Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 24


__ADS_3

"Iya Mas, aku akan menunggumu," ucap Vera tersenyum manis, 'Terpaksa aku harus menunggunya. Aku tidak mau bermain ranjang dengannya pagi-pagi, aku sudah menantikan kebebasanku ini dari jauh-jauh hari,' batin Vera.membungkukkan tubuhnya agar mudah mengikat sepatu.


Tak sengaja saat Dave hendak masuk ke dalam kamar mandi, dia melihat istrinya yang sedang membungkuk memperlihatkan belahan dadanya. Seketika matanya membulat sempurna.


"Ganti pakaianmu dengan pakaian kerah tinggi," titah Dave menghentikan jemari Vera yang sedang mengikat sepatu. Dia mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.


"Ganti? Mas, ini sudah siang. Dan aku rasa pakaian ini pantas untukku," kesal Vera lalu menatap tali sepatunya lagi.


"Setelah aku keluar dari kamar mandi dan belum melihatmu berganti pakaian, aku akan--"


"Iya Mas, aku ganti. Mas Dave mandi saja, nanti telat kerjanya," timpal Vera cepat, dia melepaskan sepatunya dan berjalan menuju lemari khusus untuknya.


'Bersabarlah, setelah ini kamu akan terbebas Ver,' batin Vera mengambil pakaian berkerah tinggi.


"Emmm ... lebih baik aku menggunakan dress ini saja," gumam Vera mengambil dress berwarna nude.


Setelah memakai dress selutut dengan rambut digerai, Vera menjatuhkan bokongnya di ujung ranjang sambil memeriksa media sosialnya. Men scroll akun kekasihnya, berharap sang kekasih mengupload foto atau status lainnya.


Dave keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya. Dia melihat istrinya sudah rapih menggunakan dress berwarna nude, seketika bayangan dress yang kemarin dia beli untuk Zena terlintas di pikirannya.


'Jika dress itu dipakai olehmu, pasti sangat cocok. Tapi tak apalah, aku tidak mau membuat El kecewa,' batin Dave mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Sudah Mas?" tanya Vera saat melihat suaminya keluar kamar mandi. Dia meletakkan ponselnya ke dalam tasnya, "Memangnya awal masuk kampus jam berapa? Ini sudah jam 8 pagi Mas?" sambungnya lagi.


"Dari pada mengoceh tidak jelas, lebih baik kamu siapkan aku pakaian. Setelah itu kita sarapan dan akan ku antarkan kamu ke kampus," titah Dave membuat Vera mendengus kesal.


'Pakaian seperti apa? Aku juga tidak tahu dia mau kemana,' batin Vera berjalan membuka pintu lemari. Dia mencari setelan kemeja yang cocok untuk dipakai suaminya.


"Ini Mas, bagaimana? Cocok tidak?" tanya Vera mengeluarkan kemeja hitam.

__ADS_1


"Letakkan saja di sana, ambilkan dalemaanku sekalian," titah Dave membuat mata Vera membulat sempurna.


"Daleemman?" ulang Vera, "Tidak mau. Aku tidak mau menyiapkan itu juga," tolak Vera seketika menutup matanya saat melihat suaminya sudah polos tanpa handuk yang melilit pinggangnya.


"Mas!" pekik Vera tak sengaja, 'Aduh, kenapa aku berteriak padanya. Aku tidak mau mendapatkan hukuman darinya lagi. Ini sudah siang,' batin Vera memundurkan langkahnya dan mencari dalemmaan yang di maksud suaminya.


"Bisa ulang cara bicaramu?" pinta Dave melangkahkan kakinya menuju Vera, "Bisa diulangi Nyonya Vera?" sambungnya lagi.


"Tidak-tidak, maafkan aku Mas," jawab Vera bersembunyi di balik pintu lemari, "Aku akan mengambilkan daleemaanmu," sambungnya lagi.


Setelah mencari daleemaan yang cocok untuk suaminya, Vera segera mengulurkan tangannya dan memberikan dalemmaan itu pada suaminya, "Ini Mas," ujar Vera yang masih bersembunyi di balik pintu lemari.


"Berikan yang benar. Apa begini caramu melayani suami sendiri!" titah Dave membuat Vera menahan kesal dan mengumpat suaminya dalam hati.


