Heavanna

Heavanna
28. RIP JOLIE


__ADS_3

Hari libur telah tiba, saat ini Zia sedang berada di rumah Handa. Lebih tepatnya sedang berenang santai di kolam bersama Handa dan Bundanya, Feylyn Zielinski Atmaja, adik kandung Zion. Setelah kepindahannya, Zia memang belum sempat menemui Aunty dan Pamannya itu. Memang sudah tiga minggu ini mereka pergi mengurus bisnis di luar negeri. Dan saat ini Regan ayahnya Handa pun masih berada di kantor karena pekerjaan yang menumpuk.


"Bunda udahan ah, dingin!" ucap Fey beranjak keluar dari kolam renang.


"Yah Bunda, baru juga berapa menit!" dengus Handa melihat tubuh seksi bundanya yang hanya terbalut baju renang mini.


"Kamu lanjutin aja sama Zia, biar Bunda siapin minum sama cemilan buat kalian!" Fey mengambil kimono handuk yang sudah tersedia di atas kursi panjang, kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


"BUNDA, MAU JUS JERUK YA!!!" teriak Handa. Sejak dulu ia memang lebih menyukai jus jeruk dari pada jus buah lainnya, begitu juga dengan Zia.


"IYA...!" balas Fey dari dalam.


Zia hanya diam saja, hal ini sudah biasa ia lihat sejak dulu. Jangan salah, Zia memang tinggal di Negara yang berbeda dengan Handa. Tapi mereka selalu meluangkan waktu untuk saling bertukar kabar, karena itulah yang di namakan keluarga.


"Gimana ntar malem, lo boleh nginep kan sama Paman Max?" Handa berenang mendekati Zia yang berada di ujung kolam. Malam ini Handa dan Zia memang akan menginap di rumah Icha, sesuai yang telah direncanakan sebelumnya.


"Jadi, tapi lo jemput gue ya. Kalau malem supir gue udah pulang, lo tahu sendiri kan kalau Daddy nggak bolehin gue naik mobil sendiri!"


Handa terkekeh kecil melihat wajah Zia yang ditekuk. "Lagian lo juga sih, bandel. Kalau bawa mobil nggak ngotak, kayak orang kesetanan. Udah tahu Daddy lo posesif!"


Zia mendengus sebal, mengingat Daddy yang selalu marah-marah jika dirinya ketahuan habis kebut-kebutan di jalan bersama kedua adiknya. Alhasil, Zia sekarang dilarang keras mengendarai mobil seorang diri. Tapi Zia tetap memaklumi, karena Daddy melakukan semua itu hanya demi keselamatan dirinya.


"Ya mau gimana lagi, orang udah keturunan. Itu hobi gue sama Mommy, sampai sekarang juga Mommy masih suka balapan di jalan!" ucap Zia.


"Sumpah lo?" tanya Handa heboh. "Hebat! Umurnya sih boleh tua, tapi jiwanya masih tetap muda!"


"Iya masih, tapi diem-diem. Soalnya kalo ketahuan pasti Daddy langsung kurung Mommy di kamar, nggak boleh keluar sampai berminggu-minggu!"


Sampai sekarang Zia saja masih tidak tahu, apa saja yang di lakukan Mommy di dalam kamar. Karena jika sedang di hukum, Daddy Zion pasti melarang semua orang menemui Mommy Shina hingga waktu yang telah ditentukan. Tidak ada yang boleh masuk ke kamar kecuali Daddy Zion sendiri, bahkan Zia sebagai anaknya pun tetap tidak boleh.


Handa semakin tertawa ngakak. "Uncle Zion memang langka, patut di museum kan!" kagumnya sambil bertepuk tangan. Langsung mendapat toyoran dari Zia yang sedang menyandar pada dinding kolam di sampingnya.


"KAK... KAK HANDA, JOLIE KAK!" Seorang anak laki-laki berlari ke arah kolam, berteriak heboh memanggil kakaknya.


"Kenapa sih Raf, teriak-teriak gitu. Berisik tau!" kesal Handa melihat adiknya datang dengan wajah panik.


Handa sudah bisa menebak kalau adiknya itu pasti habis membuat masalah. Terlalu biasa bagi Handa, tiada hari tanpa ribut dengan Raffa, adik satu-satunya yang super duper menyebalkan itu. Selain menyebalkan anak laki-laki yang sudah memasuki bangku kelas tiga SMP itu juga gemar sekali tawuran, dan seringkali terpergok sedang nongkrong bersama teman sebayanya. Bahkan pernah beberapa kali Raffa terciduk polisi akibat tawuran dengan anak motor, hingga membuat jalanan macet selama empat jam lebih karena kericuhan itu.


"JOLIE KAK, JOLIE!" heboh Raffa dengan tangan menujuk ke dalam rumah.


"Iya Jolie kenapa?" tanya Handa yang mulai kesal.

__ADS_1


"JOLIE LAGI MEREGANG NYAWA!"


Seketika Handa membulatkan matanya mendengar ucapan Raffa. "Hah! Jangan bercanda lo?!"


Keluar dari kolam, Handa menyambar handuk kemudian berlari masuk. Zia pun tidak mau ketinggalan, cukup penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Jolie. Di lihat dari wajah Raffa, sepertinya kali ini anak itu sedang tidak bercanda.


"AAAAA... JOLIE!" teriak Handa. Melihat Jolie, ikan koki kesayangannya tergeletak di lantai hanya tinggal kepalanya saja.


"Apa gue bilang!" ujar Raffa bersedekap dada.


"Huaaa... kenapa tinggal kepalanya doang!" Handa menangis histeris, mengambil kepala ikan kesayangannya dengan sangat hati-hati.


