Heavanna

Heavanna
138. NANDA KALEM


__ADS_3

"Kenapa lo, tumben kalem? Biasanya juga paling petakilan kalo udah di kelas!"


Nanda mendongakkan kepalanya dengan tak minat, terlihat dari raut wajahnya, ia sedang sangat tertekan saat ini. Pertanyaan dari Heaven pun sangat tidak menarik untuknya, Nanda hanya menghela nafas panjang kemudian menidurkan kepalanya di atas meja.


"Kenapa lo, cacingan hah?" Karena tidak kunjung mendapat jawaban, Heaven hanya menggeleng kemudian mendudukkan diri di kursinya cuek.


"Boss!" panggil Nanda setelah cukup lama terdiam.


"Apaan?" Heaven menoleh pada Nanda yang masih memasang wajah penuh tekanan. "Ck biasa aja mukanya jangan dijelek-jekin, udah jelek juga!" sungutnya kesal.


"Ah elah Bos, nggak ada simpatinya banget lo sama gue! Kalo liat temen galau dihibur kek, ini malah dikatain!" sungut Nanda kesal.


"Ogah, gue lebih suka lo pendiem kayak gini. Daripada petakilan mulu kayak reog!" balas Heaven sambil menyandarkan tubuhnya.


Dari arah belakang, terlihat Kenzo datang menghampiri, diikuti oleh Gala dari belakang. Kedua cowok itu memang baru sampai di kelas, dan langsung menuju kursinya masing-masing.


"Kenapa lo? Jelek banget tuh muka!" tanya Kenzo sambil menduduki diri. Sedikit merasa aneh melihat Nanda begitu pendiam, tidak seperti biasanya.


"Gue sedih bos, gue lagi berduka nih!" kata Nanda dengan nada sedih.


"Berduka? Siapa yang meninggal?" Heaven mendekatkan tubuhnya, menyandarkan kedua tangan di atas meja agar lebih dekat dengan Nanda.


"Nyokap lo meninggal?" sahut Kenzo keceplosan.


"Eh sembarangan kalo ngomong! Nyokap gue masih sehat, masih ngomel-ngomel tuh di rumah, kayak mesin penggiling!" ucap Nanda tidak terima.


"Goblok, Nyokap sendiri dikatain mesin penggiling!" Heaven terkekeh, tidak habis pikir dengan kerandoman cowok di hadapannya.


"Ya abis ngomel mulu, kuping gue ampe budek dengernya anjir!" sungut Nanda.


"Terus siapa yang meninggal? Keluarga lo ada yang meninggal?" tanya Heaven kembali ke topik awal.


Tiba-tiba Nanda menghela nafasnya, dan kembali memasang wajah tekanan, kesedihan dan kegalauan luar biasa. "Gue sedih Bos!"


"Anjing, bukan itu jawaban yang gue mau. Iya gue tau lo sedih, ngomong mulu bangk*e!" omel Heaven mulai kesal.


Melihat hal itu, Kenzo seketika terkekeh. Sepertinya kali ini Nanda benar-benar merasa sangat kehilangan. Sementara Gala hanya diam menyimak, menunggu penjelasan Nanda di samping Heaven.


"Ah elah Bos, lo nggak tau sih, betapa sedihnya gue sekarang. Gue tuh lagi berduka, Mayang meninggoy tadi pagi!" ucap Nanda mendramatisir.


"Astaga Nanda! Kurang berfaedah banget omongan lo, gue kira siapa yang meninggal!" omel Kenzo kesal.


Heaven mengerutkan kening. "Emang siapa Mayang? Pacar lo, Nan? Kok gue nggak tau?" tanyanya bingung.


"Udah lebih dari sekedar pacar pokoknya, Mayang itu penyemangat hidup gue. Tapi ...."Nanda kembali menghela nafas panjang. "Dia baru aja ninggalin gue tadi pagi!"

