Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 83


__ADS_3

"Ikut aku," titah Dave yang mendapat gelengan dari Vera.


"Mas, kakiku sakit. Apa Mas Dave tidak kasihan, dan aku cape, Mas. Seharian kakiku berjalan tanpa henti, biar Lord dulu yang menerima hukuman," ujar Vera, membuat Lord menggelengkan kepalanya.


"Saya tidak akan mendapat hukuman dari Tuan Dave, Nyonya," ucap Lord.


"Mas, itu tidak benar! Mas memberikanku hukuman, tapi tidak dengan Lord!"


"Aku tidak terima, aku mau dihukum asal Lord juga dihukum. Enak saja, Lord juga harus merasakan hukuman dari Mas Dave," gerutu Vera, menyilang kani kedua tangannya di depan dada.


"Lord akan mendapatkan hukuman, tapi nanti. Dan kali ini, aku akan memberi hukuman untukmu dulu," ujar Dave tersenyum manis.


"Mas, sudah aku katakan. Jangan pernah tersenyum seperti itu, aku tidak akan termakan oleh senyummu yang mengerikan!" ucap Vera.


"Wah, berani sekali padamu, Dave! Tunjukan sisi kejam mu padanya. Tunjukkan kalau kau memang mengerikan. Bunuh saya dia, Dave! Kau sudah tidak membutuhkannya, bukan? Aku akan membantumu menggali makamnya di belakang rumah," ujar Excel kemudian beranjak dari tempat duduknya, "Lord, ayo ikut aku. Kita menggali makam untuk istri Dave tercinta," titah Excel yang mendapat anggukan kepala dari Lord.

__ADS_1


"Siap! dengan senang hati, aku akan membantumu," jawab Lord, kemudian berjalan pergi menyusul Excel.


Melihat kepergian kedua pria tersebut. Vera menelan salivanya susah, dia tersenyum manis pada pria yang sedang menatapnya, "Mas Dave, aku sayang banget sama Mas Dave. Mas Dave juga sayang kan, sama aku? Kalau Mas Dave sayang sama aku. Aku minta Mas Dave meringankan hukumanku, okeh?" Maksimal, Mas Dave memberikan hukuman seperti 'Vera, tidurlah. Kau pasti lelah, atau Vera, aku akan memberikan hukuman untukmu. Hukumannya adalah, makan malam bersamaku,"


"Maksimal seperti itu, Mas. Minimalnya, Mas Dave memaafkan semua kesalahan aku, lalu tidak memberikan hukuman padaku. Memang Mas Dave mau, masuk ke dalam penjara karena membunuh istrinya sendiri?"


"Jangan, Mas. Ucapan Mas Excel dan Lord, jangan pernah di dengarkan. Dia adalah manusia jelmaan iblis yang sedang menghasut Mas Dave untuk masuk neraka. Jangan ditiru ya, Mas. Jangan bunuh aku, Please!" ucap Vera panjang lebar.


"Ikut aku sekarang, aku akan menghukum mu!" titah Dave membuat Vera membulatkan matanya.


"Ikut aku!" ucap Dave tegas.


'Ish, susah sekali merayu Mas Dave. Kalau begini, hidupku akan berakhir,' gumam Vera dalam hati, "Aku tidak bisa ikut dengan Mas Dave, kakiku aja sakit, kalau untuk berjalan," ujar Vera memperlihatkan kakinya yang merah.


"Huh!"

__ADS_1


"Aku akan menggendong mu,"


"Tidak mau Mas, aku tidak mau dibunuh. Masa Mas Dave tega mau membunuh istrinya sendiri! aku masih ingin hidup Mas, umurku masih muda. Jangan bunuh gadis kecil seperti aku, " ujar Vera membuat Dave beranjak dari tempat duduknya dan menggendong istrinya ala Bridestyle.


"Aa ... Mas Dave, jangan paksa aku Mas!"


"Aku tidak mau dibunuh, please!" teriak Vera yang berusaha memberontak.


"Diam!" ujar Dave.


'Bagaimana aku bisa diam Mas, kamu mau membunuhku, dan aku harus diam, pasrah! Aku tidak bisa Mas. Ini nyawa, dan aku hanya mempunyai satu nyawa,' gumam Vera dalam hati.


"Mas Dave, jangan bunuh aku!" teriak Vera saat melihat Excel dan Lord yang berada di halaman belakang.


'Dia benar-benar akan membunuhku?' gumam Vera dalam hati.

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2