Heavanna

Heavanna
75. SALAH INFORMASI


__ADS_3

Handa masih duduk di atas sofa dengan sudut mata yang beberapa kali melirik ke sembarang arah. Dalam diam ia tengah mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk membuka tali yang masih mengikat erat tangannya sejak tadi. Bagaimanapun juga ia harus mencari cara agar bisa keluar dari markas Gorized, karena belum tentu juga ada anak Clopster mau datang untuk sekedar menyelamatkan dirinya. Mengingat saat ini ia tidak memiliki hubungan apapun dengan anggota geng itu.


"Bos bos, mereka dateng!" ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam markas dengan terburu-buru.


Seketika Regha menyeringai, menatap Handa yang kini memasang air muka terkejut. Suara deheman keluar dari mulut Regha, sejenak sebelum ia melangkahkan kakinya menuju Handa. Gadis itu masih membulatkan matanya, tampak tidak percaya kalau ternyata ada anak Clopster yang datang hanya untuk menyelamatkan dirinya.


"Permainan dimulai!" Regha tersenyum tipis sambil menowel dagu Handa sekilas lalu kembali memasang wajah datar, "Semua keluar, mari sambut tamu kita!"


Regha melangkahkan kaki dengan santai menuju keluar, diikuti oleh semua anggotanya yang malah meninggalkan Handa seorang diri di dalam markas itu. Merasa ada kesempatan, Handa segera menajamkan penglihatannya mencari sesuatu untuk mempermudah dirinya membuka tali yang mengikat tangannya.


"Kenapa pada keluar semua?" tanya Regha, setelah menyadari semua anggotanya malah mengikuti dirinya tanpa membawa sandranya.


"Lah katanya mau menyambut tamu?" ujar salah satu diantara mereka.


"Goblok, terus tuh cewek siapa yang bawa?" Hugo memukul kepala cowok tadi dengan gemas, "Lo mau dia kabur?"


Dengan polosnya cowok itu langsung menggeleng, membuat Regha dan yang lainnya menepuk jidat tidak habis pikir.


"Ya udah cepetan bawa dia keluar. Nanti keburu kabur lagi!" titah Regha. Memberikan isyarat pada dua orang anggotanya untuk membawa Handa yang masih tertinggal di dalam, sementara yang lainnya ikut menyambut kedatangan Heaven dan teman-temannya.


Setelah memastikan dua anggotanya kembali masuk ke dalam markas, Regha berserta anggota lainnya beramai-ramai keluar menuju Heaven dan teman-temannya berada. Seringai tipis tersungging di bibir Regha melihat Heaven datang hanya membawa beberapa anggota inti saja. Mungkin kali ini ia akan bisa mengalahkan mereka semua, mengetahui jumlah anggota masing-masing sangat tidak sebanding.


"Di mana Handa?"


Heaven yang sudah sejak tadi menahan geram tanpa basa-basi langsung menanyakan keberadaan Handa, karena jika menunggu lebih lama lagi Heaven khawatir Zia akan muncul dari tempat persembunyiannya. Memang benar saat ini Zia dan Icha sedang bersembunyi tidak jauh dari tempat mereka berada.


Heaven sengaja mengatur demikian karena tidak ingin mengambil risiko, bisa saja musuhnya itu mencari kesempatan dengan memanfaatkan keberadaan Zia dan Icha. Memikirkan keselamatan Handa saja sudah cukup membuatnya pusing, apalagi harus melihat Zia berada di posisi Handa saat ini. Ah tidak, jangan sampai itu terjadi.

__ADS_1


"Di mana Handa, bangsat!" bentak Agam yang mulai terpancing emosi. Melihat senyum miring di wajah Regha membuatnya semakin ingin mencabik-cabik wajah menyebalkan itu.


"Santai, dengan kalian teriak-teriak gini nggak bakal bikin kita takut! Yang ada kita makin tertarik buat melakukan sesuatu yang nggak kalian duga."


Regha masih menunjukkan air muka santai, namun seringai yang muncul secara tiba-tiba sangat memperjelas jika ucapannya tadi mengandung sebuah ancaman. Dari arah belakang Handa datang dengan kedua tangan yang masih terikat tali, bersama dua orang anggota Gorized yang mengiringi langkahnya di samping kanan dan kiri.


