Heavanna

Heavanna
91. KECURIGAAN


__ADS_3

Heaven membuka pintu UKS yang masih tertutup rapat. Sebelumnya ia sempat mendapatkan pesan dari Gala, yang mengatakan bahwa keempat sahabatnya sedang berkumpul di ruang kesehatan itu. Karena apa lagi kalau bukan habis berkelahi. Heaven pun tidak habis pikir, akan sampai kapan permusuhan ini akan terus berlanjut.


"Gam, sumpah jidat lo gemesin banget. Pengen gue pencet, jadiin squishy!" ucap Nanda heboh. Sejak sampai di ruang UKS tadi, cowok itu masih saja sibuk mentertawakan kening Agam yang benjol akibat beradu banteng dengan salah satu anggota Gorized. Tidak tahu saja Nanda, bagaimana pusingnya Agam setelah keningnya beradu dengan kepala batu.


"Ya nggak bisa lah goblok, lo pikir jidat gue dari karet!" sewot Agam yang masih rebahan di ranjang.


"Squishy bukan dari karet bego!"


"Nggak peduli gue!" ucap Agam sedikit kesal.


"Bengek gue liat lo adu jidat sampe nyusruk tadi, untung aja nggak adu mekanik lo!"


"Sakit bego, itu kepala kerasnya udah ngalahin batu!"


Nanda kembali tertawa tanpa merasa bersalah. Sejak tadi masih belum selesai juga membalut luka tangan Agam yang kembali terbuka akibat perkelahian. Jika lebih berhati-hati lagi, mungkin luka itu sudah bisa sembuh sejak beberapa hari yang lalu. Namun, Agam yang selalu ceroboh dan tidak terlalu peduli malah selalu membuat luka itu kembali terbuka bahkan mengeluarkan darah.


"Gam, ini yang terakhir kali tangan lo luka. Lain kali perhatiin tuh luka, sebelum infeksi! Perasaan udah lima hari kok belum sembuh juga, heran gue!" ucap Kenzo yang masih berdiri di tempatnya.


"Tau tuh anak, dibilangin ngeyel!" timpal Nanda.


"Berisik lo, pake ikut-ikutan segala!" kesal Agam sembari mendudukkan diri.


"Yee ini anak, dibilangin sama orang tua ngeyel!" Nanda yang geram tidak segan menekan luka Agam yang sudah terbalut kain dengan sempurna, membuat si empunya tangan meringis kesakitan.


"Sshhh... sakit nyet!" desis Agam.


Heaven yang baru datang kini bernafas lega, karena semua sahabatnya dalam keadaan baik-baik saja. Kecuali kening Agam yang terlihat sedikit benjol dan berubah warna menjadi biru keunguan.


"Gimana kalian, yang lain aman-aman aja kan?" tanya Heaven pada para sahabatnya.


"Aman Bos! Cuma hati gue aja yang nggak nyaman!" ucap Nanda mendramatisir.


"Abis ditolak lagi tuh sama Chindy!" sindir Agam, "Gayanya aja kek playboy cap kecebong, tapi dapetin satu orang aja nggak mampu!"


"Berisik lo, namanya juga lagi proses." Nanda mendengus kesal, jiwa playboy nya seakan ternodai setelah mendapatkan penolakan berkali-kali dari Chindy.


"Proses apaan?" tanya Agam sedikit nyolot, "Udah dari jaman jahiliah lo ngejar Chindy, tapi kagak pernah dapet perasaan."


"Ditolak mulu yang ada!" lanjutnya.

__ADS_1


"Ah nggak asik lo Gam, pake diingetin segala!" dengus Nanda. Jika diingat-ingat, memang sudah cukup lama Nanda mengejar cinta Chindy. Namun, sampai sekarang belum juga tampak hilalnya.


"Lo bedua mau sampe kapan bahas cewek, hah?" lerai Kenzo yang melihat tanda-tanda Agam hendak kembali meledek Nanda.


"Gal, lo bilang Regha ada nyembunyiin sesuatu? Apaan emang?" tanya Heaven yang sudah sangat penasaran setelah membaca isi chat dari Gala tadi.


"Tadi gue sama Nanda ketemu anak Gorized di jalan, kebetulan dia lagi telfonan sama seseorang. Gue curiga ada yang nggak beres sama hilangnya bukti kasusnya Hara, kayaknya bukan Regha yang ambil. Makanya kita langsung serang dan ancam dia buat ngaku, mumpung dia nya lagi sendiri. Tapi anak Gorized lain udah keburu dateng sebelum dia ngomong," ucap Gala menjelaskan panjang lebar.


"Gue curiga kalau Regha sama temen-temennya juga diancam sama seseorang, pake bukti-bukti kejahatan itu. Tapi, siapa orangnya?" Nanda menggaruk kepalanya sambil berpikir, seingatnya Clopster tidak memiliki musuh lagi selain geng Gorized.


"Kalau emang bener anak Gorized dapet ancaman, berarti musuh kita bukan cuma mereka!" ucap Heaven menyela.


"Gue juga sepemikiran!" timpal Gala.


"Kok bisa gitu?" tanya Nanda heran.


"Ya lo pikirin aja! Kalau bukan musuh kita, buat apa Gorized nyerang kita terus-terusan. Bahkan sampai bela-belain nyulik Handa segala!" jawab Kenzo.


"Bukan musuh kita, tapi musuh Heaven!" sela Gala menatap sepupunya. Perspektif nya membuat semua sahabatnya bingung, mengapa hanya Heaven, sementara permusuhan ini berawal dari terbentuknya geng Gorized di tengah-tengah geng motor lainnya.


