Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 59


__ADS_3

"Hallo, bagaimana? semuanya bereskan?" tanya Dave setelah panggilannya terhubung dengan sekertarisnya.


"Semuanya beres, aku akan pulang dan memberikan ini untukmu," jawab Excel membuat senyum Dave terukir manis.


"Aku tidak percaya denganmu, tidak sia-sia aku menjadikanmu orang kepercayaan di keluargaku," ucap Dave terkekeh.


"Hahaha ... bulan depan, aku akan meminta, jabatanku di naikkan?"


"Menjadi CEO di perusahaan mu, bagaimana? wajah dan kepintaran ku sudah cocok untuk menggeser posisimu, bukan? " ujar Excel diselingi tawanya.


"Silahkan, jika kau ingin mati!" jawab Dave langsung mengakhiri panggilannya.


Setelah memutuskan panggilannya, Dave keluar dari mobil dan berjalan menyusul istrinya yang sudah memasuki rumahnya terlebih dahulu.


Tak henti-hentinya, senyuman itu terbit di bibir Dave. Semua karyawan dan ketua pelayan di rumahnya pun di buat heran dengan sikap Tuan nya yang sangat berbeda.


"Bi, siapkan makan malam untuk menyambut kedatangan Excel," ucap Dave saat melihat ketua pelayannya menyambut kepulangannya.


"Baik Tuan," jawab Bi Tuti.


"Di mana dia?"


"Oh iya, jika Excel datang ... suruh dia keruangan kerjaku," ucap Dave kemudian berjalan menaiki satu persatu anak tangga agar sampai menuju kamarnya.


Di dalam kamar, terlihat Vera yang tengah gelisah. Dia berjalan mondar mandir memikirkan kejadian apa saja yang dia lakukan selama dirinya mabuk.


"Mas Dave tidak marah kepadaku, berarti aku aman, bukan?" gumam Vera menggigit jarinya, "Tapi, aku tidak yakin, jika aku tidak bicara apapun, atau jangan-jangan aku pingsan setelah sampai di ruangan Mas Dave?" sambungnya lagi.


"Aduh! kenapa otakku selalu lemot dalam keadaan seperti ini," gumamnya lagi setelah beberapa menit berpikir.


Krek ....


Mendengar suara pintu terbuka, Vera langsung berlari dan menjatuhkan bokongnya di tepi ranjang, lalu dia berpura-pura memainkan ponselnya agar tidak terlihat gelisah di hadapan suaminya.


"Mas Dave ...," panggil Vera.


"Hem ...," jawab Dave melepas jas nya dan meletakkannya di sofa.

__ADS_1


"Mau aku ambilkan minum, Mas?" tanya Vera, menatap raut wajah suaminya yang sama sekali tidak marah.


Dave menjatuhkan bokongnya di sofa lalu menganggukkan kepalanya, "Orange juice aja," jawab Dave.


"Iya Mas, tunggu sebentar!" ujar Vera beranjak dari kasur dan berjalan keluar kamar.


Setelah melihat kepergian istrinya, Dave berjalan dan menggeledah tas istrinya. Dia mencari bungkus dari obat tersebut.


"Ternyata benar, dia mau bermain-main denganku. Silahkan saja, aku akan memberikan kejutan setelah ini. Persiapkan dirimu untuk kejutan yang akan kuberi, isteriku!" gumam Dave meletakkan obat itu ke dalam tas istrinya dan berjalan menuju kamar mandi.


****


Di dapur, Vera meminta ketua pelayan membuatkan orange juice untuk suaminya. Dia menjatuhkan bokongnya di kursi dengan tangan menangkup kedua pipinya.


'Mungkin, mabukku tidak membuat ulah. Dan rahasiaku masih aman!' batin Vera.


'Tapi sampai kapan aku menutupi kebohongan seperti ini. Aku benar-benar ingin menyudahinya, tapi aku tidak bisa. Aku mencintai Putra tapi aku nyaman dengan Mas Dave, apalagi akhir-akhir ini Mas Dave bersikap baik kepadaku.' sambungnya lagi.


"Nyonya, ini jus nya. Apa perlu saya antar ke kamar Tuan?" ucap Bi Tuti membawa nampan berisi satu gelas orange juice titipan Dave.


