
"Silahkan saja! Tapi, jangan pakai ponselku!" ucap Vera kesal.
Seakan tuli, Dave mencari nomer ponsel Putra di ponsel istrinya, lalu mengaktifkan loud speaker nya.
"Kamu bicara, jika dia berani mengancammu, aku akan membuat perhitungan dengannya!" ucap Dave.
"Aku tidak mau, Mas! Cepat matikan! Sebelum Putra mengangkatnya!" titah Vera.
"Cepat! Aku tidak mau kamu di peralatan olehnya. Kamu mau, dijadikan pemuas nappsu olehnya? Tidak, kan? Maka dari itu, cepat bicara yang sejujurnya. Kamu menolak atau menarik ucapanmu!" ucap Dave tak ingin di bantah.
Dengan perasaan kesal, Vera berusaha mengambil ponselnya tapi, tiba-tiba dia kehilangan ke seimbangan dan semakin masuk ke dalam pelukan suaminya.
Sedangkan di sisi lain, Putra menggeser tombol hijau saat melihat kekasih menelfon dengan panggilan video call.
__ADS_1
Mata Putra membulat sempurna saat melihat adegan yang tidak di inginkan. Dia melihat wanita yang baru beberapa menit menjadi kekasihnya sedang berada di atas tubuh pria yang tak di sukai oleh putra.
Dave yang tak sengaja melihat panggilan itu sudah terangkat pun memanfaatkan situasi. Dia menciuum bibiir Vera dengan lembut, membuat Vera terbuai dengan ciuumannya.
Dave memutar tubuhnya, dia ingin memimpin permainan yang akan membuat api yang sudah padam kembali berkobar.
'Aku akan memanfaatkan waktu ini. Aku yakin, dia melihatku bercintta dengan Vera.
'Sial! Mereka sengaja melakukan ini di depanku! Vera, Vera aku juga bisa melakukannya denganmu. Tapi tunggu waktu yang tepat. Aku harus meluluhkan hatimu dulu. Setelah itu, aku akan dengan mudah melakukan semuanya. Kamu ini, memang menggemaskan! Aku semakin tertantang untuk mendekatimu lagi!' batin putra melihat pergulatan panas di atas ranjang.
Vera berusaha mendorong tubuh suaminya, tapi tenaga yang dia punya tidak sebanding dengan tenaga suaminya. Dengan susah payah, Vera perlahan mulai terbuai dan dia mulai merespon setiap sentuhan suaminya.
Dave tersenyum puas saat istrinya merespon dan membalas permainannya, sampai di mana dia melupakan bahwa dirinya sedang melakukan panggilan video dengan pria yang berstatus kekasih istrinya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit melihat adegan yang membuatnya bergaaairaah. Akhirnya Putra mengakhiri panggilannya secara sepihak. Dia tidak sanggup melihat wanita yang di cintainya bermesraan dengan pria lain.
"Argkh! Bodoh! Secepatnya, aku harus membawa Vera keluar dari rumah itu. Tapi bagaimana caranya? Mereka suami istri dan sekarang ... Vera sedang mengandung anaknya! Baiklah. Sekarang, aku akan biarkan pria itu bermesraan dengan Vera. Tapi, setelah aku mendapatkan cara, aku akan bertindak untuk memisahkan kalian!" geram Putra melempar semua barang yang berada di sekitarnya.
Setelah melakukan penyatuaan, Vera langsung mendorong tubuh suaminya yang kehabisan tenaga.
'Sial! Aku kan sedang marah, kenapa tubuhku bisa tergoda dengannya.' batin Vera lalu menyadari keberadaan ponselnya. "Mas, kamu tahu ponselku di mana?" tanya Vera membuat Dave tersadar. Dia menunjuk vas bunga di atas meja.
"Kenapa ponselku berdiri?" gumam Vera mengambil ponselnya lalu melihat riwayat panggilan yang masuk. Matanya membulat sempurna saat melihat panggilannya yang sempat di angkat. "Ini gila! Ini gila!" pekik Vera menatap tajam suaminya, "Mas Dave!" pekik Vera lagi membuat Dave menampilkan senyum manisnya.
"Ini kerjaan kamu, kan? Haduh, Putra sempat mengangkat telfon ini. Pasti dia melihat kita bercintta. Bagaimana ini, Mas? Aku malu, aku malu!" kesal Vera.
"Sudahlah! Tidak perlu malu. Kamu pernah melakukan dengannya, bukan? gumam Dave membuat Vera terdiam.
__ADS_1