Heavanna

Heavanna
137. SEPUPU ZIA


__ADS_3

Zia menyambar tas yang sebelumnya ia letakkan di atas sofa, kemudian berjalan cepat keluar dari kamar. Waktu sudah semakin siang, semalam ia baru tertidur ketika hampir tengah malam. Dan sekarang, gadis itu terlambat bangun pagi. Ia berjalan cepat menuju ruang makan, untuk segera berpamitan dengan anggota keluarganya. Namun pemandangan di sana, justru membuat Zia mengerutkan keningnya.


"Kak Heaven kok udah ada di sini?" Zia berjalan mendekati Heaven yang sudah duduk di meja makan bersama semua anggota keluarganya. Gadis itu mengira, Heaven tidak menjemputnya hari ini.


"Mau jemput kamu lah!"


"Kok nggak kasih tau dulu?" tanya Zia.


"Sayang, ayo duduk sarapan dulu. Udah siang ini, ngobrolnya nanti aja!" Belum sempat Heaven menjawab, Mommy Shina sudah lebih dulu menyela.


"Mom, aku minum susu aja ya. Udah siang banget ini, nanti telat!" Zia mengambil segelas susu yang sudah disiapkan untuknya, kemudian meneguknya hingga tandas.


"Nggak bisa gitu dong sayang, sarapan dulu biar semangat belajarnya!" ucap Mommy mencegah.


"Tapi Mom ...."


"Sarapan dulu Na!"Heaven menyela, meminta Zia untuk menghabiskan makanannya lebih dulu.


Melihat tatapan itu, mau tidak mau Zia akhirnya menurut dan mulai memakan sarapannya. Mommy hanya menggeleng kecil, terkadang Zia akan sulit diberitahu, tapi kali ini dengan mudahnya gadis itu menuruti ucapan Heaven.


"Nggak usah Na, mending nggak sarapan! Ngapain nurut sama dia!" sahut Azka yang sejak tadi tidak menyukai kehadiran Heaven.


"Huss kamu ngomong apa sih!" tegur Mommy mendelik. Azka memutar bola matanya, kemudian melanjutkan kembali sarapannya yang hanya tinggal sedikit. "Abis ini jangan lupa anterin tunangan kamu! Buruan sarapannya, nanti kamu telat!" titah Mommy.


"Iya Mom!" Azka beranjak dari duduknya. "Aku berangkat dulu!" pamitnya kemudian pergi.


"Heaven juga sekalian sarapan ya!" Mommy mengambilkan makanan, kemudian meletakkannya di depan Heaven. Hal itu tentu mengundang kembali tatapan tidak suka dari Daddy Zion, untuk cowok itu.


"Makasih Mom, tapi aku udah sarapan di mansion tadi!"


Heaven menolak secara halus, karena ia sudah ingin keluar dari mansion sesegera mungkin. Bagaimana tidak? Sejak kedatangannya tadi, ia sudah disambut dengan tatapan tidak suka dari Azka dan juga Daddy Zion. Kalau bukan karena Mommy Shina yang begitu membela dirinya, mana mungkin kedua laki-laki itu hanya diam saja. Berbeda halnya dengan Satya yang sejak tadi memilih diam memakan makanannya.


"Sejak kapan kamu menyukai putriku?" tanya Daddy Zion tiba-tiba. Meskipun sudah tahu bagaimana ketulusan Heaven untuk putrinya, tapi tetap saja ia penasaran dengan hal kecil itu.


"Sejak pertama kali bertemu di hotel dulu Dad!" jawab Heaven tanpa ragu. Sebelumnya Mommy Shina memang sudah mengizinkan Heaven untuk memanggil kedua orang tua Zia dengan panggilan Mommy dan Daddy, karena itu dirinya sudah tidak merasa canggung lagi.


"Tuh kan sayang, calon menantu kita sangat romantis," bisik Shina dengan bangga pada suaminya.