'Sikap Nyonya sudah berubah, sikap Tuan juga sudah berubah. Apa mungkin, mereka sudah saling jatuh hati? jika benar, aku harus memberitahukan kabar ini pada Nyonya Besar, pasti beliau senang,' batin Bi Tuti berjalan menuju dapur.


Setelah sampai di kamarnya, Vera meletakkan juice itu di atas meja dan mencari keberadaan suaminya yang tiba-tiba menghilang. Mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi membuat Vera tersenyum. Tanpa sadar tangannya terulur membuka lemari dan mengambil pakaian ganti untuk suaminya.


'Ada apa denganku? kenapa rasanya sangat bahagia saat memilihkan pakaian ganti untuknya. Apa aku sudah benar-benar menaruh hati pada Mas Dave? tapi itu tidak mungkin! Aku tahu wanita tadi dan Mas Dave mempunyai hubungan khusus. Aku bisa lihat cara memandang wanita itu, ada cinta di mata wanita itu untuk Mas Dave,' batin Vera mengambil pakaian santai yang akan dikenakan suaminya.


Baru saja Vera meletakkan pakaian ganti suaminya di atas ranjang, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan munculah sosok Dave yang tengah bertelanjang dada dengan handuk dililitkan di pinggangnya. Tetesan air yang mengalir dari rambutnya membuat Vera menelan saliva nya dengan susah. Matanya tak berkedip saat melihat tubuh atletis suaminya, terutama roti sobek yang sangat menggoda memanjakan matanya.


"Hei!" panggil Dave melambaikan tangannya pada istrinya yang tengah mematung, "Hei!" ulangnya lagi.


Melihat ayunan tangan dari suaminya, membuat Vera tersadar akan lamunannya. Kepalanya menggeleng membuat Dave terkekeh.


"Apa tubuhku sangat menggoda, sampai-sampai matamu tidak bisa berkedip saat melihat kesempurnaan tubuhku?" tanya Dave menaik turunkan alisnya.


"Tidak, siapa yang tergoda. Aku hanya heran saja, kenapa Mas Dave mandinya lama sekali? padahal jus nya sudah siap dari tadi?"


"Oh iya, aku sudah siapkan pakaian ganti untuk Mas Dave, jika Mas Dave mau memakainya tidak apa-apa, jika tidak ... aku akan kembalikan lagi ke tempat semula," ujar Vera menunjuk satu set pakaian yang berada di atas kasur.

__ADS_1


"Aku akan memakainya, tolong bantu aku," titah Dave.


"Bantu? bantu apa Mas?" tanya Vera mengerutkan keningnya.


"Bantu aku mengambil pakaian yang kau letakkan di atas kasur, dan aku akan memakainya," jawab Dave menarik handuknya yang melilit di pinggang.


"Mas Dave!" Vera menutup mata dan memutar tubuhnya agar membelakangi suaminya, "Aku tidak mau membantumu!" sambungnya lagi.


"Hei, dosa! tugas istri melayani suaminya!"


'Astaga, dosa si dosa, tapi aku juga tidak mau melihat bagian bawahnya,' batin Vera, "Ta-tapi, Mas Dave pakai handuknya dulu!" pinta Vera.


"Sudah, cepat!" jawab Dave membuat Vera memutar tubuhnya agar menghadap suaminya dengan tangan yang masih membungkus wajahnya.


"Mas! aku minta--"


"Cepat, semakin banyak berbicara, maka aku akan--"


"Tunggu! aku akan mengambilkan pakaian untuk Mas Dave, Mas Dave please! tunggu di situ!" potong Vera berjalan dan mengambil pakaian suaminya lalu memberikan pakaian itu dengan mata tertutup.


"Ini Mas," ucap Vera menyerahkan pakaian suaminya.


"Berikan dengan benar!"


"Ini sudah benar Mas!"


"Okeh, baiklah ... ini keinginanmu. Aku akan melakukannya!" ujar Dave menarik tangan istrinya.


"Mas!" tubuh Vera seketika berada di dalam pelukan Dave, "Mas!" ucap Vera, matanya menatap wajah tampan suaminya.


"Aku membutuhkanmu sekarang juga!" ujar Dave menggesekkan miliknya yang polos.


"A-aku belum mandi Mas, aku mau mandi!"


"Aku tidak butuh penolakan darimu!"


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2