
" Tok tok tok...." Yusuf mengetuk pintu ruangan tempat Hana melalakukan USG.
" Ya....?" jawab dokter Raisa dengan volume sedikit tinggi.
" Ceklek.." pintu terbuka perlahan.
" Sekarang apa aku sudah boleh masuk?" tanya Yusuf dengan sedikit melongokkan kepalanya ke dalam ruangan.
Tanpa menunggu jawaban ataupun ijin orang orang di dalam ruangan, Yusuf melangkahkan kaki ke dalam dengan santai.
" Siapa yang mengijinkanmu masuk?!" ketus Dewa.
" Aish, ayolah jangan terlalu kejam seperti itu. Bukankah Hana sudah selesai diUSG? Bagaimana hasilnya? Aku ingin melihat calon keponakanku. Ayo cepatlah, biarkan aku melihat gambar baby di perut Hana." rengek Yusuf.
" Tidak boleh." jawab Dewa cepat.
" Dasar pelit...! Hana cepat perlihatkan hasil USG nya, aku ingin melihat calon keponakanku. Bukankah aku ini sahabat sekaligus adik iparmu. Ayo cepatlah perlihatkan, cepat......" rengekkan Yusuf kian menjadi.
" Baiklah, lihatlah kedua calon keponakanmu ini. Mereka terlihat imut kan?" Hana menyerahkan foto hasil USG kepada Yusuf dengan bangga.
" Ada dua baby di perutmu? Mereka kembar?" tanya Yusuf dengan antusias.
" Ya, aku akan mempunyai dua baby sekaligus. Bukankah itu bagus? Mereka tidak akan pernah merasa kesepian karena mereka akan saling menemani dan menjaga sejak di dalam kandungan. Oh, mereka sungguh menakjubkan." puji Hana.
" Kamu benar Hana, mereka pasti sangat bahagia karena tidak akan pernah merasa sendiri dan kesepian. Mereka sangat beruntung." dengus Yusuf yang teringat masa kecil nya yang terasa sepi dan sendiri karena tidak memiliki saudara.
" Kamu iri dengan mereka karena selama ini kamu sendirian tidak mempunyai saudara?" Dewa seakan mengerti dengan pikiran saudara tirinya itu.
" Tentu saja tidak. Bukankah ada kamu dan Hana sebagai saudaraku. Lagi pula aku tidak bisa membayangkan jika ada seseorang yang mempunyai wajah sama persis denganku dan selalu berada di sampingku. Oh, aku jadi tidak sabar menanti mereka lahir ke dunia ini. Pasti akan sangat seru. Mereka boys apa girls ya? Kalau mereka girls pasti akan terlihat sangat cantik. Ah, tugasku sebagai seorang paman pasti akan sangat berat karena harus melindungi mereka dari cowok cowok hidung belang seperti dirimu." ujar Yusuf yang pikirannya malah melanglang buana melesat jauh dari lini masa yang ada.
__ADS_1
" Hey apa maksudmu?! Aku hanya setia kepada satu wanita saja, yaitu istriku tercinta. Benar kan Sayang?" Dewa mengecup bibir ranum istrinya yang beberapa saat kemudian kecupan itu berubah menjadi sebuah ciuman panas karena mendapat sambutan dari ibu hamil berjanin dua itu.
" Ish kalian ini benar benar tidak ada akhlak, kenapa kalian sering sekali memamerkan kemesraan di tempat umum. Kalian anggap apa aku dan dokter Raisa?!" ketus Yusuf yang membuat Hana dan Dewa menghentikan aktivitas mereka.
" Memang apa salahnya? Kami sudah sah di mata hukum dan agama. Apa yang kami lakukan tidak menyalahi aturan, dan itu semua halalan thoiyiba.... Lagi pula bukankah tadi kalian yang pamer kemesraan terlebih dahulu?!" cemooh Hana.
Wajah dokter Raisa kembali memerah karena Hana kembali mengungkit adegan tak terduganya bersama Yusuf. Ia harus mulai terbiasa dengan perilaku teman dan sekaligus pasien barunya itu.
" Hey kenapa kamu kembali mengungkit kejadian tadi? Itu semua kan tidak sengaja." protes Yusuf.
"Tidak sengaja tapi berkesan kan? Cie cie...... Sepertinya sudah mulai tercium aroma aroma percikan cinta. Akhirnya sahabat dan iparku yang satu ini akan segera mengakhiri masa jomblonya. He he."
" Ehm, bisa kita kembali ke topik mengenai kondisi kandunganmu Hana?" deheman dokter Raisa membuat tatapan tiga orang di depannya terfokus ke dirinya.
" Oh kamu benar Raisa. Tapi bukankah kondisi kehamilanku baik baik saja kan?"
" Oke, aku rasa aku bisa melakukan semua itu." ucap Hana dengan penuh percaya diri.
" Satu hal lagi, kamu harus mulai mengubah cara berpakaianmu. Jangan memakai celana jeans seperti ini lagi."
