Heavanna

Heavanna
104. BERTENGKAR


__ADS_3

Waktu sudah semakin malam, Heaven menghentikan motornya di depan minimarket yang masih buka. Sudah cukup lama ia dan teman-temannya mengelilingi jalanan kota untuk mencari keberadaan Zia, namun sampai sekarang mereka belum juga menemukan hasilnya.


"Gue mau beli minum bentar!" Heaven berjalan menuju pintu masuk minimarket, hingga suara lantang Gala yang muncul secara tiba-tiba, menghentikan langkahnya.


"Heav, bukannya itu mobil Handa?" Gala menunjuk ke depan sebuah restoran, di mana tampak Zia, Handa dan Icha baru saja masuk ke dalam mobil.


"Zia tuh Bos, dia bisa nyetir mobil?" tanya Nanda bingung. Karena baru kali ini ia melihat Zia mengendarai mobil.


Heaven mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras melihat Zia sudah melajukan mobilnya meninggalkan area restoran. "KEJAR!" titahnya.


Heaven kembali menaiki motornya, memakai helm full face dengan cekatan lalu menyalakan motor sport yang menjadi tunggangannya. Tidak menunggu lama, mereka melajukan motornya mengikuti mobil Zia yang sudah berjalan jauh di depan sana.


Heaven tidak ingin kehilangan jejak. Dia menarik gas dengan kecepatan tinggi mengejar paling depan di antara teman-temannya. Sesekali jempol tangannya menekan klakson, berharap Zia bisa mendengar kode darinya dan segera menghentikan mobilnya.


Beberapa teman-temannya yang di belakang pun ikut menekan klakson motor, hingga suara yang cukup memekakkan telinga itu saling bersahutan menghebohkan jalanan yang mulai menyepi itu.


"BODOH!"


Di balik helm full facenya, Heaven mengumpat kesal para sahabatnya yang malah ikutan mengklakson tanpa aturan di belakang sana. Bukannya apa, Heaven hanya tidak ingin membuat kehebohan yang justru akan mengganggu istirahat warga setempat.


Suara klakson motor masih saling bersahutan, Heaven masih mengejar mobil Zia yang jaraknya masih cukup jauh. Namun siapa sangka, mobil yang awalnya melaju dengan kecepatan sedang itu kini mulai berjalan dengan kecepatan tinggi.


Heaven tercengang, bagaimana bisa Zia mengendarai mobil dengan kecepatan setinggi itu. Apalagi di depan sana masih ada beberapa pengendara lain yang melintasi jalanan malam itu. Kekhawatirannya semakin menjadi, Heaven yang tidak ingin kehilangan jejak secara langsung menambah kecepatan motornya.


Semua teman-temannya masih mengikuti dari belakang, mereka pun tidak menyangka melihat mobil Zia melesat dengan sangat cepat di depan sana. Ini adalah kali pertama mereka melihat secara langsung sebuah mobil melaju dengan gesit di jalanan, seperti di dalam sebuah sirkuit. Bahkan Heaven yang suka balapan pun belum pernah mengendarai mobil secepat itu.


"ANJIR, ITU BENERAN ZIA YANG BAWA MOBIL?" Nanda berteriak saking tidak percayanya, namun hanya segelintir orang yang mampu mendengarnya.


Please, berhenti! Jangan bikin gue pusing, Na.


Heaven masih fokus mengejar mobil Zia, matanya menajam menyalip satu persatu kendaraan di depannya. Hingga jalanan mulai menyepi, Heaven dapat melihat di depan sana terdapat lampu merah di perempatan jalan.


Tinn...


Tinn...


Tinn...


Heaven masih belum bisa tenang, melihat Zia masih terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan semakin meningkat ketika hampir sampai di perempatan jalan.


"Please, Na. Stop!"


Heaven menggeram. Di depan sana Zia nekat melewati perempatan jalan saat lampu akan berubah merah. Tempat yang ia kira akan menjadi akhir dari pengejaran ini, ternyata hanyalah tempat akhir bagi dirinya dalam mengejar Zia di tengah malam itu.


Heaven menghentikan motornya tempat ketika lampu merah menyala. Sorot mata tajamnya masih tertuju pada mobil Zia yang kian menjauh. Rahangnya mengeras seiring dengan menghilangnya mobil berwarna merah itu dari pandangannya.


