
"Jadi ternyata lo, dalang dibalik semua permasalahan ini?"
Nanda berjalan mengitari Dio yang kini duduk di kursi dalam kondisi terikat, terdapat lebam kebiruan di wajahnya setelah mendapat bogem mentah dari Heaven sebelumnya. Kini bukan hanya Heaven, Gala dan teman-temannya yang lain pun ikut marah setelah mendengar penjelasan dari Heaven tadi.
"MAKSUD LO APA LAKUIN ITU HAH?"
Nanda yang sudah tidak sanggup menahan kegeraman kini mencengkeram kerah seragam Dio. Wajahnya memerah tersirat akan kemarahan luar biasa, memangnya siapa yang tidak akan marah ketika diusik oleh seseorang tanpa alasan yang jelas. Dio balik menatap mata Nanda, kini dirinya sudah pasrah dengan kemungkinan yang akan terjadi.
"Maksud gue?" Ia terkekeh kecil, kemudian beralih menatap pada Heaven. "Gue mau dia pergi dari jangkauan pandang gue, di manapun dan kapanpun!" ucapnya.
"Maksud lo apa anjir!"
Bugh
Nanda yang terlanjur kesal tidak segan memberi bogem mentah pada wajah Dio. Ia sangat tidak suka dengan cara bicara Dio yang terlalu bertele-tele. Apalagi dari ucapannya, tujuan Dio kali ini berhubungan dengan Heaven, ketua geng mereka. Tentu saja Nanda tidak bisa menerima itu semua.
"Ngomong yang jelas bangsat, nggak usah bertele-tele! Lo udah mulai ini semua dan sekarang lo juga yang harus mengakhirinya!" Kini bukan lagi Nanda yang berbicara, melainkan Gala dengan segala emosi di dadanya. Sepupunya dijadikan target oleh cowok sok pemberani di hadapannya, Gala tentu tidak akan tinggal diam begitu saja.
"Kenapa gue lakuin itu?" Dio tersenyum miring. "Itu karena temen lo udah buat Hara lebih milih dia daripada gue! Dan gue nggak akan pernah terima penghinaan itu!"
Semua orang tercengang mendengar pernyataan Dio, beberapa detik masih belum bisa membuat mereka memahami kalimat itu. Namun kini mereka sadar, ternyata semua permasalahan itu berawal dari cinta. Dio mencintai Hara, namun Hara justru menyukai Heaven. Ya, memang sudah sejak dulu Hara mengejar Heaven meski sudah mendapatkan banyak sekali penolakan. Dulu hal itu sering kali menjadi topik hangat seantero sekolah.
"Apa? Cuma karena itu?" Nanda masih tercengang, namun sedetik kemudian ia tertawa ngakak. "Anjir itu karena lo jelek bego, liat aja penampilan lo kayak ketombe buku!" cibirnya.
"Kutu buku," koreksi Agam.
"Sama aja, sama-sama parasit!"
"Terserah lo!" Agam memutar bola matanya malas, akan lebih baik dirinya mengiyakan saja ucapan Nanda daripada ribut berkepanjangan.
"Muka lo itu datar, anyep. Nggak ada manis-manisnya," lanjut Nanda pedas.
"Air mineral kali ah!" sahut Agam.
"Lo liat tuh mukanya Heaven?" Nanda menunjuk ke arah Heaven dengan sombongnya, tanpa memedulikan ucapan Agam sebelumnya.
"Kenapa mukanya Heaven?" tanya Agam.
"Sama anyepnya!" jawab Nanda kemudian tertawa bengek.
Heaven seketika melotot mendengar jawaban Nanda, memang teman sialan nggak ada akhlak. Ia pikir Nanda akan memuji dirinya tadi. "Nggak lucu bangsat!"
Heaven berjalan mendekati Dio, mengabaikan Nanda dan Agam yang masih tertawa setelah menghina dirinya. Di saat-saat serius seperti ini, bisa-bisanya kedua sahabatnya yang mirip tuyul itu masih sempat bercanda. Tidak tahu saja mereka, betapa marahnya Heaven saat ini.
"Berani-beraninya lo main-main sama gue!" Heaven mencengkeram kerah seragam Dio, tatapannya begitu tajam mengarah ke depan. "Gue pastikan lo bakal merasakan lebih dari apa yang gue rasakan setelah ini!"
Heaven melepaskan cengkeramannya dengan kasar, ia tidak ingin repot-repot mengotori tangannya hanya untuk memberikan pelajaran pada Dio. Salah jika kalian berpikir Heaven akan diam saja, karena sebenarnya cowok itu sudah menyiapkan tempat tersendiri untuk Dio.
__ADS_1
Ah bukan, bukan hanya Dio, semua anggota geng Gorized pun akan mendapatkan hal yang serupa. Karena mereka semua telah melibatkan Zia dalam masalah ini, dan Heaven tidak akan pernah memberikan toleran sedikitpun.