"Lo pikirin aja deh, buat apa Hugo selalu nyuruh Heaven buat ngaku udah bikin Hara koma? Sementara saat itu, Heaven nggak ada nyerang siapapun di minimarket!" ucap Gala menerangkan, "Bahkan ikut kelahi pun enggak!" lanjutnya.


"Bener juga sih, yang ikut andil waktu itu kan cuma kita-kita! Sementara Heaven sibuk pelukan sama Zia di pojokan!" ucap Nanda menggebu sedikit menyindir.


"Musuh gue banyak, mana gue tau yang mana!" jawab Heaven.


"Masalah ini harus cepet dikupas tuntas, kalau enggak pasti mereka bakal terus ngincar Heaven. Kalau dibiarin malah bakal beresiko buat lo, Heav! Lebih bahaya lagi kalau sampe mereka tau, kalau lo udah punya cewek!" kata Agam mengingatkan.


"Nggak akan pernah gue biarin mereka cekalain Anna untuk kedua kalinya!" ucap Heaven dengan penuh penekanan.


"Coba deh lo jenguk si Hara, siapa tau dia bakal sadar gitu setelah lo jenguk! Secara dia kan naksir berat sama lo, Heav!" ucap Nanda mencoba memberikan solusi.


"Mana bisa, Hugo nggak akan mungkin izinin. Yang ada nanti malah bikin keributan di rumah sakit, " jawab Heaven.


"Tapi tenang aja, gue udah suruh orang buat pantau perkembangan Hara. Supaya nggak ada yang bisa celakain dia di sana, mau bagaimana pun sadarnya Hara juga bisa menjadi salah satu bukti atas apa yang dilakukan Regha waktu itu!" lanjutnya panjang lebar.


Setelah cukup lama mereka berunding, Heaven dan keempat sahabatnya memutuskan untuk kembali ke kelas. Jam pelajaran sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu, bagaimana pun juga mereka harus kembali untuk mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.


"Ah rada males masuk sebenarnya gue, jidat gue bikin malu!" ucap Agam di koridor saat akan sampai di depan kelasnya.

__ADS_1


"Sini gue pencet, biar masuk tuh benjolan!" Tanpa aba-aba Nanda langsung mengunci pergerakan Agam, lalu menekan benjolan di keningnya tanpa ampun. Semua hanya terkekeh melihat Agam tengah berteriak merasakan sakit akibat tekanan tangan Nanda.


"Aaaaahhh... Nanda sialan, sakit bego!" Nanda akhirnya terdorong ke belakang, saat dengan sekuat tenaga Agam melepaskan diri. "Anjir, nggak ada otaknya lo emang!" sewotnya.


Nanda terkekeh ketika melihat benjolan di kening Agam sudah sedikit berkurang, padahal ia belum puas menekan tadi. "Itu trik jitu bego, liat aja benjolnya ilang!"


"Trik jitu pala lo somplak! Benjol ilang, nyawa gue yang melayang!" geram Agam masih merasakan sakit sekaligus pusing di kepalanya.


"Heav, cewek lo tuh!" Gala menepuk bahu Heaven, lalu menunjuk ketengah lapangan tempat Zia berada.


"Anjir, cewek lo di hukum Bos. Abis bikin masalah apa lagi dia?" heboh Nanda yang berdiri di samping Heaven. Kemarin Zia memang sempat hampir di hukum karena bertengkar dengan teman satu kelasnya yang telah dengan terang-terangan mengatakan menyukai Heaven. Namun hukuman itu dibatalkan, mengingat Zia baru saja sembuh dari sakitnya.


"Sial! Bikin masalah apalagi lo, Na!" geram Heaven.


Heaven yang merasa khawatir hendak menghampiri Zia, namun gerakannya justru tertahan ketika melihat guru yang mengajar di kelasnya hari ini sedang berjalan menghampiri. Heaven tidak ingin masuk ke dalam kelas dan membiarkan Zia dihukum seorang diri. Apa boleh buat? Tidak ada cara lain, selain....


Bugh


Memukul sahabatnya sendiri. Nanda tersungkur dengan tulang pipi yang mulai membiru. Semua sahabatnya sontak terkejut dengan apa yang dilakukan Heaven, termasuk guru yang sempat melihat serangan tiba-tiba itu. Lain halnya dengan Gala yang malah terkekeh melihat Nanda memasang wajah cengo, seperti orang bodoh.


🎀🎀🎀


Hai pren! Mampir juga ke karya keren temanku, ceritanya seru juga lho. Jangan lupa mampir ya! 🥰


Judul : Hatiku Padamu Kak


Napen : Alviesha


Blurb :


"Tidak, aku yang mencintaimu ... Aku sangat mencintaimu ... Maaf kalau aku tidak pernah membalas suratmu, maaf kalo aku tidak pernah menyatakan perasaanku. Tapi aku sungguh-sungguh menyanyangimu." ujar Uwais penuh penekanan, dan penuh kepastian.


"Selalu seperti ini, kakak mengungkapkan perasaan sayang ke aku, karena aku yang tanya, atau aku yang nuntut ... Kakak gak pernah punya inisiatif sendiri!"


"Ya Alloh, maaf, kalo itu membuat kamu jadi seperti ini," kata Uwais yang akhirnya mulai mengerti apa yang dirasakan oleh Arrida selama ini.


"Tapi aku sungguh-sungguh sayang sama kamu, Ar, kamu masa depanku, kamu tujuan hidupku, kamu tau itu kan?"


(Hatiku Padamu Kak, ketika Arrida selalu merasa hanya dia yang mencinta)

__ADS_1


🎀🎀🎀


...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2