Hati Yang Setia

Hati Yang Setia
I Amsterdam


__ADS_3

Aktivitas hari kedua Hana dan Dewa menikmati bulan madunya di negara Belanda hampir sama dengan aktivitas pasangan romantis lainnya. Pagi itu seusai sarapan Hana dengan bersemangat mengajak suaminya untuk berkeliling kota Amsterdam menggunakan sepeda. Di sana memang ada banyak tempat penyewaan sepeda, karena seakan bersepeda di jalanan Amsterdam adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilewatkan oleh para pengunjungnya. Dinginnya udara di kota yang mempunyai lebih dari 100 kanal itu nyatanya tidak mampu menghalangi para wisatawan untuk tetap mengayuh kendaraan ikonik kota itu menikmati keindahan pemandangan di sekitarnya.


Berbekal sebuah sepeda Dewa dan Hana menyusuri jalanan yang memang diperuntukkan untuk lintasan sepeda maupun pejalan kaki. Mata Hana berbinar dan tak henti berdecak kagum melihat bangunan abad pertengahan yang terlihat indah dan terawat di sepanjang jalan yang ia lewati. Tangannya sibuk mengabadikan perjalanan itu dengan ponsel yang berada di salah satu tangannya, sedangkan tangan yang satunya melingkar mesra di pinggang lelaki yang kini duduk di depannya sembari menggerakkan kakinya untuk terus mengayuh di tengah udara yang dingin.


Hotel tempat Hana dan Dewa menginap berada di tempat yang sangat strategis, dekat dengan banyak tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan, salah satunya adalah museum Square atau Museumplein. Hanya butuh waktu sepuluh menit bagi mereka untuk sampai di sana dengan mengendarai sepeda. Di area terbuka luas itu berjejer bangunan penting di Amsterdam seperti Rijksmuseum, Van Gogh Museum, Diamond Museum, Stedelijk Museum, Royal Concertgebouw, ruang pertunjukan, dan konsulat Amerika Serikat.



Wajah Hana terlihat sumringah saat kakinya tengah berdiri di depan museum Van Gogh. Bangunan ini terletak di sisi barat museum Square.


" Ayo sayang cepat masuk ke dalam." ajak Hana sembari menarik lengan suaminya. Ia terlihat sangat bersemangat untuk segera memasuki bangunan berlantai empat itu.


" Iya, sabar. Enggak usah buru buru. Toh enggak ada yang ngejar kita kan."


Van Gogh Museum merupakan salah satu tempat untuk koleksi terbesar seniman di dunia lukisan dan huruf. Bangunan ini dirancang oleh Gerrit Rietveld dan Kisho Kurakawa pada tahun 1970 an dan tepatnya dibuka pada tanggal 2 Juni 1973. Pada tahun 2015 museum ini menjadi museum yang paling banyak dikunjungi ke-2 di Belanda. Ada sekitar 200 lukisan dari post impressionist Belanda menempati tempat populer ini. Ditampilkan secara kronologis, karya gambarnya menawarkan gaya berkembang Van Gogh. Lukisan ini menyimpan koleksi lukisan dan gambar Vincent Van Gogh dan tokoh tokoh sezamannya.



Hana yang memang dari dulu tertarik dengan hal berbau seni terutama lukisan terlihat sangat antusias melihat tiap koleksi yang dipajang di sana. Matanya benar benar merasa dimanjakan.

__ADS_1


" Ini luar biasa." decak Hana berkali kali setiap melihat lukisan yang ada.


Seakan tidak merasakan capek, Hana menelurusi bangunan empat lantai itu tanpa ada yang terlewatkan. Bahkan tanpa terasa Hana dan Dewa menghabiskan waktu berjam jam untuk mengamati lukisan satu per satu.


" Sekarang kita mau kemana?" tanya Dewa saat keduanya keluar dari pintu museum Van Gogh.


" Tentu saja Rijksmuseum." Hana menggeret lengan Dewa agar mengikuti langkahnya menuju ke tempat tujuan berikutnya.


" Museum lagi?"


" Tentu saja. Van Gogh Museum dan Rijksmuseum kan berada di kawasan yang sama. Tentu saja kita harus mengunjungi keduanya. Ayo cepat sayang, aku sudah tidak sabar untuk masuk ke dalamnya." Hana mempercepat langkah kakinya, dan Dewa hanya bisa mengiyakan keinginan sang istri tercinta. Karena memang kedua museum itu merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan yang berlibur di Amsterdam.


