Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 100


__ADS_3

"Walaupun aku pernah melakukan dengannya, tapi aku tidak pernah membayangkan, jika aku akan melakukan denganmu di lihat dia, Mas! Mulai sekarang, kita harus jaga jarak. Aku bisa hamil jika terus-terusan di sentuh olehmu!" kesal Vera meletakkan ponselnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Melihat istrinya masuk ke dalam kamar mandi. Senyum Dave seketika terbit. Dia merubah posisi tidurnya menjadi duduk, "Itu yang aku harapkan. Kamu hamil dan pria itu pergi dari kehidupan kita selamanya. Aku tidak akan sudi, pria itu terus-terusan mengganggu kehidupan rumah tangga kita." gumam Dave lirih. Kakinya dia turunkan kemudian memakai celananya dan berjalan keluar kamar.


Melihat Dave menuruni tangga dengan membawa pakaian, seketika Excel langsung berlari menuju kamarnya. Dia menutup pintu kamarnya rapat-rapat.


"Buka!" titah Dave diabaikan Excel, "Buka! Aku mau menumpang mandi!" ketusnya lagi.


'Kebiasaan, jika sudah akur selalu menumpang kamar mandiku. Memang, dia pemilik rumah ini, tapi kan aku sudah mendapat izin untuk tinggal di sini. Aku tidak sudi, jika dia terus-terusan menumpang lalu ujung-ujungnya mengejekku." kesal Excel.


"Buka, atau aku akan menurunkan jabatanmu dan aku akan mencarikan jodoh untukmu. Bila perlu, aku akan nikahkan kamu sekarang juga, dengan wanita buruk rupa!" pekik Dave membuat mata tak mau Excel membuka pintu kamarnya.


Krek ...

__ADS_1


Pintu kamar terbuka. Dave masuk dan menutup pintu kamar pria yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Aku sedang di kamar mandi. Dan aku tidak mendengar teriakanmu!" ujar Excel berbohong.


Merasa tubuhnya yang lengket. Dave berjalan menuju kamar mandi tanpa ingin menjawab kebohongan yang keluar dari mulut Excel.


Excel menghembuskan napasnya kasar. Dia berjalan keluar kamar menuju meja makan.


"Bi, buatkan aku teh atau kopi. Dan sekalian dengan camilannya. Aku malas makan malam, bawa ke teras depan, ya!" titah Excel berjalan menuju teras depan rumah.


"Bi, itu buat siapa?" tanya Vera saat melihat Bibi yang membawa nampan berisi kopi dengan camilan ringan.


"Oh, untuk den Excel, Nyonya." jawab Bibi lalu berjalan keluar rumah.

__ADS_1


"Excel? Tapi kenapa cangkir kopinya cuma satu? Di mana Mas Dave? Aku tanyakan saja pada Mas Excel!" ujar Vera berjalan menuju teras rumah.


Excel menjatuhkan pantatnya di kursi teras. Dia menatap ponselnya memainkan game online, membuatnya tak sadar, jika Vera sudah duduk di sampingnya.


"Mas! di mana Mas Dave?" tanya Vera membuat Excel terkejut.


"Astaga! kamu!" pekik Excel.


"Aku tanya, di mana Mas Dave? Aku ada mencarinya tapi tidak ketemu. Siapa tahu, Mas Excel tahu, di mana Mas Dave berasa?" tanya Vera lagi.


Excel menatap wajah Vera sekilas. Dia melihat bekas tanda merah di lehernya.


"Dave ada di kamarku. Tapi, ingat! Jangan melakukan hal gila di kamarku. Lakukan saja di kamar kalian!" ujar Excel.

__ADS_1


"Hal gila? Memangnya, aku akan melakukan hal apa?" tanya Vera bingung.


"Itu, lihat lehermu. Lagi dan lagi kalian habis berccinta kan? Maka dari itu, jangan lakukan hal itu di kamarku. Aku tidak mau kamarku ternodai oleh pasangan mesum seperti kalian. Yang selalu bilang tidak cinta dan tidak tertarik tapi urusan di atas ranjang sudah seperti pasangan saling mencintai." sindir Excel membuat Vera kesal.


__ADS_2