
"Tan, Zia mau tanya sesuatu boleh nggak?" Zia menatap serius Shena yang kini duduk santai di sampingnya.
Di gazebo belakang rumah itu, Zia dan Shena sejak tadi mengobrol sambil menikmati camilan. Diiringi tawa lepas, Zia nampak sangat akrab bercanda ria dengan Tantenya yang sangat supel dan super aktif itu. Sementara Handa? Gadis itu sedang asik bermain bersama Vincie dan Vanes di taman sebelah kolam ikan tidak jauh dari gazebo.
Melihat keseriusan di wajah Zia, Shena yang sedang berkutat dengan ponsel sambil bersandar santai langsung menegakkan tubuh. Meletakkan ponselnya di atas meja lalu menatap Zia dengan lekat. "Mau nanya apa?"
"Tante tau nggak siapa Joy?" Zia bisa melihat perubahan pada wajah Tantenya saat dirinya mengatakan nama Joy. Ia sudah menduga kalau sebenarnya Tante Shena tahu siapa Joy, selain Daddy dan Tante Fey.
"Joy?" Shena sejenak berpikir, mungkin saja Joy yang Zia maksud bukan seseorang yang pernah dikenalnya dulu. Setahunya Zia tidak tahu apa-apa tentang masa lalu keluarganya, karena sejak penculikan itu Zion melarang keras semua orang membahasnya lagi. Sedikit apapun itu, apalagi di hadapan Zia dan Shina. "Tante nggak kenal siapa Joy!" jawabnya.
"Tante jangan bohong! Zia tau kok kalau Tante sebenarnya tau siapa Joy itu!"
Untuk pertama kalinya Zia menanyakan nama Joy, bahkan Zion pun tidak tahu kalau Zia pernah mendengar nama Joy dari orang yang telah menculiknya dulu. Karena sejak selamat dari penculikan itu Zia mengalami gangguan kecemasan yang tidak kunjung membaik dalam waktu yang cukup lama. Bahkan ketika melihat orang pun Zia kecil bisa sangat ketakutan, hanya anggota keluarga saja orang yang ia percaya pada saat itu.
"Memang Joy siapa yang kamu maksud?" Shena meminum jus alpukat miliknya, agar bisa membuang rasa tidak nyaman yang tiba-tiba menghampiri.
"Joy yang dibunuh sama Daddy!"
Uhukk... Uhukk...
Shena yang sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan Zia, bagaimana gadis itu bisa mengatakan hal demikian. Tidak tahu apa yang harus dikatakan, Shena hanya menatap Zia dengan raut wajah sulit di artikan. "Kamu ini ngomong apa sih?"
Melihat reaksi Tante Shena yang terkesan berlebihan, Zia mulai menduga kalau itulah yang sebenarnya terjadi. Rasa kecewa kini terselip di benaknya, padahal sejak dulu Zia mencoba menyangkal semua perkataan penculik itu. "Jawab Zia, Tan! Jangan bilang itu bener?"
"Nggak, itu nggak bener sayang!" Melihat mata Zia yang mulai berkaca-kaca, Shena segera memeluknya sembari meyakinkan kalau itu bukan yang sebenarnya.
"Jadi sebenarnya siapa Joy itu?" Zia melepaskan pelukannya, lalu mendesak kembali Shena untuk menjawab pertanyaannya.
"Tante nggak bisa cerita! Tante nggak mau kamu kenapa-kenapa lagi!" Melihat Zia yang sudah sehat seperti saat ini saja Shena sangat bersyukur, ia tidak ingin lagi mengorek masa lalu yang penuh luka itu.
__ADS_1
"Berarti bener kalau Daddy yang udah bunuh orang bernama Joy itu?" Tidak peduli dengan apa yang dikatakan Shena, Zia hanya ingin tahu siapa wanita bernama Joy itu.
"Percaya sama Tante, bukan Daddy kamu yang bunuh dia! Tante dan Om Regan sendiri saksi matanya!" jawab Shena jujur.
