Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 79


__ADS_3

Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Terlihat Dave yang mulai membuka kelopak matanya.


"Hoam ...," Dave menguap dan melih tempat tidur sampingnya.


"Kenapa gelap? Apa dia masih tertidur?" gumam Dave meraba dan menyalakan lampu tidurnya.


Setelah lampu menyala, Dave melihat samping tempat tidurnya yang kosong.


"Dimana dia?" gumam Dave menurunkan kakinya dan berjalan menuju kamar mandi, "Kosong, kemana perginya?" ucap Dave setelah membuka pintu kamar mandi.


Merasa ada yang tidak beres dengan istrinya. Dave berlari dan mencari pakaian serta tas milik istrinya, "Tidak ada, apa dia pergi meninggalkanku di sini, sendiri?" ujar Dave kemudian berlari menuruni anak tangga.


Setelah berada di lantai dasar yang begitu gelap, Dave segera mencari stop kontak dan lampu menyala.


"Tidak ada siapapun. Kemana perginya?" gumam Dave, "Vera! Kau dimana?" teriak Dave mencari ke setiap sudut lantai dasar.


Setelah tidak menemukan keberadaan istri, Dave berjalan dan melihat mobilnya yang sudah terbungkus oleh mantel mobil.


"Beraninya dia pergi, tanpa membangunkanku!" geram Dave kemudian menaiki tangga dan mengambil ponselnya.


Di satu sisi, terlihat Vera dan Lord yang tengah menikmati waktunya di area permainan yang berada di Mall terdekat restoran tempat mereka makan.


"Ayo Lord, masukkan bolanya ke dalam ring. Agar kita mendapatkan hadiah besar itu!" ujar Vera antusias.


"Ayo! Ayo! Ayo! Lord pasti bisa! Semangat!" teriak Vera menyemangati anak buah suaminya.


"Tenang saja, Nyonya. Saya akan mendapatkan hadiah itu untuk Nyonya," jawab Lord dengan gaya yang cool.


"Huuuu ... Ayo Lord! Semangat! Aku mendukungmu! Ayo! Ayo! Setelah ini, kita bermain lagi Lord! Kita habiskan uang kita!" teriak Vera kemudian tertawa renyah.

__ADS_1


Tanpa sadar, di saat Lord sedang melempar bola agar masuk ke dalam ring, sebuah panggilan telah masuk di ponselnya.


"Yeay! Berhasil Nyonya! Saya mendapatkan hadiahnya!" teriak Lord saat memenangkan permainannya. Di pegangnya boneka yang begitu besar itu ke udara.


"Wahh .... Lord kau sangat pandai!" teriak Vera kemudian berlari dan mengambil boneka yang berada di genggaman anak buah suaminya, "Aku suka Lord. Ini untukku, ya?" pinta Vera yang mendapat anggukan dari Lord.


"Silahkan Nyonya. Setelah ini, kita bermain apalagi?" tanya Lord antusias.


"Em, aku mau itu Lord, " tunjuk Vera pada mainan capitan boneka, "Kamu bisa kan, mengambilkanya untukku. Aku sudah memiliki yang besar, tapi aku belum memiliki anak-anaknya, Lord. Please! Kita have fun Lord," ujar Vera mengeratkan pelukan bonekanya.


"Ayo Nyonya, tapi sekarang sudah jam berapa? Kita harus pulang. Besar kemungkinan, Tuan sudah selesai meeting nya," ujar Lord yang diabaikan Vera.


"Kita nanti saja pulangnya. Mas Dave bilang, agar kita bersenang-senang, jangan memikirkannya. Habiskan saja uangnya yang dipegang olehmu," ujar Vera menarik tangan anak buahnya, "Cepat Lord, masukkan koinnya. Aku ingin boneka keropi dan sapi itu. Oh iya, aku juga mau itu boneka beruang. Aku mau semuanya, lucu-lucu banget," ujar Vera.


"Baik Nyonya, saya ambilkan untuk Nyonya. Kebetulan, saya sudah menukar banyak koin untuk kita bermain," jawab Lord kemudian memasukkan koin ke lubang yang sudah disediakan.


Setelah memasukkan koinnya, Lord langsung menggeser tuas yang berada di mesin dan memencet tombol agar alat itu turun dan mengambil boneka kesukaan Nyonya mudanya.