'Astaga, apa dia tidak tahu jika aku malu melihat tubuhnya yang polos. Tidak-tidak, aku tidak malu melainkan aku--' Vera menjeda ucapannya, 'Ahhh aku jadi membayangkan kegiatan malam tadi kan! Bagaimana bisa aku melihat barang miliknya di pagi hari seperti ini!' batin Vera, dia memutar tubuhnya dengan kepala ditundukkan ke bawah. "Ini Mas," ucapnya lembut


"Berikan yang benar, atau kau ingin memakaikannya?" goda Dave menaik turunkan alisnya. Melihat sikap istrinya yang menggemaskan tiba-tiba terbesit di dalam pikirannya untuk mengerjai istri kecilnya.


"Aaaaaaa ....Tidak Mas, Aku tidak mau." jawab Vera sambil menggelengkan kepalanya, "Aku mau keluar kamar Mas, aku akan menunggu bersama bodyguard mu di balik pintu," tawar Vera meletakkan pakaian dalam suaminya di atas ranjang dan berjalan menuju pintu kamarnya.


"Siapa yang memerintahkanmu pergi hem? Tunggu di sini!" titah Dave menghentikan langkah Vera.


'Ahh sial, sebenarnya aku malas menunggunya di kamar, tapi kenapa kakiku terasa berat meninggalkan kamar setelah mendengar ucapannya. Vera hidupmu benar-benar berakhir ditangan pria itu. Seluruh tubuhmu terasa terhipnotis, sehingga jika kau mendengarkan ucapannya, tubuhmu akan menurut,' batin Vera menjatuhkan bokongnya di sofa.


'Dia benar-benar menggemaskan. Mungkin saja apa yang dikatakan Zena benar, bahwa sebenarnya dia wanita yang baik. Hanya saja didikan dari kedua orang tuanya yang membuatnya suka melawan,' batin Dave meraih pakaian dalamnya dan memakaikannya.


Setelah 20 menit, akhirnya drama antar Dave dan Vera berakhir. Mereka keluar kamar dengan Dave berjalan mendahuluinya.


"Lord, persiapkan dirimu," titah Dave saat melihat Lord sudah rapih di depan kamarnya.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab Lord berjalan mengikuti langkah Tuan mudanya.


'Aku rasa, ada hal buruk yang akan menimpaku setelah mereka bersatu,' batin Vera menatap kedua pria itu secara bergantian.


"Mulai sekarang, Lord akan mengikutimu kemanapun kau pergi," ucap Dave pada Vera saat sampai di lantai dasar.


"Termasuk ke kampus Mas?" tanya Vera menatap pakaian Lord yang rapih.


"Iya. Lord akan mengawasi setiap pergerakanmu,"


"Termasuk ke toilet Mas?" tanya Vera lagi.


"Iya, terma--" ucapan Dave terhenti, dia menoleh menatap anak buahnya, 'Menemani ke toilet?' batin Dave.


"Yang benar saja Mas, aku dan dia berbeda jenis. Bisa-bisa aku dituduh mesum oleh teman-teman kampusku," gerutu Vera.


"Biarkan saja. Biarkan mereka menuduh kalian mesum. Tidak ada yang akan menikahkan kalian juga," jawab Dave ringan,"Patuhi semua aturanku saja, maka hidupmu akan aman," sambung Dave lagi.


"Oh iya, aku mau bertanya boleh?" ujar Vera ragu.


"Hem,"


"Mas, apa aku boleh berpacaran? Katamu, setelah turun dari ranjang ... kita adalah teman bukan suami istri lagi," ucap Vera lirih tapi masih bisa terdengar oleh Lord yang berada di belakangnya.


"Berpacaran ya? Biar aku pertimbangkan dulu," jawab Dave menghentikan langkahnya, "Lord sekarang antar aku ke kampusnya," titah Dave berjalan menuju pintu utama.


"Mas, kita belum sarapan pagi," ujar Vera, cacing di perutnya sudah meminta jatah makanannya, "Mas!" panggil Vera saat ucapannya diabaikan oleh suaminya.


'Ahh menyebalkan mempunyai suami sepertinya," batin Vera menghentakkan kedua kakinya secara bergantian.

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2