Heavanna

Heavanna
107. AZKA ATAU ZIAN?


__ADS_3

Gue harus gimana sekarang, apa kasih tau Kak Heaven aja kali ya?


Di salah satu meja kantin itu, Zia masih saja memikirkan orang misterius di ruangan kosong yang sempat dilihatnya tadi. Setelah dipikir-pikir, ia memang pernah melihat cowok itu saat kejadian di minimarket dulu. Zia masih ingat dengan postur tubuhnya, namun sayangnya ia melupakan wajah cowok itu. Cowok yang memasuki ruangan khusus karyawan minimarket ketika keadaan sedang sangat genting waktu itu.


Tapi gimana cara gue kasih taunya? Orangnya aja gue nggak tau siapa! Duh gimana ya?


Tanpa sadar gadis itu sudah mengacak-acak makanan yang sejak tadi diabaikan olehnya. Sendok yang berada di tangannya terus bergerak menusuk-nusuk satu persatu nasi dan lauk yang sudah tidak berbentuk itu. Zia menghela nafas kasar, saat ini ia tidak tahu harus melakukan apa. Memikirkan orang misterius itu membuatnya tidak fokus, bahkan saat jam pelajaran tadi ia terkadang tidak fokus mendengarkan penjelasan guru.


"Zia kenapa? Kok makanannya dibejek-bejek gitu, kayak rujak aja!" Icha bertanya, menatap miris makanan milik Zia yang sudah seperti bubur di atas piring tersebut.


Handa yang melihatnya pun langsung menyenggol lengan Zia yang memang posisinya sedang duduk di sampingnya, sementara Icha duduk di hadapan keduanya. "Lo kenapa sih Zi, ada masalah?" tanya Handa.


Zia menoleh lalu menggelengkan kepala. "Nggak papa!" ucapnya lesu. Handa dan Icha justru semakin bingung dibuatnya. Mereka memilih kembali menyantap makanannya, membiarkan Zia kembali tenggelam dalam pikirannya.


Tanpa ketiga gadis itu sadari, seorang cowok tiba-tiba datang menghebohkan seluruh kantin. Sebagian siswi di sana melongo, melihat pemandangan luar biasa yang terpancar dari paras tampan cowok itu. Bahkan kaum laki-laki pun langsung merasa kiceup ketika berpapasan dengan cowok asing itu.


"Anjir siapa tuh cowok?"


"Ganteng banget gila, sebelas dua belas sama Kak Heaven!"


"Tapi nggak sedingin Kak Heaven tau, liat aja tuh senyumnya. Masya Allah manis banget, gue mau deh jadi yang kedua!"


"Anjir nyadar lo, muka pas-pasan maunya sama yang spek serbuk berlian!"


Berbagai macam pujian terlontar untuk cowok itu, semua kaum hawa di sana begitu terkesima melihat senyum manis di wajah tampan itu. Berbeda dengan Zia yang justru masih sibuk dalam pemikirannya, gadis itu bahkan sampai tidak menyadari ada cowok tampan yang datang menghampiri dirinya.


Sampai pada saat Zia mengambil minumannya, cowok itu langsung menyerobot, mengambil sedotan lalu meminumnya tepat di depan wajah Zia. Hal itu sontak membuat semua orang terdiam tidak percaya, begitu juga dengan Handa dan Icha yang melihat tepat di depan matanya. Zia tercengang ketika melihat wajah laki-laki yang sangat dikenalnya sudah berada di hadapannya, ditambah dengan kerlingan mata genit yang ditujukan untuknya.


Plakk


"Aw shiittthhh...."


Cowok itu memekik ketika Zia memukul kepalanya dengan geram, mengejutkan semua orang termasuk Handa dan Icha di sampingnya.


"Zian! Ngapain lo di sini?" Zia mendelik pada cowok yang tidak lain adalah saudara kembarnya, Zian Azka Zielinski.


"Zian?" Icha mengerutkan keningnya bingung, setahunya cowok yang duduk di sampingnya kini bernama Azka bukan Zian seperti yang dikatakan Zia sebelumnya.


"Ngapain lagi, ya nemuin lo lah." Azka masih mengusap kepala yang terasa berdenyut, lalu melempar tatapan kesal pada Zia. Bukannya mendapatkan sambutan hangat, dirinya malah mendapatkan pukulan maut dari saudarinya sendiri. "Gue dateng jauh-jauh khusus buat nemuin lo, tapi lo malah nyambut gue dengan cara kayak gini?" ia menggeleng tidak percaya.


