Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 91


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam. Akhirnya Vera mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya. Dengan segera, dia berlari dan melihat dari balik korden rumahnya.


"Pulang juga Mas, Aku tidak akan membukakan pintu untukmu. Biarkan saja, malam ini kamu tidur di luar!" gumam Vera berlari ke menaiki tangga agar sampai di kamar.


Setelah sampai di kamar, Vera langsung menutup rapat kamarnya, kemudian dia berjalan menuju balkon kamarnya.


"Biarkan saja, mau sampai marah pun, aku tidak mau membukakan pintu itu! Aku akan duduk di balkon sambil mendengarkan suara musik lewat headset." gumam vera, kemudian menyetel musiknya sekeras mungkin.


Di satu sisi, Dave dan Excel yang baru saja memasukki rumahnya pun, merasa ada kejanggalan.


"Dimana istrimu? Bukankah, aku sudah berbicara dengan dosennya, agar membimbingnya sampai sore?" ujar Excel yang mendapat gelengan dari Dave.


"Mana aku tahu, itu urusanmu, bukan urusanku!" jawab Dave yang masih kesal.


"Dave, kau masih kesal denganku? Aku membawamu pergi, karena meeting ini benar-benar penting. Coba bayangkan, ini menyangkut--"


"Terserah mu! Aku mau ke kamar!" potong Dave cepat, "Jangan ganggu aku apalagi sampai menggedor-gedor pintu kamarku!" sambungnya lagi sambil menaiki anak tangga.

__ADS_1


"Urusanku denganmu sudah beres! Jadi, aku tidak membutuhkanmu lagi!" teriak Excel, kemudian berjalan menuju dapur.


Saat di dapur, Excel dapat melihat Bi Tuti yang sedang menyiapkan makan malam dibantu dengan beberapa pelayan lainnya.


"Bi, aku mau tanya. Kira-kira dosen Vera pulang jam berapa?" tanya Excel, mengambil gelas dan menuangkan air dinginnya ke dalam gelas tersebut.


"Oh, kira-kira tidak lama setelah kepergian Tuan Dave--"


Uhuk ...


Uhuk ....


"Saya mendengar Nyonya Vera sedikit bertengkar dengan dosennya. Tapi, saya juga tidak berani mengupingnya dengan jelas. Nyonya Vera juga terlihat kesal, apalagi kekesalannya bertambah saat saya memberitahu bahwa Tuan pergi menemui Nona El," jawab Bi Tuti.


"Apa! Bibi bilang seperti itu, pada Vera?" tanya Excel terkejut, "Pasti sekarang, Vera mengira kalau Dave menuntaskan permainannya yang tertunda dengan wanita itu," sambungnya lagi.


"Memangnya, permainan apa yang belum tuntas? Apa ini masalah--"

__ADS_1


"Biarkan saja, Bi. Entah kenapa, malam ini aku merasakan akan ada perang ke tiga. Jadi, kita lihat saja perang itu. Aku juga sempat kesal dengan Dave, karenanya semua orang tahu, kalau aku jomblo akut." jawab Excel, "Aku mau melihat perang itu, Bi. Bibi mau ikut, tidak? Kalau mau ... ayo! Dan dimana Lord?" tanya Excel lagi.


"Saya tidak tahu dimana keberadaan Lord. Dan saya tidak bisa ikut, karena masih ada beberapa menu makanan yang belum selesai,"


"Okeh, baiklah. Aku akan melihatnya sendiri!" ujar Excel beranjak dari tempat duduknya.


Di depan kamar Dave, terlihat Dave yang tengah mengetuk pintu kamarnya berulang kali.


Tok ...


Tok ....


"Buka? Apa yang kau lakukan di dalam!" teriak Dave tak ada jawaban.


"Buka! Atau aku dobrak pintu ini!" sambungnya lagi, 'Ada apa dengannya? Bukankah seharusnya, yang marah itu aku? kenapa jadi, dia?' gumam Dave dalam hati.


"Ver! Aku tahu, kamu ada di dalam! Buka pintunya. Aku capek, mau mandi!" teriak Dave.

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2