Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 96


__ADS_3

"Aku tidak bisa!" ketus Vera.


"Berarti, kamu siap, pernikahanmu dengan Om-om itu akan terbongkar? Kamu sudah siap di caci maki seluruh teman kampus? Hem?" tanya Putra membuat Vera terdiam.


'Aku tidak bisa membiarkan pernikahanku di ketahui semua orang. Tapi aku juga malas, jika balikan dengan Putra,' batin Vera bingung.


"Ver, kamu mau kan balikan denganku." pinta Putra.


Sedangkan di satu sisi, Dave baru saja datang. Dia melihat tangan istrinya yang sedang di pegang oleh pria yang diketahui sebagai mantan kekasih istrinya.


Dave menjatuhkan pantatnya di kursi tak jauh dari istrinya. Ekor matanya selalu menatap istrinya yang sedang berbicara dengan pria lain.


"Aku tidak bisa!" ucap Vera melepas genggaman tangan Putra.

__ADS_1


Putra menghembuskan napasnya kasar. "Baiklah, hubunganmu akan diketahui oleh semua anak kampus!"


"Aku sudah keluar dari kampus itu. Jadi, silahkan saja kalau kamu mau memberitahukan semuanya. Aku tidak di rugikan!" tantang Vera, 'Semoga saja, Putra hanya menggertakku saja. Aku tahu, karakter dan sikap Putra seperti apa. Aku pura-pura tidak takut saja dengan ancamannya!' batin Vera.


"Baiklah. Aku akan mulai memberitahukan pernikahanmu pada Citra," ancam Putra beranjak dari tempat duduknya, membuat Vera menarik lengan Putra untuk duduk kembali.


"Kamu jangan aneh-aneh, Put! Ini masalah kita. Kita bisa selesaikan secara baik-baik, tapi tidak seperti ini. Please! jangan beritahu siapapun tentang pernikahanku dengan Mas Dave." pinta Vera memohon.


Dave yang mendengar semua ucapan istrinya pun tersenyum tipis. Dia menyimak tanpa ingin menghampiri istrinya.


"Put! Kamu ini benar-benar pria bukan, si! Bisanya hanya mengancam! Kamu itu sudah membuat hatiku sakit, dan sekarang ... dengan enaknya kamu minta balikan! Lalu mengancamku dengan berbagai cara agar aku mau balikan denganmu! Aku tidak habis pikir denganmu. Aku kecewa!" ketus Vera.


"Aku melakukan semua ini karena aku cinta kamu, Ver! Seharusnya, kamu mengerti perasaanku!" kesal Putra.

__ADS_1


"Mengerti perasaanmu? Memangnya, kamu mengerti perasaanku, ha? Kamu sama sekali tidak pernah mengerti perasaanku, Put! Hanya Mas Dave yang mengerti perasaanku! Jadi, kamu tidak perlu--"


"Kamu membanding-bandingkan aku dengan Om-om itu? Aku dan dia jauh berbeda, Ver!" timpal putra dengan cepat.


"Memang kalian jauh berbeda. Dan aku sadar, aku lebih nyaman saat bersama mas Dave! Dia bisa membuat hatiku tenang dari pada denganmu! Sikapmu sangat egois!" geram Vera.


Putra mengontrol emosinya. Dia menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. "Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku ngaku, aku salah. Sekarang, kita balikan. Aku sangat-sangat mencintaimu. Aku sama sekali tidak mencintai Putri. Di dalam hatiku, hanya ada kamu, sayang! Aku mohon!" pinta Putra.


Vera menggelengkan kepalanya lagi. "Aku sudah memutuskan untuk tidak akan pernah kembali lagi padamu, Put! Aku harus pergi. Aku takut, suamiku mencariku karena aku hanya izin keluar sebentar!" ucap Vera beranjak dari tempat duduknya, membuat Putra meraih dan menggenggam tangannya.


"Jangan pergi, sayang. Aku mohon. Kita bicarakan lagi, ya? Aku yakin, kamu masih mempunyai perasaan padaku!" ucap Putra.


"Ayo, ikut aku pergi!" titah Dave yang tiba-tiba berada di belakang Vera, membuat Vera terkejut.

__ADS_1


"Mas Dave!"


__ADS_2