Zion hanya mampu terdiam, dua orang perempuan paling berharga dalam hidupnya kini sudah sangat menyukai Heaven. Mana mungkin dirinya bisa menolak kehadiran anak muda itu untuk bersama dengan putri kesayangannya.


"Mom, Dad, Anna udah selesai. Kita berangkat sekolah dulu ya!" Zia menarik tangan Heaven untuk segera pergi, karena waktu sudah semakin siang. Zia tidak ingin mendapatkan hukuman karena terlambat sampai di sekolah hari ini.


"Hai Zia!" Seorang wanita yang baru saja memasuki mansion langsung menyapa, melihat Zia hendak pergi ke sekolah.


"Hai juga Tante Fey, maaf ya Zia buru-buru. Mommy sama Daddy masih di dalem kok."

__ADS_1


Masih dengan tangan menggandeng tangan Heaven, Zia berjalan melewati Tantenya. Bukan karena tidak sopan, hanya saja sekarang waktu sudah siang. Tante Fey pun cukup mengerti, wanita itu hanya tersenyum kecil menatap kepergian Zia. Kemudian melangkahkan kaki menuju ruang makan, di mana Kakak dan Kakak iparnya berada.


"Buru-buru banget kenapa sih, hm?" Sampai di mobil, Heaven langsung membukakan pintu untuk Zia.


"Udah siang Kak, nanti telat. Aku nggak mau dihukum!" jawab Zia sambil masuk ke dalam mobil.


"Kak Heaven kok nggak bangunin aku sih?" tanya Zia setelah Heaven masuk ke dalam mobil.


"Nggak bangunin apanya, kamunya aja yang nggak denger. Liat aja hp kamu, ada berapa banyak panggilan dari aku!" jawab Heaven sambil melajukan mobilnya.


Zia segera membuka ponselnya, seketika ia menyengir lebar melihat banyaknya panggilan masuk dari Heaven pagi tadi.


"Apa?" Heaven menaikan alisnya, menatap Zia yang tengah menyengir kuda. "Itu tadi Tante kamu?" tanyanya.


"Yang mana?"


"Itu yang tadi nyapa kamu pas mau keluar!" Selama ini Heaven memang tidak terlalu banyak tahu tentang semua anggota keluarganya Zielinski, karena itu ia cukup penasaran dengan wanita yang sempat menyapa Zia tadi.


"Oh itu Bundanya Handa!" Zia menatap ke arah Heaven, ia lupa belum memberitahu cowok itu tentang semua anggota keluarga besarnya.


"Maksudnya?"


"Iya wanita tadi itu namanya Tante Fey, bundanya Handa. Tante Fey itu adiknya Daddy!" kata Zia menjelaskan.


Heaven kembali tercengang dengan berita yang baru saja ia dengar, baru semalam Zia mengatakan bahwa Kenzo adalah sepupunya. Dan sekarang ia kembali dikejutkan oleh kebenaran tentang Handa yang juga sepupu Zia.


"Ck sebenarnya ada berapa sih sepupu kamu? Kemaren Kenzo, sekarang Handa. Apa jangan-jangan Icha juga sepupu kamu?" ucap Heaven asal.


Zia seketika terkekeh. "Bukan lah, sepupu aku cuma Handa sama Kenzo doang kok. Icha nggak termasuk!" jawabnya.


Heaven menggelengkan kepalanya, masih fokus pada setirnya. "Jadi curiga gue, apa jangan-jangan Gala juga sepupu cewek gue!" celetuknya lirih.


"Kalo Kak Gala lebih tepatnya calon sepupu!" jawab Zia kemudian tertawa.


"Kenapa calon?"


"Kan Kak Heaven baru jadi pacar, belom jadi suami!"


"Sama aja, nanti juga jadi!"


"Tetep aja nggak bisa!"


"Bisa!"


"Enggak lah!"

__ADS_1


"Ya udah ayok nikah sekarang, biar cepet jadi sepupunya Gala!" kata Heaven.


