Heavanna

Heavanna
84. BERAKSI


__ADS_3

"Gam, ngapain lo masih di situ? Nggak masuk ke kelas?"


Pertanyaan dari Nanda berhasil menyadarkan Agam dari lamunannya. Cowok yang sedang duduk di atas motornya itu kini menatap ketiga sahabatnya yang baru saja sampai di area parkir sekolah. Gala, Kenzo dan Nanda segera turun dari motor lalu berjalan mendekati Agam yang duduk seorang diri, seperti orang yang tidak memiliki teman bermain sama sekali.


"Jangan bilang lo nungguin gue lagi!" ucap Nanda lagi dengan muka menyebalkan menurut siapa saja yang melihatnya.


"Dih ogah gue nungguin lo, kayak nggak ada kerjaan lain aja!"


"Terus ngapain lo di sini," Nanda menaikan satu alisnya lalu tersenyum penuh curiga, "Mau godain cewek cantik lo ya?" tuduhnya.


"Iya mau godain cewek cantik, emang kenapa?" tanya Agam menantang.


"Wah parah, mau tanding sama gue lo?" Nanda memasang wajah penuh permusuhan, jika diteruskan bisa saja target pancingannya hari ini akan berkurang, tidak seperti hari-hari biasanya.


"Kenapa, takut kalah kan lo?" ejek Agam dengan senyum jahatnya.


"Permisi Kak!" Seorang gadis cantik datang menyela pembicaraan mereka, rambutnya yang indah dengan struktur wajah yang lumayan wah, membuat mata Nanda membulat terperdaya oleh tampilan manis gadis itu.


"Kenapa, nyariin gue ya?" tanya Nanda mulai beraksi.


"Bukan Kak!" jawab gadis itu masih dengan senyum di bibirnya sembari melirik Gala malu-malu.


"Terus ngapain lo di sini, nyariin gue?" tanya Agam sedikit ketus.


"Woy Gam, santai dikit napah!" tegur Nanda yang masih menunggu jawaban dari gadis cantik itu.


"Eum aku cuma mau kasih ini buat Kak Gala!" Gadis itu mengulurkan sebuah kotak berwarna merah maroon ke arah Gala yang duduk di samping Kenzo.


"Nggak perlu, gue nggak butuh!" kata Gala dengan datarnya.


Mendengar penolakan itu seketika Nanda menepuk jidatnya, bahkan Gala lebih bodoh dalam menghadapi seorang perempuan. Tampak gadis itu menundukkan kepala dengan rasa kecewa, tangannya yang menggantung kini mulai turun dengan perlahan.


"Jangan dengerin omongan dia," ucap Nanda sembari mengambil alih kotak itu, "Biar nanti gue kasih kotaknya ke dia, lo tenang aja!"


Seketika Gadis itu tersenyum sumringah setelah mendengar apa yang dikatakan Nanda. "Makasih ya Kak, kalau gitu aku permisi dulu. Semoga Kak Gala suka ya sama bingkisannya!" ucapnya kemudian pergi meninggalkan kumpulan cowok famous itu.


"Wah parah lo Gal, kalau mau nolak yang estetik dikit napah. Nggak kasian apa sama tuh cewek!"


"Enggak!" jawab Gala singkat. Berhasil membuat Nanda dan kedua sahabat lainnya cengo, ternyata Gala masih sama seperti dulu. Hebat, pantas saja masih sangat konsisten dengan kejombloannya hingga detik ini.


"Lo emang beda Gal, Nanda aja kalah saing!" ucap Agam mengejek.


"Gue, kalah?" Nanda menunjuk dirinya sendiri, "Ya nggak mungkin lah, cewek gue banyak! Emangnya lo, jomblo sadboy. Lo yang minta putus, eh lo sendiri yang gamon!" ejeknya menggebu.


"Anjir, pake bawa-bawa jomblo lagi lo!" sungut Agam kesal, "Gal, temen lo nih!"

__ADS_1


"Lah kan emang bener!" jawab Gala langsung mendapat sambutan menyenangkan dari Nanda.


"Lo emang temen gue Gal!" ucap Nanda mendramatisir. "Gue bilang juga apa Gam!"


"Bilang apa setan? Lo bilang apa-apa juga belum!" kesal Agam sembari mendorong Nanda yang tiba-tiba hendak merangkulnya.


"Lo bilang mau godain cewek kan?" Nanda memasang wajah menantang, "Gue bilangin Handa tau rasa lo!"


"Bilangin aja sana, nggak takut!" Dengan senyum miring, Agam balik memasang wajah menantang.


"Wah nantang ni bocah, gue laporin beneran ntar ngamok!" ucap Nanda heboh.


"Ya udah bilang kalau gue mau godain cewek cantik, tuh orangnya udah dateng!" Masih dengan wajah santai, Agam menunjuk mobil Handa yang baru saja berhenti di parkiran tidak jauh dari tempatnya berada.


Melihat dan mendengar hal itu Nanda kini mulai merasa aneh, seperti pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. "Anjir, pantesan lo betah di sini sendirian!" ucap Nanda setelah menyadarinya.


Seketika Agam terkekeh, ternyata sahabatnya ini masih mengingat masa-masa di mana dirinya berpacaran dengan Handa dulu. Itu adalah masa-masa di mana dirinya sering kali menunggu keberangkatan gadisnya yang paling cantik di parkiran. Sebenarnya dulu Agam ingin sekali mengantar jemput Handa seperti pasangan pada umumnya, namun apalah daya jika Handa sendiri menolak dengan tegas hal itu.


"Emang lo udah balikan sama dia?" tanya Nanda penasaran. Sementara kenzo dan Gala lebih memilih duduk diam di motor orang yang terparkir di samping motor Agam.