"Gal, serahin bukti-bukti itu ke polisi. Sisanya biar gue yang atur! Ah ya, gue hampir lupa. Kirim bukti itu ke Hugo, biar dia tahu apa yang sebenarnya terjadi sama Hara waktu itu!" Heaven membalikkan badannya menatap tajam Dio.
"Dan lo, Dio! Siap-siap tanggung konsekuensinya, karena lo udah berani mengusik hidup gue dan udah bawa-bawa Zia dalam masalah ini!" tekannya.
*********
Semua masalah kini sudah terselesaikan, Heaven sudah mengurus semua musuh-musuhnya hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Tentu saja, Heaven mampu melakukan itu semua karena mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mengurus tikus-tikus pengganggu dalam hidupnya. Selain itu, anggota Clopster juga turut andil menangkap semua anggota geng Gorized mencoba untuk kabur tadi. Termasuk ketua geng mereka, Regha.
Malam itu, Heaven berjalan santai di dalam mall besar dipusat kota. Setelah semua urusannya selesai tadi, ia mendapat kabar bahwa Zia sedang belanja bersama Mommy nya. Meskipun semua permasalahan yang dihadapinya sudah terselesaikan, tetap saja Heaven masih merasa khawatir jika membiarkan gadis itu berpergian tanpa pengawasan darinya.
Heaven berjalan santai memasuki lift untuk menuju lantai lima, Zia baru saja memberikan pesan singkat padanya tadi. Senyum tipis terukir di bibirnya, ia sudah tidak peduli dengan tatapan orang-orang di sekitar sana. Yang sekarang Heaven pikiran hanyalah segera menemui gadis yang sudah menunggu kedatangannya.
"Ih gemes banget sih, jadi pengen nyium gue!" lirih Heaven menatap foto cantik yang baru saja dikirimkan oleh Zia.
Cowok itu berjalan keluar setelah pintu lift terbuka, tanpa menunggu lama ia langsung menunju ke toko tempat Zia berada. Namun ditengah keramaian itu, seorang wanita yang tengah berdiri dalam kebingungannya berhasil mengalihkan atensinya. Heaven merubah arah, kemudian menghampiri wanita yang sedang celingukan seperti tengah mencari sesuatu.
"Tante Shena, Tante ngapain di sini?" tanya Heaven pada wanita yang ia ketahui adalah Mamanya Kenzo.
Wanita itu menoleh sambil mengerutkan kening. "Sepertinya saya nyasar! Haduh, kemana sih anak itu!" jawabnya sambil menoleh ke kiri dan ke kanan.
"Nyasar? Tante nyari siapa emangnya?" Meskipun sedikit bingung dengan ucapan Tante Shena tadi, tapi Heaven mencoba mengabaikan hal itu. Mungkin saja saat ini wanita itu sedang mencari keberadaan Vincie ataupun Vanes yang entah pergi ke mana.
"Saya lagi nyari anak saya, tadi dia di sini. Tapi sekarang udah nggak ada," ucap wanita itu. "Dasar anak satu ini suka sekali menghilang, sudah tahu Mommy nya nggak tau apa-apa di sini!" dumelnya.
"Kamu mau bantuin saya?" tanya wanita itu. "Memangnya tidak merepotkan?" lanjutnya.
"Nggak kok Tante, Heaven juga lagi nyari seseorang. Siapa tau Vincie sama Vanes juga lagi di sana," ucap Heaven. Mengingat dulu Zia pernah datang ke rumah Kenzo, dan sekarang mungkin saja Zia sedang mengawasi Vincie dan Vanes. Jika tidak pun ia akan membantu mencarikan sampai ketemu.
"Vinci dan Vanes?" lirih wanita itu.
Bagaimana anak muda ini bisa tahu aku punya keponakan bernama Vincie dan Vanes? Ah sudahlah mungkin aku hanya salah dengar tadi!
Wanita itu menganggukkan kepalan. "Ya sudah jika kamu memaksa!" ucapnya.
Heaven melangkahkan kakinya menuju tokoh baju, diikuti oleh wanita cantik itu dari belakang. Sesampainya di dalam toko, Heaven mengedarkan pandangannya. Terlihat di ujung sana, Zia tengah memilih baju seorang diri. Itu tandanya, saat ini gadis itu sedang tidak bersama Vincie apalagi Vanes.
Heaven berjalan semakin mendekat, hendak menyapa gadisnya. Namun gagal, ketika dari arah belakang, seorang wanita berlari menghampiri dan memeluk Zia tanpa seizin darinya.
"Sayang, anak Mommy!" Kata wanita yang Heaven pikir adalah Tante Shena. Wanita itu memeluk Zia dengan sangat erat membuat Heaven merasa bingung.
Anak Mommy?
