Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 20


__ADS_3

"Berikan dia Bi," titah Dave pada ketua pelayan.


"I-iya Tuan, tapi bagaimana caranya," jawab Bibi ragu.


"Bibi keluarlah, biar aku yang mengurus Excel," ucap Dave membuat Bi Tuti berjalan menuju pintu kamar di ikuti oleh Vera dan Excel di belakangnya.


"Hei jangan ikut keluar!" pekik Dave saat melihat Excel keluar bersama Bibi dan Vera.


"Masuklah dan tenangkan suamimu, aku mau pulang," ujar Excel mendorong tubuh Vera masuk ke kamarnya.


"Ehh ... Mas ti--" ucapannya terhenti saat tubuhnya sudah di masukan ke dalam kandang harimau, 'Kenapa harus aku? Iya, okeh ... dia suamiku, tapi--'


"Aaaaaa .... hentikan Mas!" pekik Vera keras membuat Dave menghentikan langkahnya dan mematung di depan istrinya.


Di luar kamar, terdengar gelak tawa dari Excel, Bibi, dan Lord yang sedang menguping pembicaraan Nyonya dan Tuan mudanya, "Benar kan apa yang aku katakan. Dave dan istrinya malu-malu saat bersama kita. Tapi dengarlah, jika sedang berdua mereka bisa seagresif di luar pemikiran kita," ucap Excel disetujui oleh Bibi dan Lord.


"Benar apa yang dikatakan Den Excel, pantas saja jika sudah memasuki malam hari, Tuan menyuruhku beristirahat tidak boleh menjaga pintu kamarnya," timpal Lord membuat Excel menatapnya.


"Sungguh? Waahhh ... Kira-kira aksi mereka di atas ranjang seperti apa ya? Apa perlu kita memasang CCTV diam-diam agar kita semua tahu aksi hott dari pesona Dave saat menyetubuhi istrinya yang masih muda," ucap Excel terkekeh. Dia membayangkan aksi liar sahabatnya di atas ranjang.


"Jika Den Excel memasang CCTV, saya akan bantu," timpal ketua pelayan membuat semuanya tertawa renyah.


"Husstt kecilkan tawa kalian. Bisa-bisa mereka dengar," ucap Excel membuat Lord dan Bibi membungkam mulutnya masing-masing.


"Maafkan saya, Den," ucap Bibi berbisik.


Di dalam kamar, terlihat Vera yang menahan kesal. Akibat ulah sekertaris suaminya, Vera lah yang menjadi pelampiasan suaminya.


"Apa lihat, lihat! Cepat pijat kakiku, karenamu berteriak membuat kakiku menabrak sofa," ujar Dave melihat tangan istrinya yang sedang memijat kakinya.

__ADS_1


"Lebih keras!" pekik Dave membuat Vera menekan pijatannya, "Aahh enaknya, lakukan terus sampai aku puas," titah Dave memejamkan matanya.


Setelah hampir 10 menit, Vera mengeluh kecapean. Tangannya sangat pegal karena tidak berhenti memijat kaki suaminya, "Huh, Mas sudah ya. Aku cape," ucap Vera menarik tangan dan meregangkan otot-otot jarinya.


"Aku belum puas, cepat lakukan lagi!" pekik Dave membuat Vera mau tak mau memijat kaki suaminya lagi.


'Huh! Aku benar-benar benci ini. Dari dulu, aku tidak pernah diperlakukan seperti pembantu oleh kedua orang tuaku. Tapi, kenapa sekarang aku diperlakukan seperti budaknya, padahal dia bukan orang tuaku. Dia hanya suami yang tidak tahu diri, yang sudah membunuh calon anakku, dan Ibu nya sudah membuat keluargaku meninggal!' batin Vera menekan kaki suaminya.


"Lebih cepat lagi," titah Dave, "Aahh ini rasanyaa pas," sambungnya lagi.


***


"Besok aku akan membeli CCTV tersembunyi untuk di letakan di kamar Dave, dan Bibi harus membantuku," titah Excel saat mendengar suara desaaahaan Dave.


"Baik Den, tapi jangan sampai ketahuan oleh Tuan. Bisa dipecat saya," jawab Bibi lirih.


"Aku juga Lord. Kamu tahukan, Dave tidak akan mau menyetubuhi wanita yang tidak dia suka," ucap Excel.