"ARRGGHHH SIALAN!" Heaven mengumpat sambil memukul motornya dengan kesal.

__ADS_1


"Anjir, cewek lo nekat juga Heav. Nggak kalah skill sama pembalap internasional!" ucap Agam dibalik helm full facenya.


"Mau pergi ke mana lagi lo, Na?" Heaven mencengkram kuat setirnya, mengabaikan ucapan Agam yang kurang berfaedah menurutnya, di saat-saat seperti ini.


"GUE TAU MEREKA KE MANA!"


Semua orang menoleh, serempak menatap penasaran pada Gala. "KE MANA?"


"IKUTIN GUE!"


*********


"Lo yakin mereka bakal ke sini?"


Heaven menyadarkan pandangan, masih dengan rasa khawatir, kesal dan marah yang sudah bercampur aduk menjadi satu dalam benaknya. Suasana di jalan itu cukup sepi, sudah sekitar sepuluh menit ia menunggu kedatangan Zia di sana. Namun, gadis itu belum juga terlihat melintas di sekitar sana.


"Gue yakin!" jawab Gala mantap. Meskipun sempat mendapatkan tatapan aneh dari para sahabatnya.


"Kok lo yakin banget kalo mereka bakal dateng ke sini?" tanya Nanda penasaran. "Emangnya mau ngapain mereka ke sini?" lanjutnya.


Sementara di sampingnya, Kenzo memilih diam seribu bahasa meskipun sedikitnya ia tahu, apa yang membuat Gala menuntut teman-temannya untuk datang ke tempat ini. Karena, jalan ini adalah jalan satu-satunya menuju rumah Handa yang paling dekat yang biasanya gadis itu gunakan untuk pulang ke rumah. Selain jaraknya lebih dekat, jalan ini juga aman dilewati meskipun malam hari sekalipun.


Namun tidak bisa dipungkiri, sebenarnya kenzo juga merasa sedikit aneh. Gala mengetahui tempat ini, mungkinkah cowok itu sudah tahu di mana tempat tinggal Handa? Mungkin memang benar dugaannya, selama ini dirinya selalu menganggap Gala pria kaku tanpa perasaan. Namun kali ini, ia menyadari ada sesuatu yang berbeda dalam gerak-gerik cowok itu sejak tadi.


Apa mungkin Gala udah suka sama Icha? Atau justru malah suka sama ... Handa?


"Apa pertanyaan itu penting sekarang?" Gala memilih tidak menjawab, menepis tatapan curiga dari para sahabatnya yang tertuju padanya sejak tadi.


Semua orang memilih diam. Gala memang jarang sekali marah, tapi sekalinya marah, bahkan bangunan di sekitar sana pun bisa saja runtuh karena melihat kemarahannya. Sebagian dari mereka pernah melihatnya, ketika Gala mengamuk tak terkendali pada seseorang yang telah membuat Heaven terluka parah dulu. Salah besar jika kalian mengira Gala tidak peduli dengan sepupunya, karena pada kenyataannya Gala begitu menjaga Heaven meski dengan sikap cueknya. Begitupun sebaliknya.


Selang beberapa menit berlalu, Heaven terhenyak ketika melihat kedatangan mobil yang ia tunggu sejak tadi. "Kalian siap-siap!" titahnya.


Semua orang menurut, menaiki motornya masing-masing lalu berpencar sesuai yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Heaven menghampiri mobil Zia yang sudah berhenti di depan sana, tampaknya gadis itu sudah menyadari signal bahaya yang sedang menunggunya sejak tadi.


Sementara di dalam mobil, Zia dan kedua sahabatnya masih bingung harus melakukan apa. Mereka belum menyadari, siapa orang-orang yang tengah mengepungnya saat ini. Hingga akhirnya suara Icha berhasil mengejutkan kedua sahabatnya.


"KAK GALA!" ucap Icha melihat siluet Gala dan teman-temannya tengah membuka helm.


"Gala?" Serentak, Zia dan Handa menatap pada Icha lalu kembali menatap ke depan dengan wajah syoknya.


"Kak Heaven?" Zia terkejut ketika melihat Heaven berjalan menghampiri mobilnya dengan wajah garang penuh amarah luar biasa.


"KELUAR LO!"


