Heavanna

Heavanna
142. HEAVEN VS DANIS


__ADS_3

"Aku gabung ke temen-temen dulu ya, kamu sama Handa aja. Jangan ke mana-mana!"


Melihat Zia kini sudah bersama Handa, Heaven memutuskan untuk bergabung bersama teman-temannya. Semua anggota tim basket tengah melakukan pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Zia hanya menganggukkan kepalanya mengizinkan Heaven untuk pergi.


"Bucin!" cibir Handa setelah kepergian Heaven.


"Iri ya? Nggak punya pacar? Kasian deh lo!" ucap Zia meledek.


"Nggak, ngapain gue iri?" elak Handa sambil menyedot minuman bobanya.


"Ah iya gue lupa, lo kan lagi PDKT sama mantan!" ujar Zia sambil tersenyum jenaka.


Handa seketika membulatkan matanya, hendak mengelak dari ucapan Zia. "Nggak! Kata siapa gue lagi PDKT?" elaknya.


"Ya elah Nda, tinggal jujur aja apa susahnya sih? Kalo emang nggak lagi PDKT, terus kenapa lo bisa ada di sini?" tanya Zia sedikit mencecar. "Gue yakin seratus persen pasti Kak Agam kan yang ngajakin lo buat dateng ke sini?" lanjutnya menebak.


"S-siapa bilang? Sok tau lo!" Handa mengalihkan pandangannya, tidak menyangka Zia akan dengan mudah menebaknya. Memang benar, kemarin Agam memang meminta dirinya untuk datang ke pertandingan ini. Karena merasa bosan hanya berdiam diri di rumah, akhirnya Handa memilih untuk datang.


"Bukan sok tau, tapi emang tau. Tinggal ngaku aja susah lo, kayak orang nagih utang!" dengus Zia.


"Iya iya, gue ke sini karena Kak Agam yang minta. Puas lo?" ucap Handa mengakui.


"Nah gitu kan enak dengernya!" cengir Zia.


"Nih iti kin inik dingirnyi," cibir Handa kesal. Handa menyandarkan tubuhnya, kemudian meminum kembali es boba miliknya. "Eh Zi, lo ada dapet kabar nggak dari Icha?" tanya sambil menyenggol lengan sepupunya.


"Nggak ada, gue juga penasaran sama Icha. Tumben banget tuh anak nggak bisa dihubungi gini, biasanya kan dia yang paling rame di grup!" ujar Zia heran.


"Nah makanya itu, gue jadi khawatir. Apa jangan-jangan dia di apa-apain lagi sama Bokapnya," tebak Handa khawatir.


"Huss jangan ngomong sembarangan, kali aja Icha lagi liburan. Masa iya Om Rico bakal tega nyakitin anak sendiri," ujar Zia mencoba berpikir positif.


"Ya kan dia psycho!" celetuk Handa tanpa merasa berdosa. "Kemaren aja dia gituin Icha!"


"Mulut lo! Nggak boleh ngomong gitu, gimanapun juga Om Rico itu seorang Ayah. Suapa tau dia khilaf waktu itu," ucap Zia seraya menegur.


"Bener juga, siapa tau aja dia khilaf abis kesurupan reog. Terus jiwa yang lama mati hidup lagi sekarang, makanya bisa tega ama anak sendiri!" Handa berkata sambil terkekeh, entah kenapa tiba-tiba jiwa absurdnya keluar begitu saja.


"Nggak usah mikir yang enggak-enggak! Kalo emang besok Icha nggak ke sekolah lagi, mending kita samperin aja ke rumahannya langsung," saran Zia.

__ADS_1


"Ide bagus tuh!" Handa menatap ke arah lapangan, sebentar lagi pertandingan akan di mulai. Terlihat beberapa pemain kini berjalan ke tengah lapangan, namun hanya satu orang yang berhasil menarik perhatiannya. "Eh eh Zi, itu bukannya mantan lo ya? Iya bukan sih? Apa mata gue aja yang salah liat?" tanyanya bingung.


Zia yang tengah meminum boba, seketika tersedak melihat ke arah yang ditunjuk oleh Handa. Sesaat gadis itu masih terbatuk-batuk, sambil menatap ketengah lapangan. Tampak Danis dan Heaven sedang saling berhadapan sebelum pertandingan dimulai.


"Zi, lo liat ga? Mata gue nggak salah orang kan?" tanya Handa bingung.


"Ukhuk ukhuk ...." Zia masih menepuk-nepuk dadanya. "Lo bisa diem nggak sih? Iya itu Kak Danis, nggak usah lebay gitu. Nanti kalo ada yang denger bisa runyam urusan," ujar Zia. Gadis itu menunjukkan senyum manisnya, ketika dari kejauhan Heaven memandang ke arahnya.


"Wah gila ini sih, bakal seru kayaknya. Pertandingan antara Heaven vs Danis, siapakah yang akan memenangkan hati Zianna Azkia!" ucap Handa mendramatisasi.


"Berisik, jangan aneh-aneh deh!" omel Zia.


Pertandingan basket di mulai, kini Zia hanya mampu diam, menatap ke arah lapangan dengan wajah suram. Gadis itu sedang merasa tidak nyaman sekarang. Tidak ia duga sebelumnya, kalau ternyata lawan main dalam pertandingan basket Heaven tidak lain adalah Danis. Pertandingan basket kali ini memang dibuka untuk umum. Karena itu, seorang mahasiswa kampus seperti Danis dan teman-temannya pun diperbolehkan untuk ikut.


