
"Huh! dokter El menghembuskan nafasnya kasar, "Dia keguguran Dave. Lain kali, jika mencari mangsa jangan yang sedang mengandung," sambungnya lagi.
"Keguguran?" ucap Dave tak percaya, "Coba cek sekali lagi, aku tidak yakin dia keguguran," sambungnya lagi.
"Dave, kau lihatlah ini!" tunjuk dokter El pada gumpalan darah kecil yang keluar dari bagian sensiiitiiif Vera, "Ini adalah janinnya. Usia kandungannya sekitar 5 minggu," lanjut dokter El.
'Benar-benar wanita murahan! Aku tak percaya, akan menikah dengan wanita sepertinya,' batin Dave meremas jemarinya.
"Apa ini anakmu?" tanya dokter El pada Dave.
"Menurutmu El? Apa aku pernah melakukan hubungan seperti ini sampai-sampai menghasilkan calon bayi di rahim wanita?" ucap Dave menjatuhkan bokongnya di sofa, "Urus dia, ganti pakaiannya El," titah Dave mengeluarkan ponselnya.
"Untuk apa? Kedatanganku kemari untuk mengecek kesehatan seseorang bukan merangkap sebagai pembantu," kesal dokter El berjalan mendudukkan bokongnya di samping Dave.
"Dave?" panggil dokter El, dia mengambil ponsel milik Dave.
"El, berikan ponselku sekarang juga!" pekik Dave berusaha merebut ponselnya.
"Hust ... kita bisa membangunkan dia. Beritahu aku, siapa wanita itu? Aku tidak yakin jika dia wanita sewaanmu?" ucap dokter El menyembunyikan ponsel milik temannya.
"Sudah aku bilang berapakali, dia bukan siapa-siapa ku," jawab Dave bohong.
"Lalu? Jika dia bukan siapa-siapa mu, kenapa dia bisa ada di kamarmu?" ucap dokter El, "Dia polos tanpa sehelai pakaian Dave. Apa, jangan-jangan ... kamu baru saja menganiaya wanita itu? Dan membuatnya keguguran?" sambung dokter El menutup mulutnya tak percaya.
"Hentikan omong kosongmu El, aku tidak tahu jika dia sedang mengandung. Untuk masalah berhubungan, itu sudah kesepakatan kita berdua. Jadi, jangan menuduhku yang tidak-tidak," kesal Dave, "Sekarang, daripada tidak ada kerjaan, lebih baik kamu mengganti pakaian wanita itu. Aku lelah, rasanya tubuhku benar-benar remuk," sambung Dave menyenderkan punggungnya di sofa.
"Baiklah, berhubung aku sudah mengenalmu lama, maka aku percaya. Tapi, lain kali ... cari mangsa yang benar-benar fresh, belum tersentuh siapapun. Aku yakin rasanya sangat nikmat," ledek dokter El, "Di mana pakaian wanita itu Dave?" tanya dokter El membuka lemari milik Dave.
"Di koper dekat lemari, buka saja dan cari pakaian tidur untuknya," jawab Dave memijit pelipisnya, 'Benar kata El, Jaman sekarang status lajang tapi sudah banyak yang kehilangan keperawwaanannya demi kekasihnya, termaksud istriku sendiri,' batin Dave.
__ADS_1
"Kau El, apa kamu masih perawaan?" tanya Dave menghentikan langkah dokter El yang sedang memilih pakaian untuk Vera.
"Bicara apa kau! Daripada bertanya tidak masuk akal, lebih baik bantu aku menarik selimut serta sprei yang sudah terkena darah ini, Dave. Kau tidak mungkin memerintahkan Bi Tuti untuk membersihkan semuanya karena hari sudah larut malam," ujar dokter El melangkahkan kakinya menuju ranjang.
"Jika besok wanita ini masih pucat dan mengeluh kesakitan di perutnya, maka kau harus bertanggungjawab mengantar dan membiayai semua pengobatan untuknya," ucap dokter El saat Dave berdiri di samping, "Sekarang bantu aku, kamu gendong wanita ini dan aku akan mengganti spreinya," sambung dokter El yang disetujui oleh Dave.
"Baiklah, tidak mungkin juga aku tidur dengan kondisi seperti ini, menjijikkan," ucap Dave menggendong tubuh istrinya.