"Santai Nyonya, kita coba lagi. Kali ini, saya tidak akan gagal!" ujar Lord dengan percaya dirinya. Kemudian memasukkan koin dan mencapit boneka beruang sebelumnya dia sudah mencapit boneka keropi dan hasilnya gagal.


"Gagal lagi, Lord! Biar aku saja. Aku akan mencapit dan mengeluarkan semua boneka yang berada di mesin itu. Kamu pegang bonekaku aja." gerutu Vera memberikan boneka besarnya pada anak buah suaminya, "Mana koinnya?"


"Nyonya, koinnya ada di saku jaket saya. Saya kesusahan, karena memegang boneka ini. Nyonya bisa ambil bonekanya dulu, dan saya akan mengambilkan koinnya," titah Lord pada Vera.


"Tidak perlu. Biar aku saja yang ambil. Lagipula koinnya di saku jaket, kan? Tidak masalah!" ujar Vera mengulurkan dan memasukkan tangannya di ke dalam saku jaket Lord, "Kau mau boneka apa, Lord? Biar aku ambilkan," sambungnya lagi setelah memasukkan koinnya ke dalam lubang mesin.


"Em, saya mau SpongeBob Nyonya, tapi yang itu, yang sedang tertawa," ujar Lord antusias.


"Baiklah, aku akan mengambilkan untukmu dulu. Lihat ini, aku pastikan akan berhasil," ujar Vera mengarahkan tugasnya ke boneka incaran Lord, "Kira-kira berhasil atau tidak?" tanya Vera sebelum memencet tombol mesin.

__ADS_1


"Em, tidak Nyonya. Itu jaraknya terlalu dekat, bisa-bisa yang tertarik boneka Barbie," jawab Lord, pandangannya fokus pada tuas yang mengarah pada beberapa boneka.


"Kita lihat saja nanti. Aku pastikan, ini berhasil!" ujar Vera kemudian memencet tombol dan mereka bisa melihat bonek SpongeBob mulai terangkat.


"Aaa ... Nyonya, Nyonya saya takut, saya takut Nyonya kecewa, karena bonek itu--"


"Aaa ... berhasil Lord! Yeay! Berhasil kan! Apa aku bilang, ini berhasil Lord!" teriak Vera yang tak sengaja memeluk anak buah suaminya.


Lord terpaku saat mendapat pelukan tiba-tiba dari istri Tuannya.


"Nyonya, Nyonya jangan seperti ini. Jika ada yang melihat bagaimana?" tanya Lord melepaskan tubuhnya dari Vera.


"Oh iya, aku lupa, Lord. Tapi kau tenang saja, tidak akan ada yang melihat, karena kau tahu ... pernikahanku bersifat rahasia. Paling mereka pikir, kita sepasang kekasih yang sedang berkencan, Iya atau iya?" jawab Vera menaik turunkan alisnya.


"Ah Nyonya bisa saja. Tunggu dulu Nyonya, ponsel saya bergetar, Nyonya bisa pegang ini?" titah Lord memberikan boneka besar yang dipegangnya.


"Em, jangan diangkat Lord. Biarkan saja, lebih baik kita main lagi. Aku mau kamu mengambilkan boneka yang itu," tunjuk Vera.


"Tapi Nyonya, saya takut jika yang menelpon adalah Tuan."


'Benar juga, tapi jika benar yang menelpon Mas Dave, tamatlah riwayatku. Aku bisa ketahuan berbohong. Lebih baik,' gumam Vera dalam hati.


"Biar aku saja yang mengangkatnya Lord, kalau itu Mas Dave, karena ponselku mati," ucap Vera saat melihat anak buah suaminya mengambil ponsel dari saku celananya.


"Sebentar, saya lihat dulu, Nyonya," ujar Lord kemudian memberikan ponselnya pada istri Tuannya, "Dari Tuan, silahkan Nyonya angkat ponselnya," sambungnya lagi.


"Oh, iya aku angkat. Tapi, bisakah kamu ambilkan bonek itu, aku takut, setelah mengangkat ini, kita di suruh pulang, Lord," ujar Vera yang mendapat anggukan dari Lord.


"Bisa Nyonya, kalau begitu nyonya tunggu sini dan angkat telfon Tuan, saya akan mengambilkan bonek itu untuk Nyonya," ujar Lord kemudian berjalan memasukkan koin dan menggeser tuasnya.

__ADS_1


Di satu sisi, terlihat Vera yang tengah menimang-nimang, "Angkat atau jangan?" gumam Vera.


Bersambung😘


__ADS_2