"Anjir, tuh orang bukannya fokus main malah liatin lo mulu. Kalah baru tahu rasa lo!" omel Handa. Setelah cukup lama memperhatikan, Handa menyadari sejak tadi Danis beberapa kali menatap ke arah Zia berada. "Nah kan, kalah beneran lo mampus!" omelnya setelah Heaven berhasil mencetak angka.


"Heaven kalo lagi marah ngeri juga ya!" ujar Handa. Entah mengapa ia merasa Heaven sedang kesal pada Danis yang terus memperhatikan Zia sejak tadi. "Eh mau ke mana lo, Zi?" tanya Handa melihat Zia hendak pergi.


"Beli makanan bentar."


Berbeda halnya dengan Handa yang terus mengomel tidak jelas, Zia yang tidak ingin melihat wajah menyebalkan Danis memilih pergi membeli makanan. Beberapa menit berlalu, gadis itu sudah kembali dengan membawa kantong keresek berwarna hitam. Handa hanya mampu mengerutkan kening melihat tingkah aneh Zia. Tanpa menawarkan makanannya sedikitpun, Zia langsung memakan makanan yang baru saja di belinya.


"Nggwak Pwapwa!" jawab Zia dengan mulut penuh.


"Pelan-pelan makanya!" Handa menegur sambil membuka kantong yang dibawa Zia, kemudian mengambil sebungkus cimol yang masih tersisa. "Lo kok tau jajanan beginian?" tanya Handa.


"Random aja, gue asal beli tadi!" jawab Zia kemudian memakan kembali batagor miliknya. "Enak juga nih batagor, bumbunya pas!" katanya.


"Kasian, baru nyobain ya?" ledek Handa.


"Emang lo pernah nyobain?"


"Eum kagak sih!"


"Yee sama aja juga!" sewot Zia. Handa hanya terkekeh kecil, kemudian meminum minumannya.


Beberapa menit berlalu, babak pertama pertandingan selesai. Setelah mengambil minumannya, Heaven langsung menghampiri Zia yang masih sibuk dengan makanannya. Hal itu tentu membuat beberapa perempuan yang tadi meneriaki Heaven, seketika tercengang melihat cowok itu berjalan menghampiri Zia lalu berjongkok di hadapannya.


"Makan mulu!" Heaven tersenyum kecil sambil mengusap sisa makanan di bibir Zia. "Makan batagor aja sampe belepotan gitu!"

__ADS_1


"Ish biarin!" ucap Zia kemudian memasuk kembali makanannya yang masih tersisa sedikit.


Heaven menggeleng kecil, kemudian membuka penutup botol yang dibawanya. Pandangannya masih menatap pipi Zia yang bergerak seiring dengan kunyahan giginya. Melihat Zia sudah selesai mengunyah makanannya, Heaven mengulurkan botol air mineral pada gadis itu.


"Nih minum air mineral dulu, jangan boba mulu!" kata Heaven.


Bukannya menerima, Zia justru mengambil minuman boba miliknya lalu menyulangkannya pada botol yang masih dipegang oleh Heaven. Gadis itu tersenyum lebar kemudian meminum minumannya tanpa beban. Heaven hanya mampu tercengang dibuatnya.


"Yang ini lebih enak!" ucap Zia setelah selesai minum.


"Terserah kamu aja!" ucap Heaven mengalah. "Jangan kebanyakan minumnya!"


"Ini kan baru minum satu."


"Satu apanya, kamu udah habis dua! Abis ini jangan beli lagi, minum ini aja!" Heaven meletakkan air mineral itu di depan Zia, kemudian beranjak dari jongkoknya.


"Udah sana balik lagi, udah mau mulai tuh!" usir Zia, melihat semua tim basket sudah berkumpul di tempatnya masing-masing.


"Aku ke sana dulu, jangan lupa semangatin nanti!" kata Heaven. Mengelus puncak kepala Zia sejenak, kemudian melenggang pergi menuju teman-temannya berada.


Handa yang sejak tadi memperhatikan tingkah Heaven, kini hanya terkekeh. "Gue yakin Kak Heaven lagi marah sama seseorang sekarang!" ucapnya.


"Maksud lo?" tanya Zia bingung.


"Dugaan gue, Kak Heaven sengaja deketin lo tadi biar Danis tau kalo lo itu ceweknya Kak Heaven. Secara dari tadi tuh cowok liatin lo mulu, Kak Heaven pasti udah tau. Makanya Kak Heaven sengaja deketin lo, buat menegaskan ke semua orang kalo lo itu ceweknya Kak Heaven."


Zia kembali menatap ke arah Heaven berada. Sejak pertandingan pertama tadi, ia memang sempat melihat interaksi antara Heaven dan Danis yang kurang bersahabat. Jia dibiarkan saja, Zia takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Benar, Zia harus mencari cara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.


🎀🎀🎀


Maaf ya telat up mulu kerajaannya 🙏🏻


Sambil menunggu Heavanna up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini. Jangan lupa mampir ya, keren dah ceritanya.


Judul : Antagonis Novelku Adalah Suamiku


Napen : Ryby


__ADS_1


...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2