Dengan cepat dan sigap, dokter El menarik dan mencari sprei baru yang terletak di bagian bawah lemari Dave, kemudian dia memasangkan dengan rapih dan cepat.
"Baringkan tubuhnya, biar aku yang memakaikan pakaiannya dan kau, cukup membereskan darah serta gumpalan darah itu," titah dokter El pada Dave.
"Aku akan membuangnya," jawab Dave cepat.
Mendengar ucapan temannya, dokter El langsung melototkan matanya, "Lalu gumpalan darahnya? Dia calon bayi Dave. Lebih baiknya kamu menguburkan gumpalan darah tersebut, setelah wanita ini sadar, kamu bisa menceritakan semuanya," ujar dokter El.
"Malam-malam begini El? Jangan gila! Bisa-bisa--"
"Aku bukannya tidak berani El, cuma ... ini sudah malam. Dan itu juga bukan anakku," jawab Dave.
"Tapi ini semua karena perbuatan mu Dave! Ingat ... karenamu wanita ini keguguran," ucap dokter El membela Vera.
"Baiklah, aku akan menuruti semua kemauanmu. Bukan berarti aku kasihan dengan wanita ini, aku hanya malas mendengar ocehanmu El," jawab Dave membawa sprei untuk membungkus gumpalan darah yang keluar dari bagian sensiitiif istrinya.
Setelah menuruti semua perkataan dokter El, Dave kembali menuju kamar dan dokter El berpamitan pulang. Sebelumnya Dave sudah menawarkan dokter El untuk menginap di rumahnya karena hari sudah larut malam.
"Dasar dokter gila, lama tidak bertemu ternyata kegilaannya semakin bertambah," gumam Dave menaiki kasur dan tidur di samping Vera, "Wanita ini, pantas saja dia tidak mau melayaniku,"
"Memang benar-benar wanita murahan. Seharusnya sebelum pernikahan berlangsung dia menceritakan kehamilannya, Atau jangan-jangan aku dijadikan tutup untuknya karena pria yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab," gumam Dave lalu memutar tubuhnya membelakangi Vera.
__ADS_1
Malam sudah berlalu dan di gantikan dengan cahaya matahari yang bersinar cerah menerangi bumi pertiwi ini.
Sudah dari semalam Vera pingsan dan sampai sekarang belum sadarkan diri membuat Dave sedikit kebingungan.
"El, sampai kapan dia pingsan?" ucap Dave saat panggilan sedang terhubung dengan teman dokternya.
"Aku tidak tahu, coba tunggu beberapa menit lagi. Jika masih tidak sadarkan diri, lebih baik bawa dia keruma sakit," jawab dokter El mengucek matanya.
"Baiklah, dalam 30 menit, dia belum sadarkan diri, aku akan menelfonmu lagi," ujar Dave mematikan telfonnya membuat dokter El mendengus kesal.
Belum ada 30 menit, Vera sudah sadar dari pingsannya, matanya perlahan mulai terbuka memandang langit-langit kamar.
"A-aku di mana," tanya Vera sebelum ingatannya kembali.
"Putri tidur sudah bangun?" ejek Dave memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
"Siapa kamu, apa yang terjadi denganku?" tanya Vera memegang perutnya yang terasa nyeri.
"Aku? Aku malaikat pencabut nyawamu," ucap Dave, "Kau keguguran," sambungnya lagi.
Mata Vera membulat, "Keguguran? A-aku tidak hamil, kenapa bisa--" ucapannya terhenti.
"Cukup Ver! Jangan bodohi aku dengan dramamu. Karena aku bukan tipe orang yang gampang dibodohi!" timpal Dave cepat.
"Be-berarti selama ini aku mengandung anak--" Vera menutup mulutnya, dia tak percaya dengan apa yang terjadi. Dirabanya perut ratanya, 'A-aku mengandung anak Putra, dan sekarang aku keguguran?' batin Vera. Tanpa diminta air matanya lolos begitu saja.
"Baguslah jika kau keguguran, maka aku bebas menyetubuhi mu kapan saja," ucap Dave berjalan keluar kamar.
"Benar-benar hatinya terbuat dari iblis," geram Vera meremas spreinya erat.
__ADS_1
Bersambungš