Dengan cepat Heaven berjalan mendekat, jangan sampai dirinya kecolongan. Bisa-bisanya Tante Shena menganggap Zia adalah anaknya, Heaven jadi teringat dengan ucapan Tante Shena yang dulu berkata ingin menjodohkan Kenzo dengan Zia. Jangan sampai hal itu terjadi.
"Kamu kemana aja sih sayang, udah Mommy bilang buat jangan pergi-pergi jauh. Mommy nggak hafal tempat ini!" omel wanita itu.
__ADS_1
"Ekhem, Tante!" Heaven mencoba ramah. "Bisa tolong dilepaskan dulu Zia nya?" lanjutnya.
"Kak Heaven," ucap Zia.
"Memangnya kenapa saya harus melepaskan anak saya?" tanya wanita itu bingung.
Heaven mengepalkan tangan, mencoba untuk mengatur emosinya. Ia masih mencoba menghargai wanita di hadapannya, bagaimanapun wanita itu adalah Mamanya Kenzo. Zia yang mulai menyadari adanya signal bahaya langsung menggenggam tangan Heaven. Ya, dia sadar Heaven sedang salah paham saat ini.
"Kak!" ucap Zia menghentikan Heaven yang tampaknya akan kembali berbicara pada Mommy nya. Zia menggelengkan kepala, kemudian berkata. "Jangan marah dulu, dia Mommy aku!"
"Hah? Apa?" Seketika Heaven mengerutkan keningnya, bingung. "Mom-Mommy kamu?"
Zia menganggukkan kepala dengan mantap. "Iya dia Mommy aku, jangan salah paham dulu. Aku bisa jelasin semuanya, intinya Mommy aku sama Mamanya Kak Kenzo emang kembar!" ucapnya.
"Hah?" Fakta macam apa ini, Heaven tercengang mendengar ucapan Zia. "Kamu nggak boong?" tanyanya.
"Enggak Kak, aku nggak boong. Kak Heaven jangan salah paham dulu makanya. Dia emang Mommy aku, kembarannya Tante Shena, namanya Mommy Shina!" kata Zia menjelaskan. Namun Heaven masih saja tercengang mengetahui fakta itu.
"Anna, siapa anak muda ini?" tanya Mommy Shena pada putrinya.
"Oh iya Mom, kenalin ini Kak Heaven. Pacar aku!" ucap Zia malu-malu.
"Pacar kamu?" Mommy terkejut, ia langsung menatap ke arah Heaven yang masih menatap bingung padanya. "Benar kamu pacarnya anak saya?" tanyanya.
Heaven tersadar dari rasa terkejutnya, sebenarnya ia masih tidak percaya. Hampir saja dirinya membuat masalah dengan calon mertuanya tadi, pantas saja sejak tadi ia merasa ada yang aneh dengan wanita yang ia kira adalah Tante Shena itu. "Ah itu, iya Tante. Nama ku Heaven, pacarnya Anna!" ucapnya memperkenalkan diri.
"Wahh kamu sangat tampan ya, baik lagi. Makasih ya tadi udah bantuin saya!" ucap Mommy Shina.
"Makasih Tante, Tante juga cantik. Kayak Anna!" ucap Heaven sambil menyengir kaku. Pantas saja Zia sangat mirip dengan Tante Shena, Mommy nya saja kembaran.
"Kamu bisa aja, tapi tentunya Mommy lebih cantik dong ya?" ucap Mommy Shina menggoda.
"Sayang sekali Tante, tapi menurutku anak Tante lebih cantik!" jawab Heaven membuat Zia senyum-senyum sendiri.
"Boong banget!"
🎀🎀🎀
Sambil menunggu Heavanna up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini.
Judul : Terlemah yang tak terkalahkan
Napen: Zahroni nurhafid
Ditengah Dunia yang dipenuhi menusia berkekuatan dewa (Exceed), Dion terlahir sebagai manusia biasa tanpa kekuatan (Seed) dan menjadi rakyat biasa yang nilai kehidupannya tak lebih hanya sekedar kerikil di tepi jalan bagi dunia. Ia hanya berharap bisa terus menikmati hidup damainya melakukan hal konyol bersama sahabatnya Vista dan mengejar cintanya kepada Artia, mereka bertiga adalah sahabat sedari kecil. Namun kehidupannya mulai berubah sejak Dion mendapat peringatan dari dirinya sendiri yang berasal dari masa depan. "Apapun yang terjadi, Lindungilah, Artia." Fisik dibawah rata-rata dan Tanpa kekuatan, dengan tanggup jawab menyelamatkan Artia dari kematian ia Bangkit berkali2 dari kegagalan dan bergerak dengan memutar otak menjadikannya Seed pertama yang setara dengan Exceed kelas S. Bagaimana Cara manusia menang melawan kekuatan dewa?
__ADS_1
...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...