__ADS_1


Heaven melirik pada Kenzo, berharap mendapatkan jawaban. "Mayang itu nama ikan kesayangannya Nanda!" ucap Kenzo menjawab.


"Anjir, jadi dari tadi lo ngomongin ikan?"Heaven tercengang, menyadari tidak ada manfaatnya sama sekali meladeni ucapan Nanda sejak tadi.


"Lo nggak tau Bos, gimana sedihnya gue ditinggal sama Mayang!"


"Emang kenapa kok bisa Mayang meninggal?" tanya Kenzo penasaran.


"Digoreng sama Nyokap gue!"


"Ppfffttt bhahaha jadi Mayang meninggal karena digoreng sama Nyokap lo? Terus lo makan gitu?" tanya Kenzo memastikan. Yang lebih mencengangkannya lagi, Nanda justru menganggukkan kepala membuat tawa Kenzo semakin renyah.


"Hahaha lo abis makan Mayang, tapi sekarang lo merasa sedih setelah kenyang?" Kenzo tertawa ngakak, tidak peduli dengan wajah Nanda yang sudah begitu tertekan karena merasa sangat bersalah.


"Gue nggak tau kalo yang digoreng sama Nyokap gue itu si Mayang, pas udah abis Nyokap baru bilang kalo yang gue makan itu jasadnya Mayang!" Nanda mengacak rambutnya, merasa sangat bersalah.


"Hahaha udah kenyang baru nyesel lo,"ucap Kenzo.


"Seandainya gue tahu kalo itu Mayang, pasti nggak akan gue makan. Mana dagingnya emak lagi!" Nanda kembali mengingat betapa lahapnya ia menikmati daging ikan malang itu, dan sekarang ia begitu merasa sangat bersalah.


"Nggak papa Nan, itu berarti perut lo udah jadi tempat peristirahatan Mayang untuk yang terakhir ppfftttt." Heaven menutup mulutnya, berusaha untuk tidak tertawa.


"Tapi gue merasa bersalah Bos!" balas Nanda sedih.


"Emang gimana ceritanya sih, kok bisa Mayang di goreng? Perasaan kemaren gue liat dia sehat-sehat aja tuh?" tanya Kenzo. Kemarin ia memang sempat bermain di rumah Nanda bersama Agam dan beberapa teman lainnya.


"Gue bilang juga apa, lo itu harus tobat. Udah tau Nyokap lo galak, eh lo nya malah bandel banget!" ujar Kenzo. Sahabatnya yang satu itu memang sangat sulit untuk diberitahu, walaupun sudah berjanji, ia pasti akan kembali bertingkah lagi.


"Tau deh, pusing gue mikirin Nyokap. Kenapa juga harus pake goreng si Mayang segala!" ucap Nanda gusar.


"Itu biar lo sadar dan kembali ke jalan yang benar. Perasaan kemaren udah tobat, sekarang mulai lagi dosanya!" ucap Heaven sambil menggelengkan kepala.


"Nggak bisa segampang itu Bos, gue udah terlanjur kayak gini?" ujar Nanda. Memang sangat sulit bagi dirinya untuk kembali ke jalan yang benar, walau sudah berusaha semaksimal mungkin.


"Makanya, coba lo tetapin hati lo buat satu cewek aja. Jangan semuanya lo embat, udah tau semua cewek yang lo deketin itu nggak ada yang bener. Tapi masih aja lo deketin, heran gue!" ujar Heaven tidak habis pikir.


"Betul banget, gue curiga sebenarnya lo itu nggak bener-bener suka kan sama mereka semua. Lo cuma mau main-main aja kan sama mereka?" tambah Kenzo yang memang cukup tau tentang Nanda.


Nanda hanya diam saja. Entahlah, ia juga tidak mengerti dengan perasaannya. Memang benar yang dikatakan Kenzo, ia sebenarnya tidak terlalu suka dengan para gadis yang sudah dipacari olehnya. Namun entah mengapa, dirinya tidak bisa lepas dari itu semua.


