
Waktu terus berputar, detik berganti menit, menit berganti jam dan seterusnya hingga manusia telah berada pada fase yang berbeda. Sadar atau tidak manusia telah berubah seiring dengan perputaran waktu.
Delapan tahun sudah Hana dan Dewa manjalani long distance relationship. Keduanya hanya bisa bertukar kabar atau pun melepas rindu melalui gatged. Baik Hana maupun Dewa sudah terbiasa dan nyaman dengan keadaan itu. Jika kebanyakan orang mempunyai banyak kendala dan masalah saat melakukan LDR, tidak dengan mereka. Malah cinta dan kepercayaan mereka justru semakin besar seiring dengan masa yang mereka lalui.
Hana kini telah berhasil meraih mimpinya, menjadi seorang guru matematika. Meskipun hanya berstatus guru honorer di SMA Pelita, tempat dirinya dulu menimba ilmu, namun ada rasa bangga dan puas di hatinya.
Sebenarnya ada banyak kesempatan mengajar di sekolah yang lebih bagus dan bergengsi dengan upah yang jauh lebih besar di luar kota sana. Namun Hana memilih untuk mengajar di sekolahnya dulu agar ia tetap bisa bersama orang tuanya mengelola toko roti dan tentu saja juga untuk menanti kedatangan pujaan hati.
Bisnis toko roti milik ibunya juga semakin berkembang pesat semenjak ia turun tangan mengelolanya. Tidak tanggung tanggung kini toko roti itu telah mempunyai 5 cabang baru. Berbekal ilmu matematika yang kuat serta kecerdasan otaknya ia telah berhasil mengembangkannya menjadi toko roti yang beromset tinggi. Kini Hana dan ibunya sudah tidak perlu lagi berjaga di toko roti seharian karena jumlah karyawannya sudah lebih dari cukup. Mereka hanya berkunjung untuk sekadar memantau saja. Management dan administrasi toko sudah sangat tertata dengan baik.
Di sekolah saat jam pelajaran.
" Selamat pagi semua, silahkan keluarkan buku matematika kalian. Kita mulai pelajaran." ucap Hana di depan kelas.
" Ya Bu...." jawab murid murid dengan antusias. Kalau biasanya matematika adalah mata pelajaran yang paling ditakuti dan dihindari, tapi tidak berlaku untuk kelas yang diajar Hana.
Mereka selalu menantikan pelajaran yang berkutat dengan rumus dan angka itu. Meskipun sebenarnya guru mereka lah yang mereka nantikan. Bagaimana tidak? Hana adalah guru termuda dan tercantik di sekolah itu. Meskipun berusia 24 tahun tapi wajah Hana masih terlihat imut seperti anak SMA, sehingga tidak heran jika saat ia menjagar murid murid lelaki berebut untuk duduk di kursi depan. Banyak murid yang telah jatuh hati padanya, bahkan tak jarang ada yang terang terangan mengungkapkan perasaan cinta kepadanya dan sudah bisa dipastikan berakhir dengan penolakan.
Sebagai seorang tenaga pengajar Hana berusaha untuk selalu tampil dengan gaya formal seperti guru guru pada umumnya. Model rambutnya selalu ia cepol untuk menambah kesan dewasa karena kalau diurai wajahnya akan terlihat seperti anak SMA.
" Hari ini kita akan belajar mengenai bangun datar beserta rumus untuk mencari luas dan kelilingnya. Saya rasa kalian pasti sudah sangat paham dengan materi ini, karena ini sudah pernah kalian pelajari di bangku SD dan SMP. Tapi enggak ada salahnya kalau saya akan menerangkan kembali agar kalian lebih paham lagi. Enggak bosan kan kalau kita mengulang pelajaran SD?" ucap Hana di depan murid muridnya.
" Kalau sama Ibu enggak bakalan bosan lah..." celetuk seorang murid lelaki yang disambut dengan sorakan teman temannya.
"Benarkah? Kalau begitu untuk menghemat energi saya coba kamu maju ke depan dan tuliskan rumus luas bangun datar yang kamu ketahui, enggak usah banyak banyak cukup 10 saja. Ayo silahkan maju Bagas." Hana menunjuk murid yang tadi bicara nyeletuk.
Bagas pun maju ke depan dengan setengah terpaksa. Ia berjalan sambil cengengesan.