Agam yang melihat hal itu begitu geram hingga ingin segera menghabisi semua musuhnya, namun tangan Heaven berhasil mencegah pergerakannya. Heaven tidak ingin mengambil risiko yang bisa saja membahayakan Handa, jika anggotanya gegabah seperti yang akan dilakukan Agam tadi.


"Aman bos!" ucap salah satu cowok yang membawa Handa tadi.


Tidak ada jawaban dari Regha, cowok itu hanya menarik tangan Handa agar lebih mendekat padanya. Tangannya merangkul pinggang Handa dari belakang, sambil berusaha mengunci pergerakan gadis yang sedang memberontak itu. "Diem atau gue bakal bikin lo menyesal!" bisik Regha semi mengancam.


"Siapa lo berani ngancem gue?" lirih Handa masih berusaha melepaskan diri dari genggaman Regha.


"Lepasin dia bangsat! Handa nggak ada urusannya dengan masalah ini!"


Regha terkekeh melihat Agam yang nampaknya begitu mengkhawatirkan Handa, padahal setahunya Agam sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan gadis itu. Hugo memang sempat memberitahu hubungan spesial antara Agam dan Handa sebelumnya. Seringai tipis ia lemparkan pada Gala yang berdiri di samping Heaven. Dari sorot matanya, Regha bisa melihat betapa marahnya Gala ketika dirinya dengan santai meletakkan tangan pada pinggang Handa.


"Cewek lo cantik juga Gal!" ucap Regha sambil menelisik wajah Handa dari samping.


Hal itu tentu membuat Gala mengernyit tidak mengerti, kemudian menggelengkan kepalanya ketika melihat semua teman-temannya kini menatap dirinya seolah meminta penjelasan. "Maksud lo apa?" tanyanya pada Regha.


"Dia bukan cowok gue bego, lo kalau mau cari informasi itu yang akurat dikit napah!" kesal Handa tidak habis pikir.


"Lo bukan pacarnya Gala?" Mendengar pernyataan itu, Regha melirik sahabatnya yang kemarin memberikan informasi tentang Gala dan Handa yang sedang berduaan.


"Bener kok Bos, kemaren gue lihat mereka lagi berduaan di warung!"

__ADS_1


"Makanya kalau dapet informasi itu pastiin dulu, kalau gini kan jadi kalian yang malu sendiri!" ucap Handa, "Gue nggak pacaran sama Kak Gala!"


"Beneran Gal?" Agam menoleh pada Gala, untuk memastikan bahwa apa yang dikatakan salah satu anggota Gorized itu memang tidak benar.


"Kalian salah paham, gue cuma bantu obati luka Handa doang kemarin. Dan itu bukan berarti gue pacaran sama dia!" ucap Gala menjelaskan. Akhirnya apa yang dikhawatirkan olehnya kemarin, kini sudah terjadi. Ada sedikit rasa sesal karena telah membuat semua orang salah paham, dan berakhir membuat Handa berada dalam bahaya saat ini.


"Ah masa bodo! Kalau kalian mau dia selamat, maka akui perbuatan kalian ke Hara di kantor polisi!" Hugo yang tidak ingin kehilangan kesempatan langsung mengambil alih Handa, mengeluarkan pisau lipat lalu mengarahkannya pada leher gadis itu sambil mengancam.


"Jangan macam-macam lo!" ucap Heaven memperingatkan. Sementara yang lainnya sudah siap siaga, menyadari ancaman Hugo bukanlah main-main belaka.


"Lepasin sialan!" ucap Handa dengan suara tertahan. Dapat ia rasakan atmosfer di sekelilingnya mulai dingin dan sedikit menegang, saat melihat pisau tajam itu semakin mendekat pada lehernya.


"Diem lo!" Hugo semakin mendekatkan pisau itu, agar membuat Handa tetap diam di tempatnya.


"Handa!" Agam mengepalkan tangannya marah. Begitu khawatir melihat Handa yang semakin tersudut oleh pisau yang membuat gadis itu tidak bisa leluasa dalam bergerak.


Suasana semakin tidak terkendali saat dari arah belakang, Zia dan Icha keluar dari tempat persembunyiannya. Hal itu tentu membuat Heaven dan yang lainnya terkejut, namun Zia dan Icha sama tidak peduli. Melihat Handa tengah ditodong pisau membuat kedua gadis itu nekat keluar, hingga tanpa sadar hal itu malah membawa mereka masuk ke dalam bahaya.


*********


Dah lama nggak lihat Heaven sama Zia.




...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...

__ADS_1


__ADS_2