Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 32


__ADS_3

"Hosh ... Hosh ... ini Mas, minumannya ada di dalam sini. Mas Dave ambil saja," ujar Vera melihat situasi di mini market.


"Ada apa?" tanya Dave, pandangannya mengarah pada pandangan istrinya yang tertuju tepat di mini market.


Glek,


"Tidak ada apa-apa Mas, aku hanya--"


"Hanya?" ulang Dave membuka tutup botol minumannya, "Uang dari mana? Belanja segini banyaknya? Apa ... kamu sudah meminta uang jajan pada Lord?" tanya Dave setelah meneguk air minumnya, kemudian membuka satu bungkus jajanan ringan.


"Mas, ayo pulang," titah Vera saat melihat suaminya membuka makanan ringan yang dibelikan oleh teman barunya.


Kresss ...


Kreesss ....


"Aku lapar," jawab Dave enteng sambil memasukkan jajanan ringannya ke dalam mulutnya.


"Tapi, kita bisa pergi dulu Mas, setidaknya menjauh dari tempat ini beberapa kilometer, setelah itu ... kita bisa berhenti," pinta Vera menatap Vin yang tengah memandang mobilnya.


"Mas ...," kecemasan Vera semakin menjadi saat Vin berjalan menghampiri mobilnya.


"Mas ...."


"Berisik. Bisa diam tidak!" bentak Dave..


"Baiklah, aku akan diam, tapi jangan salahkan aku, jika aku ... melakukan sesuatu hal yang bisa merugikanmu, Mas," ujar Vera keluar dari mobilnya.


Melihat istrinya keluar dari mobil, Dave menghentikan aktivitas makannya, dia melihat istrinya di hampiri oleh seseorang pria.


"Siapa lagi dia, baru pertama kali masuk kampus, sudah ada dua pria yang mendekati istriku" gumam Dave.


"Kak Vin, ada apa?" tanya Vera menutupi kaca mobilnya.


"Siapa, siapa yang berada di dalam mobilmu?" tanya Vin penasaran.


'Aku tidak mungkin bilang, jika di dalam mobil ada suamiku. Aku tidak mau pernikahanku tercium,' batin Vera menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada siapapun Kak, hanya supir. Memangnya ada apa?" tanya Vera semakin menutupi kaca mobilnya.


"Oh ...," Vin menganggukkan kepalanya, pertanda mengerti, "Maaf, aku sudah mengganggu mu lagi, aku melihat mobilmu dari kejauhan, tapi tidak--" kepala Vin bergerak ke arah kiri membuat menggeserkan tubuhnya ke arah yang sama.


"Tidak apa, Kak?" tanya Vera.

__ADS_1


"Emm tidak apa-apa. Ada apa dengan kaca mobil mu?" tanya Vin penasaran, "Kenapa ditutupi?" sambungnya lagi.


"Tidak ada apa-apa, Kak," jawab Vera, "Ya sudah, lebih baik, kakak pulang saja. Supirku pemalu," bisik Vera tepat ditelinga Vin.


"Sungguh? Pria atau wanita?" tanya Vin terkekeh.


"Pria, tapi sudah tua, makanya pemalu," jawab Vera.


"Ya sudah, masuklah, aku akan menunggu sampai mobilmu pergi," titah Vin mengacak-acak rambut Vera.


"Kak, rambutku!" pekik Vera meraih tangan Vin yang sedang mengacak-acak rambutnya, "Berantakan, jadinya," gerutu Vera.


"Sinih-sinih, biar aku rapikan," titah Vin merapikan rambut wanita yang baru saja dikenalnya, "Kamu asik juga ya, diajak ngobrol."


"Maksud Kakak?" tanya Vera, dia terpaku saat melihat perlakuan Vin padanya.


"Maksud aku, kamu itu asik kalau diajak bicara, juga mukamu itu cantik, jadi setiap orang yang lihat, pasti tidak akan bosan apalagi senyummu itu, sangat manis," puji Vin.


"Kakak, modus," jawab Vera tersipu malu, "Tapi, terimakasih sudah memujiku."