" Silahkan , gambar 10 bangun datar beserta nama dan rumus luasnya." Hana menyerahkan spidol hitam agar Bagas segera memulai menulis di papan yang tersedia.
Bagas mulai menggerakkan spidol di tangannya. Awalnya ia menggambar tanpa ada keraguan, tapi saat telah mencapai lima gambar ia mulai terlihat kesulitan. Ia mengetuk ngetuk kepalanya mencoba untuk berfikir, namun sepertibya sudah buntu.
" Bagaimana Bagas? Kok cuma 5? Tadi saya mintanya kan 10?"
__ADS_1
" 5 saja ya Bu, 10 kebanyakan. Ini sudah mentok kayaknya sudah enggak ada bangun datar selain ini lagi deh." tawar Bagas.
"Masak cuma 5? Bangun datar jumlahnya banyak lho. Coba sekarang kita lihat hasil kerjaanmu." Hana mulai mengamati papan tulis di depan kelas.
Di papan tulis telah terpampang 5 gambar bidang datar beserta rumus luasnya.
" Coba Bagas kamu jelaskan apa yang sudah kamu tulis."
" Yang ini gambar segitiga, rumus luasnya 1/2 × alas × tinggi."
" Bujur sangkar, luasnya sisi × sisi."
" Persegi panjang, luasnya panjang × lebar."
" Jajar genjang, luasnya alas × tinggi."
" Trapesium, luasnya 1/2 × jumlah sisi sejajar × tinggi."
" Setujuuuuu....!" jawab murid yang lain serempak.
" Nyanyi... nyanyi....nyanyi..." teriak murid sekelas.
" Ayo cepat nyanyi Bagas, hibur teman teman kamu. Membuat orang lain gembira pahalanya besar lho." ujar Hana dengan senyum terkembang.
Dengan ragu ragu Bagas mulai bernyanyi sambil menggoyang goyangkan pinggulnya.
" Burung kukuk tuu.... Hunggup du jundulu....
Nunuk suduh tuu.... Gugunyu tungggul duu..... Tuk dung tuk dung tuk dung lu lu lu... Burung kukuk tuu..."
Aksi Bagas tersebut mengundang gelak tawa teman sekelasnya.
" Ha ha ha....".
__ADS_1
Kelas terdengar riuh.
"Sudah, sudah, sekarang kamu boleh duduk." Hana menahan tawanya.
" Terima kasih Bu." Bagas kembali ke tempat duduknya.
" Baiklah sekarang mari kita uji daya ingat kalian. Ayo kita bahas bangun datar yang lain, masih ada lingkaran, oval, belah ketupat, layang layang, segi lima, segi enam, dan segi segi yang lain."
Hana mulai menggambar dan menjelaskan tentang berbagai macam bidang datar dengan gamblang. Penjelasannya sangat mudah dipahami.
" Bagaimana, ada yang kurang jelas? Atau mungkin ada pertanyaan yang berkaitan dengan bangun datar?" tanya Hana sembari menelisik wajah murid murid di depannya.
" Saya Bu." salah seorang murid laki laki mengacungkan tangannya.
" Ya silahkan Dimas." tunjuk Hana.
" Kalau rumus untuk gambar hati apa Bu?" tanya Dimas selengekan disambut dengan sorakan teman temannya.
" Em, gambar hati ya?" Hana menyeringai.
" Seperti ini?" Hana menggambar sebuah simbol love.
" Ya, seperti hati saya untuk Ibu." kelakar Dimas.
" Hu huuuu.." murid yang lain menyoraki.
" Coba kalian perhatikan gambar ini baik baik." Hana mulai menarik garis horizontal di gambarnya sehingga gambar itu kini terlihat menjadi gabungan segitiga dan dua buah setengah lingkaran.
" Sekarang sudah bisa ditebak kan rumus luas simbol love itu apa?" Hana mengurai gambarnya.
"Luas segitiga ditambah dengan lingkaran. Benar? Jadi kesimpulannya kalau kalian ingin bermain cinta cintaan kuasai dulu ilmu matematika. Karena cinta adalah gabungan dari segitiga dan lingkaran." kelakar Hana.
Dimas terbengong, niat hatinya tadi hanya untuk menggoda gurunya, tapi tidak disangka simbol cinta malah diurai menjadi segitiga dan lingkaran.
__ADS_1