Hana menyempatkan diri untuk berselfie dan berpose bersama Dewa di dekat tulisan ikonik kota itu, I AMSTERDAM yang terletak di dekat Rijksmuseum.



Di dalamnya terdapat berbagai macam koleksi lukisan dari para Maestro terkenal Belanda dan berbagai negara lain di dunia. Selain itu salah satu tempat destinasi Belanda yang populer ini juga menyimpan koleksi buku-buku tua serta koleksi fotografi klasik. Museum ini didedikasikan untuk seni dan sejarah dan memiliki koleksi hingga satu juta objek di mana hanya sebagian saja yang dipajang saat ini. Salah satu koleksi lukisannya yang paling terkenal adalah " The Night Watch ( De Nachtwacht) sebuah maha karya dari Rembrandt Harmenszoon Van Rijn pada tahun 1642.


__ADS_1


" Ini sungguh mengagumkan, sayang lihatlah. Ini sangat indah." puji Hana untuk ke sekian kalinya saat mengamati lukisan setinggi hampir empat meter dan lebar empat setengah meter itu. Lukisan itu memang sangat fenomenal, menggunakan teknik memanipulasi ekspos cahaya yang dramatis. Rembrandt memang disebut-sebut sebagai tokoh utama aliran luminisme. Adapun luminisme sendiri disesuaikan dengan bahasa Latin, lumen yang artinya cahaya, sinar.


Selain karena koleksi lukisannya, museum ini juga memiliki taman yang menyenangkan dan bangunan indah untuk dikagumi dan diabadikan. Tak ketinggalan museum ini juga memiliki toko souvenir dan Cafe serta fasilitas lain untuk membuat para wisatawan lebih betah berlama-lama di sana.


Tak terasa waktu telah berganti, sinar mentari telah memudar dan perlahan menghilang di garis cakrawala. Hana dan Dewa berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menyusuri keindahan kanal yang dihiasi dengan lamou yang mulai menyala di pinggirannya. Sungguh pemandangan yang sangat romantis, ada banyak pasangan yang juga menikmati suasana itu sembari berjalan kaki di tepian kanal ataupun naik perahu seperti yang telah Hana dan Dewa lakukan kemarin.



Ada banyak cafe dan restoran di sekitarnya. Meskipun mulai memasuki musim dingin namun nyatanya tidak mengurangi antusias masyarakat sekitar maupun wisatawan untuk menghabiskan waktu mereka di sana. Entah itu sekadar berjalan jalan maupun intuk menikmati makan malam di salah satu cafe atau restoran yang ada.




Hana dan Dewa kembali ke hotel saat malam tiba. Keduanya begitu menikmati pemandangan kota, entah itu bangunan abad pertengahan, kanal, atau aktifitas wisatawan maupun masyarakat yang berlalu lalang. Itu semua tidak lepas dari bidikan ponsel Hana. Sebenarnya awalnya ibu Dewa menawarkan seorang fotografer agar ikut dan mengabadikan tiap moment romantis mereka selama berbulan madu. Namun semua itu ditolak oleh Hana dan Dewa karena dianggap justru akan mengganggu keseruan dan keromantisan mereka.


Hana berdiri di balik balkon kamar menikmati pemandangan kota Amsterdam malam hari. Entah kenapa matanya tidak bosan untuk terus mengagumi keindahan kota yang dipenuhi olwh banyak kanal itu.


__ADS_1


" Are you happy?" bisik Dewa sembari memeluk tubuh istrinya dari belakang.


" Yes, i am very happy. Terima kasih untuk tiap hari yang begitu luar biasa dan penuh cinta ini." ucap Hana sambil mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir suaminya. Tentu saja Dewa tidak menyia nyiakan bibir manis milik sang istri yang akhir akhir ini menjadi candu baginya. Dia membalas ciuman itu dengan penuh cinta. Perlahan tapi pasti ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman yang kian memanas. Keduanya tampak saling melu*mat dan menghisap satu sama lain. Dan seperti yang sudah sudah, mereka pun kembali berakhir di ranjang untuk melakukan pertempuran panas yang penuh dengan des*ahan dan erangan kenikmatan. Dan itu semua seakan sudah menjadi ritual wajib bagi mereka berdua.


__ADS_2