Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 16


__ADS_3

"Jangan kotori pakaianku dengan tangan kotormu itu," jawab Dave menendang Carlos membuat Carlos terjatuh, "Aku akan mengampunimu jika dana yang kau gelapkan itu tidak mencapai ratusan juta. Tapi kau bisa lihat sendiri bukan? Kau menggelapkan dana dua ratus milyar. Aku tanya padamu, untuk apa uang itu hah!" pekik Dave emosi.


"Maafkan saya Tuan, saya khilaf, jangan laporkan saya,"


"Humum dia seberat-beratnya, bila perlu bunuh saja dia. Kita tidak bisa memelihara pengkhianat itu berlama-lama," ucap Dave melangkahkan kaki lebarnya ke luar ruangan.


"Tuan, saya mohon Tuan," Carlos berusaha mengejar Dave tapi dengan cepat, Excel menendang punggung manager keuangannya itu.


"Kau, sudah berapa lama kau bekerja di perusahaan ini?" ucap Excel saat melihat manager itu meminta ampun padanya.


"Maafkan saya, ampuni saya, saya khilaf," Kata-kata yang terucap dari mulut Carlos membuat Excel jengah.


"Lebih baik, ikut aku ke kantor polisi. Kau harus menebus perbuatanmu itu!" pekik Excel menyeret kerah belakang Carlos dan membawanya dengan paksa.


Banyak karyawan yang melihat kelakuan kejam Excel saat menyeret paksa ketua manager keuangan. Dan gosip-gosip pun mulai tersebar.


"Aku dengar-dengar dari teman dekat Pak Carlos, kalau dia melakukan penggelapan dana demi memuaskan simpanannya. Dan aku juga dengar, bahwa Pak Carlos menggelapkan dana ratusan milyar," ujar salah satu karyawan yang sedang bergosip di kamar mandi kantor.


"Tapi, aku tidak menyangka dengan Sekertaris itu, aku kira, pria itu hanya bisa bersikap dingin, tapi ... saat melihat perbuatannya yang kejam tadi, aku merasa bahwa dia bukan pria sembarangan," ucap karyawan lainnya lagi.


***


"Kau sudah mengurusnya bukan?" tanya Dave saat melihat Excel mendudukkan bokongnya di sofa ruangannya


"Aku sudah mengurusnya. Dan dia sudah mendekam di penjara," jawab Excel, "Oh iya, bagaimana dengan nasib istrimu? Tadi aku mendapat kabar dari Lord bahwa istrimu sedang dipusingkan urusan pakaian," sambung Excel meminum minuman yang berada di meja.


"Setelah aku menyelesaikan semuanya, kita akan pergi ke Mall dan membeli beberapa pakaian untuknya," jawab Dave dengan pandangan menatap laptop.


"Kita?" ulang Excel, "Aku tidak mau," sambungnya lagi.


"Kau harus mau," jawab Dave tak ingin di bantah.


"Apa kata orang, jika kita membeli pakaian wanita. Dan apa kau tahu ukuran wanita? Bisa saja selera kita dan dia berbeda. Lebih baik, tadi aku memperbolehkan Lord melepaskan istrimu. Daripada aku yang--"

__ADS_1


"Sudah, ayo kita berangkat. Sekalian kita cuci mata," ucap Dave meregangkan otot-otot lengannya.


"Aku tidak mau Dave," tolak Excel, "Pokoknya aku tidak mau," jawabnya lagi.


"Cepat Cel, atau kau mau aku adukan pada Ibu ku," jawab Dave membuat Excel melototkan matanya. Dia berdiri mengikuti langkah Dave dari belakang.


***


"Dave, kau yakin. Di sini kita pria sendiri, lihatlah semuanya wanita di sini menatap kita dengan tatapan aneh," bisik Excel setelah sampai di stand butiq terkenal di kotanya.


"Abaikan saja, dan cepat pilih pakaiannya agar kita cepat pulang," jawab Dave melihat pakaian yang tertata rapih digantung pada dinding kaca.


"Semuanya bagus, lebih baik kita beli semuanya. Biar istrimu yang memilihnya di rumah," ucap Excel menatap semua pakaian wanita di sekitarnya.


