
"ARRGGHHH... KEMANA SIH LO, NA?
Heaven menggeram marah, mencengkram erat ponselnya sembari menendang kursi di hadapannya hingga terguling. Sejak sore tadi ia terus mencoba menghubungi Zia, namun nomor ponsel gadis itu belum bisa dihubungi juga sampai sekarang. Semua sahabat yang melihat perilakunya pun cukup terkejut, penampilan Heaven sangat berantakan tidak seperti biasanya.
"Lo kenapa sih Heav? Dateng-dateng bukannya ucap salam, malah ngamuk nggak jelas. Kesurupan kuda lumping lo?" tanya Agam sembari mengangkat kursi yang terjatuh tadi.
Heaven melempar tatapan tajam. Namun setelahnya, ia baru menyadari apa yang dilakukannya tadi telah mengejutkan semua orang di dalam markas itu. Pikirannya begitu kacau ketika mendapati gadisnya belum juga memberikan kabar padanya. Heaven menjatuhkan pantatnya di sofa, menyandarkan tubuhnya merilekskan diri.
"Cewek gue ngilang sialan, dari siang nggak bisa dihubungi!" ucap Heaven sembari memijat keningnya yang terasa mau pecah.
"Ya elah Bos, begitu doang sampe bikin orang jantungan. Untung aja jantung gue sehat!" celetuk Nanda yang duduk di sofa seberang.
Heaven mendelik tajam mendengar ucapan Nanda yang terlalu menyepelekan. Dalam kondisi seperti ini mana mungkin ia bisa sesantai itu, sementara Zia belum juga memberikan kabar apapun padanya setelah pagi tadi sempat membalas pesan darinya. Zia mengatakan tidak akan pergi kemanapun hari ini, namun yang terjadi justru gadis itu menghilangkan tanpa mengatakan apapun padanya.
"Begitu doang pala lo penyok, ini udah malem bego! Belum juga aktif hp nya!" Heaven masih menatap tajam Nanda, lalu menghela nafas frustasi.
Gala memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya, merasa terganggu melihat sepupunya begitu kacau hanya karena mengkhawatirkan Zia. "Lo udah ke aparat nya belom? Siapa tau dia lagi ngapain gitu di apartemen, mungkin!" ucapnya.
Heaven menggelengkan kepalanya. "Gue baru dari apartnya tadi, udah gue tunggu dari sore tapi belum pulang juga sampe sekarang."
Heaven mengacak rambutnya, ia memang baru saja dari apartemen tempat tinggal Zia. Cukup lama ia menunggu kedatangannya di sana, namun tetap tidak ada tanda-tanda gadis itu akan pulang. Keberadaannya pun tidak bisa dilacak karena ponselnya dalam keadaan tidak aktif. Hingga akhirnya Heaven memutuskan kembali ke markas, untuk meminta bantuan dari para sahabatnya.
"Feeling gue nggak enak Gal, Anna nggak bisa dihubungi dari siang! Apart nya kosong, dan dia nggak bilang apa-apa ke gue sebelumnya!" ucap Heaven khawatir.
"Gitu doang aja pusing Bos, paling juga lagi jalan-jalan dia! Quality time sama keluarganya mungkin!" ucap Nanda santai.
"Nggak mungkin, keluarganya aja nggak ada di sini!" sahut Heaven sedikit kesal. Mengapa Nanda selalu memberikan pendapat yang tidak masuk akal dalam situasi seperti ini. "Arghh... kemana sih lo bocil, baru ditinggal sehari aja udah ngilang. Bikin khawatir orang aja!" lanjutnya lirih.
"Oh Bos gue tau!" ucap Nanda heboh.
Heaven menaikan alisnya dengan malas, kali ini ia sedang tidak ingin bercanda. "Tau apaan?" tanyanya.
"Mungkin dia lagi jalan sama Handa sama Icha!" kata Nanda berpendapat. "Udahlah Bos, sekali-kali biarin Zia jalan sama temen-temennya. Kelamaan sama lo mulu juga bikin bosen kali!" lanjutnya.
__ADS_1
Heaven mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Nanda. Ia memejamkan mata mencoba menahan kesal, memang itulah yang sejak tadi ia pikirkan. Namun, ia masih sedikit ragu akan kebenarannya. "Gue nggak yakin! Kalo emang dia pergi sama Handa terus kenapa dia nggak ngomong dulu ke gue? Padahal tadi pagi dia udah bilang, bakal izin kalo mau pergi!"
"Kalo emang mereka lagi jalan bareng, terus kenapa juga Anna matiin hpnya?" lanjutnya masih tidak percaya.
"Ya mungkin aja karena nggak pengen diganggu sama lo, makanya dia matiin hp!" jawan Nanda asal.