"Jadi Ayahku juga ikut dalam masalah ini?" tanya Handa yang entah sejak kapan sudah duduk di samping Zia.
"Semua yang ada di keluarga kita juga ikut, termasuk Mommy Shina. Cuma Mommy kamu itu hilang ingatan, jadi nggak inget semuanya!" ucap Shena, "Bukan Zion yang bunuh Joy, tapi Grandma kalian berdua! Grandma lakukan itu demi kebaikan kita semua. Tapi Rico salah paham, dan mengira Zion yang sudah membunuh istrinya!"
"Jadi Rico itu nama orang yang udah nyulik Zia? Terus Joy itu istrinya Rico yang dibunuh sama mendiang Grandma?" tanya Zia memastikan. Cewek itu tidak terkejut mendengar nama Rico yang namanya sama seperti nama Ayah Icha, karena semua itu sudah di ketahui sebelumnya.
"Iya!" Shena mengangguk membenarkan, karena memang itulah yang sebenarnya terjadi.
"Terus kenapa Grandma bunuh Joy?" tanya Zia tidak mengerti.
"Ceritanya panjang, kamu nggak perlu tahu! Yang harus kamu tahu, bukan Daddy kamu yang bunuh Joy!" ujar Shena tidak ingin menjelaskan panjang lebar.
"Kenapa rumit banget sih, Handa jadi pusing sendiri dengernya!" gerutu Handa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terakhir kali? Emang lo di culik berapa kali sih? Banyak banget kayaknya!" tanya Handa yang memang tidak tahu.
"Seinget gue dua kali deh, tapi nggak tau di mana rumahnya. Pokoknya sebelum kebakaran itu rumahnya bagus, gede lagi. Sekarang nggak tahu kayak apa bentuknya!" ujar Zia menceritakan kembali semua yang pernah di lihatnya dulu. Sayangnya ia tidak tahu di mana letak rumah itu berada, meski masih ingat jelas seperti apa bentuknya.
"Udah jangan diingat-ingat lagi, yang lalu biarkan berlalu!" ucap Shena yang tidak ingin Zia kenapa-kenapa lagi.
"Tapi Tan, rumahnya di-"
"Udah! Nggak ada namanya tanya jawab lagi, kamu nggak perlu cari tahu yang udah lalu. Mereka nggak akan mungkin ganggu kita lagi, Tante tau gimana Rico itu! Jadi lupakan saja semuanya!"
Shena sangat tahu Rico tidak akan berani lagi mengganggu keluarga Zielinski, karena dari dulu Rico tidak pernah berhasil dalam membuat strategi untuk melumpuhkan musuh. Pria itu cenderung ceroboh, selalu bertindak berdasarkan emosi daripada otak. Namun suka menghukum orang lain dengan siksaan yang kejam tanpa ampun, karena itu selama diculik Zia mendapatkan tekanan mental cukup berat. Zion masih membiarkannya hidup bebas pun atas keinginan Shina yang tidak ingin terjadi pertumpahan darah lagi.
__ADS_1
"Yah Tante, nanggung banget sih!" ucap Zia kecewa. Padahal informasi yang diterimanya belum sepenuhnya, Zia masih ingin mencari tahu tentang keluarga Icha.
"Mumpung kalian di sini bantuin Tante yuk!" Shena tersenyum penuh misteri.
"BANTUIN APA?"
Bersambung....
*********
Kalian paham nggak sih pren? Maaf ya kalau rada membingungkan! Semua konflik masa kecil Zia mau Author gabung sama ceritanya Zion dan Shina, kalau ada kesempatan nanti Author bikin deh. Sekarang lagi fokus sama ceritanya Zianna dan Heaven dulu, masih belum mampu pegang dua lapak sekaligus. 😅
Kalo kemarin orang ganteng, sekarang orang cantik mau lewat.
Zia 😍
Handa ❤️
Icha 🥰
Bonus cowok ganteng, kemaren lupa 😁
__ADS_1
Pokus banget bang, liat sini napah 😅