
Tak terasa waktu berlalu. Hana menghabiskan beberapa hari berlatih bersama Rayhan.
"Akhirnya tiba juga, besok lomba melukisnya. Semoga berjalan dengan lancar." dengusnya.
Netranya masih menatap gugusan bintang di langit malam. Di antara ribuan bintang ia tertarik pada satu bintang. Antares, sebuah bintang yang sangat terang. meskipun tak seterang Sirius ( bintang paling terang di langit), tapi ia berhasil mencuri perhatiannya.
Antares, atau yang dikenal dengan Alpha Scorpio adalah bintang paling terang di gugus bintang Scorpio. Kebetulan zodiak Hana juga Scorpio. Ia sangat senang memandangi bintang itu. Seakan-akan mampu memberinya semangat.
Ia teringat kembali akan si mata indah.
Ok mulai hari ini gue akan menganggapnya sebagai Antares. Bintang yang bersinar terang di hati gue.
Ponselnya bergetar, ada pesan masuk.
# Kak Raihan#
Besok berangkat lombanya bareng saja, kata Pak Gun biar lebih aman.
#Hana#
Apa enggak ngerepotin?
#Rayhan#
Enggak lah. Entar share loc alamat rumah loe ya.
Hana pun mengirimkan alamat rumahnya.
Rayhan menggenggam ponselnya dengan senang. Dari tadi ia tak berhenti menyunggingkan senyum.
Besok gue bisa seharian bareng Hana. Cewek yang selama ini mampu memberi Gue rasa nyaman. Gue juga enggak tahu kenapa gue bisa senyaman ini sama dia.
Satu minggu bersama membuat Rayhan merasa terbiasa dengan kehadiran Hana. Latihan bersama sehabis pulang sekolah adalah saat yang paling ia nantikan. Tiap momen bersama menjadi kenangan indah baginya.
Saat pertama kali ia mengajari Hana, ia sengaja berdiri agak di belakangnya agar Hana tidak melihat ekspresi gugupnya. Jantungnya berdetak sangat cepat. Atau saat Hana membonceng motor, ia tersenyum tanpa henti sepanjang jalan, mencuri pandang wajah Hana lewat kaca spion.
Ia memandangi wajah cantik Hana di ponselnya. Galerinya dipenuhi dengan foto Hana yang ia ambil diam-diam saat bersama. Mungkinkah Hana merasa hal yang sama. Besok akan gue ungkapkan perasaan gue kepadanya. Rayhan memejamkan mata mencoba untuk tertidur.
"Han ada yang ingin gue omongin." Rayhan menggenggam lembut tangan Hana.
"Ya Kak..?"
"Kebersamaan kita satu minggu ini, memberi gue rasa nyaman. Tanpa gue sadari loe telah mendiami ruang hati gue. Gue suka sama loe Han. I love you....." ucapnya dengan lancar.
Tiba-tiba.
"Cup..!" Hana mengecup bibirnya singkat.
"Me too...." bisiknya.
Hati Rayhan melonjak, matanya terbelalak, ia tak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini.
Ia menatap mata Hana.
"Benarkah....?" berusaha meyakinkan.
Hana menganggukan kepala dan tersenyum sangat mempesona.
Dengan ragu ragu diraihnya tengkuk Hana. Wajah mereka semakin mendekat, sangat dekat hingga ia bisa merasakan hembusan nafas Hana.
Ketika ia hendak menyatukan bibirnya kembali.
"Hey kamu...! Cepat keliling lapangan 10 kali !!!!" wajah Hana yang manis tiba-tiba berubah menjadi wajah garang Pak Danang.
Rayhan terperangah kaget mendorong tubuhnya ke belakang.
__ADS_1
"Buuughhh...!"
"Aaaaaowww !" Rayhan meringis kesakitan. Ia membuka mata, mencari sosok Hana di dekatnya, tapi tak ada.
Ia tersenyum geli.
Ternyata hanya mimpi .
Ia menyentuh bibirnya berusaha mengingat kembali rasa bibir yang tadi sempat menyatu.
Ciuman pertama gue.
Rayhan kembali tersenyum.
Cahaya bintang telah meredup. Sinarnya tak lagi terlihat di langit. Gelapnya malam telah berganti pagi yang cerah.
"Hari ini kakak terlihat cantik." puji Evi.
"Biasanya juga cantik Dek, he he." Hana melanjutkan makannya.
" Hari ini lombanya ya Han?" tanya Ibu.
"Iya Bu doain biar enggak malu-maluin ya. Syukur syukur bisa menang."
" Ibu pasti doain yang terbaik buat anak-anak Ibu."