Menyadari apa yang telah dilakukannya tadi, Zia mengusap kepala Azka yang telah dipukul olehnya. "Ya lagian lo dateng-dateng ngagetin gue, pake ke sekolah segala lagi!" sungutnya.

__ADS_1


"Lo mau bikin semua orang tau tentang kita?" bisik Zia. Melihat semua orang di dalam kantin menatap dirinya dan Azka dengan raut wajah begitu penasaran.


Azka tersenyum santai, lalu mengusap puncak kepala Zia dengan gemas. "Emang apa salahnya nemuin cewek sendiri!" ucapnya dengan suara lantang.


Seketika Zia melotot mendengar apa yang dikatakan Azka, bisa-bisanya adiknya ini mendeklarasikan diri sebagai pacar dengan percaya diri di hadapan semua orang. Bukan hanya Zia yang terkejut, bahkan semua orang di kantin itu kini semakin tercengang dengan apa yang dikatakan Azka tadi. Apalagi posisi Zia saat ini masih menjadi pacar si most wanted di sekolah ini, Zia jadi merasa seperti seorang playgirl yang siap dikuliti hidup-hidup ketika melihat tatapan kebencian dari semua kaum hawa di sana.


"Lo gila ya, kapan gue pacaran sama lo!" lirih Zia melotot pada Azka yang masih menyunggingkan senyum bangga.


"Nantang maut nih anak!" celetuk Handa yang kini mulai was-was.


Azka tidak peduli, ia beralih menatap gadis cantik yang masih kebingungan di sampingnya. "Hai Icha, btw gue lupa kenalan sama lo kemarin! Nama gue Zian Azka, biasa dipanggil Azka!"


Azka mengulurkan tangan sembari tersenyum manis pada gadis yang duduk di sampingnya, tidak lain dan tidak bukan adalah Icha. Icha bahkan sampai tidak mampu menahan rasa kagumnya, hingga sekedar mengulurkan tangan yang mampu ia lakukan saat ini.


Azka beralih tersenyum manis pada Zia yang kini mulai ketar-ketir, gadis itu takut Heaven melihat apa yang dilakukan Azka tadi. "Sorry Nda, kayaknya mending gue pergi dulu!" pamitnya.


Handa mengangguk menyetujui, namun tidak dengan Azka yang justru memegang pergelangan tangannya, melarangnya pergi. "Eh mau kemana kamu? Duduk!" titahnya.


Zia mulai bingung dengan posisinya, semua orang kini menatapnya dengan tajam apalagi setelah Azka memegang tangannya tadi. Gadis itu ingin menjelaskan pada Azka, namun posisi kantin yang terlalu ramai membuatnya sulit untuk mengatakan sesuatu yang ada dalam pikirannya. "Zian please, lepasin tangan gue!" pintanya lirih.


"Kenapa? Lo nggak suka gue-"


Bugh


Zia seketika menjerit melihat saudaranya tersungkur di lantai, ketika seseorang yang datang tiba-tiba memukul wajahnya dengan keras. Gadis itu hendak menolongnya, namun pergerakannya tertahan saat tangannya dicengkeram oleh seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Heaven.


Entah sejak kapan cowok itu sudah berada di sana, bersama teman-temannya yang juga terkejut dengan apa yang dilakukan Heaven tadi. Zia membulatkan mata melihat mata merah bercampur amarah milik Heaven, tubuh gadis itu menegang ketika Heaven kembali menghampiri Azka lalu mencengkeram kerah bajunya.


"SIAPA LO, BERANI DEKETIN CEWEK GUE?"


Bugh


Heaven kembali memukul wajah Azka yang kini berada di bawahnya, air mukanya masih tersirat akan kemarahan luar biasa. Berani-beraninya cowok asing itu mendekati gadisnya, bahkan sampai mengaku sebagai pacarnya. Azka yang belum siap, kini hanya mampu meringis saat mendapatkan serangan untuk yang kedua kalinya.


Heaven kembali mengangkat tangannya yang terkepal, hendak memukul wajah tampan Azka yang telah membuat amarahnya memuncak. Namun tidak di sangka, Azka mampu menepis tangannya dengan mudah. Cowok itu tersenyum miring, sebelum kemudian mendorong tubuh Heaven hingga terdorong beberapa langkah ke belakang.


