Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 89


__ADS_3

Dari luar kamar, Excel yang baru saja tiba pun mendengar suara yang tidak ingin di dengarnya.


"Benar kan, apa yang aku katakan! Pasti mereka melakukan hal gila ini. Dasar pasangan messuum. Apa mereka lupa, kalau ada dosen di bawah!" gumam Excel, kemudian mengetuk pintu kamar Vera dan Dave.


Tok ...


Tok ....


"Hei, apa yang kalian lakukan di dalam!" teriak Excel, "Buka, kalian sudah ditunggu!" sambungnya lagi, membuat Dave yang ingin memasukkan senjata miliknya terdiam.


"Mas, ada suara Mas Excel. Lebih baik, kita sudahi ya?" ujar Vera mendorong tubuh suaminya, "Aku mau mandi lagi. Mas Dave temui Mas Excel," titah Vera, perlahan kakinya mulai turun menginjak lantai kamarnya.


"Tunggu Ver! Kita belum selesai, bahkan lihat! Juniorku belum--"


"Mas! Lanjutkan nanti lagi. Aku tidak mau Mas Excel marah pada kita. Lagian, aku juga sudah ditunggu oleh dosenku!" potong Vera membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya.


Melihat istrinya masuk ke dalam kamar mandi. Dave langsung memakai pakaiannya. Kemudian berjalan menuju pintu kamar dengan perasaan kesalnya.


"Dave! Buka pintunya!" teriak Excel lagi.

__ADS_1


Krek ....


Pintu terbuka, dan munculah sosok Dave dengan pakaian acak-acaknya.


"Hei, kau gila ya! Istrimu sudah ditunggu dosennya di bawah. Tapi, kalian malah bermain kuda-kudaan! Aku tidak habis pikir dengan kalian. Apa waktu di malam hari tidak cukup untuk menyalurkan hasraaatmu!" gerutu Excel.


"Aku akan mencarikan calon istri untukmu. Agar, kau tahu rasanya hampir mencapai titik puncak, tapi langsung digagalkan oleh teriakanmu yang tidak berguna!" ketus Dave.


"Apa maksudmu? Kau benar melakukannya di pagi hari?" tanya Excel menggelengkan kepala.


"Memangnya kenapa? Dia istriku. Aku bebas melakukannya di pagi atau siang hari. Pergilah! Aku mau melanjutkan aktivitasku yang terganggu olehmu!" ujar Dave, menutup pintu kamarnya.


"Hei, Dave! Buka! Lakukan nanti! Kita ada meeting penting! Buka, atau aku dobrak pintunya!" teriak Excel, menggedor pintu kamar sahabatnya, membuat pemilik kamar mendesaaah kesal.


Krek ...


"Aku tidak tahu, aku belum menikah. Sekarang, persiapkan dirimu. Aku beri waktu 10 menit untukmu bersiap-siap. Kita harus pergi sekarang juga, ada meeting penting. Jangan pura-pura lupa. Atau, aku akan masuk ke dalam kamar dan melihatmu berganti pakaian!" ketus Excel membuat Dave menganga.


"Hei, Aku bos mu. Aku bisa saja memecatmu dari perusahaanku!" ketus Dave menutup pintu kamarnya keras.

__ADS_1


Brakk!


"Astaga!" ucap Excel terkejut.


"Aku tunggu Dave! ingat itu, meeting penting!" teriak Excel yang diabaik Dave.


Di dalam kamar, Dave yang belum merasakan kepuasan pun, segera meminta istrinya untuk membuka pintu kamar mandi.


"Ver! Buka! Kita lanjutkan sekarang. Juniorku tidak bisa menahannya!" teriak Dave.


"Tidak mau Mas! Aku sudah selesai mandi. Mas Dave pergi saja! Pasti Mas Excel sudah--"


"Buka, sebentar saja! Atau aku buka paksa!" ancam Dave yang diabaikan Vera.


Merasa tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Dave pun langsung berjalan dan mencari kunci cadangan pintu kamar mandinya yang berada di laci bawah meja.


Setelah menemukan kunci yang dia butuhkan. Dave segera berjalan dan memasukkan kunci kamar mandi itu.


Sebelum Dave memasukkan kunci kamar mandinya. Tiba-tiba pintu terbuka, dan dia bisa melihat sosok istrinya yang tengah menatapnya.

__ADS_1


"Ish Mas Dave. Begitu candunya dengan tubuhku sampai-sampai mencari kunci cadangan. Tapi sekali lagi aku bicara. Aku tidak mau melanjutkan aktivitas kita," ejek Vera menjulurkan lidahnya, membuat Dave yang sedang kesal pun bertambah kesal.


Bersambung😘


__ADS_2