"Semangat ya Han." Ayah Hana ikut menyemangati.
Tiba-tiba suara pintu diketuk.
Ibu bergegas meninggalkan meja makan dan membuka pintu.
"Assalamualaikum Tante." Rayhan mencium tangan Ibu Hana.
"Saya Rayhan kakak kelas Hana, mau jemput Hana buat lomba tante."
" Oh.. ya... saya panggil dulu ya... Atau mau gabung sarapan dulu?"
" Enggak usah Tante tadi udah sarapan, saya tunggu di sini saja."
Ibu masuk ke dalam dan memanggil Hana.
"Han itu temannya udah datang,ganteng loh."
"Apaan sih Bu." Hana memanyunkan bibirnya.
Setelah berpamitan, mereka pun berangkat. Sepanjang perjalanan Rayhan tak henti menyunggingkan senyum. Sesekali ia mencuri pandang wajah Hana lewat spion.
"Han pegangan..!" Rayhan menambah laju motornya.
Seettt...!! Secara refkeks Hana memeluk pinggang Rayhan untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Posisi yang sama tapi kok gue enggak deg-degan kayak pas dibonceng sama si Antares ya...??
Rayhan mencoba menahan gejolak hatinya. Jantungnya berdetak kencang memompa darahnya lebih cepat. Mukanya memerah karena malu .
Mungkinkah mimpi gue akan jadi kenyataan hari ini?
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, mereka tiba di tempat tujuan. Di sana sudah ada banyak peserta lomba.
" Gue gugup Kak." Haha memegang ujung jaket Rayhan.
"Enggak usah gugup, anggap saja kayak latihan." Rayhan memegang tangan Hana tersenyum ke arahnya.
Mereka melakukan registrasi dengan menyebutkan nama dan asal sekolah.
__ADS_1
Lomba pun dimulai.
Hana dan Rayhan membuat lukisan mereka dengan sungguh-sungguh. Hana mempraktekkan apa saja yang selama ini ia pelajari.
"Oke waktunya tinggal 15 menit lagi, silakan segera selesaikan lukisannya." ucap pengawas lomba itu.
"Huh... akhirnya selesai juga." dengus Hana menatap puas hasil lukisannya.
"Baiklah sekarang silakan kumpulkan hasil lukisan kalian dan nanti hasil lombanya akan diumumkan 3 hari lagi lewat sekolah masing-masing."
Hana dan Rayhan pun keluar ruangan berjalan bersama menuju area parkir.
"Gimana tadi Han, puas dengan hasilnya?" tanya Rayhan.
"Lumayan puas si Kak, tapi gue enggak yakin bisa menang, peserta lain hasilnya juga bagus bagus."
" Enggak usah terlalu dipikir yang penting kita sudah memberi yang terbaik."
Hana tersenyum, merasa lega. Beban di hatinya telah hilang.
Mereka telah sampai di parkir motor. Rayhan menstarter motornya dan Hana naik ke atas motor.
" Jangan lupa pegangan nanti jatuh loh."
Hana tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Rayhan. Mereka melaju dengan kecepatan sedang. Di tengah jalan Rayhan berhenti di sebuah caffe.
"Steak di sini lumayan enak lho Han, kita makan di sini dulu ya."
"Oke."
Mereka memesan dua steak dan jus jeruk.
Hana menyantap makanannya dengan lahap. Ia terlihat sangat menikmatinya.
"Enak kan?"
"Huum." Hana masih fokus dengan makanannya.
" Habis ini kita ke pantai yuk." ajak Rayhan.
" Boleh.... Gue juga udah lama enggak ke pantai."
Hati Rayhan sangat gembira.
Gue akan ungkapin perasaan gue di pantai. Kayaknya Hana mempunyai perasaan yang sama ke gue.
Bibirnya menyungging ke atas membentuk lengkungan.
Kayaknya ajak Laura seru nih, dia kan suka banget ma Kak Rayhan. Sekarang kan udah waktunya pulang sekolah.
Hana mulai mengetik pesan di ponselnya.
" Ra, kita ke pantai yuk. Ni gue ma Kak Rayhan udah mau otw. Kapan lagi loe bisa pergi ma Kak Rayhan. Kurang baik apa gue ma loe?"
#Laura#
Siap loe emang the best.👍
Gue siap siap sekarang, mau mandi dulu biar cantik. Kan ada Kak Rayhan tercinta. Pantai biasa kan?
#Hana#
Yoi..
Setelah menyelesaikan makan mereka melaju ke pantai. Rayhan sibuk dengan pikirannya, mencoba menyusun rangkaian kata yang akan ia ungkapkan nanti.
__ADS_1