Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 108


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya putra dapat melihat mobil yang keluar dari kediaman kekasihnya. "Mobil itu, bukankah mobil pria yang mengaku suami Vera, dan itu ... Vera juga ikut di dalam mobil tersebut. Kemana mereka pergi? Aku penasaran. Lebih baik, aku ikuti saja mereka" gumam Putra menyalakan mesin mobil dan mobil pun mulai berjalan mengikuti mobil Dave yang sedang berjalan membelah jalanan ibu kota.


Sedangkan di dalam mobil yang sedang ditumpangi Dave dan Vera sedang terjadi keributan yang heboh.


"Pakai jaketmu!" titah Dave.


"Tidak mau, jangan paksa aku! Biarkan aku pakai seperti ini saja!"


"Tapi, pakaianmu terlalu terbuka. Bisa masuk angin tubuhmu dan kasihan calon anakmu!" ucap Dave frustrasi.


"Biarkan saja. Kamu mau aku periksa kan? Sekarang, aku sudah menuruti semua permintaan Mas. Jadi, Mas diam! Mau aku pakai baju sekssi atau tidak, Mas tidak boleh ikut campur!"


"Sudahlah! Lama kelamaan meladeni sikapmu yang seperti bocah, membuat kepalaku pusing tujuh keliling. Mau kamu sakit atau tidak, itu bukan urusanku juga. Dan ingat! Jangan merengek padaku, jika kamu sakit, nanti! Awas!"


"Ya sudah. Aku tidak akan merengek atau menangis di depanmu. Suami jahat!" pekik Vera.

__ADS_1


"Siapa yang jahat, ha!" ucap Dave tak terima.


"Kamu! Mas Dave suami jahat! Tidak peka, tidak mau mendengarkan keluh kesah istrinya. Tahu begini, sebelum aku di kurung, aku akan kabur!" kesal Vera membuat Dave melototkan matanya.


"Sekali lagi, ulangi ucapanmu!" titah Dave.


"Tidak mau, setiap ucapanku mahal!"


"Hei, sudah mulai berani melawanku!" pekik Dave.


"Sudah. Bukankah sedari semalam, aku melawanku, Mas! Intinya, kamu suami yang jahat! Aku benci kamu!" pekik Vera.


"Aw! Excel! Kau bisa menyetir tidak sih!" kesal Dave mengusap keningnya dan melihat istrinya yang sedang memeluk lengan tangannya, "Ngapain peluk-peluk, Hem?" tanya Dave lagi.


Vera tersadar, dia melepaskan pelukannya, "Siapa yang peluk-peluk. Tanganku tidak sengaja!" ketus Vera.

__ADS_1


"Tidak sengaja bagaimana? Aku lihat dan merasakan sendiri. Pelukanmu terlalu erat!" ejek Dave.


"BERHENTI! Apa kalian tidak capek sepanjang jalan berdebat, ha! Aku saja yang mendengarnya capek!" teriak Excel, membuat Dave dan Vera menatap Excel bersamaan.


"Mas Dave yang mengajakku bertengkar!" curhat Vera.


"Enak saja, dari semalam siapa yang marah-marah terus, hem?"


"Aku capek, Mas. Aku mau pindah ke depan sama Mas Excel aja! Mas Excel, aku pindah ke depan, ya!" ucap Vera.


"Pindahlah! Aku juga capek melihat dan mendengar perdebatan kalian!" ketus Excel.


Vera membuka pintu mobil. Belum sempat kakinya turun, tangannya sudah di cegah oleh Dave, "Tidak boleh. Kau benar-benar tidak menghargai kehadiran suamimu ini. Di sini ada suamimu, loh!" kesal Dave.


"Ya sudah, Dave. Kalau kamu mau istrimu duduk di belakang bersamamu. Maka dari itu, kamu diam dan mengalah! Mungkin, Vera marah-marah seperti itu karena hormon kehamilannya. Katamu, istrimu sedang hamil, kan?" ujar Excel.

__ADS_1


"Aku tidak hamil. Mas Dave saja yang mengarang cerita!" jawab Vera kesal.


"Aku tidak mengarang cerita. Aku akan buktikan, kalau kamu hamil anakku!" ketus Dave menyilangkan ke dua tangannya di dada


__ADS_2