
"Aku tahu, cepat pergi. Jangan ada yang berani naik ke lantai atas, sebelum aku memberi perintah!" titah Dave yang mendapat anggukan dari karyawan wanitanya.
"Baik bos. Kalau begitu, aku pergi," jawab Alexa kemudian pergi menuruni anak tangga.
Setelah melihat kepergian karyawannya, Dave langsung menutup dan mengunci rapat pintu kamarnya, dia berjalan kemudian menjatuhkan bokongnya di sofa sambil matanya menatap istrinya yang tengah meracau tak jelas.
Deringan ponsel di sakunya membuat Dave tersadar, dan segera menyambar ponsel tersebut.
"Hallo, ada apa mencariku?" ucap Dave saat benda pipih itu sudah berada di telinganya.
"Dave, kau dimana? apa kau melupakanku?"
"Aku melupakanmu? siapa bilang," ucap Dave menautkan kedua alisnya.
"Kau dimana, aku benar-benar membutuhkanmu!" teriaknya lagi.
"Excel, kau kenapa! kau masih waras kan?" tanya Dave, ponselnya dijauhkan sesaat saat mendengar teriakan dari sahabatnya.
"Aku lupa membawa uang, Dave. Dan dengan bodohnya aku pergi ke restoran yang mewah. Dompetku tertinggal, tolong aku Dave, please!"
"Aku tidak mau dipermalukan, aku sudah lama berada di restoran ini Dave!"
"Aku tidak bisa, aku sibuk. Istriku tiba-tiba mabuk dan sekarang, aku sedang mendengar racauan darinya. Lebih baik, kau pulang, dan jaminkan mobil kantor. Aku tahu, kau menggunakan mobil kantor kan?" tebak Dave.
"Gengsi Dave, masa tampang gagah sepertiku menjaminkan mobil untuk membayar makanan. Itu tidak lucu, Dave." gumam excel kesal.
"Berikan ponselmu ke pegawai kasir, cepat!"
__ADS_1
"Untuk apa? jangan berbuat hal aneh," ujar Excel penasaran.
"Cepat berikan saja. Kalau tidak mau, aku akan menutup telfonku sekarang juga!"
"Iya iya, tunggu sebentar," ucap Excel berjalan menuju kasir.
Setelah sampai di depan kasir, Excel langsung memberikan ponselnya kepada pegawai kasir, membuat pegawai wanita itu terpaku.
"I-ini artinya apa?" tanya pegawai kasir heran, "Ini untukku?" sambungnya lagi.
"Eh, siapa bilang ini untukmu! ada seseorang yang ingin berbicara. Cepat bicaralah," titah excel membuat pegawai kasir menautkan keningnya.
"Tapi aku tidak mengenalmu, bagaimana bisa ada seseorang yang ingin bicara denganku?"
"Sudah cepat! nanti kau akan tahu," ucap Excel mulai kesal.
"Tapi---"
"Tidak, tidak!"
"Ya sudah, cepat angkat!" gerutu excel. Ekor matanya melirik ke seluruh penjuru ruangan. Ada beberapa orang yang tengah menatapnya dengan tatapan sinis.
Pegawai kasir itu langsung mengambil ponsel milik customer dan menempelkannya di telinga.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" ucap pegawai kasir dengan tangan gemetar saat melihat wajah Excel yang terlihat kesal.
"Saudara saya tidak mempunyai uang untuk membayar makanannya, jadi kirimkan nomer rekening restoranmu. Dan aku akan membayarnya," ucap Dave dari seberang sana.
__ADS_1
Mendengar penuturan dari seorang pria yang berada di sebrang sana, pegawai kasir wanita itupun langsung memicingkan matanya, 'Gaya-nya seperti orang kaya, tapi untuk membayar makanan seperti ini saja, harus orang lain. Percuma mempunyai wajah tampan tapi urusan kantong kering,' gumam pegawai wanita itu dalam hati.
"Apa lihat-lihat!" gumam Excel melototkan matanya, tangannya sudah mengepal erat di atas meja kasir.
"Ada Pak, biar saya bacakan. Anda bisa mencatat kemudian mentransfer uangnya," titah pegawai kasir, pandangannya beralih pada nomer rekening restoran tempatnya bekerja.
"Dan kirimkan, total semua pembayarannya. Cepat! aku sedang sibuk!" ucap Dave tak kalah ketus.
'Kenapa dua manusia ini, sikapnya sangat ketus dan dingin. Apa salahku? padahal, aku tidak mengenalnya,' gumam pegawai kasir kemudian membacakan nomer rekening restoran.
"Nomernya 423826**** dan total tagihannya senilai $590," titah pegawai kasir membuat Dave membulatkan matanya.
"Apa! memangnya dia pesan apa saja! kenapa tagihannya membengkak! berikan ponsel ini kepada pemiliknya. Aku ingin bicara dengannya!" titah Dave membuat pegawai kasir memberikan ponselnya pada Excel.
"Dia ingin bicara denganmu," titah pegawai kasir meletakkan ponsel milik Excel di atas meja.
"Bicara denganku?" ucap Excel mengambil dan menempelkan ponselnya di telinga, "Hallo, semuanya sudah beres kan? aku mau pulang!" ujar Excel pada Dave.
"Kau bayar saja sendiri! aku tidak mau membayarkan tagihan yang begitu banyak. Bisa rugi aku!" kesal Dave.
Mata Excel membulat sempurna setelah mendengar ucapan dari sahabatnya, "Tidak bisa Dave, uang dari mana?" ucap Excel setengah emosi.
"Aku tidak mau tahu, itu urusanmu! jangan hubungi aku lagi. Aku harus mengurus istriku!" ujar Dave kemudian mematikan panggilannya membuat Excel menggerutu kesal.
"Dave! Dave, jangan becanda Dave! Dave!" teriak Excel membuat semua orang menatap kearahnya.
"Sekarang anda akan melakukan pembayaran menggunakan apa?" tanya pegawai kasir restoran.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku akan menelponnya. Dan kau tidak perlu khawatir, aku pasti akan membayarnya,"
'Tapi, bagaimana cara membayarnya?' gumam Excel dalam hati.