
Mommy Sayang abis sekolah langsung pulang ya, temenin Mama ke rumah sakit sebentar. Nggak pake lama!
^^^Heaven Arsenio Mama sakit?^^^
^^^Sakit apa Ma?^^^
^^^Ma?^^^
"Ck kebiasaan deh Mama, kalo ngechat setengah-setengah." Heaven menggerutu sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Kenapa Bos?" tanya Nanda penasaran.
"Mama minta gue balik sekarang, gue cabut dulu!" pamit Heaven pada teman-temannya.
"Lo nggak anterin Zia dulu?" tanya Gala menghentikan langkah Heaven.
Heaven terdiam sesaat, mempertimbangkan apa yang dikatakan Gala. "Mama udah nungguin di mansion," jawabnya.
"Ya paling nggak lo bawa kek cewek lo ke mansion lo, kenalin gitu ke orang tua lo!" sahut Nanda.
"Nggak bisa sekarang!" Bukannya Heaven tidak mau, sebenarnya sudah sejak lama ia ingin mengenalkan Zia pada Papa dan Mamanya. Akan tetapi Heaven merasa Zia belum siap dengan itu, apalagi sampai saat ini gadis itu belum juga bisa membalas perasaannya.
"Mau nunggu sampai kapan? Lo berdua kan udah lama pacaran? Buruan dikenalin, kalo kelamaan ntar Zia mikir lo cuma main-main!" ucap Gala memberikan pendapat.
Nanda terkekeh kecil, lalu menyenggol lengan Agam yang berdiri di sampingnya. Sedikitnya Nanda tahu, ketika masih pacaran dengan Handa dulu, Agam tidak pernah sekalipun mengenalkan gadis itu pada orang tuanya. Entah apa alasannya, hanya Agam sendiri yang tahu.
"Sekarang belum waktunya," jawab Heaven kemudian berlalu meninggalkan keempat sahabatnya di koridor depan kelasnya.
Heaven langsung menuju tempat parkir, tidak lupa sebelumnya ia menghubungi supir Zia lebih dulu untuk datang menjemput. Jam sekolah untuk hari ini sudah selesai, Heaven yakin Zia masih berada di kelasnya saat ini. Gadis itu memang terlalu rajin, sampai sering kali ia pulang paling terakhir di antara teman-temannya.
Sesampainya di parkiran, Heaven langsung masuk ke dalam mobilnya. Masih banyak kendaraan terparkir di sana, karena memang masih banyak siswa di sekolah itu. Heaven mengendarai mobilnya dengan santai, sambil membuka ponsel hendak mengirimkan pesan singkat pada Zia. Namun, ia begitu terkejut saat seseorang tiba-tiba melintas tepat di depan mobilnya.
"Shiittthhh!" pekik Heaven terkejut.
Ciiitttt...
Brukk...
Terlambat, Heaven baru saja menabrak seorang perempuan. Dengan cepat ia turun dari mobilnya, untuk memastikan keadaan perempuan yang baru saja tertabrak mobilnya. Terlihat gadis itu duduk mematung di tempatnya, sambil memegangi kakinya yang sedikit membiru.
"Lo nggak papa?"
Heaven mencoba melihat siapa gadis yang baru ditabraknya, rambutnya yang panjang sedikit menutupi sebagian wajahnya. Tidak ada suara rintihan atau bahkan tangisan yang terdengar dari bibir gadis itu. Hingga tidak lama gadis itu mendongakkan kepalanya, wajahnya yang sudah dibanjiri oleh air mata membuat Heaven terkejut.
"Rexie?"
*********
__ADS_1
"Tumben Kak Heaven belum muncul?" ucap Handa melihat tidak ada siapapun di depan kelasnya.
"Mungkin belum keluar kelas," jawab Zia sembari mengedarkan pandangannya. "Gue samperin dulu deh, lo berdua pulang aja dulu!" ucapnya pada kedua sahabatnya.
"Ya udah sana!" ucap Handa setengah mengusir. "Kebiasaan orang bucin!" lirihnya dengan pandangan mengikuti arah ke mana Zia pergi.
"Handa iri ya?" ledek Icha.
"Ngapain gue iri, kayak nggak ada kerjaan lain aja!"
"Oh iya, Icha lupa. Handa kan udah punya pacar sekarang!" ucap Icha sembari berjalan menuju tempat parkir.
Di sisi lain, Zia baru sampai di depan kelas Heaven. Terlihat masih ada teman-teman Heaven yang berkumpul di sana, namun tidak ada Heaven di antara mereka. Mungkin saja cowok itu masih berada di kelasnya saat ini, pikir Zia.
"Eh ada neng Zia, mau kemana?" sapa Nanda dengan segala ketengilannya. Zia tersenyum kaku melihat Nanda mengedipkan mata padanya, jika ada Heaven saat ini, mungkin Nanda tidak akan berani melakukan hal itu padanya.
"Jaga mata lo!" tegur Kenzo pada Nanda.
"Ya elah Zo, sekali-kali nggak papa kali. Mumpung pawangnya nggak ada," ucap Nanda tersenyum jahil.
"Gue laporin tau rasa lo!" sahut Agam semi mengancam.
"Wah parah lo!" sewot Nanda tidak suka.
"Kak Gala, Kak Heaven di mana ya?" tanya Zia setelah tidak ada lagi yang berbicara.
