Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 111


__ADS_3

"El, kenapa dia tahu aku di sini?" gumam Dave saat melihat El yang sedang berjalan ke arahnya.


"Dave, kamu di sini? Mau ngapain?" tanya El dengan senyum manisnya.


"Aku menunggu istriku. Kamu kenapa di sini?"


"Istri? Kapan kamu menikah Dave? Kamu tidak bohong, kan? Kamu belum menikah?" tanya El.


"Vera istriku!" jawab Dave membuat El shock.


"Apa? istrimu? Kapan kalian menikah? Kenapa aku tidak tahu? Kamu pasti bohong, kan? Kamu sedang nge prank aku, kan?"


"Aku tidak bohong. Sekarang, giliran aku yang bertanya. Untuk apa kamu di sini?" tanya Dave.


'Jadi, mereka sudah menikah. Dan kesempatanku untuk mendapatkan hati Dave tidak ada lagi? Ini tidak bisa di biarkan,' batin El.


"Hei, sedang apa kamu di sini?" tanya Dave sekali lagi membuat El tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Aku melihat Excel dan aku tanya saja. Lalu dia menjawab, ada kamu di sini. Maka dari itu, aku cari kamu. Akhir-akhir ini kamu susah dihubungi. Tapi tunggu dulu, kenapa Excel mengantri di depan ruang praktek dokter kandungan?" tanya El.


"Aku menemani Vera memeriksa kandungannya!"


"Periksa kandungan?" lirih El.


"Iya, kemungkinan besar, dia hamil!" jawab Dave dengan senyum bahagianya.


'Apa, hamil? Dan kenapa wajah Dave sangat bahagia. Apa mereka sudah saling jatuh cinta?' batin El.


Setelah cukup lama mengobrol. Tiba-tiba Dave dan El melihat pintu toilet terbuka. Dan keluarlah sosok Vera.


"Sudah selesai? Jika sudah, ayo kita kembali. Excel sudah menunggu kita terlalu lama!" titah Dave merangkul mesra pinggang Vera, membuat Vera merasa tidak nyaman karena tatapan dokter wanita yang tak suka.


"El, kita pergi dulu!" titah Dave.


'Oh, jadi ini yang namanya, El. Yang selingkuhan Mas Dave. Cantik juga, tapi masih cantikan aku!' batin Vera.

__ADS_1


"Iya, hati-hati. Bawa istrimu sebaik mungkin." jawab El dengan senyum manis yang di paksakan.


Melihat kepergian Dave dan Vera, El langsung menghubungi adiknya.


Sedangkan di satu sisi, Vera yang mendengar kata 'Istri' pun mempercepat langkahnya agar menjauh dari wanita yang bernama El.


"Mas, kamu kasih tau aku sebagai istrimu?" tanya Vera.


"Memangnya kenapa?"


"Kamu pakai tanya memangnya kenapa? Apa kamu tidak tahu, perjuanganku menutupi status pernikahan ini? Tapi kenapa kamu dengan ringannya membocorkan status kita? Bagaimana jika wanita itu membocorkan ke semua orang? Mau di taruh mana muka kita, Mas. Bisa saja, aku di anggap hammil duluan atau kamu menikah dengan selingkuhanmu, maka dari itu, statusnya di sembunyikan!" kesal Vera.


"Tidak mungkin terjadi. Aku jamin itu, ada Excel yang akan mengurus semuanya!"


"Mas, aku belum siap semua orang mengetahui aku sudah menikah dan mempunyai suami sepertimu. Suami yang pelit, jahat, menyebalkan, suka marah-marah! Aku belum siap, Mas!" ucap Vera.


"Kamu sebut aku apa? Menyebalkan? Jahat? Pelit! Dan suka marah-marah?" kesal Dave berkacak pinggang.

__ADS_1


"Memang kamu seperti itu, Mas. Aku bicara fakta dan tidak di buat-buat. Ya sudah, dari pada aku berdebat denganmu. Lebih baik, aku temui saja Mas Excel. Lama kelamaan, Mas Excel lebih asik di ajak cerita dari pada kamu!" ketus Vera berjalan mendahului.


Melihat istrinya pergi, Dave langsung mengikuti langkah istrinya, 'Perbanyaklah kesabaranmu dalam menghadapi sikap istrimu yang seperti anak kecil, Dave!' batin Dave menyemangati dirinya sendiri.


__ADS_2