"Semoga amal ibadahnya diterima oleh yang maha kuasa," Raffa menunduk dengan wajah di buat sesedih mungkin, "RIP Jolie."


"Huaaaa... ini pasti ini ulah Jackie!" tuduh Handa. Menatap tajam Jackie, kucing peliharaan Raffa yang super menyebalkan dan songong seperti pemiliknya.


"Ck bukan lah, itu salah Jolie sendiri. Ngapain lompat-lompat keluar, udah bagus di kasih kandang malah mintanya keluar!" bela Raffa.


"Jadi bener kan Jackie udah makan Jolie?" Tatapan tajam Handa beralih pada Raffa yang memasang wajah tanpa dosa.


"Iya!" cengir Raffa, "Jackie kan cuma mengikuti hukum alam sebagai kucing yang salah satu rantai makanannya itu ikan, jadi bukan salahnya dong!"


"Dih sadis, pencemaran nama baik tuh! Nuduh kucing sembarangan, bisa di tuntut lo ntar sama Jackie!" Raffa dengan cepat mengamankan kucing kesayangannya sebelum kakaknya melakukan sesuatu.


"Bodo amat!" kesal Handa sambil menendangkan kakinya ke arah Raffa yang sudah menggendong Jackie. "Gue tuntut lo atas dasar pembunuhan berencana, dasar Jackie psikopat!"


"Udah Nda, jangan!" Zia menahan Handa yang hendak menyerang Jackie dan Raffa. "Lo mau jadi psikopat juga?!"


Handa menghentikan gerakan kakinya, lalu menatap Zia dengan raut wajah sedih. "Zi, Jolie gue mati huaaa... Bunda...!" teriak Handa memanggil Bundanya. Meratapi ikan kesayangannya yang hanya tinggal kepala, padahal baru lima bulan ini Handa memeliharanya.


Dari arah pintu masuk, Fey datang terburu-buru dengan raut wajah khawatir. Melihat Handa yang sudah terduduk sambil menangis, dan Raffa yang tengah sibuk menggendong kucingnya. Sementara Zia sedang mengelus punggung Handa, mencoba menenangkannya.


"Aduh kenapa sih kalian ribut terus, itu kenapa Kakak nangis?" Fey menatap Raffa tajam, "Pasti kamu gangguin Kakak lagi?"


"Bukan Bunda, Kak Handa nya aja yang cengeng!" ucap Raffa membela diri.


Tidak mendengarkan ucapan putranya, Fey berjongkok menenangkan anak gadisnya. "Kamu kenapa sayang?"


"Bunda... Hiks Jolie mati...!" Handa menunjukkan kepala Jollie yang sudah berada dalam genggamannya.


"Aaaa...!" Fey memekik terkejut, hingga tidak sengaja menepis tangan Handa karena merasa jijik sekaligus takut.

__ADS_1


"Huaaa... Bunda jahat sama Jolie, Bunda nggak sayang sama Jolie!" Handa menatap miris kepala Jolie yang menggelinding di lantai.


"Maaf sayang, Bunda nggak sengaja!" Fey kembali menenangkan putrinya dengan mengelus punggungnya. "Kok bisa tinggal kepalanya sih?" tanyanya heran.


"Abis dimutilasi terus di makan sama Jackie... Hiks!" Sroottt, Handa menyedot ingusnya yang sudah meler ke mana-mana.


"Enak aja, Jackie itu bukan psikopat. Dia cuma melaksanakan kewajibannya!" bela Raffa. "Lagian Jolie nya aja yang keganjenan, gaya gayaan keluar dari air. Dia kira putri duyung?"


Handa semakin mengencangkan tangisannya setelah mendengar ucapan Raffa. Bukannya di bujuk agar tenang, Raffa malah asik membenarkan kesalahan kucingnya. Memang adik laknat satu ini tidak pernah mau mengerti kemauan kakaknya.


"Raffa!" Zia mendelik sambil mencubit pinggang sepupunya, gemas sekaligus geram.


"Kak, sakit!" Raffa meringis, memegang tangan Zia agar mau melepasnya.


"Huaaa... Pokoknya nggak mau tahu lo harus tanggung jawab!" pekik Handa seraya mengancam.


"Ngapain tanggung jawab, gue nggak hamilin anak orang!" balas Raffa.


"Raffa!" Fey mendelik tajam, menyuruh putranya untuk diam. Kalau tidak, pasti masalahnya tidak akan selesai.


"Udah Nda jangan nangis, nanti gue beliin deh yang baru!" bujuk Zia. "Kalo perlu sekarung sekalian!"


"Nggak mau, gue cuma sayang sama Jolie!" tolak Handa cepat.


Sesayang itu Handa pada Jolie hingga tidak bisa tergantikan oleh ikan manapun. Faktanya Handa membeli ikan itu tepat di hari pertama kali Agam mengajaknya jalan, dan di hari itu juga Agam menyatakan perasaannya. Meskipun bukan Agam sendiri yang membelikan ikan itu, tapi tetap saja Handa menyayanginya.


"Ya elah orang udah mati mau di apain lagi! Mau di goreng juga percuma, orang tinggal kepalanya doang!" celetuk Raffa.


"Awas aja nanti gue buang Jackie di jalan, biar jadi gelandangan sekalian!" ancam Handa.


Raffa langsung menyembunyikan kucingnya ke belakang badan, "Dih parah lo, nggak berperikekucingan banget!"


"Biarin!" sentak Handa lalu kembali merengek meratapi nasib ikannya.


"NON ZIA MAAF, ITU HP NYA DARI TADI BUNYI TERUS DI DALEM TAS! TAKUT ADA YANG PENTING!"


***********


Jangan lupa tinggalkan jejak ya....


...Sampai bertemu di cerita Heavanna selanjutnya 👋🏻...

__ADS_1


__ADS_2