Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 86


__ADS_3

Ke esokkan harinya, sesuai dengan ucapan Dave. Kini Vera sudah di depan ruang tamu dengan dosen yang membimbingnya.


"Tunggu sebentar! Aku mau berdiskusi dengan Mas Dave dulu," titah Vera saat melihat suaminya berjalan menuju pintu utama.


"Mas Dave, tunggu dulu! Jangan pergi!" ucap Vera meraih pergelangan tangan suaminya, "Tunggu dulu Mas! Mas curang padaku!" sambungnya lagi.


"Curang? aku curang apa?" tanya Dave, "Bukankah, selama ini yang curang itu kamu?"


"Mana ada! aku sama sekali tidak curang! aku hanya sedang membela diriku sendiri!"


"Sekarang, tepati janji Mas Dave, cepat!"


"Janji apa? Aku tidak mempunyai janji dengan siapapun!" tanya Dave berpura-pura lupa.


"Ish Mas, cepat! Jangan berpura-pura lupa. Aku tidak suka mempunyai suami pembohong seperti Mas Dave!" ujar Vera menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Lalu? apa aku suka, mempunyai istri pembohong sepertimu, yang hobinya setiap hari berbohong dan membuat darahku naik!"

__ADS_1


"Tapi Mas, aku sudah meminta maaf. Tolong maafkan aku, lagi pula aku sudah menebus kesalahanku yang telah aku perbuat, dengan beberapa kali permainan di atas ranjang, semalam," bisik Vera, kemudian melihat dosennya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Itu kurang!" jawab Dave enteng.


"Apa? kurang? benar-benar laki-laki haus--"


"Kecilkan suaramu. Atau dosenmu akan mengetahui yang sesungguhnya. Apa kau, sudah siap mengatakan ... jika kau istriku?" potong Dave, membuat Vera menutup mulutnya dan menganggukkan kepalanya.


"Maaf Mas, tapi aku benar-benar kesal dengan Mas. Mas mencari kesempatan dalam kesempitan!" gerutu Vera.


"Sudah, sekarang ... turuti perintahku! Kembali belajar! Aku mau pergi ke kantor!" titah Dave, kemudian melanjutkan langkahnya.


"Pokoknya, aku tidak mau tahu. Aku mau kembali ke kampus, aku kangen dengan teman-temanku. Aku kangen dengan--"


"Kembali, atau aku akan memberikan hukuman yang lebih dari semalam!" ujar Dave tegas.


"Tidak mau! Aku tidak mau patuh lagi pada Mas Dave. Karena apa? karena Mas Dave sudah membohongiku. Aku mau ke kampus Mas! please!" ujar Vera mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memberikan hukuman yang lebih berat!" ancam Dave meletakkan tas kerjanya di dekat rak sepatu.


"Silahkan saja, aku akan adukan pada dosenku, kalau Mas Dave jahat!" ancam Vera balik.


"Oh, aku bisa bilang, kalau kamu adalah istriku yang sedang hamil anakku. Dan aku pastikan, dosenmu akan berbicara pada--"


"Tunggu Mas, aku berubah pikiran. Aku akan patuh, tapi janji ... Mas Dave jangan bilang pada dosenku, kalau kita sudah menikah, apalagi sampai bilang hamil!"


'Mau sampai kapanpun, aku tidak akan hamil Mas, karena aku setiap hari mengonsumsi pil KB, hahaha ...' gumam Vera dalam hati.


'Lihat saja nanti, aku pastikan bulan depan kamu hamil anakku. Aku sudah mengganti pil KB mu itu, dengan pil penyubur kandungan, dan aku juga sudah meminta Bibi untuk selalu menyediakan makanan sehat. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Aku akan membuatmu hamil anakku, Ver. Beruntung, kamu sedikit polos, yang gampang aku bodohi,' gumam Dave dalam hati.


"Aku akan pergi. Sekarang, kamu kembali dan fokuslah pada kuliahmu!" titah Dave yang mendapat anggukan dari Vera.


"Baik Mas! tapi aku mau mandi dulu. Aku baru saja bangun, dan Mas Dave memintaku untuk turun. Aku malu, bertemu dosen dengan pakaian seperti ini. Mana pakaian ini, sudah kotor dibuang Mas Dave ke lantai!" gerutu Vera.


"Memangnya, setelah mandi ada yang berubah dalam dirimu? tidak kan? hidungmu tetap ada dan matamu tetap dua kan? tidak berubah menjadi satu?" ucap Dave membuat Vera kesal.

__ADS_1


'Mas Dave, awas saja kamu ya! kalau mataku hilang satu. Kamu juga yang akan ketakutan. Dasar suami menyebalkan. Aku tidak mau mengandung anakmu, aku akan meminum pil KB itu dengan jumlah yang banyak!' geram Vera dalam hati, kemudian pergi meninggalkan Dave yang tengah mematung.


Bersambung 😘


__ADS_2