Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 75


__ADS_3

Setelah beberapa menit menghubungi sahabatnya, Excel bisa menghembuskan napasnya lega, karena baru saja sahabatnya mentransfer sesuai tagihan makan excel.


"Semuanya lunas. Dan aku tidak akan kembali ke sini. aku kecewa dengan pelayan restoran ini. Sungguh mengecewakan, karyawannya ketus, dan aku akan berikan bintang satu." ketus excel kemudian beranjak pergi.


***


Setelah beberapa jam meracau dan tertidur, kini Vera menggeliatkan tubuhnya, perlahan kelopak matanya terbuka, pikirannya mulai mengingat kejadian beberapa jam lalu.


"Aku di mana ini? kenapa aku ada di sini?" ujar Vera, pandangannya menatap setiap sudut ruangan yang terlihat asing.


"Mas Dave, kenapa Mas Dave tertidur di sofa, kenapa tidak tidur di sampingku?" gumam Vera beranjak dari tempat tidurnya.


"Mas Dave bangun! Mas Dave kenapa tidur di sini? kenapa gak tidur di samping aku! Mas Dave bangun!" titah Vera menggoyangkan tubuh suaminya yang terlihat sangat pulas, "Mas Dave!" teriak Vera mengejutkan Dave yang sedang berada di alam mimpi.


"Ish kau, aku baru saja tidur! jangan ganggu tidurku!" gerutu Dave mengucek matanya berulang kali, "Ada apa?" sambungnya lagi.


"Ada apa? aku tanya, kenapa Mas Dave tidur di sofa, bukan di kasur bersamaku?" tanya Vera menjatuhkan bokongnya di kaki panjang suaminya.

__ADS_1


"Ish, berdiri. Kakiku bisa kram, tubuhmu berat," Dave menggoyangkan kedua kakinya agar Vera bangkit dari duduknya.


"Tidak mau, Mas Dave jawab dulu pertanyaanku. Mas Dave kenapa tidur di sofa? dan kita sedang berada di mana? Mas Dave gak buang aku ke tempat yang jauh kan?" tanya Vera, tangannya menunjuk kamar yang terlihat asing.


"Berdiri, kakiku kram. Dan masalah tidur di sofa itu karena aku tidak tahan dengan aroma alkohol dari mulutmu,"


"Siapa yang memberi izin untuk meminum alkohol serta memakan mie instant seperti tadi, hem? siapa!" ucap Dave membuat Vera berdiri dan berjalan menjauh.


"A-aku gak mabuk Mas, aku cuma minum dikit aja. Kata orang, kita boleh minum minuman seperti itu asalkan sedikit saja. Jangan marah Mas, aku masih sadar, buktinya aku mengingatmu?" ujar Vera cengengesan.


"Oh sedikit? jadi 2 botol itu sedikit?" ujar Dave beranjak dari sofa dan menghampiri istrinya yang tengah berdiri.


"Apa? coba ucapkan sekali lagi, aku tidak dengar?" titah Dave mengikis jarak diantaranya.


"Em, aku tidak minum Mas, aku hanya ... aku hanya--" ucapan Vera terjadi, 'Hanya apa ya? aku harus mengelak, aku tidak mau Mas Dave semakin marah denganku,' gumam Vera dalam hati.


"Hanya apa? memangnya tidak ada yang melaporkanmu kepadaku? ingat, ini caffe ku, apa perlu aku perlihatkan rekaman CCTV di caffe ini?" ucap Dave memasukkan kedua tangannya di saku celana.

__ADS_1


'Oh iya yah, aku melupakan pesan penting ini. Aku kan mabuk di caffe Mas Dave, percuma aku mau berbohong pun tak akan bisa,' gumam Vera dalam hati, "Mas, aku bisa jelaskan, aku-aku khilaf," ujar Vera memundurkan langkahnya.


"Mendekatlah, kenapa menjauh."


"Mas, aku bisa jelaskan. Aku--"


"Aku apa? hem?" ujar Dave menaik turunkan alisnya, "Mendekatlah," sambungnya lagi.


"Tidak mau Mas, kamu pasti marah kan sama aku? aku gak mau Mas. Jangan marah, baru aku mau mendekat," ujar Vera membuat Dave terkekeh.


"Suami mana yang tidak marah melihat istrinya mabuk berat dan meracau tak jelas, suami mana ha! "


"A-aku meracau Mas? m-mas pasti salah dengar. Mana mungkin, aku meracau, bukankah aku tidur?" jawab Vera gugup.


"Trus, video ini?" ujar Dave memberikan video rekaman istrinya yang sedang meracau tak jelas.


"M-mas, itu bukan aku. Sumpah, itu bukan aku, maafkan aku Mas,"

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2