Melihat Azka tersenyum miring padanya, Heaven beranjak berdiri lalu memberikan serangan padanya. Tampaknya kali ini Heaven mendapatkan lawan yang cukup sebanding dengannya. Semua orang yang melihatnya pun tercengang melihat kemampuan bela diri Azka yang dapat dengan mudah menghindar dan memberi serangan balik pada Heaven.


"ZIAN STOP AAAKKHHH...!"


Zia berteriak kencang, tiba-tiba rasa sesak di dadanya datang ketika melihat dua cowok itu berkelahi di depan sana. Semua orang masih fokus melihat pertunjukan menegangkan itu, sampai mengabaikan Zia yang berjalan tertatih ingin memisahkan keduanya. Namun, baru beberapa langkah berjalan, gadis itu terjatuh hingga membentur meja di samping kirinya.

__ADS_1


"ZIA!"


Handa memekik terkejut, lalu menghampiri Zia yang sudah terduduk sambil memegangi lehernya. Sementara Azka masih sibuk menghalau serangan demi serangan yang dilakukan Heaven, perkelahian itu membuat seluruh meja di kantin itu berantakan. Beberapa piring, gelas dan benda-benda lainnya kini sudah berserakan di lantai karena pecah.


Ditengah perkelahiannya itu, Azka mulai menyadari apa yang dilakukannya ini justru membahayakan Zia di sana. Azka mulai tidak fokus ketika melihat Zia tengah terduduk dilantai sambil memegangi lehernya, hingga kesempatan itu digunakan oleh Heaven yang masih diselimuti oleh amarah.


Bugh


Sekali lagi, pukulan Heaven berhasil mendarat tepat pada bagian dada Azka. Cowok itu tersungkur tepat di depan Zia yang masih menahan rasa sakitnya, ditemani oleh Handa yang tengah berusaha menyadarkan Zia. Melihat Heaven hendak kembali menyerang, Azka langsung menendangnya hingga tersungkur ke belakang. Setelahnya, Azka beranjak mendekati Zia dan memeluknya dengan erat.


"Zian please, jangan berantem lagi hiks!" lirih Zia dengan susah payah.


Azka melepaskan pelukannya, menangkup wajah Zia yang kini sudah dibanjiri oleh air mata. "Buka mata lo, liat baik-baik. Gue nggak papa Anna!" ucapnya.


Heaven semakin meradang melihat apa yang dilakukan cowok itu pada Zia, tentu saja ia tidak terima gadisnya dipeluk oleh pria lain. Tidak ada ampun lagi, dengan amarah membuncah Heaven menghampiri keduanya. Namun secara tiba-tiba Kenzo menghalangi langkahnya, membuat Heaven menggeram tertahan.


"Minggir sialan!" geram Heaven.


Kenzo tidak menyerah, ia mendorong Heaven hingga mundur beberapa langkah ke belakang. "STOP HEAV! LO MAU TRAUMA ZIA KAMBUH LAGI?" bentaknya.


Heaven tersadar dengan apa yang dilakukannya, ia menatap Zia yang tengah menangis dalam pelukan cowok asing itu. Melihat hal itu justru membuat kemarahan Heaven kembali memuncak. Memangnya cowok mana yang akan rela melihat ceweknya dipeluk oleh cowok lain? Dengan kasar Heaven menyingkirkan Kenzo dari hadapannya, lalu mendekati Zia yang masih berada dalam pelukan cowok yang tidak dikenalnya itu.


"MINGGIR BANGSAT!"


Heaven menarik Azka hingga pelukan keduanya terlepas, lalu berjongkok menggendong tubuh lemas Zia ala bridal style dan membawanya pergi meninggalkan tempat ramai namun sepi akan suara itu.


🎀🎀🎀


Hayoloh, makin bingung kan? Sama, saya juga. Ini Azka banyak tingkah beut ya, bikin orang salah paham aja! Untung ganteng, eh! 🤭


Hai pren! Aku ada rekomendasi karya keren lagi, jangan lupa mampir ya! 🥰


Judul : Surga Hitam


Napen : Tie tik


_Surga adalah simbolis dari seorang istri. Semua suami pasti berharap jika surga miliknya tetaplah suci sampai waktunya tiba. Begitu pun denganku, aku sangat berharap jika surga yang aku miliki nanti, tetap suci walaupun bagian luarnya banyak ukiran yang menghiasi. Ajisaka_


_Jika memang kesucian yang menjadi perioritas utamamu. Saya memilih mundur saja, karena saya hanya surga hitam yang tak pantas untuk di perjuangkan. Intan_


__ADS_1


...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2