"Kok Kak Heaven nggak bilang ya," lirih Zia yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.
"Emang dia nggak ngasih tau lo tadi?" tanya Nanda.
Zia menggelengkan kepalanya. "Enggak Kak!" jawabnya.
"Ya udah buruan ke tempat parkir, kayaknya dia belum pergi. Siapa tau dia berubah pikiran dan mau ajakin lo ketemu Bonyoknya sekarang!" ujar Nanda.
Zia tersenyum sumringah, sebenarnya ia sudah sangat penasaran dengan kedua orang tua Heaven. Saat itu ia hanya bertemu dengan Papa nya saja, itu pun dengan momen yang sangat memalukan. Jika diingat-ingat kembali, Zia sebenarnya sangat malu dengan penampilannya saat itu.
"Ya udah Kak, gue permisi dulu!" pamit Zia pada keempat cowok di sana.
Nanda menganggukkan kepalanya. "Hati-hati jalannya neng, kalo jatoh berdiri sendiri ya!" celetuknya mengiringi kepergian Zia.
Plakk
"Anjim, sakit bego!" pekik Nanda memegangi kepalanya yang baru saja dipukul oleh Kenzo.
"Jaga mata lo!" ucap Kenzo sambil melotot tajam.
Nanda menunjukkan cengirannya. "Lo kenapa sih Zo, cuma liatin doang juga. Kenapa jadi lo yang sewot!" dengusnya.
__ADS_1
Agam menarik lalu mengunci leher Nanda dengan tangannya. "Jangan macem-macem sama tuh cewek, pawangnya lebih bahaya daripada serigala!" ucapnya.
"Uhuk uhuk ... sakit nyet, leher gue ke cekek anjir!" ucap Nanda sambil menepuk-nepuk tangan Agam agar melepaskan dirinya.
*********
Zia baru saja sampai di tempat parkir, senyum manis masih terukir di bibirnya. Tidak peduli dengan siulan para cowok yang kini tengah terpesona melihat wajah cantiknya, Zia hanya ingin mencari keberadaan Heaven saat ini. Sampai tiba-tiba ia dikejutkan oleh pemandangan langka di depan sana, senyum manis di bibirnya Zia seketika pudar.
Ponsel di tangannya berbunyi, Zia masih terdiam menatap kepergian mobil Heaven yang baru saja melewati gerbang sekolahnya. Hatinya bertanya-tanya, sebelumnya ia sempat melihat Heaven tengah menuntun Rexie masuk ke dalam mobilnya. Dan kini, ia menyadari Heaven telah meninggalkan dirinya, seorang diri.
"Halo?"
Zia mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menelepon dirinya, pikirannya begitu kacau setelah mendapati Heaven sedang berada satu mobil dengan Rexie. Satu hal yang paling tidak bisa Heaven lakukan adalah berada satu mobil dengan gadis lain. Apa artinya ini, mungkinkah Rexie penting bagi Heaven?
"Halo Na! Hari ini lo pulang sama supir ya, gue ada urusan penting sebentar."
Zia bergeming, air mata tiba-tiba mengalir membasahi pipi. Urusan penting, apa mungkin Heaven hendak mengajak Rexie bertemu dengan orang tuanya? Berbagai pikiran negatif muncul di benak Zia, gadis itu mencoba berpikir positif. Tapi rasanya begitu sulit, mengingat ia pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Bahkan kali ini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Heaven membawa gadis itu pergi meninggalkan dirinya.
"Urusan penting apa?" tanya Zia mencoba bersikap biasa. Belum tentu apa yang dilihatnya tadi sama seperti yang dipikirkannya saat ini, Zia mencoba untuk berpikir positif tentang apa yang dilakukan Heaven.
Sejenak tidak ada suara apapun di seberang telepon, Zia masih diam menunggu. Berharap Heaven akan mengatakan yang sejujurnya pada dirinya.
"Mama nyuruh gue pulang cepet tadi, katanya ada yang penting!"
Sekilas terdengar suara seorang perempuan di seberang telepon, Zia yakin itu adalah suara Rexie. "Kak Heaven sama siapa?"
Heaven terdiam sejenak. "Gue ... lagi sama temen!"
"Temen siapa?"
"Bukan siapa-siapa, udah ya. Gue udah bilang ke supir lo buat jemput tadi!"
"Kak Heaven nggak boong kan?" tanya Zia mencoba menahan rasa sesak yang tiba-tiba menghimpit dadanya.
"Enggak Na, gue lagi di jalan sekarang. Nanti gue telfon lagi!"
Telepon diputuskan secara sepihak, satu hal yang jarang sekali Heaven lakukan padanya selama ini. Zia terpaku menatap layar ponsel yang sudah mati, tiba-tiba rasa takut kehilangan muncul dalam benaknya.
Kenapa lo harus bohong Kak?
Zia menatap kosong ke depan, pikirannya begitu kacau saat ini. Hingga tanpa sadar ia sudah melangkahkan kakinya melewati gerbang sekolah. Beberapa orang yang meneriaki dirinya tidak ia hiraukan sama sekali, hingga beberapa detik kemudian barulah Zia menyadari, sebuah mobil kini tengah melaju cepat menghampiri dirinya.
"ZIA AWAS ADA MOBIL!"
🎀🎀🎀
...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...
__ADS_1