"Dan aku akan gadaikan kamu," ketus Dave, "Cepat pilih, setelah itu kita singgah di caffe untuk memastikan laporan pemasukan bulan ini," titah Dave membuat Excel mendengus kesal.


Akhirnya dengan terpaksa, Excel memilih pakaian untuk Vera, istri dari sahabatnya. Seakan mengerti selera Dave, Excel mengambil semua pakaian yang tertutup.


"Aku tidak ingin memerintahkan mereka. Lebih baik aku turun tangan sendiri, itu akan membuatku terasa puas," jawab Dave mengambil beberapa pakaian.


Pandangannya tertuju saat melihat dress yang sangat cantik berwarna nude, "Cel, jika dia memakai pakaian itu pasti sangat menggemaskan?" tanya Dave menatap dress terpajang di dinding kaca.


"Dia siapa? Istrimu atau Kakak istrimu?" kesal Excel, "Sudah banyak dan tanganku sudah pegal. Kita sudahi saja belanja hari ini. Bisa-bisa semua pakaian di sini habis terbeli olehmu," sambung Excel kembali.


Tak ingin berdebat dengan sahabatnya yang keras kepala, akhirnya Dave menyudahi belanjaannya. Dia membawa semua belanjaannya ke kasir.


"Sekalian dengan dress yang berwarna nude itu," titah Dave menunjuk gaun indah.


"Tunggu sebentar Tuan," ucap pegawai kasir, "Jadi, totalnya semua 1000$" ucap pegawai kasir.


"Tolong dipisahkan gaun ini dengan pakaian yang lain," ucap Dave.


Excel yang mendengar itupun menarik lengan sahabatnya, "Untuk siapa? Jangan mengganggu istri orang Dave," ucap Excel berbisik.

__ADS_1


"Ini Tuan, terimakasih," ucap pegawai kasir memberikan semua belanjaannya.


"Kau tahu, dia sudah bahagia, Buktinya sampai sekarang, apa dia menghubungimu hem? Buka matamu Dave, lebih baik mulai sekarang, kau belajarlah mencintai istrimu sendiri," ucap Excel meneteng semua belanjaan milik Dave.


"Aku-aku tidak tahu Cel, aku juga tidak tahu gaun itu akan di berikan atau tidak, Yang aku bayangkan, dia akan terlihat cantik jika menggunakan gaun itu," ucap Dave berjalan keluar Mall.


Excel meletakkan semua belanjaan milik Dave di bagasi mobil terkecuali gaun berwarna nude tadi. Gaun itu diletakkan di bangku belakang samping Dave.


"Setelah ini kita ke caffe," titah Dave saat mobil sudah berjalan.


"Okeh," jawab Excel menancapkan gasnya menuju Caffe milik sahabatnya.


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil mereka sudah sampai di depan caffe, dan Excel membukakan pintu untuk bosnya keluar.


"Silahkan turun," ucap Excel setelah membuka pintu.


Mereka berjalan berdampingan masuk ke Caffe milik Dave.


"Hai bos," sapa Alexa saat melihat kedatangan owner Caffe tempatnya bekerja, "Nana, di mana? sudah beberapa minggu ini, dia tidak masuk Caffe, kami semua khawatir," sambung Alexa.


"Dia mengundurkan diri. Dan dia sudah kembali ke negaranya. Bukalah lowongan kerja untuk membantumu, karena aku tidak bisa datang kemari setiap hari seperti dulu," ucap Dave mendudukkan diri di bangku kasir yang kosong.


"Okeh, tapi ada seseorang yang sedang menunggumu. Dia ada di sana bos!" tunjuk Alexa pada sudut tembok kaca.


Dave dan Excel menatap tempat yang ditunjukkan Alexa, dia melihat dokter El yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.


"Sudah lama?" tanya Dave pada Alexa.


"Belum, baru 2 jam. Katanya dia menginginkan penjelasan, tapi aku tidak tahu penjelasan apa yang di maksud dokter El," jawab Alexa lalu kembali ke meja kerjanya.


'Aku seperti mempunyai teman yang memiliki dua kepribadian. Dengan semua orang dia sangat peduli dan lembut, tapi saat dengan istrinya dia seperti malaikat pencabut nyawa yang kejam dan sadis,' batin Excel menggelengkan kepalanya.


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2