"Belum sih!" jawab Agam menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gue udah tebak sih!" sela Kenzo yang sejak tadi hanya diam saja.


"Yee gimana sih lo, buruan tembak. Ntar keburu diambil orang, baru tau rasa lo!" desak Nanda.


"Ya lagi siapa suruh lo begitu, udah tau masih suka!" balas Kenzo sambil geleng-geleng.


"Plin-plan emang!" sahut Gala lalu beranjak dari duduknya.


"Bacot lo bertiga, kayak tau aja apa yang gue alamin!" kesal Agam.


"Gue emang nggak tau, tapi setidaknya gue nggak bakal lakuin kebodohan yang udah lo lakuin waktu itu!" tekan Gala kemudian pergi meninggalkan teman-temannya.


Ketiga cowok itu sontak melongo mendengar ucapan Gala, Nanda yang masih berdiri melongo kini menunjukkan kedua jempol tangannya mengiringi kepergian cowok datar dan dingin itu. Tidak menyangka Gala yang biasanya kaku kini tampak sangat cool setelah mengatakan hal itu, seakan tengah menjadi seseorang yang sedang dilanda kebucinan luar biasa, hingga tidak mau meninggalkan orang yang dicintainya meski apapun yang terjadi.


"Kesurupan setan apa tuh anak?" tanya Nanda masih menatap punggung yang bergerak kian menjauh.


"Setan pargoy kali!" jawab Agam asal.


"Anjay lo kira goyang itik!" balas Nanda terkekeh.


"Nggak nyambung monyet, goyang pargoy sama goyang itik tuh jauh!" sahut Kenzo.


"Eh eh eh Handa mau pergi tuh, buruan samperin. Jangan diem aja kayak kucing buang air!" Melihat Handa hendak pergi dari area parkir, Nanda dengan sigap mendorong Agam untuk segera mengejar.

__ADS_1


"Gue duluan!" Agam tersenyum sumringah, sambil berlari meninggalkan kedua sahabatnya.


"Dasar bucin!" cibir Kenzo melihat kepergian sahabatnya yang terlampau semangat.


"Nah lo kapan Zo, kasian amat lo jomblo terus! Belum move on juga dari temen masa kecil lo?" tanya Nanda penasaran.


Yaps, Nanda memang cukup tahu tentang cerita cinta masa kecil Kenzo. Meski tidak menyeluruh, tapi ia cukup tahu penyebab Kenzo tidak berpacaran lagi sampai detik ini. Bahkan ketika terakhir kali Kenzo berpacaran dengan seorang perempuan pun bukan karena rasa suka, melainkan hanya pelampiasan semata. Kenzo tahu itu salah, karena itu dengan cepat ia memutuskan hubungannya.


"Dia terlalu istimewa buat gue!" ucap Kenzo dengan nada berat. Sementara gue terlalu pengecut buat lo, Zi!


"Jangan pesimis dulu Zo, siapa tahu dia juga punya perasaan yang sama buat lo!" Nanda menepuk bahu Kenzo memberi semangat, meski sampai sekarang ia sendiri belum tahu seperti apa gadis kecil yang disukai sahabatnya itu.


Bahkan dia udah punya yang lebih baik dari gue!


"Nggak usah sok baik lo!" Dengan kesal Kenzo menepis tangan yang masih menepuk bahunya, membuat Nanda terkekeh sejenak.


"Sensi amat lo, udah bagus gue semangatin malah ngelunjak!"


"Gak butuh gue," ucap Kenzo remeh "Gebetan lo tuh dateng!"


Sudut mata Nanda melihat ke arah yang ditunjuk Kenzo, terlihat Chindy datang bersama satu orang perempuan sahabatnya. "Eh ada neng Chindy!" sambutnya dengan senyum manis.


Melihat Chindy terus berjalan tanpa menghiraukan dirinya, Nanda dengan cepat menarik tangan gadis itu membawanya ke dalam rangkulan. "Wangi banget, mau ke mana sayang?" tanyanya.


"Nanda, lo apa-apaan sih? Lepasin nggak!" Chindy memberontak, namun tetap saja Nanda tidak mau melepaskan dirinya.


"Jangan galak-galak gitu, masih pagi juga!" ucap Nanda lalu melirik sahabatnya, "Gini Zo, enaknya punya cewek!"


Mendengar hal itu seketika Chindy melotot, begitu juga dengan Kenzo yang merasa telah diejek. Chindy yang terlanjur geram langsung menginjak kaki Nanda yang terbalut sepatu berwarna hitam, membuat Nanda langsung memekik kesakitan.


"Buset, sakit beut!" Ia meringis kesakitan, "Itu kaki orang apa kaki gajah?"


"Makan tuh cewek!" desis Chindy. Menoyor kepala Nanda yang telah berani mengatai dirinya, kemudian pergi meninggalkan dua cowok menyebalkan itu.


"Anjir, nyeri hati gue!"


Kenzo masih terkekeh melihat Nanda tengah membungkuk menahan sakit, lalu mencoba menepuk punggungnya memberi kekuatan. "Makanya, jangan semena-mena jadi orang!"


"Bacot lo, sakit ege!" sahut Nanda masih kesal dengan apa yang dilakukan Chindy.


"RASAIN! MAKANYA JANGAN MACEM-MACEM SAMA CHINDY!" teriak Chindy dari kejauhan.


*********


Hai pren! Ketemu lagi dengan Author receh paling nyeleneh sejagat Entun 🤭. Cuma mau ngingetin kalo hari ini hari senin, siapa tahu ada sisa vote yang mau disumbangkan ke karya receh ini. Jangan lupa like, favorit dan komen yah, feedback dari kalian sangat berarti bagi kami agar lebih bersemangat lagi dalam berkarya. Terimakasih semuanya!🥰

__ADS_1


...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2