"Jangan panggil Kakak, dong ... kalau gak salah, kita seumuran," ujar Vin, "Aku antar kamu ya? Biar aku yang bicara pada supirmu," ujarnya lagi.


Mata Vera membulat, "Jangan Kak, eh maksudku ... jangan Vin, aku tidak enak dengan supirku, pasti--"


"Ada yang memarahimu?" timpal Vin cepat.


Di dalam mobil, Dave tidak bisa melihat dengan jelas pria yang sedang mendekati istrinya karena tubuh istrinya yang menutupi kaca mobilnya.


Berulang kali Dave menelfon istrinya, tapi tidak diangkat juga, "Ah siall, siapa dia! Dari postur tubuhnya, dia bukan mantan kekasih Vera. Tapi, siapa dia ...," gumam Dave seketika pandangannya beralih pada kantong plastik yang berisi jajanan ringan, 'Atau jangan-jangan, mereka--'


Brakk ...


Pintu mobil terbuka kemudian Vera memasuki mobilnya dengan senyuman yang mengembang.


"Siapa dia!" tanya Dave memastikan.


"Emm bukan siapa-siapa Mas, dia teman baruku di kampus," jawab Vera memasang sabuk pengamanannya, "Sudah Mas, ayo kita pulang."


"Pulang?"


"Aku tidak akan mengantarkanmu pulang, sebelum kamu menjelaskan semuanya," ujar Dave.


Vera mengernyitkan keningnya kemudian matanya menatap pria di sampingnya.

__ADS_1


"Mas Dave cemburu?" tanya Vera membuat Dave semakin gugup.


'Cemburu? Apa aku sedang cemburu?' batin Dave.


"Hei, bocah! Untuk apa aku cemburu denganmu. Membuang-buang waktuku saja," ujar Dave menyalakan mesin dan menancapkan gasnya pelan.


"Mas, kenapa jalannya pelan? Mas sedang mencari alamat seseorang? tanya Vera menatap ke sekeliling jalanan yang terlihat sepi.


" Mas!" pekik Vera setelah tidak mendapat jawaban dari suaminya.


"Kau, lebih baik kau diam," ketus Dave.


'Apa, aku sudah mencintainya?' batin Dave, 'Tidak mungkin aku mencintai wanita sepertinya, dia bukan tipeku,'


***


"Hai Kak! Aku sudah mendapatkan nomer ponsel wanita itu. Dan aku rasa, dia wanita baik-baik, aku bahkan menyukai sikapnya yang humoris," ucap Vin saat panggilannya sudah terhubung dengan Kakaknya.


"Mungkin saja, mungkin aku salah orang," jawab El memandang foto gaun yang diberikan oleh sahabat yang dicintainya di layar laptopnya.


"Apa maksud Kakak! Jangan bilang, kakak salah orang?" tanya Vin tak percaya.


"Mungkin. Sudahlah, sudahi saja ... aku sudah tidak memikirkan wanita itu," ucap El kemudian menutup telfonnya sepihak.


"Ta-tapi Kak, Tut-tut ...,"


"Ah sialll! Aku belum selesai bicara, dasar wanita!!" geram Vin kemudian memasukkan ponselnya..


***.


"Mas kita mau kemana?" tanya Vera setelah melihat jalanan yang berbeda dari arah rumahnya, "Mas, jawab aku!" pekiknya lagi.


"Aku akan menjualmu!" ketus Dave menarik gassnya lebih kencang.


"Menjual?" ulang Vera, kemudian menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mau mas, aku tidak mau dijual, aku ini istrimu Mas," ucap Vera berusaha membuka pintu mobil tapi tidak bisa.


"Mau kemana hah! Jangan harap, kamu akan lolos dariku!" jawab Dave tersenyum miring.


"Mas, jangan Mas, aku mohon .. jangan, jangan jual aku. Aku janji, aku akan menuruti semua permintaanmu, aku janji Mas," pinta Vera memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Ini hukuman untukmu, karena kau sudah berani berteriak dan menemui dua pria sekaligus di depanku," jawab Dave.


"Mas, jangan Mas ... jangan!"

__ADS_1


"Buka pintunya Mas, aku tidak mau dijual. Aku tidak mau!" teriak Vera.


Bersambung😘


__ADS_2