Heaven memerintah dengan suara meninggi, tangannya mengetuk-ngetuk kaca mobil tepat di mana Zia duduk. Sementara Zia, gadis itu tengah mencengkram kuat setirnya merasa takut. Selimut kemarahan yang melapisi wajah dingin Heaven membuatnya ragu untuk membuka pintu mobilnya saat ini. Namun, mau tidak mau ia harus membuka pintu dan menghadapi cowok itu apapun yang terjadi.


"KELUAR SEKARANG ATAU GUE PECAHIN NIH PINTU!" kata Heaven memperingatkan.

__ADS_1


Zia, Handa dan Icha membulatkan matanya mendengar ancaman itu. Masih dengan rasa takutnya, mereka memilih turun sebelum Heaven nekat menghancurkan mobil mahal itu. Bukannya Handa tidak mampu membelinya lagi, tapi mereka memilih turun sebelum kemarahan Heaven semakin menjadi-jadi.


Zia keluar dengan perlahan, kepalanya menunduk menghindari tatapan tajam Heaven padanya. Heaven mengepalkan tangannya, ia sangat tidak suka melihat Zia menghindari pandangannya dengan cara menunduk seperti ini.


Brakk


"DARI MANA AJA LO?"


Heaven menutup pintu mobil dengan kasar, setelah Zia keluar dari mobil. Hal itu mengejutkan semua orang, terutama Zia yang langsung terlonjak kaget mendengar suara gebrakan memekakkan telinga di sampingnya. Bahkan Kenzo yang melihat hal itu hendak menghampiri, namun pegangan tangan Handa berhasil menahan dan menyadarkan dirinya.


"MAU KE MANA LAGI LO, NGGAK LIAT INI UDAH MALEM?" Heaven bertanya, menahan nafas sejenak mengendalikan amarah.


"JAWAB GUE SIALAN, LO LUPA SAMA YANG GUE BILANG TADI PAGI?" bentak Heaven yang mulai gusar karena tidak kunjung mendapat jawaban.


"Gue, nggak lupa?" Zia menjawab dengan ragu, tangannya memilin baju yang dikenakan olehnya.


"Terus kenapa lo nggak bilang ke gue kalo lo pergi?" Heaven sedikit merendahkan suara, menyadari Zia mulai ketakutan sampai berdirinya pun sudah tidak mampu seimbang karena saking gemetarannya.


"Gue mau bilang, tap-tapi hp gue mati!" Dengan tangan gemetar, Zia merogoh tasnya lalu menunjukkan ponselnya yang sudah mati.


Heaven melirik ponsel di tangan Zia, lalu merebutnya dengan sangat mudah. "HP LO, GUE SITA SEMINGGU!"


Zia mendongakkan kepala, mata bulatnya menatap Heaven dengan tidak percaya. "Kok git-"


"Kenapa? Mau protes, gue tambahin dua minggu!" Heaven menarik Zia menuju motornya, "Urusan kita belum selesai!"


"Tap-tapi Kak-"


"Nggak ada tapi-tapian, pulang sekarang!" Heaven mengambil helmnya, lalu memakaikan di kepala Zia dengan kasar. Waktu sudah semakin malam, Heaven tidak ingin terlalu lama berdebat dengan Zia di tempat ini. Apalagi di sana masih ada teman-temannya, ia tidak ingin menjadi tempat tontonan gratis para sahabatnya yang penasaran dengan pertengkarannya dengan Zia.


🎀🎀🎀


Hai pren! Aku kasih rekomendasi karya keren temanku nih. Ceritanya seru dan menarik lho, jangan lupa mampir ya 🥰


Judul : Hei Gadis Berkacamata


Author: Putri Nilam Sari


Blurb


Perjalanan Eisha si gadis berkacamata dalam merubah penampilan dan menggapai impiannya dibantu Adnan seorang pria misterius dan bersikap dingin serta bermasalah di lingkungan nya.


Namun benih cinta yang tumbuh diantara mereka belum sempat mekar karena kesalahpahaman dan kejadian tak terduga.


Hingga Pertemuan tak disangka kembali memulai kisah yang belum usai, namun bagaimana dengan takdir yang memberikan kejutan bagi mereka, akankah kisah mereka berakhir bahagia??


🎀🎀🎀

__ADS_1


...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2