"Malah diem aja lo! Bener tuh kata Heaven, coba lo tetapin hati lo buat satu cewek yang paling lo suka. Cewek yang paling bisa bikin lo merasa nyaman, bukan cuma merasa bahagia. Sekarang lo emang bahagia sama cewek-cewek lo yang bejibun itu, tapi gue yakin lo nggak pernah merasa nyaman sama posisi lo!" ujar Kenzo panjang lebar.


"Tumben lo bijak, kayak udah yang paling senior aja soal cinta!" ujar Nanda merasa Kenzo sedikit berbeda.


"Dikasih tau malah!"

__ADS_1


"Iya iya, nanti gue pikirin!" ucap Nanda mengalah.


"Jangan cuma dipikirin, dipraktekin juga!"


"Iya bacot banget, udah kayak Emak gue aja lo!" sungut Nanda. Pandangannya beralih pada Agam yang baru saja sampai di kelas dan kini sudah duduk di sampingnya.


"Baru nyampe lo, Gam?" tanya Nanda.


"Nggak, udah dari tahun lalu!"


"Bisa aja lo, kutil kebo!" celetuk Nanda terkekeh.


"Kutil mata kau!"


"Santai, santai. Nggak usah melotot gitu!" ucap Nanda. "Gue liat-liat, ada yang lagi PDKT nih!" sindirnya.


"Siapa yang PDKT?" sahut Heaven penasaran.


"Itu tuh, kemaren gue liat ada yang abis jalan sama mantan!" Nanda menaikturunkan alisnya menatap pada Agam. Kemarin dirinya memang sempat melihat Agam jalan berdua dengan Handa, tapi ia belum bisa memastikan dengan jelas, apa yang sebenarnya keduanya lakukan.


"Sok tau lo!" ucap Agam.


"Cie ada yang mau balikan, siap-siap peje nih! Ya nggak Gam?" tanya Nanda.


"Nggak! Lagian gie belum balikan, Handa aja masih cuek sama gue!" ujar Agam sedikit tercubit.


"Hahaha makanya jangan jadi orang bego, coba lo lebih agresif lagi, pasti Handa langsung klepek-klepek tuh!"


"Klepek-klepek pala lo jajar genjang! yanga ada dia kabur duluan nanti!" balas Agam kesal. "Gue mau pelan-pelan deketin dia lagi, biar dia nyaman dulu dan perlahan bisa maafin gue!' ujarnya.


"Widih gue suka cara lo, ternyata Agam Maverick nggak bego-bego amat!" ucap Nanda terkekeh.


"Ajing, lo malah jadi ngatai gue!"


🎀🎀🎀


Maaf ya pren, baru sempet update 🤭


Sambil menunggu Heavanna up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini.


Judul : Cinta Untuk Arista


Napen : Hesti Rofiah


Setelah tidak bertemu untuk waktu yang cukup lama, untuk pertama kalinya Arista bertemu dengan seseorang yang dulu pernah ia sukai dalam diam, laki-laki dulunya memiliki arti tersendiri di hatinya sekaligus menjadi cinta pertamanya di SMA kala itu. Tanpa Arista ketahui jika laki-laki itu juga menyukainya secara diam-diam, bahkan sejak pertama kali bertemu. Namun tidak ada dari keduanya yang mengungkapkan perasaan dan isi hati mereka, keduanya memilih diam dan memendam perasaan masing-masing. Sehingga keduanya tidak pernah mengetahui perasaan satu sama lain hingga saat ini. Disaat laki-laki itu ingin mendekati dan berusaha mendapatkan hati Arista, ternyata salah satu sahabatnya juga menyukainya dan berusaha ingin melindungi gadis itu dari orang-orang yang ingin menyakiti nya.

__ADS_1



...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2