" Kenapa? Celana ini masih muat. Belum terasa sesak di perut."
" Meskipun perut kamu masih belum terlihat membesar tapi di dalamnya kan sudah ada dua baby lucu." dokter Raisa menunjuk ke perut Hana yang memang masih terlihat rata.
" Baiklah. Demi kalian aku akan meninggalkan celana celana favoritku." Hana mengusap lembut perutnya.
Yusuf kembali mengamati hasil foto USG yang masih berada di tangannya dengan seksama. Dia terlihat serius memandangi foto berwarna hitam putih itu bahkan tanpa ia sadari sampai mengerutkan dahinya.
" Kenapa Suf?" Dewa ikut mengamati gambar yang ada di tangan saudara tirinya itu.
__ADS_1
" Mengapa gambarnya hitam putih? Bukankah sekarang sudah ada USG 3 dimensi dan 4 dimensi?" keluh Yusuf.
" Ah kamu benar. Kenapa tadi aku tidak berpikir seperti itu ya? Bagaimana dokter Raisa apa kita harus mengulang USG agar hasilnya terlihat lebih jelas lagi?" Dewa tampak serius.
" Tidak perlu, ini sudah sangat jelas. Karena USG pada usia kandungan 2 bulan memang lebih bertujuan untuk melihat dan mendeteksi pertumbuhan ukuran bayi, jumlah janin, banyaknya air ketuban, dan memantau denyut jantung si baby. Sedangkan USG 3 dimensi maupun 4 dimensi biasanya dilakukan saat usia kandungan sudah mencapai 26 minggu. USG 4 dimensi bertujuan untuk melihat bagian tubuh baby dengan lebih nyata, melihat aktivitas baby dengan jelas. Kita bisa melihat wajah baby saat tersenyum, menguap dan melakukan gerakan lain. Posisi dan kelainan pada kandungan juga lebih mudah terdeteksi. Tapi sekali lagi aku tekankan bahwa USG 4 dimensi lebih baik dilakukan setelah usia kehamilan 26 minggu saat semua orahan dan bagian tubuh baby sudah teebentuk secara sempurna agar kita bisa memperoleh gambar yang kita inginkan."
" Oh...." Yusuf dan Dewa ber oh ria.
" Dan untuk Anda Tuan Dewa_"
" Dewa, cukup panggil dengan Dewa saja tanpa ada embel embel tuan. Bukankah kita semua adalah teman?" Dewa mengoreksi ucapan dokter Raisa.
" Baiklah maaf. Maksudku Dewa, kamu harus menjaga perasaan Hana agar selalu bahagia. Jangan membuat dia sedih ataupun stres, karena itu akan berpengaruh ke kondisi baby kalian."
" Kalau itu sudah pasti. Tanpa diminta pun aku akan melakukannya. Karena kebahagiaan istri tercintaku ini adalah prioritas utama hidupku."
" Baiklah kalau begitu aku rasa pemeriksaan kita sudah selesai. Dan aku menyarankan kalian untuk menerima nutritionist pilihan Tuan Russell agar bekerja di rumah kalian. Karena dengan begitu nutrisi dan gizi yang masuk ke dalam tubuh Hana akan lebih mudah terpantau. Bagaimana?"
" Baiklah, aku akan menuruti saranmu. Tapi bolehkah aku minta kamu untuk tidak memberi tahu papa Russell mengenai baby kembar kami? Karena kami ingin memberinya kejutan." pinta Hana yang disetujui oleh dokter Raisa.
" Kalau begitu kami pamit pulang dulu. Terima kasih atas pemeriksaan dan penjelasannya. Ayo kita pulang Suf, atau kamu ingin me-ngi-nap di sini?!" ajak Dewa yang melihat Yusuf masih asyik mengamati foto di tangannya. Entah kenapa dia sangat tertaril dengan foto hasil USG milik Hana itu.
" Tunggu sebentar. Dokter Raisa apa ini normal? Mengapa setelah aku amati dengan cermat, bentuk dan wajah baby di perut Hana terlihat seperti alien???" pertanyaan Yusuf meluncur begitu saja. Ternyata dari tadi ia penasaran dengan penampakan sosok di foto USG yang menurutnya justru mirip dengan alien di film film yang pernah ia tonton.
" Alien?" dokter Raisa mengulangi ucapan Yusuf. Dia tidak habis pikir mengapa lelaki yang telah mengambil ciuman pertamanya itu justru mengatakan calon keponakan yang masih berusia 2 bulan di perut Hana itu seperti alien.
" A-li-en?? Kamu menyebut anak anakku seperti alien? Bagaimana kamu bisa mengatakan itu?" geram Hana dengan sorot mata tajam penuh dengan kilatan amarah.
Huf, cari mampus Yusuf. Mengapa dia bilang seperti itu. Apa dia tidak tahu kalau emosi wanita hamil itu tidak stabil? Siap siap kena amukan bumil......
__ADS_1