Bukannya tenang, Heaven malah bertambah kesal mendengar ucapan Nanda yang terlalu menyebalkan menurutnya. "Lo kalo nggak tau apa-apa mending diem deh. Bukannya kasih solusi yang baik, ini malah bikin gue makin emosi denger omongan lo!"
Nanda seketika menyengir lebar, lalu mengunci mulutnya rapat-rapat. Ketika marah, Heaven memang sangat berbahaya. Ia tidak ingin mengambil risiko di saat suasana hati Heaven sedang sangat buruk seperti ini. Bisa saja Heaven menjadikan dirinya pajangan gratis di markas, karena kecerobohannya sendiri yang memancing kemarahannya. Nanda sangat tahu, kegilaan apa saja yang bisa dilakukan Heaven ketika sedang marah seperti ini.
"Coba lo hubungi Handa, siapa tahu emang lagi sama cewek lo sekarang!" saran Aldi yang sejak tadi memakan cemilan sambil rebahan.
"Bener tuh, bisa dicoba! Kali aja Handa mau ngasih tau!" tambah Nanda menyetujui.
Heaven menggelengkan kepala, sebelumnya ia juga sudah menghubungi Handa beberapa kali. Namun lagi dan lagi hanya terdengar suara operator seluler yang menyampaikan bahwa nomor tujuan sedang tidak aktif. Berulang kali suara itu terdengar di telinganya. Mengingat hal itu malah membuat Heaven seketika ingin melempar ponselnya ke laut Antartika paling dalam.
"Gue udah hubungi Handa, tapi sama aja. Hpnya nggak aktif!" ucap Heaven menahan kesal.
Gala hanya melirik tanpa bergeser sedikitpun, sebenarnya ia malas membatu sepupunya. Namun, ia juga merasa kasihan melihat keadaannya yang begitu kacau. Gala mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Icha, cukup lama tidak ada jawaban. Hingga beberapa kali baru terdengar suara laki-laki di seberang telepon.
"Halo, siapa ini?"
Gala mengernyit merasa asing mendengar suara itu, ia mengira mungkin yang mengangkat telepon adalah ayahnya Icha. "Halo Om! Maaf sebelumnya, bisa saya bicara dengan Icha?" tanya Gala sopan.
"Siapa kamu?"
Gala gelagapan, tidak tahu harus menjawabnya dengan apa. "Saya... temannya Icha, Om!" jawabnya ragu.
"Icha sedang tidur, hubungi saja besok!"
Tut
Telepon diputuskan secara sepihak, Gala menatap bingung ponselnya yang kini menyala tanpa adanya sambungan telepon.
__ADS_1
"Gimana Gal?" tanya Heaven penasaran melihat wajah aneh Gala.
Gala mengendikan bahunya. "Katanya Icha lagi tidur!"
Mendengar jawaban itu Heaven mengepalkan tangannya sambil memejamkan mata. "Shiiitttthhhh...." Cowok itu mengumpat, mengambil gelas di atas meja lalu melemparnya ke dinding.
Pyarrr...
Serpihan gelas bertebaran di mana-mana. Semua orang terkejut melihat apa yang dilakukan Heaven tadi, beberapa dari mereka memilih diam di tempatnya. Kilatan amarah yang muncul di mata Heaven membuat mereka menelan salivanya dengan kasar, namun tidak untuk Gala yang masih santai duduk di tempatnya. Bahkan Nanda pun kini tidak berani mengeluarkan suaranya, karena tidak ingin nasibnya sama seperti gelas yang pecah tadi.
Setelah berhasil mengatur emosinya, Heaven merapikan jaket serta baju yang dikenakannya. Pikirannya benar-benar tidak bisa tenang selama belum menemukan Zia, ia sangat takut terjadi sesuatu pada gadis itu. "Gue harus nyari sekarang!"
"Kita bantuin! Kenzo lagi otw ke sini, ntar gue kabarin dia!" ucap Gala sembari mengambil jaketnya.
🎀🎀🎀
Maaf othor baru sempat up, gagal fokus terus 😅
Sambil menunggu Heavanna up, mampir dulu yuk ke karya keren milik sahabatku. Ceritanya seru lho, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya 😇
Judul: MAFIA STORY Kemabalinya Anak Tak Berguna
Author: Warnyi
Brurb:
Fitnah telah membuatnya terusir dari rumah dan keluarganya, hingga suatu kejadian mempertemukannya dengan seorang pemimpin mafia terbesar dan menjadikannya sebagai penggantinya.
Agra kembali setelah meraih kesuksesan, dengan tujuan ingin membalas dendam. Diwarnai dengan kisah percintaan dengan gadis masa kecilnya. Akankah Agra bisa membalaskan dendamnya dan mengalahkan para musuhnya?
...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...
__ADS_1