayang kemana, karena saat itu tubuh mereka dikuasai oleh ***** yang menggebu. Hasrat keduanya kian membuncah tidak bisa dibendung lagi.
Dan disinilah Yusuf berakhir, sebuah kamar hotel yang terasa asing.
" SHITTT....SHITTT...!! Bodoh....!!! Apa yang telah aku lakukan??!!" Yusuf merutuki perbuatannya saat berhasil mengingat kejadian semalam. Ia merasa sangat kotor dan marah. Dan Yusuf memang beneran kotor karena cairan sisa pergulatan panasnya masih menempel di beberapa bagian tubuhnya.
Selama ini aku selalu menjaga keperjakaanku karena aku ingin melakukan itu hanya dengan istriku kelak. Tapi semua itu berakhir dalam semalam, keperjakaan ku hilang begitu saja bersama gadis yang tidak aku cintai bahkan tidak aku kenal. Si*al ini semua gara-gara minuman keras sialan itu. Bullshit bahwa alkohol dapat mengurangi beban di hati,yang ada malah justru menambah masalah baru.
" Kita perlu bicara " ucap gadis itu keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi di tubuhnya.
" Oh shittttt.....!!!!! Tutup dulu tubuhmu...! Dasar lelaki cabul...!" pekik Gadis itu sambil melempar bantal ke arah junior Yusuf yang sedari tadi masih bergantung bebas tanpa penutup.
__ADS_1
" Apa maumu?!" ketus Yusuf yang ternyata tanpa ia sadari air mata telah lolos dari pelupuk matanya.
" Hei, apa ini? Air mata? Kau menangis?! Cepat hentikan air mata sialan itu, jangan membuat aku merasa seperti penjahat kelam*in yang baru saja memerkosamu."
"Heh,, tunggu dulu... Apa jangan-jangan ini adalah pengalaman pertama mu?" sorot mata gadis itu menajam penuh menyelidik.
Yusuf hanya terdiam tidak mampu membantah ucapan yang menohok hatinya itu.
" Hah...?? Really..?? Aku benar ya? Ha ha ha." gadis itu terkekeh geli.
"Apanya yang lucu?! Dasar wanita ******..!!" bentak Yusuf.
" Kau panggil aku ******???!!!" gadis itu melotot ke arah Yusuf.
" Ah, sudahlah.... Mungkin ucapanmu memang benar." ucap gadis itu urung marah.
Yusuf menatap heran wajah gadis cantik di depannya yang tiba-tiba saja berubah sendu.
"Kau tahu, sebenarnya tadi aku ingin marah kepadamu karena telah memanfaatkan gadis yang sedang mabuk untuk diajak bercinta. Tapi sepertinya kau sendiri sudah sangat menyedihkan karena harus kehilangan keperjakaanmu di tangan orang asing seperti ku. Setidaknya dulu aku sedikit lebih beruntung dari mu karena aku menyerahkan mahkota kesucianku ke tangan orang yang kucintai. Yah walaupun akhirnya dia berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Dan disinilah aku berada sekarang, menikmati rasa sakit hati karena penghianatan dengan cara mengambil keperjakaan lelaki tampan sepertimu. Ha ha ha...." gadis itu tertawa terbahak menertawakan jalan hidupnya.
"Sudahlah, jangan bersedih lagi. Paling tidak kau beruntung karena telah melakukannya dengan gadis cantik seperti diriku, bukan dengan tante girang yang haus akan se*x. Anggap saja kau baru mendapat tutorial gratis dariku." tutur gadis itu sembari memunguti bajunya yang tercecer di lantai lalu kembali masuk ke kamar mandi.
Benarkah ucapan gadis itu? Haruskah aku merasa beruntung karena telah tidur dengan dirinya? Percaya diri sekali dia..! Aku akan sangat bahagia dan beruntung jika yang kuajak bercinta semalam adalah Hana.
"Kau mau kemana?" tanya Yusuf saat melihat gadis itu sudah berpakaian lengkap keluar dari kamar mandi.
"Aku harus pergi. Memangnya aku harus apa? Menemanimu disini seharian untuk melihat dirimu yang ingin menangis meraung-raung karena menyesal telah tidur dengan gadis cantik?" ucap gadis itu enteng.
"Kau ingin pergi begitu saja?"Yusuf menaikkan intonasi suaranya.
" Hey Bung, aku punya kehidupan yang masih harus aku jalani. Jangan bilang kamu ingin meminta pertanggungjawaban dari ku? Atau kamu ingin aku menikahimu?! Ingat ya semalam kita melakukan tanpa paksaan dan dalam pengaruh alkohol. Jadi tidak ada yang harus disalahkan, baik itu diriku atau pun dirimu. Anggap saja kita tidak pernah melakukan itu. Jika kelak kita bertemu lagi kamu bisa pura-pura tidak mengenaliku. Deal..?" gadis itu tersenyum lebar namun entah mengapa Yusuf bisa melihat kepahitan dalam senyuman itu.
" One night stand, begitu maksudmu?" tanya Yusuf ragu.
" Yuuup, one night stand." jawabnya singkat lalu bergegas keluar kamar.
" Jangan baper ya, dan jangan lupa pakai bajumu." gadis itu melongokkan kepalanya di pintu kamar dan setelah itu benar benar pergi.
__ADS_1
Semudah itu dia pergi? Mengapa aku merasa seperti pihak yang dicampakkan...? Hufff... nasibku sungguh mengenaskan... Keperjakaanku harus hilang begitu saja di tangan gadis yang bahkan tidak kuketahui namanya.