"Ih nggak mau, masih sekolah."


"Besok minggu libur."


"Ih nggak gitu konsepnya!"


Butuh waktu cukup lama untuk sampai di sekolah, selama perjalanan, mereka hanya mendebatkan sesuatu yang tidak penting. Hingga akhirnya mobil Heaven sampai di parkiran sekolah. Tidak ingin terlambat, Heaven segera mengantarkan Zia menuju kelasnya.


"Udah sana masuk, belajar yang bener!" kata Heaven sebelum pergi meninggalkan Zia.


Zia berjalan memasuki kelasnya, semua siswa sudah berada di kelasnya karena bel tanda pelajaran dimulai sudah berbunyi. Gadis itu segera menuju tempat duduknya. Terlihat di depan sana, Handa tengah duduk seorang diri tanpa adanya Icha di sampingnya.


"Baru nyampe lo, Zi?" tanya Handa menyambut.


"Iya, Icha ke mana? Tumben nggak keliatan? Biasanya paling berisik dia!" tanya Zia sembari meletakkan tasnya.


"Nggak tau Zi, dari semalem gue chat dia nggak pernah dibales. Gue telfon juga nggak diangkat, aneh banget kan? Nggak biasanya dia kayak gini," ucap Handa sedikit khawatir.


"Masa sih?" tanya Zia. Handa menganggukkan kepalanya.


"Apa mungkin dia lagi ada maslah ya? Atau mungkin lagi sakit kali ya?" tanya Handa menebak.


"Jangan mikir yang enggak-enggak dulu, mungkin aja Icha telat bangun." Zia mencoba berpikir positif.


"Heum, bisa jadi juga sih!" Karena tidak ingin terlalu overthingking, Handa memilih berpikir positif. "Eh lo tau nggak, tadi gue denger dari yang lain katanya Dio dikeluarin dari sekolah!" heboh Handa.


"Dio dikeluarin dari sekolah?" Zia tidak terkejut sama sekali, sudah ia duga hal ini pasti akan terjadi. Bahkan ia sudah membayangkan hal yang lebih parah menimpa Dio sebelumnya. Akan tetapi, sampai sekarang ia tidak tahu, apa saja yang sudah Heaven lakukan pada Dio sejak kemarin.


"Iya, beritanya udah nyebar ke mana-mana. Tapi sayangnya nggak ada yang tau apa penyebabnya!" ucap Handa lagi.


Permasalahan kali ini cukup rumit, Zia sudah menduga Heaven tidak akan membocorkan informasi apapun yang terjadi pada Dio. Seandainya Zia mencoba mencegah pun belum tentu Heaven akan mau menuruti dirinya. Cowok itu sudah terlanjur marah pada apa yang dilakukan Dio, begitu juga dengan musuh-musuhnya di geng Gorized.


🎀🎀🎀


Sambil menunggu Heavanna up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini.


Judul : Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap


Napen : Kisss


Kinara adalah istri yang tak di anggap kehadirannya oleh Andreas. Penampilan nya yang tak terurus membuat dirinya kerap kali di hina oleh orang-orang sekitar. Setelah melahirkan tubuh Kinara bertambah gemuk membuat Andreas semakin jijik melihatnya. Sehingga suatu malam Andreas membentak anaknya karena menangis di tengah malam membuat Kinara tak terima. Seorang ibu tak akan rela anaknya di bentak?! Ternyata tak hanya dirinya yang tak di anggap. Melainkan buah hatinya juga, Andreas tak menganggap kehadiran anak kandungnya itu. Kinara yang jenuh pun memilih bercerai dengan Andreas! Kinara bersumpah akan membalas dendam pada Andreas dan orang-orang sekitar yang selama ini memandangnya dengan sebelah mata. Lalu bagaimana kisah Kinara yang berjumpa dengan Duda Tampan satu anak.


__ADS_1


...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2