Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 110


__ADS_3

"Jangan paksa aku. Aku tidak mau, Put!" ujar Vera berusaha menepis tangan Putra.


Merasa terlalu lama, Dave beranjak dari tempat duduknya, membuat Excel mencegahnya.


"Mau kemana, Hem?" tanya Excel.


"Aku harus menghampiri Vera. Sudah beberapa menit, dia tidak kembali. Aku takut terjadi sesuatu dengannya."


"Sudahlah. Tunggu sebentar lagi, paling juga ... dia sedang merapikan make up nya. Kamu tahu sendirikan, bagaimana wanita di dalam toilet. Dia tidak mungkin keluar cepat," titah Excel, meminta Dave untuk duduk kembali.


Tak ingin mendengar ucapan Excel. Dave menepis kasar tangan Excel. Dia berjalan menuju toilet wanita. Belum sampai di toilet wanita, dia melihat istrinya yang sedang berdebat dengan pria yang tidak asing baginya.


"Lepaskan aku. Kita bisa bahas hubungan kita nanti, aku sudah di tunggu Mas Dave. Kamu seharusnya mengerti aku, Put. Jangan maksa seperti ini." ketus Vera.


"Sebentar saja. Aku ingin memastikan saja!" titah Putra.


"Lepaskan dia!" titah Dave menepis kasar tangan Putra dan menyembunyikan tubuh istrinya di belakang tubuhnya, "Mau apa ganggu istri orang, ha! Apa tidak cukup, kau melukai hatinya?" ketus Dave.

__ADS_1


"Semua ini tidak ada urusannya denganmu. Biarkan aku membawa Vera. Kita perlu bicara empat mata!" titah Putra.


Dave terkekeh. Dia berjalan satu langkah ke hadapan putra. "Tentu saja ada urusannya denganku. Karena aku, adalah suami dari wanita yang ingin di bawa paksa olehmu. Pergilah, atau aku akan berteriak dan meminta satpam di sini untuk mengusirmu!"


'Siaalan! Kenapa pria ini selalu muncul. Seharusnya, Vera sudah ada di tanganku. Awas saja, aku akan memikirkan cara untuk membawa Vera pergi darimu!' batin Putra.


"Cepat pergi! Apa telingamu tuli, ha!"


"Ver, urusan kita belum selesai. Aku pergi, bukan berarti aku takut dengan ancaman pria ini, tapi aku tidak mau membuat keributan di rumah sakit ini dan namaku akan jelek di mata orang!" titah putra.


"Pergilah, Put. Aku akan hubungi kamu setelah sampai di rumah." titah Vera.


"Aku pegang ucapanmu itu, Ver. Aku tunggu kamu telfon aku!" titah Putra kemudian menatap tajam Dave. 'Awas saja, aku akan merebut Vera darimu!' batin Putra berjalan menjauh meninggalkan Vera dan Dave.


Setelah melihat kepergian Putra. Vera keluar dari tempat persembunyiannya. "Terimakasih, Mas!" ucap Vera.


"Kenapa dia ada di sini?" tanya Dave menatap tajam istrinya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu. Aku juga bingung, kenapa dia ada di rumah sakit ini." jawab Vera jujur.


"Kamu tidak berbohong, kan? Bukan kamu yang mengundang pria itu kan?" tuduh Dave membuat Vera memicingkan matanya tak suka.


"Mas, jika aku yang mengundang Putra ke sini, kenapa juga aku harus memberontak di bawanya pergi? Coba kamu pikirkan! Jangan biasanya cuma menuduh!" kesal Vera.


"Bisa saja, awalnya kalian berbaikan, dan tiba-tiba kalian ada masalah, lalu kalian bertengkar?"


"Aku bukan wanita seperti itu. Aku bukan pe--" ucapan Vera terhenti saat melihat wanita cantik yang memakai jas dokternya sedang berjalan ke arahnya.


"Bukan apa!" tanya Dave.


"Aku bukan kamu, Mas. Yang hobi bohong! Kamu bicara seperti itu, karena kamu sendiri yang melakukan itu."


"Apa maksudmu? Melakukan apa?"


"Lihat saja di belakangmu. Ada siapa?" kesal Vera masuk ke dalam toilet, membuat Dave menoleh ke belakang.

__ADS_1


__ADS_2