
"A-aku hamil, dok? Aku benar hamil? Dokter jangan bohongi aku! Aku tidak mungkin hamil, jelas-jelas aku selalu meminum pil KB! Jadi, aku tidak mungkin hamil. Coba, dokter cek sekali lagi. Pasti dokter salah cek, atau alat dokter yang rusak!" titah Vera shock.
"Saya sudah memastikan, dan benar ... ibu sedang mengandung. Jika tidak percaya, kita bisa memeriksanya kembali. Di sini, ada calon bayi yang masih kecil!" titah dokter menyalakan dan menggeser benda yang di pegangnya ke perut Vera.
Dave melihat dengan jelas, lagi dan lagi Dave sangat bersyukur di dalam hati mendengar istrinya hamil.
'Akhirnya, usahaku tidak sia-sia. Vera sudah hamil. Aku pastikan, pria yang bernama putra itu tidak berani mendekati Vera lagi! Dan Vera, akan menjauhi Putra!' batin Dave menatap lembut ke arah istrinya.
'Jika aku hamil, lalu aku minum obat apa? Apa aku salah beli obat? Tapi tidak! Jelas-jelas aku minta ke pegawai apotik, beli Pil KB! Masa iya, pegawai apotik itu salah mengambil obat? Atau jangan-jangan ini ulah Mas Dave, tapi itu juga tidak mungkin. Mas Dave tidak tahu, kalau aku makan pil itu. Aku baru memberitahunya semalam.' batin Vera kebingungan.
"Saran saya, ibu jangan terlalu melakukan aktivitas yang membuat ibu kecapean. Karena di trimester pertama, kandungan seseorang masih rentan keguguran!" ucap dokter.
Dave menutupi perut istrinya, "Hei, sudah selesai. Mau sampai kapan, kamu rebahan di sini! Seperti tidak punya kasur saja!" ujar Dave membuyarkan lamunan Vera.
__ADS_1
"Maaf, mas! Aku shock, hehe ...!" jawab Vera mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Mereka berjalan menuju kursi tempat Vera duduk sebelum melakukan pemeriksaan.
"Saya akan tuliskan vitamin dan anda bisa menembusnya di apotik rumah sakit!" titah dokter.
"Baik, dok! Berikan vitamin termahal dan terbagus! Saya tidak mau terjadi sesuatu dengan calon anak saya!" titah Dave.
"Mas, aku hamil? Hamil anakmu?" lirih Vera, "Coba tampar aku, Mas. Pasti aku sedang mimpi! Cepat, Mas!" titah Vera lagi.
"Kamu tidak mimpi. Kamu benar-benar hamil. Kita harus beritahukan kabar ini kepada ibu. Pasti ibu senang!" ucap Dave.
"Baiklah. Aku akan menuruti semua permintaanmu. Kita hubungi ibu nanti saja!" jawab Dave pasrah.
"Ini vitamin yang hari kalian tebus. Jangan lupa, pastikan kalian rutin kontrol!" titah dokter sambil memberikan selembar resep vitamin untuk Vera pada Dave.
__ADS_1
"Dok, saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Dave mengambil selembar kertas yang diberikan dokter.
"Silahkan. Apa yang ingin anda tanyakan?" tanya dokter tersebut.
"Apa boleh saya dan istri saya berhhubungan layaknya suami dan istri?" tanya Dave membuat Vera yang mendengarnya terkejut.
"Mas, kamu gila ya! Kamu mau minta saran atau mengumbar aib sih!" kesal Vera sambil menyilangkan ke dua tangannya di dada.
"Lebih baik jangan dulu, tapi kalau kalian sudah tidak sanggup menahan. pelan-pelan saja, usahakan jangan bermain kasar. Karena usia kandungannya yang masih muda sekali!"
"Jadi, saya boleh?"
"Iya!" jawab dokter dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Dok, jangan dengarkan suamiku yang satu ini. Dia memang sedikit mmeessum otaknya!" kesal Vera beranjak dari tempat duduknya, "Aku mau pulang dan duduk sama Mas Excel aja. Aku kesal denganmu, Mas!" ketus Vera.