Heavanna

Heavanna
43. RENCANA ULANG TAHUN KENZO


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Kenzo. Menyadari putranya tidak suka merayakan ulangtahun, Shena berencana membuat kejutan dengan memanfaatkan keberadaan Zia dan Handa. Shena berharap kali ini Kenzo mau merayakan ulangtahunnya, meski secara kecil-kecilan. Karena sejak kepindahan Zia ke Jerman dulu, Kenzo sudah tidak mau lagi merayakan ulangtahunnya. Shena dan suaminya pun tidak tahu apa penyebabnya.


Zia yang jago memasak, Shena percayakan untuk membuat kue ulang tahun dan makanan lainnya, dibantu oleh beberapa maid di rumah itu. Handa pun tidak ketinggalan membantu membuat beberapa makanan, menyiapkan semua keperluan sebelum Kenzo dan Om Kenzie pulang. Shena menduga malam ini putranya akan pulang malam seperti biasanya, jadi masih ada waktu beberapa jam lagi untuk menyiapkan segalanya.


"Kalau capek mending istirahat aja dulu, biar Tante sama Bibik yang terusin!" ucap Shena. Melihat Zia yang sedari tadi sudah banyak membuat makanan, hingga beberapa kali terlihat memukul pelan pundak dan bagian lehernya.


Zia yang sedang memijat punggungnya yang terasa pegal langsung menghentikan gerakannya. "Nggak papa Tante, tinggal kuenya doang kok. Nanggung, dikit lagi!" ucapnya lalu kembali menghias kue dengan butter cream warna biru muda dan putih.


"Handa, Vincie yang bawain kuenya ya!" Mengetahui Handa akan melarangnya, tanpa menunggu persetujuan Vincie langsung mengambil kue yang ada di atas meja.


"VINCIE! JANGAN LARI-LARI NANTI KUE BUATAN HANDA JATOH LAGI!" Handa berlari mengejar bocah tujuh tahun yang tengah membawa kue buatannya itu menuju ruang tengah.


"Nggak jatoh kok, orang Vincie pelan-pelan juga!" sangkal Vincie. Meletakkan kue putu di meja, di antara makanan lain yang sudah siap untuk acara kejutan malam ini.


"Nggak jatoh apaan! Vincie udah jatohin sepuluh lebih kue Handa loh tadi!" Handa sedikit kesal, mengingat sebelumnya kue putu yang di buatnya dengan susah payah jatuh karena Vincie teledor.


"Ih Handa kok gitu sih, Vincie kan udah minta maaf tadi!" Vincie mencebikan bibir bawahnya, pura-pura sedih.


"Iya iya, nggak usah manyun-manyun gitu. Jelek tau!" Handa mencubit pipi gembul itu dengan gemas.

__ADS_1


"Iya kalau jelek ntar Kak Gala nggak suka, Vincie jadi jelek wlee...." ejek Vanes yang baru datang membawa tempat sendok berwarna silver.


"Kak Gala siapa?" Handa mengernyit tidak tahu siapa Gala yang di maksud Vanes tadi.


"Kak Gala temennya Kak Kenzo!"


Mendengar jawaban Vanes, Handa manggut-manggut. Membayangkan bagaimana Vincie menaklukkan seorang Gala yang datar seperti papan, apalagi Vincie masih kecil. Handa jadi mengingat bagaimana dulu Icha mati-matian mengejar Gala, hingga rela memalukan dirinya sendiri di hadapan banyak orang. Tapi tetap saja Gala bersikap acuh pada gadis itu.


"Vincie nggak suka Kak Gala ih! Vincie suka Kak Gala, tapi Vincie lebih suka Kak Heaven!" ucap Vincie cemberut. Karena Vanes sudah sok tau tentang dirinya yang menyukai Gala, padahal kan Vincie lebih suka Kak Heaven.


"Kemaren katanya cuma suka sama Kak Gala! Nambah mulu!" protes Vanes, "Cemberut aja terus, ntar kalau Vincie jelek mereka nggak mau lagi sama Vincie wlee...." ejek Vanes lagi melihat adiknya yang terus memasang wajah ditekuk.


"Makanya jangan manyun-manyun gitu! Jelek tau!" ujar Vanes lagi.


"Huaaa... Vincie nggak jelek hiks! Vanes yang jelek!"


"Vincie yang jelek!"


"Vanes lebih jelek!"

__ADS_1


"Udah udah, kenapa jadi jelek-jelekan gitu!" ucap Handa melerai, "Kalian itu kembar, kalau satu jelek berarti jelek semua!"


"KOK KITA! KAK HANDA TUH YANG JELEK HUUU!" ucap Vincie dan Vanes bersamaan. Keduanya bergandengan tangan, menatap Handa penuh permusuhan.


"Kenapa jadi Handa!" Handa menunjuk dirinya seperti orang bodoh, "Yang kembar-kembar emang bahaya!" celetuknya sambil menggeleng kecil.


"HANDA! NGAPAIN LO DI SINI?"


Mendengar suara Nanda yang muncul tiba-tiba, Handa yang sedang berjongkok perlahan berdiri lalu membalikkan badan. Seketika tubuhnya mematung melihat lima cowok yang juga sedang menatap padanya, Handa hanya menunjukkan senyum canggung. Mereka nampak penasaran kenapa ada Handa di rumah Kenzo, bahkan Kenzo yang berdiri paling depan pun sama terkejutnya seperti Handa.


"Vincie, Vanes bantuin Mama dong!" Shena yang baru datang membawa piring langsung terdiam, terkejut melihat Kenzo dan teman-temannya sudah ada di rumah.


"Tante, kue Zia udah jadi! Bagus nggak?" Zia yang sedang sibuk membawa kue, sampai tidak menyadari ada yang aneh. Karena tidak menatap jalan dengan benar, Zia hampir menabrak Shena yang berdiri mematung di tengah jalan.


"Tante ngapain sih berdiri di sini? Untung kuenya nggak jat-toh!" Zia menghentikan ucapannya, melihat banyaknya orang yang kini menatap dirinya dengan aneh sekaligus penasaran. Pandangannya bertemu mata Heaven yang mulai memancarkan sorot mata memerah, Zia yang terkejut sampai cegukan melihatnya.


MAMPUS GUE!


*********

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di cerita Heavanna! 👋👋👋


__ADS_2