"Tapi bisa saja, Tuan menyetubuhi karena kewajibannya sebagai suami? Tuan kan pria yang sangat bertanggungjawab, saya ingat saat Nona Zena dibawa kerumah ini. Dia memperlakukan Nona Zena seperti ratunya. Saya fikir anak yang dikandung Nona adalah anak Tuan, karena dia tiba-tiba pulang membawa gadis cantik cantik yang sedang hamil," timpal Bibi membuat Excel mengedikkan bahunya.


"Aku tidak tahu Bi, yang aku tahu. Dave itu sahabatku," jawab Excel, tiba-tiba kakinya pegal berdiri terus di depan pintu kamar sahabatnya, "Kakiku pegal Bi, aku mau turun dan pulang," titah Excel meregangkan otot-ototnya yang sempat kaku.


"Bibi juga, ya sudah kita turun bersama-sama. Bibi juga belum menyiapkan makan malam untuk Nyonya dan Tuan," ucap Bi Tuti memutar pinggangnya kanan kiri, agar persendiannya tidak kambuh.


"Lord, jaga di sini dengan baik. Jika Tuan dan Nyonya keluar, berpura-puralah tidak mendengar apapun," titah Excel di angguki oleh Lord.


"Baik,"


Jam makan malam pun tiba. Vera yang kecapean tak sengaja tertidur di kaki suaminya, tangannya yang diperintahkan untuk memijat sudah berlari kemana-mana. Dan Dave, dia juga tidak sengaja tertidur. tubuhnya yang terasa lelah membuat Dave cepat masuk ke alam mimpinya.

__ADS_1


Merasa kakinya terasa berat, perlahan Dave membuka mata dan melihat pada beban yang menindihi kedua kakinya.


"Astaga aku ketiduran," ucap Dave membenarkan posisi tidurnya menjadi duduk, "Ahh sial, dia tertidur di kakiku. Pantas saja di dalam mimpiku terasa banyak beban yang begitu berat," sambungnya lagi.


Di saat Dave mau membangunkan istrinya, tiba-tiba dia tidak sengaja melihat air yang membasahi bulu kakinya.


"Ini keringat atau air liurnya?" gumam Dave, "Tapi jika keringat, maka itu tidak mungkin. Ac di kamar ini kan sudah dingin. Dan cuaca hari ini juga--"


"Aaaaa ... bangun! Bangun!" pekik Dave menggerakkan kedua kakinya membuat tidur Vera terganggu.


"Ada apa sih! Mengganggu tidurku saja! Lagi mimpi bertemu jung ki yong ini!" gerutu Vera bangkit dari tidurnya. Terlihat air liurnya yang menempel di area bibirnya.


"Jorok! Kau apakan kakiku!" pekik Dave saat melihat seluruh kakinya basah.


Mendengar suara seseorang yang tidak asing baginya. Vera berusaha mengumpulkan nyawanya yang sempat berkeliaran, "Kaki?" tanya Vera mengelap air liurnya yang menempel di area sekitar bibir, "Aku memijat kakimu, Mas," jawabnya polos.


"Memijat! Lihat! lihat kakiku. Bersihkan kakiku sekarang juga!" ujar Dave membuat Vera menatap kaki suaminya.


"Tidak ada apa-apa Mas, apa yang mau dibersihkan?"


"Ish kau ini, benar-benar manusia jorok. Lihatlah kakiku dipenuhi dengan air liurmu. Bersihkan kakiku, dan ganti sprei kasurnya, aku tidak mau tubuhku terkontaminasi bakteri dan virus mu!" pekik Dave.


"Iya Mas, tunggu sebentar." Titah Vera mengambil selimut dan membersihkannya air liurnya menggunakan selimut, "Sudah Mas," ucap Vera membuat Dave semakin kesal.


"Aahh dasar jorok! Cepat ganti spreinya!" pekik Dave turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi.


Melihat suaminya berlari masuk kamar mandi, Vera menghembuskan nafasnya kasar, "Apa-apaan dia. Seharusnya dia berterimakasih padaku, bukan menghinaku jorok. Jika aku jorok lebih baik ceraikan saja aku dan kembalikan aku ke negara asalku," gumam Vera menurunkan kakinya dan menarik sprei serta selimut kamarnya.


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2